Anda di halaman 1dari 7

BIOCHEMICAL

ENGINEERING
Problem 3.6
Bayu Gusdyarto 02211540000117
Muhammad Jayyid Zuhdan 02211540000131
Muhammad Hafizh Prashantyo 02211540000152
Solve the boundary value problem
𝑑 2 𝑥𝑠 2 𝑑𝑥𝑠 𝑥𝑠
+ − 9∅2 =0
𝑑𝑟 2 𝑟 𝑑𝑟 1+𝛽𝑥𝑠

𝑑𝑥𝑠
= 0 at r = 0
𝑑𝑟
𝑥𝑠 = 0 at r = 1

Where 𝛽 = 5 𝑎𝑛𝑑 ∅ = 2
• Salah satu algoritma sederhana untuk menyelesaikan
permasalahan nilai kondisi batas ialah “shooting method”.
• Pada metode ini diasumsikan nilai kondisi awal untuk
permasalahan nilai kondisi batas menjadi permasalahan nilai
kondisi awal.
• Proses ini diulang sampai penyelesaian permasalahan nilai
kondisi awal memenuhi kondisi batas.
• Kondisi awal yang tepat untuk penyelesaian soal di atas adalah
sebagai berikut:
𝑅
• Y = 0 pada ṙ =
𝑅𝑐
𝑅
• Xs = xs0 pada ṙ =
𝑅𝑐
• kita harus menebak nilai dari Rc dan xs0.
• Ketika menebak nilai dari Rc dan xs0, kita dapat memikirkan 2
kasus yang berbeda.
• Untuk soal ini digunakan kasus ketika Rc = 0, asumsi nilai xs0 saat
ṙ = 0.
• Kasus ini adalah ketika laju reaksi dari enzim lebih lambat jika
dibandingkan dengan laju dari transfer massanya yang
ditunjukkan dengan nilai phi yang rendah yaitu 2 (𝜙 = 2).
𝑑2 𝑥𝑠 2 𝑑𝑥𝑠 2
𝑥𝑠
2
+ − 9𝜙 =0
𝑑ṙ ṙ 𝑑ṙ 1 + 𝛽𝑥𝑠

𝑑𝑌 2 2
𝑥𝑠
= 𝑌 + 9𝜙 =0
𝑑ṙ ṙ 1 + 𝛽𝑥𝑠

𝑑𝑥𝑠
=𝑌
𝑑ṙ
kondisi batas pada soal yakni xs = 0 diganti xs = 1 pada ṙ = 1. Jika xs
𝐶𝑠
= = 0 pada ṙ = 1 (permukaan luar sphere) maka persoalan nilai
𝐶𝑠𝑏
kondisi batas tidak bisa dikerjakan, dikarenakan Cs = 0 pada ṙ = 1
(substrat telah habis pada permukaan luar sphere sehingga tidak
akan ada substrat yang berdifusi ke dalam sphere).