Anda di halaman 1dari 18

Tinjauan Pustaka

Hiperkalemia pada CKD


Hyperkalemia
○ Potassium >5.5mEq/L
○ Hiperkalemia berat ≥ 7 mEq/L
○ 10% dari pasien rawat inap
○ 1% dengan hiperkalemia berat – Mortality
tinggi

Pada Pasien CKD/ESRD


○ 40-50% prevalence
○ 1.9 – 5% of deaths in ESRD
Etiologi

Pseudohyperkalemia

Increased Intra to extra cellular shift

Decreased Excretion
Pseudohyperkalemia
Peningkatan kalium  Hemolisis
serum karena pelpa  Leukositosis Berat (le
san kalium dari sel ukosit > 50.000)
– sel darah.  Teombositosis (PLT >
1.000.000)

5
Increased Intra to extra cellular shift

Hyperglikemia Berat
Berkembangnya hyperosmolarity

Insulin Defisiensi
Mempengaruhi pengambilan kalium oleh sel dari
ECF

Obat
Obat- obatan yang menurunkan celluler K uptake.
(β-Blocker, ACE inhibitor, ARBs, dan Digoxin

Asidosis
You can simply impress your audience and add a
unique zing and appeal to your Presentations.
Menurunya Ekskresi Kalium

1 2 3 4

AKI/CKD Defisiensi Insufisiensi Drug


You can simply Aldosteron Adrenal Obat yang menghambat
impress your ekskresi kalium : ACEi,
RTA tipe IV, Addison disease, Auto
audience and add ARB, NSAID, amilorid,
Nefropaty diabetik, immune, Drugs (Hepa
a unique zing and spironolactone,
dan nefropaty rin), Infections,
appeal to your siklosporin, takrolimus,
obstruktif Infiltrative,Congenital
Presentations. heparin
CKD dengan Resiko Tinggi Hiperkalemia
○ DM
○ Kidney Transplant Recipients
○ On RAAS Inhibitor Therapy *
○ Metabolic Acidosis
○ Anemia requiring Blood transfusion
○ Acute kindney Injury
○ CardioVascular Co-morbidity *

*Drug Induced Hyperkalemia


Peran Diet pada CKD

○ Intake Kalium yang berlebihan umunya


tidak akan menyebabkan hiperkalemia
tanpa disertai faktor lain

○ Jika intake Kalium normal CKD tidak akan


menyebabkan hiperkalemia sampai :
GFR : < 5 mL/min
Drug Induced Hiperkalemia

CKD + ACE Inhibitors ○ DM


Patient Profile at risk ○ Usia > 80 Tahun
○ Gagal Ginjal
○ Dosis awal ACEi yang tinggi
(>10mg/hari)
○ Penggunaan suplement Kalium
○ Penggunaan ARBs/Diuretik hemat
kalium
○ Base line Potasium yang tinggi
(Higher risk)
Manifestasi Klinis

Muscle weakness, Hiperkalemia Berat


Paresthesia,
Aritmia Ventrikel  VF
Lethargy Bilateral flaccid paralysis, a
nd Kelemahan otot pernafa
EKG san.
Kelaianan EKG Minor bisa
menjadi indikasi awal Tidak seperti hipokalemia,
hiperkalemia.
paralisis complete tidak u
mum ditemukan
Perubahan
EKG pada
Hiperkalemia
Evalusi Hiperkalemia

1
3
Prinsip
Tatalaksana

Eksklusi PseudoHiperkalemia

Evalusi kondisi urgency.

Terapi Acute dan Chronic


Tatalaksana Akut
Pada level Kalium > 7 mg/dL

○ Minimalkan efek cardiac dari hiperkalemia


○ Induksi potasium uptake oleh sel
○ Mengeluarkan Kalium dari tubuh
Blocking Cardiac Effect

○ Ca gluconas 10% iv
Bisa diulang kembali tiap 10
menit sampai EKG normal

16
Potasium Celluler Uptake

○ Insulin :10 unit IV + Dextosa 40% 50cc


○ B2-agonist (albuterol 10-20mg dengan Na
cl 0,9% 4cc melalui nebuliser)
Potasium Removal

○ Diuretik, bila fungsi ginjal masih adequat.


○ Potasium exchange resin :sodium
polystyrene sulfonate (kayexalate).
○ Hemodialisis merupakan terapi definitif
untuk pasien PGK

18