Anda di halaman 1dari 94

EJAAN

BAHASA INDONESIA
Tjak Basori
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PALANGKARAYA
APA ITU EJAAN?

Ejaan adalah kaidah-kaidah cara


menggambarkan bunyi-bunyi (kata-kata,
kalimat, dan sebagainya)
dalam

bentuk tulisan (huruf-huruf) serta


penggunaan tanda baca.
FUNGSI EJAAN
Sarana Berbahasa Wujud Kebahasaan Bidang
Lisan Bunyi-bunyi bahasa Lafal
Intonasi
Tulis Huruf, kata, kalimat,
paragraf, dsb. Ejaan
Tanda baca

Dalam pembakuan bahasa, ejaan berfungsi sebagai


a. landasan pembakuan tata bahasa,
b. landasan pembakuan kosakata dan peristilahan, serta
c. alat penyaring masuknya unsur bahasa lain ke dalam bahasa
Indonesia.
SEJARAH EJAAN

1. Ejaan van Ophuijsen (1901)


2. Ejaan Republik (Soewandi) (1947)
3. Ejaan Pembaharuan (1957)
4. Ejaan Melindo (1959)
5. Ejaan Baru Bahasa Indonesia (LBK) (1966)
6. Ejaan Baru Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (1972)
7. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
(1987)
8. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (2015)
PERBANDINGAN HURUF
DALAM KONSEP EJAAN BAHASA INDONESIA
Van Ophuijsen Soewandi Pembaharuan Melindo LBK EBI
tj tj t c c c
dj dj j j j j
nj nj ň ƞ ny ny
sj sj ś ś sy sy
ng ng ŋ ŋ ng ng
ë ë +) ë +) ë ë e
- v +) v +) - - -
z z +) z +) z z z
ch ch +) - - kh kh
j j y y y y
é, e e e e, e e e
ai ai ay ay ai ai
au au aw aw au au
oi oi oy oy oi oi
- - - - - ei
PEDOMAN UMUM
EJAAN BAHASA INDONESIA
 Pemakaian Huruf
 Penulisan Kata
 Penulisan Tanda Baca
 Penulisan Unsur Serapan
PENULISAN
HURUF
KAPITAL
PENULISAN HURUF KAPITAL
1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.
2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang,
termasuk julukan.
3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama
agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti
untuk Tuhan.
5. (a) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar
kehormatan, keturunan, keagamaan, atau akademik yang diikuti
nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama
orang; (b) huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur
nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta
nama jabatan dan kepangkatan yang dipakai sebagai sapaan.
PENULISAN HURUF KAPITAL
6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan
dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai
pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama
tempat/wilayah.
7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku,
dan bahasa.
8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan,
hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur dalam
nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen kecuali
kata tugas.
PENULISAN HURUF KAPITAL

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di


dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta
nama majalah, surat kabar, kecuali kata tugas yang tidak
terletak di posisi awal.
12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan
nama gelar, pangkat, dan sapaan.
13. (a) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata
penunjuk hubungan kekerabatan yang dipakai dalam
penyapaan atau pengacuan; (b) huruf kapital dipakai
sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
PENULISAN
HURUF MIRING
PENULISAN HURUF MIRING
1. Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, majalah,
dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam
daftar pustaka.

a. Tjilik Riwut adalah penulis buku Kalimantan Memanggil.


b. Faktor-faktor penyebab impotensi dibahas secara panjang
lebar dalam Kalteng Pos edisi Jumat, 3 September 2004.
c. Diterjemahkan oleh Donny Anggoro dari An Open Letter to A
Would-Be Editor.
PENULISAN HURUF MIRING

2. Huruf miring dipakai untuk menegaskan huruf, bagian kata, kata,


atau kelompok kata dalam kalimat.
Huruf pertama pada kata ubah ialah u. Jika kata ubah mendapat
awalan me- akan menjadi mengubah bukan merubah.
3. Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata nama-nama ilmiah atau
ungkapan-ungkapan bahasa asing atau bahasa daerah, kecuali yang
telah disesuaikan ejaannya.
a. Nama ilmiah buah manggis adalah Carcinia mangostana.
b. Ungkapan bhineka tunggal ika dijadikan semboyan negara
Indonesia.
c. Tradisi haluang hapelek pada ritus perkawinan masyarakat Dayak
Ngaju menarik minat wisatawan.
PENULISAN
HURUF TEBAL
PENULISAN HURUF TEBAL
1. Huruf tebal dipakai untuk menegaskan bagian tulisan yang
sudah ditulis miring.
Huruf dh seperti pada kata Ramadhan, tidak terdapat dalam
Ejaan Bahasa Indonesia.

2. Huruf tebal dipakai untuk menegaskan bagian-bagian


karangan seperti judul buku, bab, dan subbab.
PENULISAN
KATA
PENULISAN KATA

1. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.


kau, tahu, bahwa, aku, sedang, makan, siang, ini.
aku, ingin, kau, kembali, sekarang, juga, karena, aku, rindu, kau

2. Selain kata dasar, dalam bahasa Indonesia juga dikenal kata


turunan atau kata berimbuhan. Imbuhan ditulis serangkai dengan
kata dasarnya.
badannya, menggigil, terbawa, perasaan, menyaksikan, pertunjukan
suaranya, memecahkan, keheningan
PENULISAN KATA

3. Bentuk terikat ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.


semiprofesional ekstrakurikuler
aerodinamika mahakuasa
prasejarah pascapanen
adikuasa ekamatra

4. Bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang berhuruf awal kapital
atau singkatan yang berupa huruf kapital dirangkaikan dengan
tanda hubung (-).
non-Indonesia
anti-NATO
pro-Palestina
PENULISAN KATA
5. Bentuk ulang ditulis dengan tanda hubung (-) di antara unsur-
unsurnya.
anak-anak biri-biri lauk pauk
buku-buku cumi-cumi mondar-mandir
kuda-kuda kupu-kupu ramah-tamah
mata-mata ubun-ubun sayur mayur
koran-koran paru-paru serba-serbi
porak-poranda mencari-cari terus-menerus

Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur


pertama.
surat-surat kabar rak-rak buku kapal-kapal barang
PENULISAN KATA

6. Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah


khusus, ditulis terpisah .
kata majemuk duta besar kambing hitam
simpang empat orang tua persegi panjang
cendera mata mata acara mata pedang
garis bawah hancur lebur anak sungai

7. Gabungan kata yang dapat menimbulkan salah pengertian ditulis


dengan membubuhkan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.
anak-istri pejabat anak istri-pejabat
ibu-bapak kami ibu bapak-kami
buku-sejarah baru buku sejarah-baru
PENULISAN KATA

8. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, mendapat awalan atau


akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti
atau mendahuluinya.
bertepuk tangan sebar luaskan
menganak sungai garis bawahi
bertanggung jawab hancur leburkan

9. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata mendapat awalan dan


akhiran sekaligus, gabungan kata itu ditulis serangkai.
menggarisbawahi menghancurleburkan
menandatangani mempertanggungjawabkan
dilipatgandakan menyebarluaskan
PENULISAN KATA

10. Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai.


acapkali hulubalang
apalagi kasatmata
sukarela sukacita
beasiswa matahari
saputangan manasuka
bilamana belasungkawa
bumiputera peribahasa
wiraswasta dukacita
PENULISAN KATA

11. Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dengan kata yang
mengikutinya, kecuali gabungan kata yang sudah lazim ditulis
sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.
a. Berdasarkan SK Kepala Pusat Bahasa, ia harus pindah ke
Palangka Raya tahun ini.
b. Biaya yang dikeluarkan tahun ini lebih besar daripada tahun
yang lalu.

12. Partikel –lah, -kah, dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang
mendahuluinya.
a. Bacalah makalah ini baik-baik.
b. Siapakah sebenarnya si gendut berjenggot itu?
PENULISAN KATA

13. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Akan
tetapi, ada beberapa kelompok kata yang sudah dianggap padu
yang ditulis serangkai, yaitu adapun, andaipun, ataupun,
bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun,
sekalipun, sungguhpun, dan walaupun.
Sekalipun ia sering ke Palangka Raya, sekali pun ia tak pernah
mampir ke rumahku.

14. Partikel per- yang berarti ‘mulai’, ‘demi’, dan ‘tiap’ ditulis terpisah
dari bagian-bagian kalimat yang mendampinginya.
a. Projek ini dilaksanakan per Januari 2004.
b. Mereka masuk ruangan satu per satu.
SINGKATAN
DAN
AKRONIM
SINGKATAN DAN AKRONIM

Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu


huruf atau lebih.
a. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat
diikuti dengan tanda titik.
Contoh:
A.R. Hakim  Arif Rahman Hakim
S.S.  Sarjana Sastra
S.Sn.  Sarjana Seni
M.Hum.  Magister Humaniora
M.Pd.  Magister Pendidikan
Bpk.  bapak
Sdr.  saudara
Prof.  Profesor
SINGKATAN DAN AKRONIM

b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan,


badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas
huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan
tanda titik.
DPRD  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
BTN  Bank Tabungan Negara
SMA  Sekolah Menengah Atas
STNK  Surat Tanda Nomor Kendaraan
KTM  Kartu Tanda Mahasiswa
KPK  Komisi Pemberantasan Korupsi
MA  Mahkamah Agung
SINGKATAN DAN AKRONIM

c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu
tanda titik; sementara yang terdiri atas dua huruf diikuti dua tanda
titik.
dsb.  dan sebagainya hlm.  halaman
dll.  dan lain-lain no.  nomor
dst.  dan seterusnya jln.  jalan
dkk.  dan kawan-kawan s.d.  sampai dengan
anb.  atas nama beliau a.n.  atas nama
wks.  wakil sementara d.a.  dengan alamat
plh.  pelaksana harian u.b.  untuk beliau
u.p.  untuk perhatian
SINGKATAN DAN AKRONIM

d. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan,


dan mata uang tidak diikuti tanda titik.
Cl  klor
cm  sentimeter
kg  kilogram
Rp  rupiah
g  gram
SINGKATAN DAN AKRONIM

Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal,


gabungan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.

a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal deret kata
ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.
Contoh:
BIN  Badan Intelejen Negara
SIM  Surat Izin Mengemudi
ABRI  Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
IKIP  Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan
LAN  Lembaga Administrasi Negara
STAN  Sekolah Tinggi Akutansi Negara
SINGKATAN DAN AKRONIM

b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan
huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf
kapital.
Contoh:
Kemenag  Kementerian Agama
Kemendag  Kementerian Perdagangan
Koramil  Komando Rayon Militer
Puskesmas  Pusat Kesehatan Masyarakat
Posyandu  Pos Pelayanan Terpadu
Unair  Universitas Airlangga
Unpad  Universitas Padjadjaran
Balitbang  Badan Penelitian dan Pengembangan
SINGKATAN DAN AKRONIM

c. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku
kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata
seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.
pungli  pungutan liar
rakor  rapat koordinasi
pemilu  pemilihan umum
caleg  calon legislator
sisdiknas  sistem pendidikan nasional
protap  prosedur tetap
raskin  beras miskin
dapil  daerah pemilihan
damkar  pemadam kebakaran
PENULISAN
LAMBANG
BILANGAN
PENULISAN LAMBANG BILANGAN

Di dalam tulisan bahasa Indonesia lazim digunakan

1. angka Arab:
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10

2. angka Romawi:
I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X,
L (50), C (100), D (500), M (1.000)
PENULISAN LAMBANG BILANGAN
1. Pelatihan itu berakhir pada pukul 24.00.
2. Ai yang cantik menginap di Wisma Cakrawala, kamar 35.
3. Bab IX, Pasal 99, halaman 999
4. Nenek moyangnya hidup pada abad ke-18.
5. Harga telur ayam negeri per kilo turun dari Rp8.500,00 menjadi
Rp8.200,00.
6. Pertemuan ini adalah pertemuan kedua sejak organisasi ini
didirikan.
7. Di antara 40 anggota yang hadir, 20 orang menyatakan setuju, 4
orang tidak setuju, dan 16 orang menyatakan abstain.
8. Saya membeli pensil ini dengan dua lembar uang 5000-an.
9. Proyek pembangunan jalan layang di Tumbang Nusa diperkirakan
akan menghabiskan dana 25 triliun rupiah.
PENULISAN LAMBANG BILANGAN
A. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau
kelipatannya yang menunjukkan jumlah.
B. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau
kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

1. Desa Kuncup Mekar berpenduduk 17.677 orang.


2. Banjir itu telah menghanyutkan 1.113 kandang ayam.
3. Ia lulus menjadi penyuluh pada tahun 2007.
4. Pada halaman 1127 buku biografinya, Ardi menceritakan suka
dukanya menjadi penyuluh.
PENULISAN LAMBANG BILANGAN

ANGKA DIGUNAKAN UNTUK MENYATAKAN NILAI UANG

Rp7.000,00 atau Rp.7.000,00?


7.000 rupiah atau 7.000 Rupiah?
US$70 atau 70 US$
70 dolar Amerika atau 70 Dollar Amerika?
PENULISAN LAMBANG BILANGAN

PENULISAN ANGKA YANG MENUNJUKKAN BILANGAN


UTUH DALAM JUMLAH BESAR

1. Kasman mendapat hadiah undian 100 juta rupiah dari bank itu.
2. Rumah itu dibangun oleh Pandu dengan biaya 250 juta rupiah.
3. Konser tunggal Greiss disaksikan oleh 200 ribu penonton.
PENULISAN LAMBANG BILANGAN

PENULISAN LAMBANG BILANGAN


YANG DINYATAKAN
DENGAN ANGKA DAN HURUF

Dalam Kuitansi
a. Sudah diterima uang sebesar Rp570.000,00 (lima ratus
tujuh puluh ribu rupiah) dari saudara Elvi untuk
pembayaran….
b. Sudah diterima uang sebesar Rp570.000,00 (lima ratus
tujuh puluh ribu) rupiah dari saudara Elvi untuk
pembayaran….
PENULISAN LAMBANG BILANGAN
BILANGAN DALAM TEKS
TIDAK PERLU DITULIS
DENGAN ANGKA DAN HURUF
a. Perpustakaan itu memiliki 775 (tujuh ratus tujuh puluh lima)
koleksi buku. (salah)
b. Perpustakaan itu memiliki 775 koleksi buku. (benar)
c. Jamal mempekerjakan 35 (tiga puluh lima) karyawan. (salah)
d. Jamal mempekerjakan 35 karyawan. (benar)
e. Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah memiliki 18 (delapan
belas) orang staf. (salah)
f. Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah memiliki delapan
belas orang staf. (benar)
PENULISAN
UNSUR
SERAPAN
1. Tulisan dan Lafal Tetap

bus  bus radio  radio


bank bank plus  plus
unit  unit patriot  ideal
tank  tank program  program
data  data problem  problem
2. Tulisan dan Lafal Berubah

credit  kredit management manajemen


focus  fokus competent  kompeten
generic  generik curriculum  kurikulum
computer  komputer charisma  karisma
concret  konkret congress  kongres
YANG SUDAH TELANJUR JADI
persekot voorschot (Bel.)
bengkel winkel (Bel.)
dongkrak dommekracht(Bel.)
perkedel frikadel (Bel.)
kabar khabar (Ar.)
iklan i’lan (Ar.)
perlu fardu (Ar.)
setan syaitan (Ar.)
sedekah sadaqah (Ar.)
garpu garfo (Port.)
gereja igreja (Port.)
jendela janela (Port.)
kemeja camisa (Port.)
cambuk cabuk (Parsi)
domba dunba (Parsi)
taman caman (Parsi)
bakwan bah oan (Cina)
becak be chchia (Cina)
cawan cha oan (Cina)
centeng chhin teng (Cina)
PROKLAMIR ATAU PROKLAMASI?

proclamation(I)
proclamatie (B) proklamasi

coordination (I) koordinasi


coordinatie (B)

confrontation(I)
confrontatie (B) konfrontasi

consignation (I)
consignatie (B) konsinyasi
original (I)
orisinal
origineel (B)
presidential (I)
presidensial
presidentieel (B)
financial (I)
finansial
financieel (B)

spiritual (I)
spiritual
spiritueel (B)
realization (I)
realisasi
realisatie (B)

modernization (I)
modernisasi
modderniseren (B)

dramatization (I)
dramatisasi
dramatiseren (B)

standardization (I)
standardisasi
standardisatie (B)
UNTUK DIPERHATIKAN

ramadan (‫)ﺮﻤﺿﺎﻦ‬  ramadan


fardu (‫)ﻓﺮﺽ‬  fardu
rida (‫)ﺮﺿﺎﺀ‬  rida
darurat (‫)ﺿﺮﻭﺮﺓ‬  darurat
madarat (‫)ﻤﺿﺮﺓ‬  mudarat
khawatir (‫)ﺧﻭﺍﻂﺮ‬  khawatir
khazanah (‫)ﺧﺯﺍﻧﺔ‬  khazanah
khiyanat (‫)ﺧﻳﺎﻧﺔ‬ 
khianat
khusus (‫)ﺧﺻﻭﺹ‬  khusus
UNTUK DIPERHATIKAN

magrib (‫)ﻤﻐﺮﺐ‬  magrib


magfirah (‫)ﻤﻐﻔﺮﺓ‬  magfirah
gaib (‫)ﻏﺎﻋﺐ‬  gaib
gafura (‫)ﻏﻓﺮ‬  gapura
batin (‫)ﺑﺎﻁﻦ‬  batin
kertas (‫)ﻗﺮﻁﺲ‬  kertas
ta’at (‫)ﻁﺎﻋﺔ‬  taat
tariqat (‫)ﻁﺭﻳﻗﺔ‬  tarikat
syarat (‫)ﺷﺮﻂ‬  syarat
UNTUK DIPERHATIKAN

taqwa (‫)ﺗﻗﻭﺍ‬  takwa


qiyas (‫)ﻗﻳﺎﺱ‬  kias
qiyamat (‫)ﻗﻳﺎﻣﺔ‬  kiamat
qissah (‫)ﻗﺻﺔ‬  kisah
qudrat (‫)ﻗﺿﺮﺍﺓ‬  kodrat
qubur (‫)ﻗﺑﻭﺮ‬  kubur
UNTUK DIPERHATIKAN

azan ( ‫ن‬١‫)أ ذ‬  azan


izin (‫)إ ذ ن‬  izin
zikir (‫)ﺫ ﻛﺮ‬  zikir
‘uzur (‫)ﻋﺬ ﺮ‬  uzur
zat (‫)ﺫ ﺍ ﺖ‬  zat
salat (‫)ﺻﻼﺓ‬  salat
sahabat (‫)ﺻﺣﺎﺒﺔ‬  sahabat
sabar (‫)ﺻﺎﺒﺮ‬  sabar
sahih (‫)ﺻﺎﺤﻳﺢ‬  sahih
sah (‫)ﺻﺎﺡ‬  sah
sadaqah (‫)ﺻﺩﺍﻗﺔ‬  sedekah
saleh (‫)ﺻﺎﻟﺢ‬  saleh
KATA BAKU
takwa dan taqwa salat dan shalat
kalbu dan qalbu magrib dan maghrib
kiblat dan qiblat azan dan adzan
kiamat dan qiamat hadis dan hadits
dakwah dan da’wah kurban dan qurban
Jumat dan Jum’at batin dan bathin
PEMAKAIAN
TANDA BACA
PEMAKAIAN TANDA BACA

Pemakaian tanda baca meliputi tanda titik,


tanda koma, tanda titik dua, tanda hubung,
tanda pisah, tanda elipsis, tanda tanya,
tanda seru, tanda kurung, tanda kurung
siku, tanda petik, tanda petik tunggal,
tanda garis miring, dan tanda penyingkat
atau apostrof.
TANDA TITIK
(.)
1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan
pertanyaan atau seruan.
Misalnya:
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah memiliki
delapan belas orang staf.
Penyuluhan ini dilaksanakan di Tamiyang Layang.
2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam
suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Misalnya:
BAB II SASTRA LISAN DAYAK MAANYAN
2.1 Sastra Lisan Dayak Maanyan
2.2 Jenis Sastra Lisan Dayak Maanyan
2.2.1 Prosa
2.2.2 Puisi
3. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang dan pada
singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Misalnya:
H. B. Badjuri Prof. Dr. Basori, S.S., M.Hum.
W.S. Rendra Sheva J. Subagja, M.Phil.
dr. Afrizal Noer, Sp.O.G. Dr. dr. Sayfa J. Subagja, Sp.A.

4. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau


kelipatannya yang menyatakan jumlah. Jika bilangan itu
tidak menyatakan jumlah, tanda titik tidak digunakan.
Misalnya:
a. Persediaan beras di Kalimantan Tengah untuk bulan ini
12.000 ton.
b. Bu Kity diangkat menjadi PNS pada tahun 2012 dengan
NIP 197603212012042013.
5. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah
umum. Singkatan yang terdiri atas dua huruf diberi dua tanda titik,
sedangkan yang terdiri atas tiga buah huruf atau lebih hanya diberi
satu tanda titik.
Misalnya:
sampai dengan s.d.
dengan alamat d.a.
dan sebagainya dsb.
dan lain-lain dll.
atas nama a.n.
untuk perhatian u.p.
wakil sementara wks.
6. Tanda titik dipakai di antara nama penulis, tahun terbit, judul
tulisan, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
Misalnya:
Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltevreden: Balai
Poestaka.
Culler, Jonathan. 1981. The Pursuit of Sign: Semiotics, Literature,
Deconstruction. London: Routledge & Kegan Paul.

7. Tanda titik tidak dipakai di belakang judul yang merupakan kepala


karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
Misalnya:
Layar Terkembang Salah Asuhan
Laporan Tahunan Laporan Penelitian
Sendalu Metodologi Penelitian
TANDA KOMA
(,)
1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu
perincian atau pembilangan.
Misalnya:
Ia tidak dapat mengikuti pemilu pertama, kedua, dan ketiga.

2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang


satu dari kalimat setara yang berikutnya dengan didahului
kata seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan.
Misalnya:
Ia bukan atasan, melainkan bawahan.
Penyuluhan ini tidak dilaksanakan di Barsel, tetapi di Bartim.
3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dan induk
kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimat. Akan
tetapi, tanda koma tidak digunakan jika induk kalimat berada
di depan anak kalimat.
Misalnya:
a. Kami akan memberikan bantuan dana jika semua
persyaratan dapat Anda penuhi.
b. Jika semua syarat dapat Anda penuhi, kami akan
memberikan bantuan dana.

4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan


penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat.
Misalnya:
Oleh karena itu, kalian harus berhati-hati.
Dengan demikian, permohonan Saudara dapat kami penuhi.
5. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya,
wah, aduh, kasihan dari kata lain yang terdapat dalam
kalimat.
Misalnya:
O, begitu?
Wah, bukan main!
Aduh, sakit sekali.

6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari


bagian lain dalam kalimat.
Misalnya:
“Saya sangat gembira melihat perkembangan kota ini,” kata
Bupati.
“Saya bersyukur,” kata Ibu, “kamu dapat menyelesaikan kuliah
tepat waktu.”
7. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-
bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan
wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Misalnya:
Ai Kurniati, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Achmad
Yani, Pontianak, Kalimantan Barat.
Palangka Raya, 1 September 2004
Tamiyang Layang, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan
Tengah
8. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik
susunannya dalam daftar pustaka.

Misalnya:
a. Culler, Jonathan. 1981. The Pursuit of Sign: Semiotics,
Literature, Deconstruction. London: Routledge & Kegan Paul.
b. Damono, Sapardi Djoko. 1999. “Kelisanan dalam
Keberaksaraan: Kasus Puisi Indonesia Modern,” dalam Kalam
(Jurnal Kebudayaan), edisi 13.
c. Arifin, Zaenal dan S. Amran Tasai. 2002. Cermat Berbahasa
Indonesia: untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: CV Akademika
Pressindo.
d. Lukman, Ali. 2000. Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta:
Pusat Bahasa.
9. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik
yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama
diri, keluarga, atau marga.
Misalnya:
Elisten P. S., S.S. Elisten Parulian Sigiro, S.S.
Drs. H. B. Badjuri, M.Sc. Prof. Dr. K. M. A. M. Usop

10. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan atau


oposisi yang sifatnya tidak membatasi.
Misalnya:
Elis Setiati, pegawai Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah,
akan mengikuti seminar Pertemuan Sastrawan Nusantara di
Surabaya.
TANDA
TITIK KOMA
(;)
Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang
sejenis dan setara sebagai pengganti kata penghubung dalam kalimat
majemuk setara.

Misalnya:
Ayah sedang membaca koran; Ibu sibuk memasak di dapur; Adik belajar
membaca; saya sendiri asyik mengerjakan tugas.
TANDA
TITIK DUA
(:)
1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap
bila diikuti rangkaian atau pemerian dan tidak digunakan jika
rangkaian merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Misalnya:
Ibu membeli buah-buahan: apel, rambutan, durian, dan jeruk.
Ibu membeli apel, rambutan, durian, dan jeruk.

2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang


memerlukan pemerian.
Misalnya:
Seminar ini akan diadakan pada,
hari, tanggal : Rabu, 24 April 2013
pukul : 08.00 WIB
tempat :Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
Kalimantan Tengah
3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama sesudah kata yang
menunjukkan pelaku percakapan.
Misalnya:
Insinyur 2 : Di samping itu, pembebasan tanah bagi warga
masyarakat bisa sedikit ... yah tahulah maksudku.
Kontraktor : Tapi … apakah tanah pemakaman ini tidak riskan
dan mengundang bahaya?
Insinyur 2 : Tidak, tenang sajalah, semua sudah dibereskan.
Kontraktor : Ya, okelah kalau begitu, aku percaya padamu
4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman,
(ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul
dan anak judul suatu karangan, dan (iv) nama kota, dan penerbit
buku acuan dalam daftar pustaka.

Misalnya:
Danandjaja, James. 1984. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng,
dan Lain-lain. Jakarta: Grafiti Pers.
Surat Yassin:99
Tempo, I(1971), 34:7
TANDA
HUBUNG
(-)
Tanda hubung dipakai untuk merangkai (i) se- dengan
kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, (ii) ke-
dengan angka, (iii) angka dengan –an, (iv) singkatan
singkatan huruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan
(v) unsur bahasa Indonesia dan unsur bahasa asing.

Misalnya:
ke-20 se-Kota Sampit
5000-an ber-KTP,
mem-PHK-kan pen-tackle-an
TANDA
PISAH
(—)
Tanda pisah dipakai (i) untuk membatasi penyisipan kata atau
kalimat yang memberi penjelasan khusus di luar bangun kalimat
dan (ii) di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti ‘sampai
dengan’ atau di antara dua nama kota yang berarti ‘ke’ atau
‘sampai’.
Misalnya:
a. Penyuluhan ini akan dilaksanakan pada tanggal 14—15
September 2004
b. Palangka Raya—Tamiyang Layang kami tempuh dalam dua
belas jam.
c. Pembangunan ini akan berhasil—saya yakin berhasil—suatu
hari nanti.
TANDA
ELIPSIS
(...)
Selain dipakai dalam kalimat yang terputus-putus, tanda elipsis
juga dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau
naskah ada bagian yang dihilangkan.

Misalnya:
a. Kalau begitu ... ya, marilah kita bergerak.
b. Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut.
c. Orang yang memiliki pengetahuan dalam ilmu keagamaan
disebut sebagai ....
TANDA
TANYA
(?)
Tanda tanya dipakai untuk mengakhiri kalimat tanya.

Misalnya:
a. Kapan kamu pergi?
b. Bagaimana keadaan ayahmu?
c. Kenapa kamu tidak masuk kemarin?
d. Bagaimana kabar ayahmu?
e. Adakah sesuatu kau bawa untukku hari ini?
TANDA
SERU
(!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang
berupa seruan atau perintah yang menggambarkan
kesungguhan, ketidak percayaan, atau rasa emosi yang kuat.

Misalnya:
Merdeka!
Pergi!
Bersihkan kamar itu, sekarang!
TANDA
KURUNG
((...))
Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan tambahan, teks
yang dapat dihilangkan, dan angka atau huruf yang merinci satu
urutan keterangan.

Misalnya:
a. Tanda hubung dipakai untuk merangkai (i) se- dengan kata
berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, (ii) ke- dengan
angka, (iii) angka dengan –an, (iv) singkatan huruf kapital
dengan imbuhan atau kata, dan (v) unsur bahasa Indonesia dan
unsur bahasa asing.
b. Bagian Perencanaan sedang menyusun Daftar Isian
Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kantor.
TANDA
KURUNG SIKU
([...])
Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam
kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.

Misalnya:
Persamaan kedua proses ini (perbedaannya telah dibicarakan
[lihat halaman 35—38]) perlu dipaparkan di sini.
TANDA
PETIK
(“...”)
Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung, judul
syair, karangan, istilah yang mempunyai arti khusus atau
kurang dikenal.

Misalnya:
Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara ialah bahasa
Indonesia.”
Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara “coba dan ralat”
saja.
Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada kumpulan puisi itu.
TANDA
PETIK
TUNGGAL
(‘...’)
Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit terjemahan
atau penjelasan kata atau ungkapan asing.

Misalnya:
feed-back ‘balikan’
flip-turn ‘balik putar’
zipper ‘resleting’
balancing ‘penyeimbangan’
billboard ‘papan reklame’
blue print ‘cetak biru’
TANDA
GARIS MIRING
(/)
Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat, nomor pada
alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam
dua takwim. Selain itu, tanda garis miring juga dipakai sebagai
pengganti kata atau dan tiap.

Misalnya:
Nomor : 06/PBSID-KT/2004
Jalan Kinibalu I/15
tahun anggaran 2003/2004
harganya Rp10.000/lembar
laki-laki/perempuan
TERIMA KASIH