Anda di halaman 1dari 9

POLIMERI Dan komplementer

BY : YUSRA HAYATI AZIZAH (4163341062)

BIOLOGI EKTENSI B 2016


Peristiwa munculnya suatu sifat pada
POLIMERI
hasil persilangan heterozigot karena
adanya interaksi antara dua gen atau
lebih sehingga disebut juga gen ganda.
Peristiwa polimeri ini mirip dengan
persilangan dihibrida dominan tidak
penuh (intermediat).

Rumus
Untuk ratio F2 pada persilangan
menggunakan rumus :

( 2n )² - 1 : 1
contoh

Persilangan antara tanaman gandum berbiji merah dengan


tanaman gandum berbiji putih. Berapa perbandingan
fenotipenya ??

P : gandum berkulit merah >< gandum berkulit putih


M1M1M2M2 m1m1m2m2

F1 : M1m1M2m2 = merah muda

P2 : M1m1M2m2 >< M1m1M2m2


F2 :

Perbandingan
fenotipe merah :
putih 15 : 1

Deskripsi :
 Semakin banyak gen dominan, maka semakin kuat warna merah
gandum.

 Variasi untuk warna merah : 4M = merah gelap, 3M = merah,


2M = merah sedang, M = merah muda.

 Satu bagian tidak mengandung gen dominan, sehingga


menyebabkan warna putih berupa m.
KOMPLEMENTER

Gen yang saling berinteraksi dan saling melengkapi


sehingga memunculkan fenotipe baru. Kedua sifat yang
diturunkan harus bersifat dominan, maka sifat tersebut
akan muncul. Jika salah satu gen tidak muncul, sifat yang
dimaksud juga tidak muncul atau tidak sempurna.
CONTOH PERSILANGAN

Diketahui : C (gen penumbuh bahan mentah pigmen)


c (gen tidak mampu menumbuhkan bahan mentah
pigmen)
R (gen penumbuh enzim pigmentasi kulit), dan
r (gen tidak mampu Menumbuhkan enzim pigmentasi
kulit).

Jika disilangkan induk berwarna (CCRR) dengan tidak berwarna


(ccrr), maka akan dihasilkan keturunan 100% berwarna.
Tentukan rasio fenotif F2!
JAWABAN

 P1 : CCRR (berwarna) >< ccrr (tak berwarna)

 Gamet: CR cr

 F1 : CcRr (berwarna)
 artinya: C dan R mempengaruhi warna

 P2 : CcRr (berwarna)>< CcRr (tak berwarna)

 Gamet: CR, Cr, cR, cr CR, Cr, cR, cr


CR Cr cR cr

CCRR CCRr CcRR CcRr


CR
(berwarna) (berwarna) (berwarna) (berwarna)

CCRr CCrr (tak CcRr Ccrr (tak


Cr
(berwarna) berwarna) (berwarna) berwarna)

CcRR CcRr ccRR (tak


cR ccRr (berwarna)
(berwarna) (berwarna) berwarna)

CcRr Ccrr (tak ccRr (tak ccrr (tak


cr
(berwarna) berwarna) berwarna) berwarna)

Rasio F2: berwarna :


tak berwarna = 9 : 7
DAFTAR PUSTAKA
Apandi, Muchidin. 1992. Dasar Dasar Genetika. Erlangga:Jakarta.

Suryo. 2013. Genetika. Gadjahmada University Press:Yogyakarta.

Arumingtyas, Sri Laras. 2016. Prinsip Dasar Pemahaman Ilmu Genetika. UB Press :
Malang.

Mas’ud, Abdu. 2013. Studi Peristiwa Epistasis Resesif Pada Persilangan Droshophilla
melanogaster Strain Sepia Dan Strain Vestigial. Jurnal BioEdukasi . Vol. 1. no. 2.
ISSN : 2301-4678

Daryono, Budi Setiadi. 2009. Pewarisan sifat Ketahanan Tanaman Melon (Cucumis melo L)
Terhadap Powdery Mildew ( Podosphaera santhii ). Jurnal Perlindungan Tanaman Ind
onesia. Vol. 15. No. 1

Oktarisna, Frizal Amy. 2013. Pola Pewarisan Sifat Warna Polong Pada Hasil Persilangan
Tanaman Buncis ( Phaseolus vulgaris ) Varietas Introduksi Dengan Varietas Lokal.
Jurnal Produksi Tanaman. Vol. 1. No. 2 ISSN : 2338-3976