Anda di halaman 1dari 20

PRAKTIKUM ANALISIS KANDUNGAN

KAFEIN PADA COKLAT BUBUK


DI YOGYAKARTA
MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

Kelompok 1

1. Tiara Lestari Paembonan 18728251008


2. Nur Qomariyah 18728251010
3. Wisnu Prammana Surya 18728251018
4. Sheila Wahyu Kamila 18728251019
Tujuan:
Menentukan kandungan kafein pada coklat bubuk di
Yogyakarta

Mengetahui rata-rata kandungan kafein pada coklat bubuk


yang dijual di Yogyakarta
Alat dan bahan
Alat:
Batang Pengaduk

kuvet Labu ukur

Gelas Beaker
Timbangan Analitik
erlenmeyer
Corong Pisah

Spektronik-20 Pipet
Rotari Evaporator Corong Kertas saring
Alat dan bahan
Bahan:

• Standar Kafein
• Kloroform
• Kalsium Karbonat
• Alkohol
• Amonia
• Akuades
• Sampel Cokelat Bubuk
• Reagen Parry
• Sejumlah zat dilarutkan dalam alkohol, kemudian ditambahkan
reagen parry dan ammonia encer.
• Larutan berwarna biru tua/hijau menyatakan terdapat kafein
(DepKes, 1995).
Pembuatan larutan baku kafein 1000 ppm

Larutan 5 gr kafein 2,5 ml larutan

Kafein
5 mg

Tambahkan Tambahkan
aquades sampai aquades sampai
tanda batas tanda batas

Larutkan kafein
dengan sedikit diperoleh
aquadest panas Larutan baku kafein
1000 ppm sebanyak 25 ml
Labu ukur 5 ml Labu ukur 25 ml
Pembuatan 0,05 ml Lar.kafein
larutan standar
1 ppm
standar
Labu ukur 5 ml Lar.kafein
0,10 ml standar
Labu ukur 5 ml

2 ppm

Labu ukur 5 ml Labu ukur 5 ml


Lar.kafein
0,15 ml Tambahkan standar
aquadest sampai 3 ppm
tanda batas

Labu ukur 5 ml Lar.kafein Labu ukur 5 ml


0,20 ml standar
4 ppm

Larutan baku 0,25 ml


Labu ukur 5 ml
Lar.kafein Labu ukur 5 ml

kafein 1000 ppm standar


5 ppm

Labu ukur 5 ml Lar.kafein


0,30 ml standar
Labu ukur 5 ml

6 ppm

Labu ukur 5 ml
Labu ukur 5 ml Labu ukur 5 ml
Langkah Kerja
Pengukuran Waktu Kestabilan
Dimasukkan
dalam kuvet
yang telah
distandariasi

Diukur absorbannya pada λ 280 nm (bukan


λ maks) pada waktu 0, 5, 10, 15, dan 20
menit atau sampai diperoleh nilai
absorbansi yang konstan dengan
Larutan kafein spektronik-20
Standar 5 ppm
Tabel Hasil Pengukuran Waktu Kestabilan
pada λ 280 nm (bukan λ maksimum)
Waktu (menit) Absorbansi (nm)
0
5
10
15
20
25
30
Dst- sampai konstan
Dimasukkan dalam
kuvet yang telah
distandariasi Diukur absorbannya pada
250, 255, 260, 260, 270, 275, 280, 285,
290, 295, dan 300 nm dengan
spektronik-20. untuk
Larutan standar kafein menentukan λ maksimalnya
5 ppm
** Larutan blanko menggunakan aquadest
Hasil Pengukuran λ maksimum
pada waktu kestabilan yang
telah diperoleh
Panjang Gelombang (nm) Absorbansi (nm)
250
255
260
265
270
275
….
300
Lar.kafein
standar
1 ppm

Lar.kafein
standar
2 ppm

Lar.kafein
standar
3 ppm

Lar.kafein
standar
4 ppm
Diukur absorbannya pada
λ maksimalnya
Lar.kafein
standar
dengan spektronik-20
5 ppm

Lar.kafein ** Larutan blanko menggunakan aquadest


standar
6 ppm
Disaring melalui corong
dengan kertas saring ke
150 ml aquades dalam erlenmeyer
panas

filtrat residu

1 gram
bubuk 1,5 gr CaCO3
coklat

25 ml kloroform
Bubuk Bubuk Bubuk
coklat A coklat B coklat C
Mengambil lapisan bawah
larutan dalam corong
(Ekstraksi dilakukan
Diaduk sebanyak 4 kali, masing- Menguapkan seluruh
Dikocok masing dengan penambahan kloroform dengan
25 mL kloroform) rotari evaporator
Ekstrak kafein
bebas kloroform

Tambahkan
aquades
sampai
tanda batas

Kuvet yang telah Mengukur absorbannya pada


distandariasi λ maksimum dengan spektronik-20
Labu ukur 100 ml
Hasil Pengukuran absorbansi
larutan standar dan sampel
Jenis larutan Absorbansi (nm)
Larutan standar 1 ppm
Larutan standar 2 ppm
Larutan standar 3 ppm
Larutan standar 4 ppm
Larutan standar 5 ppm
Larutan standar 6 ppm
Larutan sampel 1
Larutan sampel 2
Larutan sampel 3