Anda di halaman 1dari 35

Presentasi Kasus Divisi Fetomaternal

Wanita Multigravida Hamil 16 Minggu dengan Riwayat


Morbus Hansen

Penyaji
Dr. Idries Tirtahusada

Pemandu
Dr. Wim T.Pangemanan, SpOG(K)

dipresentasikan pada hari Rabu, 28 November 2018 pukul 07.00 WIB


1. ANAMNESIS
I. IDENTIFIKASI

“▪▪ Nama
Umur
: Ny. SUN
: 24 tahun
▪ MR/Reg : 1017631
▪ Alamat : Jln.Taman Murni No.937
Alang-Alang Lebar Palembang
▪ Poliklinik : 26 November 2018

3
II. RIWAYAT

“ R/ Perkawinan :
R/ Persalinan :
Menikah 1x, lamanya 1,5 th

- Hamil ini
R/ Reproduksi : Menarche 12 th, siklus teratur 28 hari,
lama 4 hari, HPHT 1-07-2018
R/ Penyakit :
- R/ Morus Hansen tahun 2012 dengan pengobatan
ROM selama 8 bulan tahun 2012  Dan Dinyatakan
Release from Treatment/Sembuh
- Morbus Hansen kembali kambuh tahun 2017 dan
mendapatkan obat sampai agustus 2018.Pengobatan
selesai.Os disarankan kontrol ke Bagian DV 6 bulan
sekali
- - R/ antenatal care : -
4
III.
AUTOANAMNESIS
Keluhan Utama:
Hamil Muda dengan Riwayat
Morbus Hansen

5
Riwayat Perjalanan Penyakit

Os datang ke poliklinik Dermatologi Keluhan Tambahan:


untuk kontrol Penyakit Morbus  Benjolan dileher (-), riwayat
Hansen.Os kemudian mengaku berdebar-debar (-), riwayat tangan
hamil,lalu dikonsulkan ke poli gemetar (-), napsu makan biasa,
obstetri dan ginekologi. berat badan menurun (-), mual dan
 Dx: G1P0A0 hamil 16 minggu muntah (-). Os tidak berobat.
dengan Riwayat morbus Hansen Riwayat perut mulas menjalar ke
JTH Intrauterine. pinggang (-), Riwayat keluar darah
Os mendapatkan obat dari lendir (-). Riwayat keluar air-air (-).
dermatologi,Ibuprofen 200 mg/ 8 Os mengaku hamil kurang
jam. bulan.
6
1. PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERAL

Status present Status present Kepala


▪ KU : sakit sedang TB : 150 cm Konjungtiva palpebra pucat (-/-
BB : 41 kg ), sklera ikterik (-/-), stomatitis
▪ Sens: compos mentis
(-)
▪ TD : 110/80 mmH
▪ T :36,8 C
▪ Nadi : 80 x/m
▪ RR : 20 x/m
.
Leher Thoraks Ekstremitas
JVP (5 - 2) cm H2O, ▪ Cor : DBN inferior edema pretibial (-/-
pembesaran KBG (-), ▪ Pulmo: DBN )

pembesaran tiroid (-) 8


Status obstetri

PemeriksaanLuar:
▪ Tinggi fundus uteri 1/2 pusat-symphisis (10 cm),ballotemen
eksterna (+),NT (-),His (-)

9
Hasil Pemeriksaan USG Poli Fetomaternal

Tanggal 7-11-18.
Dari Pemeriksaan USG didapatkan:
▪ Tampak janin tunggal hidup presentasi kepala
▪ Biometri Janin:
▫ BPD 8.5 cm AC 30.0 mm EFW 2367 gram
▫ HC 31 cm FL 6.6 cm CD ~ 35w6d
▪ Plasenta di corpus posterior
▪ Cairan ketuban cukup
▪ BPP 10
▪ Kesan: Hamil 37 minggu JTH presentasi kepala dengan janin cendrung
kecil + BPP 10
10
Pemeriksaan USG

11
Pemeriksaan USG

12
DIAGNOSIS
G1P0A0 hamil 16 minggu dengan riwayat
Morbus Hansen tunggal hidup intrauterine

13
Terapi

▪ Obs. TTV, His


▪ Check laboratorium DR,Kimia Darah,Cek BTA
▪ Kontrol ulang ANC 4 minggu
▪ T/Lain Sesuai TS DV

14
Hasil pemeriksaan laboratorium
(30 Oktober 2018 pukul 14.10 WIB)

Darah rutin Kimia Klinik


▪Hb : 10.6 g/dL (11.40 – 15.0 g/dL) Metabolisme Karbohidrat
▪Eritrosit : 4.18 x 106/L (3.8 – 5.2 106/L) ▪ Glukosa sewaktu : 82 mg/dL <200 mg/dL

▪Leukosit : 11.3 x 103/L (3.6 – 11 103/L)

▪Trombosit :294x 103/L (150 – 440 103/L)


Imunoserologi

▪Hematokrit : 31% (35-47%)


Hormon
▪ T3 Total : 1.50 ng/m (0.80 – 2.0)
▪ Free T3 :2.55 pg/Ml (2.02-4.43)

Hitung Jenis
▪Basofil :0 (0-1%)

T4 Total
Free T4
:15.29 µg/Dl
:1.21 ng/dL
(0.42-24.86)
(0.93-1.70)
▪Eosinofil :1 (1-6%)
▪ TSH :0.2275
▪Netrofil segmen : 72 (50-70%) ▫ (0.270-4.200 µIU/Ml)

▪Limfosit : 19 (20-40%)
▪Monosit :8 (2-8%)
15
2. PERMASALAHAN
PERMASALAHAN

1.Bagaimana diagnosa hipotiroid dan miopia berat


pada pasien ini?

2.Apa sajakah komplikasi kehamilan yang dapat terjadi


pada pasien dengan hipotiroid dan miopia berat?

3.Bagaimanakah penatalaksanaan kehamilan dan


persalinan pada pasien ini? 17
3. ANALISIS KASUS
3. ANALISIS KASUS
DIAGNOSA PASIEN
BATAS CASE YANG
BELUM DKERJAIN
Diagnosis Hipotiroid

▪ identifikasi gejala dan tanda fisik yang khas, serta melalui


hasil pemeriksaan laboratorium.

▪ Peningkatan TSH (TSH ≥ 5,5 µIU/L)

▪ Gejala : fatique,peningkatan BB, gangguan siklus haid,


konstipasi, intoleransi dingin, rambut dan kuku rapuh,
kelelahan dan kelesuan, sering mengantuk, pelupa, kulit
kering dan gatal, nyeri otot, penambahan berat badan,

▪ Diagnosis pasti : histopatologis  biopsi 21


Diagnosis Hipotiroid pada Pasien

Anamnesis R/ pengobatan P. Laboratorium

Os dirujuk dari RSUD Konsumsi euthyrox FT3 dan FT4 dalam keadaan
besemah dengan 1 x 100 mg (po) normal namun TSH didapatkan
hipotiroid. Keluhan (-) dalam jumlah yang sedikit rendah

22
Diagnosis Miopia

nearsightedness atau rabun jauh : kelaian refraksi dimana sina-


sinar sejajar dari objek pada jarak tak terhingga akan
berkonvergensi dan fokus di depan retina pada mata tanpa
akomodasi sehingga menghasilkan bayangan yang tidak fokus

▪ Derajat Miopia :
▫ Miopia ringan (0-3 D),
▫ Miopia sedang (3-6 D),
▫ Miopia berat (diatas 6 D)

▪ Penegakan diagnosa : anamnesis dan pemeriksaan 23

oftalmologis
Diagnosis Miopia Berat pada Pasien

Anamnesis R/ pengobatan P. Oftalmologi

R/ mata kabur R/ penggunaan VOD 1/60 ph 6/60 ʃ -13 OD


kaca mata
VOS 1/60 ph 6/60  ʃ -14 OS

24
3. ANALISIS KASUS
KOMPLIKASI KEHAMILAN
KOMPLIKASI HIPOTIROID
pada kehamilan

- keterlambatan fungsi kognitif verbal dan


nonverbal pada masa awal kanak-kanak,
- defek psikomotorik,
- retardasi mental.

Place your screenshot here

komplikasi obstetri :
- abortus,
- lahir mati,
- anemia,
- hipertensi dalam kehamilan,
- solusio plasenta,
- perdarahan post partum.
26
KOMPLIKASI PADA MIOPIA
BERAT
14% wanita hamil mengalami perubahan pada ketajaman
visualnya, kesalahan refraksi dan peralihan miopi, 
kembali dalam beberapa bulan setelah persalinan.

Hamil retensio cairan hidrasi stroma yang


Place your screenshot here
berlebihan  kornea menebal 1and 16 μm  edema
kornea mempengaruhi elastisitas dan biomekanik
jaringan kornea pergeseran refraksi

Komplikasi miopia berat  ablasi retina, degenerasi


retina, perdarahan retina, dll.

resiko kelainan chorioretinal (ablasi retina, atrofi


korioretina) meningkat sesuai dengan tingkat keparahan 27
miopi dan panjang aksial bola mata
3. ANALISIS KASUS
Pengobatan selama kehamilan dan persalinan
Pengobatan hipotiroid selama kehamilan

Wanita hamil hipotiroid memerlukan dosis tiroksin lebih besar, dan


wanita yang sudah menerima terapi tiroksin sebelum hamil memerlukan
peningkatan dosis harian, biasanya 30-50% di atas dosis sebelum konsepsi.

Pengobatan dimulai dengan dosis 100-150 µg perhari atau 1.7-2.0 µg per kg


berat badan saat tidak hamil, dengan peningkatan dosis hingga 2.0-2.4 µg
per kg berat badan saat hamil.

Kadar serum FT4 dan TSH sebaiknya diukur 1 bulan setelah mulai terapi.
Tujuan terapi  mencapai dan mempertahankan FT4 dan TSH normal 29
selama kehamilan.
Pengobatan miopia berat selama kehamilan

- Masalah refraksi :
- Penggunaan kontak lens atau kaca mata
- operasi mata disarankan untuk ditunda hingga refraksi pada mata stabil
post partum

Neri dkk menyebutkan : tidak ada perubahan retina yang signifikan pada
wanita dengan tingkat myopia 4.5 – 15 D dengan pemeriksaan funduskopi
saat pre dan post persalinan spontan, walaupun terjadi degenerasi pada
retina.

Mackensen, F dkk: Untuk wanita dengan myopia berat, degenerasi retina


atau riwayat ablasio retina, studi mengatakan tidak ada hubungan antara
30
persaliana pervaginam dengan penyakit tersebut
Mohammadi, dkk melakukan surveys pada 29 SpM dan 19 SpOG terkait
metode kelahiran dan kelainan mata di Iran.
▪ 100% SpOG mengatakan mereka membutuhkan opini SpM dalam
membuat keputusan,
▪ 50-70% SpM merekomendasikan persalinan pervaginam normal,
▪ persalinan sesar pada trasplantasi kornea (34,5%), miopia berat (23%),
ablasio retina (29%) dan tumor orbita (34.5%)

31
Lancu, dkk :
▪ tidak ada cukup bukti bahwa miopia akan memburuk setelah persalinan
pervaginam.
▪ Semua penelitian terdahulu gagal mengidentifikasi komplikasi buruk
setelah persalinan spontan pervaginam pada pasien dengan kelainan
refraksi atau riwayat operasi retina.
▪ Sampai penelitian lebih lanjut tersedia, persalinan spontan pervaginam
tetap direkomendasikan jika tanpa indikasi obstetri

32
Hannah dkk :
- melakukan survey terhadap optamologi dan obstetrisian, untuk menilai
rekomendasi mereka terhadap jenis persalinan yang aman bagi wanita
dengan resiko tinggi ablasio retina (miopia berat, riwayat operasi retina,
riwayat kerusakan retina atau ablasi retina).
- Menyimpulkan bahwa dokter kandungan mungkin merekomendasikan
intervensi bedah yang tidak perlu terhadap para wanita tersebut.

33
THANKS 

34
Status General

35