Anda di halaman 1dari 7

Analisis Kasus Kode

Etik Psikologi
OKTA AKAPURWA
46116210016
“I was just following orders”
Milgram’s Obedience Experiment

“Could it be that Eichmann and his millions accomplices in the


Holocaust were just following orders? Could we call them all
accomplices?”
Pelanggaran Kode Etik

 Deception
Partisipan percaya bahwa sesungguhnya mereka benar-benar memberikan
sengatan listrik pada partisipan lainnya. Namun begitu Milgram menyatakan
bahwa deception ini dibutuhkan untuk melihat dalam keadaan sebenarnya.
 Perlindungan Partisipan
Partisipan terpapar tekanan stress yang sangat tinggi yang dapat menyebabkan
dampak psikologis yang buruk. Banyak dari partisipan yang secara jelas
menunjukkan stressnya seperti gemetaran, berkeringat, gagap, tertawa secara
gugup, menggigit bibir, dan lainnya. Namun begitu, Milgram melakukan debrief
untuk memastikan psikologis partisipan tidak terganggu.
 Hak untuk tidak melanjutkan penelitian
Pada penelitian ini rekan Milgram menekankan partisipan untuk tetap melanjutkan
penelitian apapun yang terjadi. Tanpa memberitahu hak partisipan untuk tidak
melanjutkan penelitian.
Stanford Prison Experiment
 Informed Consent yang kurang jelas
Karena Zimbardo sendiri tidak mengetahui apa yang akan terjadi
dalam eksperimen yang akan ia lakukan. Dan penangkapan
partisipan yang dilakukan pada rumahnya masing-masing melanggar
kontrak yang ada pada kontrak tertulis yang dibuat oleh Zimbardo
sendiri
 Perlindungan partisipan
Partisipan yang mendapatkan peran sebagai narapidana tidak
memiliki perlindungan dari siksaan fisik dan psikis. Contohnya, salah
satu narapidana harus dilepaskan dari eksperimen karena hal ini.