Anda di halaman 1dari 24

TABLET SALUT

 Untuk melindungi zat aktif terhadap pengaruh


lingkungan (udara, kelembaban) penguraian
 Untuk melindungi obat thdp degradasi dalam
lambung  co ;Tablet enzim pencernaan
 Untuk mencegah iritasi lambung  co :
antiinflamasi (Na diklofenak)
 Untuk menghasilkan efek lepas terkendali
 Untuk menutupi rasa dan bau yang tidak
menyenangkan
 Untuk memperbaiki penampilan
 Tablet Salut Film/selaput (film coated tablet)
 Tablet Salut Gula (sugar coated tablet)
 Tablet Salut Enterik (enteric coated tablet)

 Terdiri dari 2 bagian


1.Tablet inti  berbentuk bikonkav
2. Lapisan penyalut
 Tablet salut film : tablet yang disalut dengan lapisan tipis polimer.
 Tablet salut enterik : Tablet yang disalut dengan lapisan tipis
polimer yang tidak larut dalam lambung tetapi larut dalam usus
 Alasan Penyalutan lapisan film
1. Bentuk disalut beraneka ragam (tablet, granul)
2. Prosesnya cepat
3. Pertambahan berat lebih sedikit (2-5%)
 Ketebalan penyalut umumnya 20-100µm
 Komponen dalam penyalut film terdiri dari :
1. Polimer
2. Plastisizer
3. Pewarna dan opacifying agent
4. Pembawa (pelarut)
 Proses penguapan
pelarut
 Partikel polimer
menempel pada
permukaan tablet
 Deformasi partikel
polimer
 Difusi partikel
polimer membentuk
film
 Polimer yang umumnya digunakan sebagai penyalut film dibagi 3
golongan :
1. Polimer larut dalam lambung (gastrosoluble)  salut film
2. polimer tidak larut dalam lambung (gastroresisten)  salut
enterik
3. Polimer dengan tujuan controlled release
Polimer Gastrosoluble
1. HPMC
 Paling umum digunakan adalah
 Bersifat biokompatibel dan nontoksik
 Untuk salut film biasanya digunakan HPMC penggunaan 11-15%
dalam pelarut air dan 5% dalam pelarut organik (Metilen klorida)
atau 9 % dalam pelarut alkohol.
 Dalam perdagangan : Methocel E5, E15, E50  viskositas 5,15,dan
50 cPs
 Pharmacoat® 603, 606, 615  viskositas 3,6, dan 15 cPs
 Biasanya di campur plastisizer gliserol, propilenglikol.
2. Eudragit E
 Merupakan kopolimer dari metakrilat
 Eudragit E100 (bentuk granul)
 Eudragit E12,5 (larutan 12,5% dalam pelarut
isopropanol:aseton (6:4)
 Larut pada pH<5
 Lapisan tipis tahan terhadap air liur
 Eudragit E100 biasanya digunakan 3-6% dengan
melarutkan Eudragit E100 dalam isopropanol:aseton
(6:4)
 biasanya tidak memerlukan plastisizer, namun
biasanya ditambah talk 3,5% atau Mg stearat 1%.
 Eudragit E30D dalam bentuk suspensi dalam air 
penggunaan 7,5%
Polimer Gastroresisten
Umumnya digunakan untuk salut enterik
1. Selulosa asetat ftalat (CAP)
Mengandung 17-22% gugus asetil dan 30-40% gugus
ftalat.
penggunaan 15% dalam aseton
2. Hidroksipropil metilselulosa ftalat (HPMCP)
Dikenal diperdagangan dengan nama HP55 atau HP50
larut pada pH 5-5,5. tidak memerlukan plastisizer.
Umumnya digunakan dalam konsentrasi 5-10% dalam
pelarut organik campuran etanol:metilen klorida (50:50)
atau isopropanol:etilasetat (40:60).
Bila digunakan pelarut air  butuh triasetin sebagai
plastisizer
3. Eudragit L dan S
Kopolimer anionik dari metakrilat
Eudragit L  larut pada pH 6
Eudragit S  larut pada pH 7
Berbentuk serbuk  Eudragit L100 dan S100
Bentuk granul  Eudragit L90 dan S90
Bentuk larutan 12,5% dalam IPA dengan atau tanpa
penambahan butil ftalat sebagai plastisizer 
Eudragit L12,5 P dan S12,5 P atau Eudragit L12,5
dan S12,5
Untuk plastisizer digunakan  butil ftalat, PEG,
minyak jarak.
Penggunaan dalam larutan 6% dalam aseton
Polimer Tidak larut untuk tujuan controlled
release
Etil selulosa penggunaan 5-10% dalam
pelarut alkohol:metilen klorida (50:50)
Aquacoat ECD 30 suspensi 30% EC dalam
air
Eudragit RL dan RS  penggunaan 12,5%
dalam IPA:aseton (60:40)
Plastisizer  untuk mencegah pembentukan
lapisan film yang rapuh, mudah pecah dan
copot dengan meningkatkan keluwesan dan
fleksibilitas penyalut
Macam-macam plastisizer
Propilen glikol, gliserin, PEG  bercampur dan
larut dalam air
Triasetin, monogliserida diasetilasi, ester
ftalat, oleum ricini  tidak bercampur dan
larut dalam air
 Pewarna yang digunakan dibagi 2
1. Zat warna larut air
Eritrocyn, strawberry red, tartrazin, dll
2. Zat warna tidak larut (Opacifying agent)
Titan dioksida
 Air
 Pelarut organik  etanol, IPA, aseton,
metilen klorida, dll.
 Tablet yang disalut dengan lapisan gula biasanya bertujuan untuk
memperbaiki rasa
 Proses penyalutan tablet salut gula
1. Penutupan (sealing) tablet inti
Penutupan dengan lapisan film untuk mencegah penetrasi air dan
memperkeras permukaan tablet. Polimer lapisan
penutup yang digunakan : CAP, shellak, HPMC, atau Eudragit L
2. Penyalutan Pendahuluan (sub coating)
Tahap awal penyalutan gula
terjadi perubahan sisi tablet menjadi bundar
Biasanya digunakan larutan gula suhu 60-70°C
65% suhu 60-70°C
Formula : gelatin 6%, gom arab 8%, sukrosa 45%, air 41%
3. Pembesaran badan tablet (smoothing)
bertujuan  mencapai ukuran yang sudah ditetapkan
Formula : sukrosa 48%, amilum jagung 3%, Titan
dioksida 4%, kalsium fosfat 15% dan air 30%.
4. Pewarnaan (coloring)
Tujuan  mendapatkan warna yang sesuai
biasanya pewrna dilarutkan dalam larutan gula 70%
5. Pengkilapan (polishing)
Tujuan mengkilapkan permukaan tablet salut gula
Biasanya digunakan suspensi cera alba, cera carnauba
atau cera flava 5% dalam alkohol atau campuran
kloroform :aseton.
 Proses penyalutan tergantung pada peralatan yang
digunakan selain kemampuan operator.
 Peralatan yang digunakan terdiri dari :
1. Panci penyalut (Coating Pan)
Umumnya terbuat dari logam baja dimana tablet
ditempatkan di dalam panci dan diputar dengan
kecepatan tertentu. Biasanya kemiringan panci 45°.
Panci penyalut yang banyak digunakan antara lain
jenis panci perforasi (Acella-Cota, Hy-Coater
System). Pada sistem ini udara panas dilewatkan ke
dalam tablet di panci dan penguapan pelarut lewat
lubang perforasi pada panci.
PANCI PENYALUT
2. Alat penyemprot
Ada 2 sistem alat penyemprot :
1. Atomisasi tanpa udara
Sistem penyemprot larutan penyalut
tanpa dibantu udara yang dibantu dengan
sistem pengisap tekanan tinggi.
2. Atomisasi udara
Sistem penyemprot dengan bantuan udara
dengan tekanan tinggi baik melalui celah
larutan penyalut maupun melalui celah lain.
 Yaitu penyalutan dengan teknik suspensi
udara
 Menghasilkan sistem penyalutan tablet atau
granul yang efisien
 Suhu cairan dan tablet/granul
 Kelembaban relatif
 Tekanan atomisasi udara
 Kecepatan cairan spray
 Ukuran tetesan
 Lama pengeringan
 picking/chipping (bagian pinggir
penyalut terlepas)

 Roughness (permukaan penyalut


tidak rata membentuk spt kulit jeruk

 Sticking (tablet inti pecah/belah)

 film cracking/peeling (bagiat penyalut


terlepas dari inti tablet)
 Mottling (distribusi warna tidak
merata)