Anda di halaman 1dari 32

PERAN PERAWAT DALAM

PENANGANAN BENCANA
Disaster:

 Man-made disaster: e.g:


arm conflict, bomb blast,
 Natural disaster: e.g.:
Calling for solidarity
flood, typhoon,
earthquake, tsunami

Requires caring & humanitarian


emergency supports

(Roulet, 2005)
 Emergency Nursing – (usually) involves the provision of
nursing care for patient or patients with acute injuries
or life threatening illnesses. (Usually) care is provided
at ED, Urgent care, Trauma unit and/or ICU/CCU
(Beaton, 2009)
 Disaster Nursing – involves
response to (and preparedness for)
natural or man-made events that
affect an entire community or
communities. (Usually) involve
massive numbers of casualties and
extensive property damage
(Beaton, 2009)
Indonesia negara rawan bencana

Bencana buatan manusia dan bencana alam

Kehilangan: kendali terhadap situasi, kehidupan, orang


tercinta, properti, penghasilan, dll

Dampak
Hazard
bahaya

Disaster
VULNERABILITY
Kondisi yg rentan bencana
Siklus Bencana

Fase Rehabilitasi
& Rekonstruksi

Fase Pemulihan

Fase Pencegahan dan


Kesiapsiagaan Bencana
Fase Sub-akut

Fase Akut

Terjadi
BENCANA
Fase Tindakan
PERBEDAAN STRES DAN
TRAUMA

TRAUMA
STRES
Pre-event

Phases
Prinsip Manajemen Bencana

• Cegah bencana
• Minimalkan korban
• Cegah korban lebih lanjut
• Rescue korban
• Pertolongan pertama
• Evakuasi
• Layanan kesehatan
• Rekonstruksi
10
Best Practice: WHO/ICN framework of
disaster nursing competencies.
Penanganan darurat
 6R
 3T
6R
 Right Information: berpegang pada
informasi yang tepat
 Right Time: pada saat yang tepat
 Right Place: di lokasi yang tepat
 Right Person: oleh orang yang tepat
 Right Materials: membawa peralatan
yang tepat guna
 Right Coordination and Cooperation:
koordinasi dan kerja sama yang baik
3T
 Triage

 Treatment

 Transportation
KAUM LEMAH DI SAAT BENCANA
CWAP
C (Child) → anak-anak
W (Woman) → perempuan
A (Aged People) → lansia
P (Poor or Patient) → kaum miskin, pasien

※ KAUM LEMAH DI MASYARAKAT, MERUPAKAN KAUM


LEMAH DI SAAT BENCANA
 Persiapan dan kesiapsiagaan bencana (Disaster
preparedness), termasuk pengkajian risiko dan
strategi manajemen multi-disiplin pada semua
tingkat
 Memastikan bahwa pelayanan penanggulangan
segera diberikan pada saat & pasca bencana.
 Menekankan agar skenario yang realistis digunakan
sebagai dasar perencanaan penanggulangan (relief)
dan alternatif nya
 Meyakini harus ada keterkaitan antara
penanggulangan dengan perencanaan
pengembangan
 Upaya penanggulangan harus dikembangkan dalam sistem yang akuntabel
untuk mencegah penggunaan sumber finansial dan SDM yang tidak tepat
 Pengembangan kompetensi berkesinambungan dan terus menerus
 Mengutuk pelanggaran hak asasi manusia yang sering terjadi saat dan
pasca bencana yang selanjutnya akan mengancam pemulihan dari dampak
bencana
 Mempromosikan strategi yang mendukung keadilan sosial dan akses
terhadap pelayanan kesehatan dan sosial serta menghimbau
Pemerintah dan organisasi lain untuk membangun sistem pendukung
yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan tenaga
bantuan dan survivor bencana
Peran perawat di lokasi
bencana

• Memastikan keselamatan
• Pertolongan pertama
• Asuhan gawat darurat
Peran Perawat di Pengungsian

 Tujuan: cara sementara untuk memberikan bantuan


 Pengkajian
 Perencanaan: keperawatan dan suplai kebutuhan
 Implementasi
 Evaluasi
Peran Perawat Komunitas di
Komunitas Pasca Bencana:

 Tujuan: mencapai tingkat kesehatan optimal bagi masyarakat yang


ada di komunitas pasca bencana
 Pencegahan primer
 Pencegahan sekunder
 Pencegahan tertier
PENCEGAHAN PRIMER

 Memenuhi kebutuhan dasar manusia (air, sanitasi,MCK, penerangan)


 Penyediaan sandang, pangan dan tenda sementara
 Berperan dalam pencehagan penyakit
 Pemantauan perkembangan fisik yang mengarah pada terjadinya trauma
 Promosi kesehatan tentang dampak bencana
 Peningkatan mutu petugas melalui pelatihan
PENCEGAHAN SEKUNDER

 Promosi kesehatan tentang pertolongan pertama yang harus diberikan


thd penyakit yang biasa dialami oleh masyarakat di daerah bencana
 Bekerjasama dengan dokter, PMI, LSM yang bergerak di bidang kesehatan
 Bekerjasama secara lintas sektor dan lintas program untuk menolong
para korban
PENCEGAHAN TERSIER
 Pemulihan psikologis dan fisik para korban
 Peningkatan promosi kesehatan tentang kesiapsiagaan terhadap adanya
bencana susulan
 Peningkatan aktualisasi dan peningkatan harga diri para korban
 Meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas hidup
 Kerjasama lintas sektor dan lintas program
Pengalaman dan Pembelajaran di NAD:
Prinsip Dasar Memberikan Bantuan:
Nurses caring for nurses to care for people in the
affected areas
 Perubahan cepat
memerlukan bantuan
cepat
 Peka budaya dan spiritual
 Dukungan yang konkrit
 Menyadari tahap
kehilangan & berduka
 Siap membantu
 Pemberdayaan dan
Revitalisasi
 Sustainable & continue
Kegiatan Nyata PPNI & Perawat:

 Membentuk Tim Manajemen


Bencana PPNI
 Bantuan dibagi dalam 3 tahap:
1. Penyelamatan /darurat
(Rescue/emergency)
2. Rehabilitasi
3. Rekonstruksi
 Memberitahu Menkes/Ka Pusat
Krisis, Gubernur, Ka Dinkes tentang
rencana dukungan PPNI
 Membentuk Posko PPNI di Pusat
dan daerah terkena
 Menghimbau bantuan dari PPNI
Daerah
Kegiatan Nyata PPNI & Perawat:

 Mengembangkan instrumen untuk


pengkajian cepat
 Mengidentifikasi perawat yang
bisa dikontak di daerah bencana
(PPNI Propinsi & Kab/Kota)
 Melakukan pengkajian cepat dan
memperbaharui informasi
 Menyusun Rencana Induk
Revitalisasi infrastruktur dan
sistem pelayanan kesehatan/
keperawatan (RS dan Puskesmas)
 Mencari dukungan sumber daya
(dana dan SDM) nasional dan
internasional (ICN, NNAs, NGOs)
Kegiatan Nyata PPNI & Perawat:

Fase Rescue/emergency:
 Mengidentifikasi perawat
survivor
 Membantu pemenuhan
kebutuhan dasar perawat
survivor: dana, makanan,
pakaian & seragam, pakaian
dalam, dokumentasi & alat
tulis
 Memobilisasi lebih 1,000
perawat dari provinsi lain
 Melengkapi perawat dengan
kompetensi dan panduan
kerja
Kegiatan Nyata PPNI & Perawat:

 Memberikan pelayanan/
asuhan keperawatan
langsung di pengungsian,
barak, rumah singgah
 Memberikan dukungan
psikososial
 Memberikan advokasi
pada perawat yang
bekerja di RS dan
komunitas
Kegiatan Nyata PPNI & Perawat:

Fase Rehabilitasi/Rekonstruksi
 Membantu rekrutmen Perawat
bekerjasama dengan Pemda
 Pelatihan Perawat RS &
Puskesmas bekerjasama
dengan Ditbinyanwat, FIKUI,
WHO dan NGOs
 Mengembangkan Nursing
Development Center (NDC) in
Banda Aceh
 Membentuk Tim Perawat
untuk menjalankan NDC
Tindak Lanjut:
 Melobi Pemerintah dan Institusi yang relevan (Pusat dan Daerah)
untuk menyiapkan rencana merespon bencana dengan mengkaji
potensi bahaya dan kerawananan serta meningkatkan kemampuan
memprediksi, memperingatkan, dan merespon bencana
 Secara aktif berpartisipasi dalam perencanaan strategik dan
implementasi rencana bencana untuk memastikan masukan
keperawatan.
 Mendukung pengembangan rantai komando yang akuntabel dalam
jejaring organisasi penanggulangan serta divisi wilayah yang
terkena bencana untuk memfasilitasi sumber dan pelayanan
 Memberikan masukan untuk kebijakan dan prosedur serta legislasi
a.l untuk simulasi bencana dan memobilisasi tim bantuan.
Tindak Lanjut:

 Melakukan pelatihan bagi tenaga perawat (MOT, TOT,


dan TOP) agar perawat dapat bekerja efektif pada
situasi krisis/ darurat.
 Mengintegrasikan kesadaran kesiapsiagaan bencana
dalam kurikulum dan program pendidikan dan pelatihan
berkelanjutan bagi perawat
 Bekerjasama dengan profesi lain, pemerintah dan LSM
di tingkat lokal, regional, nasional dan internasional
dalam penanggulangan bencana pada semua tahap.