Anda di halaman 1dari 15

Pengertian Radikal Bebas

Radikal bebas merupakan atom atau molekul


yang sifatnya sangat tidak stabil (mempunyai
satu elektron atau lebih yang tanpa
pasangan), sehingga untuk memperoleh
pasangan elektron senyawa ini sangat reaktif
dan merusak jaringan
Contoh Radikal Bebas

Radikal bebas ialah sebarang molekul yang mengandungi satu atau


lebih elektron tanpa pasangan. Contoh radikal bebas termasuk:

• Superoksida (O2-), hidroksil (OH-), nitroksida (NO), hidrogen


peroksida (H2O2), asam hipoklorit (HOCl), thill (RS-) dan lain-lain.
Derajat kekuatan tiap radikal bebas ini berbeda, dan senyawa
paling berbahaya adalah radikal hidroksil (OH-) karena memiliki
reaktivitas paling tinggi.
Dampak Radikal
Bebas Bagi Kesehatan

Penyakit liver

Kanker

Jantung Koroner

Katarak

Diabetes

Penuaan Dini
Cara Mengatasi
Radikal Bebas

Menurut Dr. Kenneth H. Cooper ada 4 langkah yang bisa dilakukan untuk melawan
bahaya radikal bebas dalam tubuh:

(1) Berolah raga dengan intensitas rendah;


(2) Mengkombinasikan beberapa antioksidan setiap hari;
(3) Mengatur diet dan memasak secara benar agar antioksidan dalam
makanan tidak rusak
(4) Bergaya hidup bebas dari radikal bebas.
Senjata yang paling ampuh untuk melawan
atau memperlambat kerusakan akibat
radikal bebas adalah dengan ANTIOKSIDAN.
Ada dua macam antioksidan, yaitu
antioksidan internal dan eksternal

1. Antioksidan internal yaitu atioksidan


yang diproduksi oleh tubuh sendiri, disebut
pula sebagai “Antioksidan
Primer” Secara alami tubuh mampu
Pencegahan Radikal menghasilkan antioksidan sendiri, tetapi
kemampuan ini pun ada batasnya
Bebas
2. Antioksidan eksternal tidak dihasilkan
oleh tubuh tetapi berasal dari makanan
seperti Vitamin A, beta karoten, Vitamin C,
Vitamin E, Selenium, Flavonoid, dll.
Antioksidan yang berasal dari makanan
atau didapat dari luar tubuh disebut juga
antioksidan sekunder.
Antioksidan

Antioksidan adalah substansi yang diperlukan


tubuh untuk menetralisir
radikal bebas dan mencegah kerusakan yang
ditimbulkan oleh radikal bebas
terhadap sel normal, protein dan lemak.
Antioksidan menstabilkan radikal bebas dengan
melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki
radikal bebas, dan menghambat terjadinya
reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas
Manfaat Antioksidan

Keterlibatan oksigen dalam reaksi metabolisme di dalam sel dapat menghasilkan


apa yang disebut sebagai “reaktif spesies oksigen” seperti H2O2, radikal bebas
hydroksil (·OH), dan anion superoksida ( O2-).

Molekul-molekul ini memang diperlukan tubuh misalnya untuk menjalankan sistem


metabolisme dan memberi signal pada sistem syaraf akan tetapi apabila jumlahnya
berlebihan seperti pengaruh gaya hidup (merokok, stress, konsumsi obat, polusi
lingkungan, pengaruh zat kimia tertentu pada tubuh, radiasi, dll) maka dapat
merusak sel dengan cara memulai reaksi berantai lipid, mengoksidasi DNA dan
protein. Oksidasi DNA berakibat adanya mutasi dan timbulnya kanker sedangkan
oksidasi protein mengakibatkan nonaktifnya enzim yang dapat menghambat proses
metabolisme. Disinilah pentinganya kita engkonsumsi antioksidan
Jenis Antioksidan

Antioksidan golongan lain


Antioksidan dari yang terkenal adalah
golongan Enzim antioksidan dari senyawa
Antioksidan dari
seperti golongan polifenol dan yang paling
golongan vitamin, yang banyak diteliti adalah dari
enzim Superoksida
paling terkenal adalah golongan flavonoid yang
Dismutse (SODs),
Vitamin C dan Vitamin terdiri dari flavonols,
Katalase, dan
E. Vitamin C banyak flavones, catechins,
Peroksidase. flavanones,
kita peroleh pada
Antioksidan golongan anthocyanidins, dan
buah-buahan
Karotenoid seperti isoflavonoids. Sumber
sedangkan vitamin E
likopen dan Karoten senyawa polifenol adalah
banyak diperoleh dari
yang banyak terdapat dari teh, kopi, buah-
minyak nabati. buahan, minyak zaitun,
pada buah dan
sayuran. cinnamon, dan
sebagainya.
Antioksidan, penangkal radikal bebas

 Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat pembentukan karsinogenik


dan menghalanginya untuk menetap dalam tubuh. Antioksidan bekerja dengan
cara menangkap radikal bebas sehingga karsinogoenik tidak memiliki kesempatan
untuk menempel dan merusak DNA. Beberapa vitamin yang bersifat antioksidan
adalah vitamin A, C, E dan D.
 Vitamin-vitamin tersebut terdapat dalam buah dan sayuran. Sayuran dan buah
selain mengandung vitamin juga mengandung klorofil atau zat hijau daun,
karotenoid pada buah berwarna merah dan kuning, flavonoid, polifenol yang
banyak terdapat dalam teh, isoflavon pada kacang kedelai, gingerol pada jahe yang
semuanya berfungsi sebagai antioksidan
 Antioksidan alam terbanyak dalam LDL adalah vitamin E. Sehingga penambahan
suplemen vitamin E dalam makanan dapat meningkatkan kandungan vitamin E
dalam LDL serta meningkatkan perlindungan terhadap proses oksidasi. Beta
karoten merupakan antioksidasi yang cukup kuat yang secara teoritis juga dapat
melindungi oksidasi LDL.
Sistem antioksidan tubuh sebagai mekanisme perlindungan terhadap serangan
radikal bebas, secara alami telah ada dalam tubuh kita. Dari sini antioksidan
tubuh bisa dikelompokkan menjadi 3 yakni :
 Antioksidan primer
Antioksidan primer ini bekerja untuk mencegah pembentuk senyawa radikal
bebas baru. Ia mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang
berkurang dampak negatifnya, sebelum radikal bebas ini sempat bereaksi.
Contoh antioksidan ini adalah enzim SOD yang berfungsi sebagai pelindung
hancurnya sel-sel dalam tubuh serta mencegah proses peradangan karena
radikal bebas.

 Antioksidan sekunder
Antioksidan ini berfungsi menangkap senyawa serta mencegah terjadinya
reaksi berantai. Contoh antioksidan sekunder: vitamin E, vitamin C, beta
karoten, asam urat, bilirubin, dan albumin.

 Antioksidan tersier
Antioksidan jenis ini memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan yang
disebabkan radikal bebas. Contoh enzim yang memperbaiki DNA pada inti sel
adalah metionin sulfoksidan reduktase. Adanya enzim-enzim perbaikan DNA
ini berguna untuk mencegah penyakit kanker
Untuk menghindari radikal bebas perlu perhatikan beberapa hal berikut:

• Hindari makanan glikemik tinggi, atau makanan yang kaya akan


karbohidrat dan gula olahan
• Batasi daging olahan seperti sosis, bacon dan salami
• Jangan gunakan kembali lemak dan minyak goreng
• Batasi alkohol
• Konsumsilah makanan yang kaya akan antioksidan, bahan kimia
yang menghambat oksidasi molekul dengan menetralkan radikal
bebas, sehingga menghentikannya dari menyebabkan kerusakan
sel
• Mengkonsumsi buah untuk makanan penutup
• Minuman teh
Makanan yang Mengandung
Antioksidan

1. BETAKAROTIN
ditemukan banyak pada
makanan berwarna 3. LYCOPENE
oranye : ditemukan pada :
2. LUTEIN  Tomat
 Ubi merah Di sayuran berdaun hijau  Semangka
 Wortel seperti bayam, kangkung  Jambu biji
 Labu dan sawi  Pepaya
 Aprikot  Aprikot dan jeruk.
 mangga dan sayuran
berdaun hijau seperti
bayam dan sawi
Makanan yang Mengandung
Antioksidan

6. Vitamin C
ditemukan melimpah
5. Vitamin A di banyak buah dan
 Banyak dikandung sayuran seperti :
4. SELENIUM oleh: Hati  Delima
Beras dan gandum  Ubi  Kiwi
adalah sumber utama  Wortel  Strawberry
selenium  Susu  Parika hijau
 Kuning telur dan  Kol
keju muzarella  Bayam
 Brokoli dan
kangkung.
Makanan yang Mengandung
Antioksidan

7. Vitamin E
Terdapat pada almond,
beberapa jenis minyak
seperti:
 Minyak wheatgerm 8. Flavonoid: teh hijau
 Minyak safflower
 Minyak jagung dan
 Minyak kedelai, serta
 Mangga, kacang dan
brokoli.