Anda di halaman 1dari 13

PENGENDALIAN HAMA dan PENYAKIT

dengan PESTISIDA NABATI


Divisi Pertanian – Kelompok 8
KKN TEMATIK – Dsn. Pakel dan Dsn. Garon, Desa Dompyong
Kec. Bendungan - Trenggalek
UPN VETERAN JAWA TIMUR
Hama Bakteri / Jamur
Apa itu pestisida nabati

Pestisida nabati adalah pestisida yang dibuat dari hasil fermentasi maupun
dari ekstraksi(rebusan atau perendaman) dari tumbuhan(daun, biji, buah,
batang, atau akar) yang diketahui mengandung bahan aktif tertentu dan
efektif dalam mengendalikan hama penyakit tanaman.
Kelebihan dan Kekurangan
Pestisida Nabati
Kelebihan :
 Mudah dibuat
 Murah
 Tidak merusak lingkungan
 Bahan mudah didapat

Kelemahan :
 Belum ada konsentrasi dan resep yang tepat
 Membutuhkan waktu yang tepat dan aplikasi yang rutin
 Tidak tahan disimpan dalam waktu lama (harus segera dipakai
setelah dibuat)
Tungau Merah
Ciri : menyerang pada permukaan bawah daun dengan menghisap cairan
daun tersebut.

Gejala : daun akan menjadi kering.

Pengendalian : menanam varietas toleran dan menyemprotkan air yang


banyak.
Pestisida Nabati Untuk Tikus
Bahan-bahan : Penggunaan :
•Umbi gadung KB : 1 kg Ditaburkan di sekitar lubang tikus
•Dedak padi: 10 kg
•Tepung ikan: 100 gr
•Kemiri: beberapa biji
•Air: secukupnya
Cara pembuatan :
Umbi gadung dikupas dan dihaluskan
bersama kemiri, Kemudian dicampurkan
secara merata dengan dedak padi, tepung
ikan, dan air hingga menjadi adonan.
Selanjutnya adonan tersebut dibuat pellet
kering.
Pestisida Nabati untuk Kutu
Bahan-bahan :
Daun mindi 2 kg,
tembakau 2 kg,
brotowali 2 kg,
buah mengkudu 5 kg,
dan andaliman 1 kg. Tanaman Mindi

Cara membuat :
• Semua bahan dihaluskan dengan cara
menumbuk. Bahan-bahan tersebut
direndam/dilarutkan dalam air 10 liter.
Simpan selama lima hari dalam wadah
yang tertutup rapat .
Pestisida Nabati Sirsak untuk Kutu
Bahan-bahan yang digunakan adalah :
•Daun sirsak : 100 lembar
•Sabun colek : 2-3 sendok makan
•Air : 1,5 liter

Cara pembuatan:
•Rebus daun sirsak dengan 1,5 liter air, hingga air yang tersisa sebanyak 1 liter.
•Setelah itu tambahkan sabun colek kedalam larutan yang dihasilkan.
•Untuk pemakaiannya, campurkan 1 liter larutan pestisida dengan 14 liter air.

Cara penggunaan/ pemakaian :


Disemprotkan pada tanaman.
Waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 10.00 atau sore
hari dari jam 15.00 hingga maghrib.
Penyemprotan dapat dilakukan 2 kali dalam seminggu. Pemakaian harus dilakukan
beberapa kali, jangan hanya satu kali. Pemakaian secara rutin akan dapat senantiasa
melindungi dan mencegah tanamam dari hama kutu daun dan thrips.
Ekstrak daun sirsak dapat disimpan hingga 12 bulan sejak dari pembuatan. Namun
demikian sebaiknya segera digunakan agar dapat memberikan manfaat secara
maksimal.
Pesnab Tungau Merah
Bahan-bahan yang digunakan adalah :
•Daun srikaya
•Buah mimba
•Cabai Merah
•Sabun colek : 2-3 sendok makan / sabun cuci pakaian / sabun cuci cair
•Air : 1,5 liter masing masing setengah liter

Cara pembuatan:
•Menumbuk daun srikaya dan direndam di air
•Merajang buah mimba dan direndam di air
•Menumbuk cabai merah dan direndam di air
•Didiamkan selama 1 hari kemudian Disaring dan dituang kedalam ember dan siap
diaplikasikan

Cara penggunaan/ pemakaian :


Disemprotkan pada tanaman.
Waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 10.00 atau sore
hari dari jam 15.00 hingga maghrib.
Pestisida Nabati Wereng Coklat
 Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak sebagai pengendali hama trips:
1. Tumbuk 100 lembar daun sirsak
2. Rendam dalam 5 liter air dan tambahkan 3 sendok detergen
3. Diamkan sehari semalam
4. Saring larutan tersebut dengan kain
5. Encerkan setiap liter larutan dalam 10 liter air
6. Larutan semprot siap digunakan

 Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak dan bawang putih untuk mengendalikan hama
wereng coklat:
1. Tumbuk halus daun sirsak dan 20 siung bawang putih
2. Rendam bahan-bahan tersebut dengan 20 liter air yang telah ditambahkan detergen selama 2
hari.
3. Saring larutan tersebut dengan kain
4. Larutan tersebut siap digunakan
BAHAN LAIN :
 Batang dan akar Brotowali : Insektisida – ulat daun kubis, wereng, penggerek
batang, belalang
 Biji bengkuang : insektisida – ulat grayak, ulat bulu, pengisap buah, kepik
 Daun mint : bakterisida – penyakit tanaman karena bakteri
 Daun sirih : bakterisida – penyakit tanaman karena bakteri
 Buah cabai merah : insektisida – ulat pemakan daun, lalat dapur
 Temu-temuan( Jahe, lengkuas, lempuyang, kunyit, kencur) : insektisida, fungisida
dan bakterisida
 Bawang putih – penolak serangga
 Daun Pepaya – insektisida – Kutu, rayap, ulat
 Bunga cengkeh : nematisida – cacing penyebab kerusakan akar atau umbi
 Daun serai dan daun salam : insektisida – lalat buah
Cara Menggunakan Pestisida Yang Baik Dan Benar

1. Kenali jenis hama dan penyakit


2. Gunakan pestisida secara
bergantian
3. Bacalah petunjuk penggunaan
4. Gunakan dosis yang tepat
5. Apliaksi pada waktu yang tepat
6. Waktu aplikasi yang tepat
7. Jangan terkecoh harga murah
Terima kasih