Anda di halaman 1dari 23

ENI TRIYANTI, S.

Pd
SMK Negeri 3 Palembang
APA ITU
PRESERVASI
ARSIP…?????

https://www.youtube.com/watch?v=QmHBIf0IARk
Keseluruhan Proses dan kerja
dalam rangka perlindungan
arsip terhadap kerusakn arsip
atau unsur perusak & Restorasi
atau perbaikan (Reparasi)
bagian Arsip yang rusak (ANRI:
Modul Preservasi Arsip Statis,
2012: 3).
Menurut Sedamaryanti
(2008:135):
Pemeliharaan Arsip adalah
kegiatan membersihkan arsip
secara rutin untuk mencegah
kerusakan akibat beberapa
sebab.
PRINSIP PEMELIHARAAN ARSIP
• Dilaksanakan dengan mempertahankan autentisitas
dan reliabilitas arsip.
• Dilaksanakan sejak arsip dinyatakan sebagai arsip
permanen
• Penyimpanan arsip dilaksanakan pada ruang simpan
yang memenuhi syarat dengan suhu dan kelembapan
udara yang stabil.
• Penyimpanan arsip memerhatikan jenis media
rekamnya
• Perawatan arsip dilaksanakan dengan tingkat
ketelitian yang tinggi.
FAKTOR-FAKTOR PERUSAK ARSIP

1. Faktor Internal
• Lignin,Senyawa Kimia yang ada pada kayu,
berfungsi sebagai pengikat antar serat, lignin
dapat menyebabkan kertas putih menjadi cokelat.
• Alum-rosin sizing, Zat kimia dalam pembuatan
kertas, berfungsi mengurangi daya serap air
• Zat Pemutih, Zat Kimia pembuatan kertas,
berfungsi untuk memucatkan kertas.
• Tinta, digunakan dalam penulisan, terdapat
kandungan zat asam yang dapat merusak kertas

2. Faktor Eksternal
• Faktor Fisika
• Faktor Biologis
• Faktor Kimia
• Faktor Penggunaan dan Penanganan
• Faktor bencana alam dan musibah
JENIS-JENIS PRESERVASI 2.PRESERVASI KURATIF
ARSIP Preservasi yang bersifat
pemeliharaan atau
perbaikan terhadap arsip
yang mulai/ sudah rusak
sehingga usia arsip dapat
diperpanjang. Tujuan utama
preservasi kuratif adalah
memperbaiki/merawat arsip
yang sudah/mulai rusak
sehingga arsip dapat terus
digunakan & memperpanjang
usia arsip tersebut.

1. PRESERVASI PREVENTIF:
Preservasi yang bersifat
pencegahan terhadap
kerusakan arsip, melalui
penyediaan prasarana dan
sarana, perlindungan arsip,
serta metode pemeliharaan
arsip
BENTUK PERAWATAN ARSIP

ENKAPSULASI, yaitu cara perbaikan


arsip kertas yang rapuh dan sering
digunakan dengan bahan pelidung
untuk menghindari kerusakan yang
bersifat fisik Arsip yang dienkapsulasi
pada umumnya adalah kertas
lembaran, seperti naskah kuno, peta,
bahan, cetatkn atau poster

LAMINASI, yaitu elapis suatu lembar


arsip di antara du lembar bahan
penguat. Metode laminasi terdiri atas
laminasi dengan tangan dan laminasi
mesin dingin/panas.
FUMIGASI
adalah suatu upaya untuk
mencegah agar kerusakan fisik
arsip secara berkelanjutan dapat
dihindari, mengobati atau
mematikan faktor-faktor perusak
biologis dan mensterilkan arsip
agar tidak berbau yang
mengganggu penciuman serta
menyegarkan udara agar tidak
menimbulkan penyakit bagi
manusia, terutama petugas
kearsipan.
MENAMBAL DAN MENYAMBUNG
SECARA MANUAL, yaitu menambal
dengan bubur kertas (pulp), menambal
dengan potongan kertas, menyambung
dengan kertas tisu dan menambal potongan
kertas, menyambung dengan kertas tisu dan
menambal dengan kertas tisu berperekat.

LEAF CASTING, Perbaikan arsip berlubang


melalui proses mekanik dengan
menggunakan suspense bubur kertas (pulp)
dalam air, yang diisap oleh screen sebagai
penyangga lembaran kertas sehingga
bagian yang hilang dari lembaran kertas
dapat diisi dengan serat selulosa, untuk
arsip tinta yang luntur.
PENGENDALIAN HAMA TERPADU.
Pemeliharaan yang terus-menerus dengan
kebersihan ruangan penyimpanan untuk
menjamin tidak adanya hama perusak arsip.
Kegiatan Inspeksi dan pemeliharaan gedeung,
control lingkungan ruangan penyimpanan,
pembatasan makanan dan tanaman,
pembersihan teratur, kontrol atas koleksi
masuk dan pemantauan atau monitoring rutin
terhadap hama perusak arsip.

DEASIDIFIKASI, menetralkan asam yang


merusak kertas dengan memberi bahan
penahan (Buffer) untuk melindungi kertas dari
asam dari luar.
PENYIMPANAN ARSIP:
1. Menyimpan pada ruang khusus, dilemari Brankas/besi,
menghindari pencurian dan dari bahaya kebakaran.
2. Membangun ruang/gedung, mengatur suhu, diatur
kelembapan udaranya, disediakan alat pemadam kebakaran,
dan arsip disimpan agak tinggi.
3. DEPO arsip memenuhi syarat: berdiri didaerah tidak rawan
bencana, jauh dari instalasi Militer, lapangan terbang, rel kereta
api, jauh dari pemukiman penduduk, ruangan terpisah antara
arsip kertas dan arsip Audi Visual, suhu dan kelembapan stabil.
4. Rak Arsip :kuat dan selalu bersih, jangan letakkan arsip
dibagian atas rak, kaarena dekat dengan lampu, jaraka antara
lantai dengan rak terbawah 85-150 cm, agar mudah dibersihkan
dan terhindar banjir, rak ddiberi label/kode agar mudah dicari,
rak terbuat dari logam antikarat, tidak mengandung medan
magnet
5. Box Arsip, hindari terbuat dri plastik, letakkan I rak, dirancang
tepat, ringan, rapat tertutup, tidak berkarat.
1. ARSIP KERTAS:
 Tidak dilipat
 Ditangani dengan hati-hati menghindari sobeknya halaman
 Halaman arsip dibalik hati-hati, untuk menandai gunakan
sepotong kerts putih bersih dan buang jika sudah selesai
 Jangan membasahi telunjuk dengan Air Liur untuk
membalikkan halaman
 Selotipe yang mengandung lem tidak digunakan karena
akan mengaburkan warna kertas
 Tidak menggunakan Puplen untuk menandai arsip
 Tidak menulis dan meenggunakan Arsip sebagai alas
1.CAHAYA, karena Ultra Violet,
merusak kertas, tekstil, lukisan,
kertas menjadi luntur dan lemah,
hancur

2.PANAS, membuat
kertasmenjadi kering

3. AIR, Uap Air menyebabkan


kertas menjadi lembab, dan basah
memicu timbulnya Jamuryang
dapat merusak arsip dan
datangnya Rayap
1.JAMUR, tumbuh di tempat lembab dan gelap, juga
keadaan bakteri, dan tempat yang jarang dibersihkan.
Jika terkena jamur, kertas menjadi cokelat, kuning, atau
bercak cokelat, mengakibatkan kertas lengket dan
merusak perekat kertas.

2.SERANGGA, Rayap, ngengat,


kutu buku, kecoa

3. BINATANG PENGERAT, tikus gemar


menggerogoti benda, kertas, arsip. Arsip yang
disimpan sembarangan sangat mungkin
digerogoti tikus dan menjadi sarang mereka

4.DEBU, merusak arsip karena


partikel-partikelnya menimbulkan noda
permanen pada kertas.
1.ZAT-ZAT KIMIA yang ada di dalam
ruang penyimpanan arsip dan di arsip
sendiri yang dapat menyebabkan
kerusakan.Contoh: Debu karena
polusi udara, CO2 (karbon
dioksida), dan CO (karbon
monoksida)

2.KERTAS YANG BAIK, mempunyai


keasaman (PH)7, semakin rendah PH
semakin banyak asamnya sehingga
kertas cepat rusak, tetapi tidak
melebihi PH 7
Terjadi karena seringnya arsip
digunkan/dipakai. Lama-kelamaan
arsip menjadi rusak karena tanppa
sada arsip sering dilipat, mencoret,
merobek, meletakkan sembarang
tempat, memegang arsip sambil
makan dsb.
BENCANA ALAM MERUPAKAN FAKTOR TIDAK
TERDUGA, indonesia adalah negar yang berpotensi bencana
alam sangat besar. Slain itu juga PENCURIAN ARSIP juga
musibah yang patut diwaspadai, termasuk musibah tak
terduga.
PENYIMPANAN ARSIP:
1. Menyimpan pada ruang khusus, dilemari Brankas/besi,
menghindari pencurian dan dari bahaya kebakaran.
2. Membangun ruang/gedung, mengatur suhu, diatur
kelembapan udaranya, disediakan alat pemadam kebakaran,
dan arsip disimpan agak tinggi.
3. DEPO arsip memenuhi syarat: berdiri didaerah tidak rawan
bencana, jauh dari instalasi Militer, lapangan terbang, rel kereta
api, jauh dari pemukiman penduduk, ruangan terpisah antara
arsip kertas dan arsip Audi Visual, suhu dan kelembapan stabil.
4. Rak Arsip :kuat dan selalu bersih, jangan letakkan arsip
dibagian atas rak, kaarena dekat dengan lampu, jaraka antara
lantai dengan rak terbawah 85-150 cm, agar mudah dibersihkan
dan terhindar banjir, rak ddiberi label/kode agar mudah dicari,
rak terbuat dari logam antikarat, tidak mengandung medan
magnet
5. Box Arsip, hindari terbuat dri plastik, letakkan I rak, dirancang
tepat, ringan, rapat tertutup, tidak berkarat.
PAPER SPLITTING DAN SIZING,
metode perbaikan arsip kertas yang
rapuh, dengan cara : 1) Menyelipkan
kertas penguat (tisu) diantara bagian
permukaan dan belakang arsip
kertas; 2) melakukan sizing, yakni
memberikan lapisan dengan bahan
perekat atau bahan pengisi.