Anda di halaman 1dari 63

Metabolisme Cairan dan

Elektrolit
Nur Hidayat
KESEIMBANGAN CAIRAN

 Komposisi tubuh manusia dewasa :


- zat padat : 40 % BB
- zat cair : 60 % BB
Zat cair bayi : 75 % BB
> 70 th : 45 % BB
o Wanita < pria
KESEIMBANGAN CAIRAN
KESEIMBANGAN CAIRAN

 Konsep dasar pengaturan cairan & elekt


1. Mekanisme homeostasis yg me-
mantau dan mengatur komposisi
cairan tubuh peka thd perubahan
dlm cairan ekstraseluler.
2. Tidak ada reseptor scr langsung me-
mantau keseimbangan cairan,reseptor
dpt memantau volume dan konsentrasi
osmotik plasma.
KESEIMBANGAN CAIRAN

3. Perbedaan tek. osmotik dpt sebab-


kan transpor aktif garam dan diikuti
transpor pasif air.
4. Air dan elektrolit dlm tubuh mening-
kat bila yg masuk >> drpd yg keluar.
KESEIMBANGAN CAIRAN

 Hormon yg mengendalikan keseimbangan


cairan dan elektrolit :
- Anti Diuretik Hormon (ADH)
- Aldosteron
- Atrial Natriuretic Peptide (ANP)
KESEIMBANGAN CAIRAN
KESEIMBANGAN CAIRAN

 Antidiuretik hormon (ADH)


perubahan 2 % P osm

osmoreseptor (hipotalamus)
rangsang ginjal tahan air
ADH
rangsang pusat haus
KESEIMBANGAN CAIRAN

 Aldosteron
K naik /
Na turun

cortex adrenal RAAS

aldosteron
KESEIMBANGAN CAIRAN
 Atrial Natriuretic Peptide (ANP)
tek. darah / vol. darah naik

peregangan abn. dinding atrium

ANP haus turun, blok ADH & aldos


Pengertian
 Cairan intraseluler
 Cairan ekstraseluler
Cairan intraseluler
 50% BB
 Di dalam sel
 Mengandung elektrolit
 Bahan makanan
 Enzim dalam sel  mempertahankan
keseimbangan cairan
Cairan ekstraseluler
 30% BB
 ± 12 liter
 Medium di tengah-tengah sel hidup
Plasma darah
 5% BB ~ 3 liter
 Sistem transpor
Pertukaran cairan dalam jaringan
 Tekanan hidrostatik
 Tekanan osmotik
Pergerakan cairan antar kompartemen
 Pergerakan cairan antar kompartemen
ditentukan oleh tekanan hidrostatik dan tekanan
osmotik.
 Hukum starling : keseimbangan antara
besarnya tekanan hidrostatik dan tekanan
osmotik.
 Tekanan hidrostatik menyebabkan terjadinya
pergerakan cairan ke luar dari kapiler arteri,
sedangkan tekanan osmotik menyebabkan
gerakan cairan masuk ke dalam kapiler vena
Pertukaran cairan dalam jaringan
 Pertukaran antara intra dan ekstra sel
bergantung pada tekanan osmotik
 Membran sel mempunyai permeabilitas
selektif  O2, CO2, ureum : bebas
 Mempertahankan beda konsentrasi : kalium
cenderung intrasel, Natrium cenderung
ekstrasel
 Sistem pompa ion (pompa Na-K)
Osmolaritas cairan tubuh
 Osmosis : pergerakan air dari konsentrasi rendah ke
konsentrasi yang lebih tinggi
 Bila jumlah zat terlarut dalam darah meningkat maka
akan terjadi peningkatan osmolaritas.
 Peningkatan osmolaritas akan merangsang
pengeluaran ADH
 Bila kita mendapat infus cairan yan bersifat isotonis,
tidak akan terjadi perubahan osmolaritas
 Bila mendapat infus cairan hipotonis, osmolaritas
menurun, maka akan terjadi perpindahan air dari kapiler
ke jaringan interstisiel sehingga terjadi odem dan sel
membengkak
 Bila mendapat infus hipertonis, osmolaritas meningkat,
sehingga terjadi penarikan air ke dalam pembuluh darah
dan sel akan mengkerut
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT

 Keseimbangan tercapai bila masuk &


keluar sama utk setiap elektrolit.
• Penting karena :
- pengaruhi scr langsung keseimba-
ngan cairan
- pengaruhi fungsi sel
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT

KESEIMBANGAN NATRIUM & KALIUM


• Perhatian :
- kontributor utama konsentrasi os-
motik CES & CIS
- pengaruhi langsung fungsi normal
semua sel
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT

KESEIMBANGAN NATRIUM & KALIUM


NATRIUM :
- kation dominan di CES
- NaCl & NaHCO3
- Normal Na CES : 136-142 mEq/l
CIS : 10 mEq/l
KALIUM :
- kation dominan di CIS : 160 mEq/l
CES : 3,8-5 mEq/l
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT

KESEIMBANGAN NATRIUM & KALIUM


Ada 2 aturan umum :
1. Masalah yg sering pd gangguan
elektrolit ok tidak seimbang masuk
& keluar ion Na.
2. Gangguan keseimbangan K jarang tetapi
lebih bahaya.
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT

KESEIMBANGAN NATRIUM

• Jumlah Na di CES menunjukkan kese


imbangan 2 faktor :
1. Uptake Na mell digestif.
2. Ekskresi Na di ren & pulmo.
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT
KESEIMBANGAN KALIUM

• 98 % di CIS
• Konsentrasi di CES keseimbangan
antara :
1. Masukan mell epitel digestif.
2. Keluaran mell urine TKD dan
sistem kolekting.
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT
KESEIMBANGAN KALIUM

3. Kadar aldosteron
- aldosteron pompa ion reabsorb
si Na ditukar dgn keluar K dr cair
an peritubuler.
- konsentrasi K tinggi sekresi aldo
steron Na ditahan K ekskresi
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT
KESEIMBANGAN KALSIUM
• 99 % total Ca di tulang
• Kation penting di CES & CIS
• Peranan penting :
- di matriks mineral tulang
- transmisi impuls saraf
- kontraksi otot
- koagulasi darah
- sekresi hormon
- adesi interseluler
- second messenger intrasel utk proses :
* eksositosis * kemotaksis * sekresi hor
mon * aktivitas enzim * fertilisasi
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT
KESEIMBANGAN KALSIUM

Dikendalikan scr ketat oleh interaksi :


- Absorbsi gastrointestinal
- Ekskresi ren
- Resorpsi tulang
- Sistem vit D - hormon paratiroid
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT
KESEIMBANGAN MAGNESIUM

• Manusia mengandung sekitar 29 gram:


- 60 % tersimpan di tulang
- di cairan tubuh :
* terutama di CIS (26 mEq/l)
* di CES (1,5-2,5 mEq/l)
• Kofaktor thd reaksi enzimatik spt :
- fosforilasi glukosa dlm sel
- penggunaan ATP pd kontraksi serat otot
- sbg komponen struktural tulang
* Intake 24-32 mEq/l (0,3-0,4 g) per hari
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT

KESEIMBANGAN FOSFAT
• Dibutuhkan utk mineralisasi tulang
• Di cairan tubuh :
- pembentukan energi
- aktivasi enzim
- sintesa asam nukleat
• Konsentrasi di plasma 1,8-2,6 mEq/l
• Direabsorbsi di tub kon proksimal di rangsang
oleh calcitriol
• Keluar melalui feses & urin 30-45 mEq/l per hari
KESEIMBANGAN ASAM BASA
KESEIMBANGAN ASAM BASA
PENDAHULUAN
• Menjaga homeostasis asam basa penting utk
kehidupan organisme.
• Persamaan Henderson :
[H+] = 24 PaCO2/ [HCO3]
• Kelainan asam basa dimulai oleh :
- perubahan pd PaCO2 kelainan respirasi
- perubahan pd bikarbonat plasma kelain
an metabolik
• Gangguan asam basa :
- asidosis/alkalosis respiratorik
- asidosis/alkalosis metabolik
KESEIMBANGAN ASAM BASA
 pH cairan tubuh refleksi interaksi :
- asam, basa, garam dlm larutan
• Normal : 7,35-7,45
• Perubahan konsentrasi H+ :
- gangguan stabilitas membran sel
- kelainan struktur protein
- perubahan aktifitas enzim
KESEIMBANGAN ASAM BASA

 pH cairan tubuh :
< 7,35 asidemia asidosis
> 7,45 alkalemia alkalosis

pengendalian pH penting proses


homeostasis
KESEIMBANGAN ASAM BASA
Pemeliharaan keseimbangan asam basa
sistem buffer
- hanya peranan sementara
H+ >> - suplai mol buffer terbatas
- kontrol pH tidak mungkin

* koordinasi :
- kerja sistem buffer
- mekanisme respirasi
- mekanisme ren
KESEIMBANGAN ASAM BASA

KOMPENSASI GINJAL
• Perubahan pH plasma kompensasi
ren perubahan laju sekresi dan reabsorbsi
H+ & HCO3
• Ion hidrogen disekresi ke tub cairan :
- TCP
- TCD
- Sistem kolekting
tergantung keberadaan buffer di urine
(sekresi berlanjut sp pH cairan tub 4-4,5)
KESEIMBANGAN ASAM BASA

 Gangguan keseimbangan asam basa


dimulai oleh :
- perubahan pd PaCO2 kelainan res
piratorik
- perubahan pd bikarbonat plasma
kelainan metabolik
• Asidosis / alkalosis respiratorik
• Asidosis / alkalosis metabolik
KESEIMBANGAN ASAM BASA

 Etiologi :
- kelainan yg mempengaruhi buffer
sirkulasi, performa respirasi, fungsi
ginjal.
- kondisi kardiovaskuler.
- kondisi yg pengaruhi CNS.
KESEIMBANGAN ASAM BASA

ASIDOSIS RESPIRATORIK
- kelainan dimulai PaCO2
- Asidosis ion H+ tinggi pH
KESEIMBANGAN ASAM BASA
ALKALOSIS RESPIRATORIK
- Kelainan diawali oleh PaCO2
- Alkalosis ion H+ rendah pH
KESEIMBANGAN ASAM BASA
ASIDOSIS METABOLIK
Kelainan diawali oleh HCO3
Asidosis ion HCO3 rendah pH
Penyebab :
1. Produksi berlebihan asam tetap dan
organik.
as tetap spt asam sulfat & as fosfat
as organik spt as laktat.
KESEIMBANGAN ASAM BASA
ASIDOSIS METABOLIK

2. Gangguan ekskresi H+ spt pd glome


rulonefritis.
3. Sesudah kehilangan bikarbonat >>.