Anda di halaman 1dari 16

I Dewa Ayu Githa Padmayunita (P07120216071)

Ni Made Ari Julianita Dewi (P07120216072)


Putu Ayu Sutarini Dewi (P07120216073)
I Gede Andre Krisnandha Swara (P07120216074)
Ketut Elfirasani (P07120216075)
1 Definisi Manajemen Keperawatan
Manajemen keperawatan adalah suatu proses bekerja dengan melibatkan
anggota staf keperawatan untuk memberikan perawatan, pengobatan dan
bantuan terhadap para pasien (Gillies,2000). Sedangkan menurut
Kemenkes (2001), manajemen pelayanan keperawatan merupakan suatu
proses perubahan atau transformasi dari pemanfaatan sumber daya yang
dimiliki untuk mencapai tujuan pelayanan keperawatan melalui
pelaksanaan fungsi perencanaan, pengorganisasi, pengaturan ketenagaan,
pengarahan, evaluasi dan pengendalian mutu keperawatan.
2 Definisi Perencanaan Fasilitas
Perencanaan fasilitas merupakan suatu kegiatan yang
dilakukan sebelum dan setelah perusahaan beroperasi, yaitu
menentukan bagaimana suatu aset tetap perusahaan digunakan
secara baik untuk menunjang tujuan perusahaan. Perencanaan
fasilitas dibagi atas dua bagian yaitu perencanaan penempatan
fasilitas dan perancanganSistem kerja adalah serangkaian dari
beberapa pekerjaan yang berbeda kemudian dipadukan untuk
menghasilkan suatu benda atau jasa yang menghasilkan nilai bagi
pelanggan atau keuntungan perusahaan/organisasi.
faktor-faktor yang dikombinasikan antara manusia dengan alat tersebut di buat
suatu prosedur atau tahapan kerja yang sudah tetap dan didokumentasikan
sehingga menghasilkan suatu sistem kerja yang konsisten dan dapat menghasilkan
hasil yang berkualiatas. Contohnya :
1. Stabilitas : maksudnya bahwa sistem, tata, dan prosedur kerja itu harus
mengandung unsur tetap sehingga menjamin kelancaran dan kemantapan
kerja.
2. Fleksibilitas : artinya bahwa dalam pelaksanaanya tidak kaku tetapi harus
luwes yaitu masih memungkinkan diadakannya saling pergantian
tugas.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari :
1. Salah seorang tidak masuk atau kebetulan salah satu mesin macet, maka
pekerjaan harus tetap dapat terlaksana dan diselesaikan.
2. Intruksi ataupun suatu peraturan dari perusahaan ataupun kesatuan
organisasi, misalkan dalam ketepatan waktu hadir kerja, rapat, dll
3. dalam suatu pembuatan motor, jadi ada bagian yang mengerjakan, masang
bodinya, masang lampu-lampu dll, terus disatukan dan jadilah suatu
produk
Perencanaan fasilitas memerlukan suatu proses yang dilakukan secara
sistematis untuk memperoleh hasil yang baik. Hal ini juga mencakup
perencanaan lokasi yang merupakan suatu kegiatan strategis yang
bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan
sehingga perusahaan atau pabrik dapat beroperasi dengan lancar,
dengan biaya rendah, dan memungkinkan perusahaan dimasa datang.
Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi
kemampuan perusahaan lain :
a. Melayani konsumen dengan memuaskan
b. Mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup
dapat continuedengan harga yang layak atau
memuaskan
c. Mendapatkan tenaga kerja yang cukup
d. Memungkinkan perluasan perusahaan dikemudian
hari
Penempatan fasilitas adalah proses menentukan
daerah atau tempat untuk sebuah aktivitas atau fasilitas.
Penempatan fasilitas berkaitan penentuan lokasi dari
fasilitas yang menunjang produksi dan distribusi barang
atau jasa. Perancangan fasilitas adalah proses
membangun fasilitas sesuai dengan tujuan aktivitas.
Dalam mendapatkan lokasi suatu perusahaan atau pabrik yang tepat,
perlu untuk memperhatikan faktor-faktor yang berkaitan denan
kegiatan usaha perusahaan. Faktor-faktor itu diantara lain :
1. Letak pasar
2. Letak sumber bahan baku
3. Ketersediaan tenaga kerja
4. Ketersediaan tenaga listrik
5. Ketersediaan air
6. Fasilitas pengangkutan
7. Fasilitas perumahan, pendidikan, pembelajaran, dan telekomunikasi
8. Pelayanan kesehatan, keamanan, dan pencegahan kebakaran
9. Peraturan pemerintah setempat
10. Sikap masyarakat
11. Biaya dari tanah dan bangunan
12. Luas tempat parkir
13. Saluran pembuangan
14. Kemunginan perluasan
15. Lebar jalan
Secara umum, tujuan dari penyusunan tata letak adalah untuk
mencapai suatu sistem produksi yang efisien dan efektif, melaui :
a. Pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal
b. Penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum
c. Aliran bahan dan produksi jadi yang lancar
d. Kebutuhan persediaan yang rendah
e. Pemakaian ruang yang efisien
f. Ruang gerak yang cukup untuk operasional maupun
pemeliharaan
g. Biaya produksi dan investasi modal yang rendah
h. Fleksibilitas yang cukup untuk menghadapi perubahan
i. Keselamatan kerja yang tinggi
j. Suasana kerja yang baik
1 Jenis tata letak
Dalam industry manufaktur, secara umum tata letak bisa
dikelompokkan dalam 3 jenis :
1. Tata letak proses
Tata letak proses (proses layout) atau tata letak fungsional adalah
penyusunan tata letak dimana alat yang sejenis atau yang
mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagian yang sama.
2. Tata letak produk
Tata letak produk (produk layout) dipilih apabila proses
produksinya telah distandarsasikan dan berproduksi dalam jumlah
yang besar.
Tata letak posisi tetap
3. Tata letak posisi tetap (fixed position layout) dipilih apabila
karena ukuran, bentuk ataupun karakteristik lain menyebabkan
produknya tidak mungkin atau sukar untuk dipindahkan
Terdapat beberapa metode yang sering digunakan dalam pemilihan suatu
lokasi perusahaan yaitu:
1. Pemeringkatan faktor
Pemeringkatan faktor (factor rating) adalah suatu pendekatan
umum yang berguna untuk mengevaluasi dan membandingkan
berbagai alternative lokasi.
2. Analisis nilai ideal
Metode ini serupa dengan metode factor rating, bedanya hanya
bobot pada faktor rating merupakan nilai ideal pada metode ini.
3. Analisis ekonomis
Metode ini menggunakan kuantitatif maupun kualitatif secara
bersama-sama untuk mendapatkan penilaian yang lebih lengkap.
4. Analisis volume biaya
Metode analisis volume biaya (cost volume analysis) menekankan pada
faktor biaya dalam memilih suatu lokasi yaitu dengan
membandingkan biaya total produksi dari berbagai alternative
lokasi.
5. Pendekatan pusat gravity
Pemilihan lokasi berdasarkan metode ini sering kali digunakan untuk
memilih sebuah lokasi yang dapat meminimalkan jarak atau biaya
menuju fasilitas- fasilitas yan sudah ada.
6. Metode transfortasi
Metode transfortasi merupakan salah satu metode dalam riset operasi
yang dapat digunakan dalam memilih suatu lokasi perusahaan pada
prinsipnya metode ini mencari nilai optimal yang dapat diperoleh
dengan memperhitungkan pemenuhan permintaan dan penawaran
dengan biaya transfortasi yang rendah.
7 Metode sistem kerja
Metode sistem kerja merupakan kesatuan ide yang dapat di aplikasikan
dimana penggunaan konsep “sistem kerja” diangap sebagai titik untuk
mamahami, menganalisa, dan memperbaiki sistem dalam suatu
organisasi, baik IT termasuk didalamnya ataupun tidak.
Dasar dari metode sistem kerja, antara lain :
a. Hubungan antara sistem kerja dan bidang sistem informasi. Konsep
dari sistem kerja yaitu, kasus umum yang mencakup sistem
informasi, projects, rantai nilai, rantai supply, dan kasus special
lainnya.
b. Warisan dari komponen dan property dari sistem kerja. Kasus
spesial dari sistem kerja, sistem informasi dan projects mungkin
mewariskan elemen sistem, property, dan generalisasi dari sistem
kerja secara umum.
c. Pemahaman tujuan dan kunci sukses dari sistem informasi. Sistem
informasi yang ada mendukung satu atau lebih dari sistem kerja
yang mungkin tidak sama sekali, sebagian ataupun seluruhnya
mengunakan sistem informasi.
d. Model siklus hidup sistem kerja. Sistem informasi dan sistem kerja.
Aktifitas-aktifitas dalam proses bisnis dibatasi dan bersifat
komputerisasi ataupun manual.