Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN KASUS

HIPERTENSI EMERGENSI

FITRIA HANDAYANI
PEMBIMBING : dr. , Sp.PD

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB
ILMU PENYAKIT DALAM
RSUD BANGKINANG
2017
IDENTITAS PASIEN

 Nama : Tn. E

 No RM : 148102

 Umur : 58 tahun

 Jenis Kelamin : Laki-laki

 Pekerjaan : Tidak Bekerja

 Alamat : Desa Salam

 Masuk RS : 27 juli 2017 pkl. 00.04 WIB


ANAMNESIS

KELUHAN UTAMA :

Nyeri kepala sejak kurang lebih 1 hari SMRS


CONT.....

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG :

 Nyeri kepala sejak ± 1 SMRS

 Bicara agak sulit atau pelo

 kelemahan anggota gerak (-)

 pandangan kabur (-)

 nyeri dada (-)

 batuk (-), demam (-)

 BAB dan BAK tidak ada keluhan

 Mual (+) , muntah (-)


RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

 Hipertensi (+) sejak ± 1 tahun ini tidak terkontrol

 Diabetes Melitus (-) 


RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Tidak ada keluarga dengan keluhan yang sama

RIWAYAT KEBIASAAN

 Riwayat merokok (+)

 Riwayat konsumsi alkohol (-)


PEMERIKSAAN FISIK

 Kesadaran : Komposmentis

 Keadaan umum : Tampak sakit sedang

 Vital Sign :

 Tekanan darah : 190/120 mmHg

 Frekuensi nadi : 100x/menit, regular

 Frekuensi napas : 20 x/menit

 Suhu : 36,70 C

 Tinggi badan : 165 cm

 Berat badan : 60 kg
CONT.....

Kepala dan leher

 Mata : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-),


pupil bulat, isokhor, reflex cahaya (+/+)

 Leher : Pembesaran KGB (-)


Thorax
 Paru
 Inspeksi : Gerakan dada simetris kanan = kiri


 Palpasi : Vokal fremitus kanan = kiri
 Perkusi : Sonor pada kedua lapangan paru
 Auskultasi : Vesikuler seluruh lapangan paru, wheezing
(-/-), rhonki (-/-)

 Jantung
 Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
 Palpasi : Iktus kordis tidak teraba
 Perkusi : Batas-batas jantung
 Dextra : RIC V linea parasternalis dekstra
 Sinistra : RIC V 2 jari medial LMCS
 Auskultasi : Bunyi jantung I dan II normal, mur-mur (-),
gallop (-)
 Abdomen
 Inspeksi : perut tampak datar, venektasi (-), scar (-)

 Auskultasi

 Palpasi

: bising usus (+) normal

: nyeri tekan epigastrium (+), hati teraba 1 jari


di bawah arcus costarum, tepi hepar tumpul, konsistensi kenyal
dan permukaan rata, lien tidak teraba

 Perkusi : timpani, shifting dullness (-)

 Ekstremitas
 Akral hangat

 CRT < 2 detik

 Pitting oedem (-/-)


PEMERIKSAAN PENUNJANG

Darah rutin Test fungsi ginjal

 Hb : 13,5 gr/dl  Ureum : 36,48 mg/dl

 Ht : 40,8%  Kreatinin : 0,96 mg/dl

 Leukosit : 6.700/ul

 Trombosit : 233.000 /ul Test fungsi hati

Kimia Darah  SGOT/AST : 21 mg/dl

 GDS : 112 mg/dl  SGPT/ALT : 14 mg/dl


PEMERIKSAAN PENUNJANG

EKG RONTGEN THORAX
DIAGNOSIS

DIAGNOSIS

Hipertensi Emergensi

DIAGNOSIS BANDING

 Krisis Hipertensi : Hipertensi Urgensi


PENATALAKSANAAN

Non farmakologis Farmakologi

 Istirahat/ tirah baring  IVFD Ringer Laktat 20


tpm
 Jaga pola makan (diet
rendah garam)  Captopril 25 mg

 Amlodipin 1x10 mg

 Paracetamol 3x500 mg

 Inj. Omeprazol
27 Juli 2017

S : nyeri kepala (+), mual (-), muntah (-), lemas, demam (-), nyeri ulu hati (+),

O : TD 180/100 mmhg, N 80x/menit, RR 22x/menit, T 36.6 C

A : Hipertensi Emergensi + susp. SNH

P :

 Tirah baring

 Diet rendah garam

 IVFD RL 20 tpm

 Inj. Omeprazol/24jam

 Inj. Citicolin 5 mg/12 jam

 Amlodipin 1x 10 mg

 Paracetamol 3x500 mg

 Bisoprolol 1 x 2,5 mg

 Valsartan 1x 160 mg

 Konsul dokter syaraf


28 Juli 2017

S : nyeri kepala (+), mual (-), muntah (-), lemas, demam (-), nyeri ulu hati (-),
kedua tangan dan kaki terasa kebas


O : TD 170/90 mmhg, N 112x/menit, RR 24x/menit, T 36.7 C

A : Hipertensi Emergensi + SNH

P :
 Tirah baring

 Diet rendah garam

 IVFD RL 20 tpm

 Inj. Omeprazol/24jam

 Inj. Citicolin 5 mg/12 jam

 Amlodipin 1x 10 mg

 Paracetamol 3x500 mg

 Bisoprolol 1 x 5 mg

 Valsartan 2 x 160 mg
29 Juli 2017

S : nyeri kepala (+), mual (-), muntah (-), lemas, demam (-), nyeri ulu hati (-),
kedua tangan dan kaki terasa kebas


O : TD 150/80 mmhg, N 85x/menit, RR 22x/menit, T 36.7 C

A : Hipertensi Emergensi + SNH

P :
 Tirah baring

 Diet rendah garam

 IVFD RL 20 tpm

 Inj. Omeprazol/24jam

 Inj. Citicolin 5 mg/12 jam

 Amlodipin 1x 10 mg

 Paracetamol 3x500 mg

 Bisoprolol 1 x 5 mg

 Valsartan 2 x 160 mg
PEMBAHASAN

Seorang pasien laki-laki datang ke Rumah Sakit Umum Daerah
Bangkinang dengan keluhan nyeri kepala sejak kurang lebih 1
hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluhkan
bicara agak sulit atau pelo. Pasien memiliki riwayat hipertensi
± 1 tahun ini tidak terkontrol, dan pada pemeriksaan fisik
didapatkan peningkatan tekanan darah yaitu 190/120 mmHg

HT EMERGENSI
CONT.....

 HT emergensi  TD diastolik ≥120 mmHg + kerusakan organ
target  masalah neurologi : bicara pelo + kelemahan anggota
gerak (masa follow-up)

 Th/ HT emergensi  manajemen TD dg obat antihipertensi


parenteral scr cepar + tepat  sehingga Th/ pasien kurang
tepat dengan anti-HT oral : captopril + amlodipin di IGD
CONT.....

 Pasien seharusnya di rawat di ICU u/ monitoring TD +
penurunan ideal TD Mean Arterial Pressure (MAP) 10% selama 1
jam awal dan 15% pada 2-3 jam berikutnya

 Penurunan TD u/ mendapatkan penurunan TD yang stabil 


mencegah hipoperfusi pd jantung + PD otak

 Non-farmakologi  modifikasi gaya hidup  membantu


menurunkan TD
DEFINISI

HIPERTENSI

Peningkatan TD yg persisten ditandai : TDS ≥140 mmHg , TDD


≥90 mmHg

KRISIS HIPERTENSI

Keadaan klinis ditandai : TDD >120 mmHg dg kemungkinan


timbul atau telah terjadi kerusakan organ target
ETIOLOGI

 Hipertensi Primer/ esensial (80-95%)  idiopatik
 Hipertensi Sekunder (5-20%)  didasari penyakit
KLASIFIKASI

HIPERTENSI EMERGENSI

Ditandai TDD >120 mmHg disertai kerusakan berat dari organ


sasaran yg disebabkan o/ satu atau lebih penyakit/kondisi
akut

HIPERTENSI URGENSI

Ditandai TDD >120 mmHg dan dengan tanpa


kerusakan/komplikasi minimum dari organ sasaran.
FAKTOR RISIKO

FAKTOR YG TIDAK DAPAT DIKENDALIKAN :

Usia

Jenis Kelamin

Riw. Keluarga

Genetik
FAKTOR RISIKO

FAKTOR YG DAPAT DIKENDALIKAN :

Merokok & alkohol

Konsumsi Garam, hiperlipidemia

Obesitas

Kurang olahraga

Psikososial & Stress


PATOFISIOLOGI

MANIFESTASI KLINIS

TERSERING
HT
EMERGENSI

HT
URGENSI
DIAGNOSIS

 Anamnesis  Pemeriksaan penunjang:

 Pemeriksaan fisik:  Darah

 Pengukuran TD  Urinalisa

 Pem. Neurologis  EKG

 Pem kardiovaskular  Rontgen Thorax

 Dll
ALUR DIAGNOSTIK

PENATALAKSANAAN

HIPERTENSI URGENSI

Penatalaksanaan Umum

 Tidak membutuhkan obat parenteral


 Mean Arterial Pressure (MAP) t diturunkan tidak >25% 
standar gold awal 160/110 mmHg
Dosis Obat Hipertensi JNC 8

PENATALAKSANAAN

HIPERTENSI EMERGENSI

Penatalaksanaan Umum

 Membutuhkan obat parenteral scr cepat & tepat

 Pasien di ICU  monitoring TD

 MAP 10 % slm 1 jam awal & 15% pd 2-3 jam berikutnya 


penurunan TDD tidak <100 mmHg, TDS tidak < 120 mmHg
atau MAP tidak <120 mmHg slm 48 jam pertama
CONT.....

 anti-HT intravena > terkontrol  tujuan penurunan yaitu
penurunan TD yg stabil  mencegah hipoperfusi jantung &
PD otak
Dosis Antihipertensi Pada Hipertensi
Emergensi

PENATALAKSANAAN KHUSUS
 Neurologic  perdarahan intracranial  MAP <130 mmHg
dipertahankan

 Cardiac  iskemik otot jantung  nitroglycerin

 Kidney Failure  Th/ masih kontroversi  nitroprusside IV (ES :


intoksikasi sianida) , pemberian fenoldopam menghindari risiko
intoksikasi

 Hyperadrenergic States  pengaruh obat-obatan  terapi : sodium


nitroprusside (vasodilator arteri) atau phentolamine IV (ganglion-
blockingagent) , gol. ß-blockers
Pengobatan Berdasarkan Tipe
Hipertensi Emergensi


PROGNOSIS

 Prognosis menjadi lebih baik apabila penangannannya tepat
dan segera

 Penyebab mortalitas

 Stroke (25%)

 Gagal ginjal (19%)

 gagal jantung (13%)