Anda di halaman 1dari 9

KEARIFAN LOKAL

DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN


KELOMPOK 5

I GUSTI AGUNG GDE INDIRA PRASADHA (P07120216053)

NI LUH DESI DIARTAMI (P07120216054)

PUTU RISMA ARIA PRADNYADEWI (P07120216055)

I GUSTI BAGUS KOMANG ALIT WARDANA (P07120216056)


PENGERTIAN KEARIFAN LOKAL

Kearifan lokal adalah kemampuan menyikapi dan


memberdayakan potensi nilai-nilai luhur budaya setempat. Oleh
karena itu, kearifan lokal merupakan entitas yang sangat menentukan
harkat dan martabat manusia dalam komunitasnya (Geertz, 2007).

Perilaku yang bersifat umum dan berlaku di masyarakat


secara meluas, turun temurun, akan berkembang menjadi nilai-nilai
yang dipegang teguh, yang selanjutnya disebut sebagai budaya.
Kearifan lokal didefinisikan sebagai kebenaran yang telah mentradisi
atau ajeg dalam suatu daerah (Gobyah, 2003).
KLASIFIKASI KEARIFAN LOKAL

1 Tata Kelola

• Di setiap daerah pada umumnya terdapat suatu sistem kemasyarakatan yang mengatur tentang struktur
sosial dan keterkaitan antara kelompok komunitas yang ada, seperti Dalian Natolu di Sumatera Utara,
Nagari di Sumatera Barat, Kesultanan dan Kasunanan di Jawa dan Banjar di Bali. Sebagai contoh,
masyarakat Toraja memiliki lembaga dan organisasi sosial yang mengelola kehidupan di lingkungan
perdesaan.

2 Sistem Nilai

• Sistem nilai merupakan tata nilai yang dikembangkan oleh suatu komunitas masyarakat tradisional yang
mengatur tentang etika penilaian baik-buruk serta benar atau salah.

3 Tata Cara atau Prosedur

• Beberapa aturan adat di daerah memiliki ketentuan mengenai waktu yang tepat untuk bercocok tanam
serta sistem penanggalan tradisional yang dapat memperkirakan kesesuaian musim untuk berbagai
kegiatan pertanian
CIRI-CIRI KEARIFAN LOKAL

Mampu bertahan terhadap budaya luar

Memiliki kemampuan mengakomodasi


unsur-unsur budaya luar

Mempunyai kemampuan mengintegrasikan


unsur budaya luar ke dalam budaya asli

Mempunyai kemampuan mengendalikan

Mampu memberi arah pada perkembangan


budaya
BAGAIAMANA MENGGALI KEARIFAN LOKAL

Pada penggalian kearifan lokal perlu dipahami beberapa


hal agar kearifan tersebut dapat diterima dan ditaati yaitu :

1 • Kearifan tersebut masih ada.

2 • Kearifan tersebut sesuai dengan perkembangan


masyarakat.
3 • Kearifan tersebut sesuai dengan prinsip Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
4 • Kearifan tersebut diatur dengan Undang-undang.
FUNGSI KEARIFAN LOKAL

1 Kearifan lokal berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumberdaya alam.

2 Kearifan lokal berfungsi untuk mengembangkan sumber daya manusia.

3 Berfungsi sebagai pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

4 Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan.


WUJUD KEARIFAN LOKAL
• Pengetahuan Lokal.

Setiap masyarakat dimanapun berada baik di pedesaan maupun pedalaman selalu memiliki
pengetahuan lokal yang terkait dengan lingkungan hidupnya.

• Nilai Lokal.

Untuk mengatur kehidupan bersama antara warga masyarakat, maka setiap masyarakat memiliki
aturan atau nilai-nilai lokal yang ditaati dan disepakati bersama oleh seluruh anggotannya.

• Keterampilan Lokal.

Kemampuan bertahan hidup (survival) dari setiap masyarakat dapat dipenuhi apabila masyarakat itu
memiliki keterampilan lokal.
WUJUD KEARIFAN LOKAL

• Sumber daya Lokal.

Sumber daya lokal ini pada umumnya adalah sumber daya alam yaitu sumber daya yang tak terbarui dan
yang dapat diperbarui

• Mekanisme Pengambilan Keputusan Lokal.

Menurut ahli adat dan budaya sebenarnya setiap masyarakat itu memiliki pemerintahan lokal sendiri atau
disebut pemerintahan kesukuan.
Contoh kearifan lokal masyarakat

• Bali dan Lombok, masyarakat mempunyai awig-awig.

Kearifan lokal merupakan suatu gagasan konseptual yang hidup dalam


masyarakat, tumbuh dan berkembang secara terus-menerus dalam
kesadaran masyarakat, berfungsi dalam mengatur kehidupan
masyarakat dari yang sifatnya berkaitan dengan kehidupan yang sakral
sampai yang profan.