Anda di halaman 1dari 18

PENETASAN AYAM

RAS
KELOMPOK 4
KELAS B
2018
ANGGOTA KELOMPOK
GINA SALMA A 2001101602XX
MAULIA INDRIANA G 2001101602XX
MALKAN ANUGRAH 2001101602XX
MUH FAROJA SYA’DAN 2001101602XX
RENDITYA RAMADHAN 2001101602XX
GELAR ABIFADILLA 200110160230

2
PENETASAN TELUR
Penetasan telur adalah usaha untuk menetaskan telur unggas dengan bantuan
mesin penetas telur yang sistem atau cara kerjanya mengadopsi tingkah laku
(behaviour) induk ayam atau unggas lainnya selama masa mengeram, sehingga
perlakuan terhadap telur calon anak ayam hampir sama dengan penetasan yang
dieramkan.

3
Menetaskan telur dengan alat tetas buatan
Penetasan buatan dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut mesin tetas atau inkubator. Pada
prinsipnya penetasan buatan sama dengan penetasan alami, yaitu menyediakan kondisi lingkungan
(temperatur, kelembaban dan sirkulasi udara) yang sesuai agar embrio dalam telur berkembang dengan
optimal, sehingga telur dapat menetas.
Yang perlu diperhatikan adalah suhu tempat menetas harus sesuai agar embryo dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik.

4
MENGAPA PERLU MELAKUKAN
PENETASAN?
Ada jenis unggas yang mempunyai naluri atau
sifat mengeram sedikit atau bahkan tidak
punya sifat itu seperti itik, ayam arab, dan
???
puyuh.
telur yang mampu dierami induk terbatas
sehingga menyulitkan manajeman
pemeliharaan.
Agar produksi dari seekor induk lebih banyak.
Hal ini disebabkan umur untuk berproduksi
berkurang dengan adanya sifat mengeram
dan mengasuh anak.
Sebagai sarana pencegahan penyakit. Karena
di dalam proses penetasan buatan terdapat
program penyucihamaan telur dan ruangan
mesin tetas dengan desinfektan.
5
SYARAT PENETASAN TELUR

6
Suhu dan perkembangan embrio
Embrio akan berkembang cepat selama suhu telur tetap di
atas 32,22°C dan akan berhenti berkembang jika suhu
dibawah 26,66°C. Perlu diperhatikan bahwa suhu ruang
penetasan harus sedikit diatas suhu telur yang dibutuhkan.
Sehingga suhu yang diperlakukan untuk penetasan telur
ayam menurut kondisi buatan dapat sedikit berbeda
dengan suhu optimum telur untuk mendapatkan hasil yang
terbaik.

Kelembapan dalam induk buatan


Selama penetasan diperlukan kelembapan yang sesuai
dengan perkembangan dan pertumbuhan embrio.
Kelembaban juga mempengaruhi proses metabolisme
kalsium (Ca) pada embrio. Saat kelembaban nisbi terlalu
tinggi, perpindahan Ca dari kerabang ketulang dalam
perkembangan embrio lebih banyak. Pertumbuhan embrio
dapat diperlambat oleh keadaan kelembaban udara yang
terlalu tinggi atau terlalu rendah. Sedangkan pertumbuhan
embrio optimum akan diperoleh pada kelembaban nisbi
mendekati 60%.
7
Ventilasi
Perkembangan normal embrio membutuhkan
oksigen (O2) dan mengeluarkan karbondioksida
(CO2) melalui pori – pori kerabang telur. Untuk itulah
didalam mesin tetas harus cukup tersedia oksigen.
Peningkatan kadar karbondioksida yang terlalu
tinggi dapat menyebabkan berkurangnya daya
tetas telur. Jika kadar karbondioksida meningkat 1%,
maka kematian embrio dapat meningkat.
Sedangkan jika peningkatan sebesar 5%, embrio
akan mati sebelum menetas. Penigkatan kadar
karbondioksida yang masih diperbolehkan adalah
sebesar 0,5 – 0,8%, dengan kadar optimum 0.5%.

8
TATA LAKSANA
PENETASAN

9
PEMILIHAN TELUR

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam memilih telur yang akan ditetaskan adalah :
Asal telur ; telur yang akan ditetaskan harus berasal dari induk yang dikawinkan.
Besar telur ; telur yang terlalu kecil ataupun terlalu besar mempunyai daya tetas yang rendah.
Disamping itu ukuran (bobot) telur mempunyai korelasi positif dengan bobot tetas, sehingga
telur yang kecil akan menghasilkan bobot tetas yang kecil, demikian pula sebaliknya.
Bentuk telur ; telur mempunyai bentuk oval (bulat telur) dengan dua ujung yaitu ujung tumpul
dan ujung lancip. Telur yang normal memiliki indeks telur sekitar 74%.
Kerabang telur ; kerabang telur disamping penting sebagai sumber mineral untuk pertumbuhan
embrio, juga untuk melindungi isi sel telur dari gangguan fisik serta mencegah masuknya
mikroba yang dapat merusak isi telur sehingga daya tetasnya rendah.

10
Persiapan penetasan
Melakukan sanitasi / membersihkan mesin tetas dari segala kotoran, kemudian
dilakukan fumigasi dengan menggunakan KMnO4 dan Formalin 40%, dengan
perbandingan untuk 1 m³ diperlukan KMnO4 6 gram dan Formalin 40% 12 ml.

Wadah/bak air diisi dengan air hangat (38,5ºC), setelah


itu bak air dimasukkan dalam mesin tetas.

Hidupkan mesin tetas dan stabilkan suhu dalam mesin


tetas hingga mendapatkan suhu yang konstan pada
skala 38.5ºC
Susun telur yang akan ditetaskan pada rak telur
dengan posisi kemiringan 45 derajat, dan bagian ujung
tumpul berada diatas.

Penambahan kelembaban
11
Pelaksanaan penetasan
Hari ke 1 : Masukkan telur ke dalam mesin tetas setelah langkah-langkah persiapan sudah siap.
Ventilasi ditutup rapat, suhu 101ºF, catat posisi telur pada kartu kontrol. Lakukan pemerikasaan
telur (candling) setelah 24 jam.
Hari ke 2 dan 3 : Mesin tetas dibiarkan tertutup rapat, Suhu 101ºF.
dHari ke 4 : Mulai pemutaran telur, pemutaran telur dilakukan sehari 3 kali yakni pagi jam 06.00,
siang jam 14.00, malam jam 22.00 (interval 8 jam) dengan cara membalik, mengeluarkan telur
beserta raknya. Pemutaran dilakukan diluar sambil pendinginan 10 – 15 menit (Putar 3 kali dan
pendinginan), Suhu 101ºF. Ventilasi dibuka ¼ bagian, jangan lupa dicatat.
Hari ke 5 : Putar 3 kali dan pendinginan, ventilasi dibuka ½ bagian.
Hari ke 6 : Putar 3 kali dan pendinginan, ventilasi dibuka ¾ bagian.
Hari ke 7 : Putar 3 kali dan pendinginan, dilakukan pemeriksaan telur dan hanya telur yang
embrionya hidup yang dimasukkan kembali kedalam mesin tetas, suhu 101 ºF, ventilasi dibuka
seluruhnya, air diperiksa dan jangan lupa dicatat.

12
Hari ke 8 : Putar 3 kali dan pendinginan, kontrol air. ventilasi dibuka seluruhnya.
Hari ke 9 - 12 : Putar 3 kali dan pendinginan.
Hari ke 13 : Putar 3 kali dan pendinginan, kontrol air.
Hari ke 14 : Putar 3 kali dan pendinginan. dilakukan pemeriksaan telur ke dua.
Hari ke 15 - 24 : Putar 3 kali dan pendinginan.
Hari ke 25 : Putar 3 kali dan pendinginan. dilakukan pemeriksaan telur ke tiga, suhu dikontrol.
Ventilasi dibuka seluruhnya, air diperiksa jika perlu ditambah dengan air hangat. Jangan lupa
dicatat.
Hari ke 26 : Tidak dilakukan pemutaran tetapi tetap dikontrol.
Hari ke 28 : Pada hari ini biasanya telur sudah mulai retak.
Hari ke 29 : Pada hari ini biasanya telur sudah menetas.

13
FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI
PENETASAN

14
Sumber panas, karena mesin tetas ini sumber
panasnya dari energi listrik dan sebagai media
penghantar panasnya menggunakan lampu, maka
selama proses penetasan berlangsung lampu harus
diusahakan tidak terputus. Panas yang dibutuhkan
untuk penetasan yakni 38,5ºC. untuk menjaga
kestabilan suhu digunakan alat yaitu termoregulator.

Air, berfungsi sebagai bahan untuk mempertahankan


kelembaban didalam ruangan mesin tetas, oleh karena
itu air didalam mesin selama proses penetasan
berlangsung tidak boleh kering. Kelembaban yang
dibutuhkan pada penetasan umur 1 hari – 25 hari yang
ideal antara 60% - 70%, sedangkan pada hari ke 26
sampai menetas membutuhkan lebih tinggi yaitu 75%.

15
Operator, adalah orang yang mengoperasikan mesin tetas dan
melakukan tindakan lanjutan selama proses penetasan.

Pemutaran telur, mempunyai tujuan untuk memberikan panas secara


merata pada permukaan telur, Selain itu untuk mencegah agar
embrio tidak menempel pada salah satu sisi kerabang telur.

Peneropongan, dilakukan karena untuk mengetahui keberadaan atau


perkembangan embrio secara dini. Peneropongan biasanya
dilakukan sebanyak 3 kali selama penetasan berlangsung yaitu pada
hari ke 1, ke 7 dan hari ke 25.

16
kesimpulan

17
Thank you !!!!

18