Anda di halaman 1dari 19

OM SWASTYASTU

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
MODAL SOSIAL DALAM
PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
BERKELANJUTAN
OLEH:
NI PUTU INDAH PRASTIKA DEWI P07120216050
NI PUTU NATIYA GIYANTI P07120216050
FENDY ANUGRAH PRATAMA P07120216050
PENGERTIAN MODAL SOSIAL
• MODAL SOSIAL ADALAH BAGIAN-BAGIAN DARI ORGANISASI SOSIAL ,
SEPERTI KEPERCAYAAN, NORMA-NORMA (ATAU HAL TIMBAL BALIK) ,
DAN JARINGAN (DARI IKATAN-IKATAN MASYARAKAT), YANG DAPAT
MEMPERBAIKI EFISIENSI MASYARAKAT DENGAN MEMFASILITASI
ADANYA KORDINASI DAN KERJA SAMA BAGI KEUNTUNGAN BERSAMA
(SUHARTO,2007).
• MENURUT SUHARTO (2007) MODAL SOSIAL ADALAH SEBAGAI YANG
TIMBUL DARI ADANYA INTERAKSI ANTARA ORANG-ORANG DAN
KOMUNITAS.
• DAPAT DISIMPULKAN SEBAGAI SUMBER DAYA YANG MUNCUL DARI
HASIL INTERAKSI DALAM SUATU KOMUNITAS, BAIK ANTAR INDIVIDU
MAUPUN INSTITUSI YANG MELAHIRKAN HUBUNGAN-HUBUNGAN
TIMBAL BALIK, DAN JARINGAN-JARINGAN SOSIAL, NILAI-NILAI DAN
NORMA-NORMA YANG MEMBENTUK STRUKTUR MASYARAKAT YANG
BERGUNA UNTUK KORDINASI DAN KERJA SAMA DALAM MENCAPAI
TUJUAN BERSAMA.
UNSUR-UNSUR MODAL SOSIAL

MENURUT BLAKELEY DAN


MENURUT HASBULAH (2006)
SUGGATE, DALAM SUHARTO(2007)
• BLAKELEY DAN SUGGATE, DALAM SUHARTO(2007) MENYATAKAN BAHWA
UNSURE-UNSUR MODAL SOSIAL ADALAH:
• (1) KEPERCAYAAN (TRUST), TUMBUHNYA SIKAP SALING PERCAYA ANTAR
INDIVIDU DAN ANTAR INSTITUSI DALAM MASYARAKAT
• (2) PERASAAAN TIDAK EGOIS DAN TIDAK INDIVIDUALISTIK YANG
MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN UMUM DAN ORANG LAIN DIATAS
KEPENTINGAN SENDIRI
• (3) GOTONG-ROYONG, SIKAP EMPATI DAN PERILAKU YANG MAU MENOLONG
ORANG LAIN DAN BAHU-MEMBAHU DALAM MELAKUKAN BERBAGAI UPAYA
UNTUK KEPENTINGAN BERSAMA
• (4) JARINGAN, DAN KOLABORASI SOSIAL, MEMBANGUN HUBUNGAN DAN
KERJASAMA ANTAR INDIVIDU DAN ANTAR INSTITUSI BAIK DALAM
KOMUNITAS SENDIRI/KELOMPOK MAUPUN DILUAR KOMUNITAS/KELOMPOK
DALAM BERBAGAI KEGIATAN YANG MEMBERIKAN MANFAAT BAGI
MASYARAKAT.
MENURUT HASBULAH (2006)
1. PARTICIPATION IN ANETWORK.
• KEMAMPUAN SEKELOMPOK ORANG UNTUK MELIBATKAN
DIRI DALAM SUATU JARINGAN HUBUNGAN SOSIAL,
MELALUI BERBAGAI VARIASI HUBUNGAN YANG SALING
BERDAMPINGAN DAN DILAKUKAN ATAS DASAR PRINSIP
KESUKARELAAN (VOLUNTARY), KESAMAAN (EQUALITY),
KEBEBASAN (FREEDOM), DAN KEADABAN (CIVILITY).
KEMAMPUAN ANGGOTA KELOMPOK ATAU ANGGOTA
MASYARAKAT UNTUK SELALU MENYATUKAN DIRI DALAM
SUATU POLA HUBUNGAN YANG SINERGIS AKAN SANGAT
BESAR PENGARUHNYA DALAM MENENTUKAN KUAT
TIDAKNYA MODAL SOSIAL SUATU KELOMPOK.
2. RECIPROCITY.
• KECENDERUNGAN SALING TUKAR KEBAIKAN ANTAR INDIVUDU
DALAM SUATU KELOMPOK ATAU ALAM KELOMPOK ITU SENDIRI.
3. TRUST.
• TINDAKAN KOLEKTI YANG DIDASARI SALING PERCAYA AKAN
MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM BERBAGI
BENTUK DAN DIMENSI TERUTAMA DALAM KONTEKS KEMAJUAN
BERSAMA. HAL INI MEMUNGKINKAN MASYARAKAT UNTUK
BERSATU DAN MEMBERIKAN KONTRIBUSI PAA PENINGKATAN
MODAL SOSIAL.
• 4. SOCIAL NORMS.
• SEKUMPULAN ATURAN YANG DIHARAPKAN DIPATUHI DAN
DIIKUTI OLEH MASYARAKAT DALAM SUATU ENTITAS SOSIAL
TERTENTU. ATURAN-ATURAN INI BIASANYA TIDAK TERTULIS TAPI
DIPAHAMI SEBAGAI PENENTU POLA TINGKAH LAKU YANG BAIK
DALAM KONTEKS HUBUNGAN SOSIAL SEHINGGA ADA SANGSI
SOSIAL YANG DIBERIKAN JIKA MELANGGAR.
5. VALUES.
• NILAI MERUPKAN HAL PENTING DALAM KEBUDAYAAN, BIASANYA IA TUMBUH
DAN BERKEMBANG DALAM MENDOMINASI KEHIDUPAN KELOMPOK
MASYARAKAT TERTENTU SERTA MEMPENGARUHI ATURAN-ATURAN
BERTINDAK DAN BERPERILAKU MASYARAKAT YANG PADA AKHIRNYA
MEMBENTUK POLA CULTURAL.
6. PROACTIVE ACTION.
• ANGGOTA KELOMPOK MELIBATKAN DIRI DAN MENCARI KESEMPATAN YANG
DAPAT MEMPERKAYA HUNUNGAN-HUBUNGAN SOSIAL DAN MENGUNTUNGKAN
KELOMPOK.
• PERILAKU INISIATIF DALM MENCARI INFORMASI BERBAGI PENGALAMAN,
MENCARI IDE, PENGETAHUAN, DAN BERAGAM BENTUK INISIATIF LAINNYA
BAIK OLEH INDIVIDU MAUPUN KELOMPOK, MERUPAKAN WUJUD MODAL
SOSIAL YANG BERGUNA DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT.
PERAN MODAL SOSIAL DALAM
PEMBANGUNAN
• UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN UPAYA MEMBEBASKAN
BANGSA DAR KETERBELAKANGAN SENANTIASA TIDAK MENGHASILKAN
SESUATU YANG OPTIMAL. HAL INI ERAT KAITANNYA DENGAN TIDAK
DIMASUKANNYA MODAL SOSIAL SEBAGAI FAKTOR PENTING DALAM
MEMPENGARUHI EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN.
• KENYATAAN INI MENUMBUHKAN KESADARAN AKAN PENTINGNYA DIMENSI
CULTURAL DAN PENDAYAGUNAAN PERAN LEMBAGA-LEMBAGA YANG
TUMBUH DALAM MASYARAKAT UMTUK MEMPERCEPAT DAN
MENGOPTIMALKAN PROSES-PROSES PEMBANGUNAN
• FAKUYAMA (2002) MODAL SOSIAL MENEMPATI POSISI YANG SANGAT PENTING
SEBAGAI FAKTOR YANG MENENTUKAN KUALITAS MASYARAKAT.
KONSEP PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
• SECARA ETIMOLOGIS PEMBERDAYAAN BERASAL DARI KATA
“DAYA” YANG BERARTI KEKUATAN ATAU KEMAMPUAN.
• JADI PEMBERDAYAAN ADALAH SUATU PROSES MENUJU
BERDAYA ATAU PROSES PEMBERIAN DAYA
(KEKUATAN/KEMAMPUAN) KEPADA PIHAK YANG BELUM
“BERDAYA”
• PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MERUPAKAN SUATU PROSES DI
MANA MASYARAKAT KHUSUSNYA MEREKA YANG KURANG
MEMILIKI AKSES KE SUMBER DAYA PEMBANGUNAN, DIDORONG
UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DALAM
MENGEMBANGKAN PERIKEHIDUPAN MASYARAKAT.
• JADI KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK
MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN, CONTOHNYA :
DESA WISATA
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PROSES
PEMBANGUNAN
• DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT HARUS DIPERHATIKAN
BAHWA MASYARAKAT SETEMPAT YANG MEMPUNYAI TEMPAT TINGGAL
TETAP DAN PERMANEN BIASANYA MEMPUNYAI IKATAN SOLIDARITAS YANG
TINGGI SEBAGAI PENGARUH KESATUAN TEMPAT TINGGALNYA, ADANYA
SALING MEMERLUKAN DIANTARA MEREKA,
• DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN PENTING JUGA DIPERHATIKAN MODAL
SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN SOSIAL DITEKANKAN PENTINGNYA
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA MENGENTASKAN
KEMISKINAN
• TUJUAN TERSEBUT DAPAT DICAPAI MELALUI :
1. MENUMBUH KEMBANGKAN POTENSI DIRI (PRODUKTIVITAS MASYARAKAT)
YANG LEMAH SECARA EKONOMI SEBAGAI SUATU ASSET TENAGA KERJA.
2. MENYEDIAKAN DAN MEMBERIKAN PELAYANAN SOCIAL, KHUSUSNYA
PELAYANAN KESEHATAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN, PERUMAHAN SERTA
PELAYANAN YANG MEMUNGKINKAN MEREKA DAPAT MENINGKATKAN
PRODUKTIVITAS DAN PARTISIPASI SOCIAL DALAM KEHIDUPAN
MASYARAKATNYA (SUHARTO, 2005: 5).
MENGEMBANGKAN MODAL SOSIAL

1. MODEL SOCIAL ACTION


• MODEL SOCIAL ACTION MENEKANKAN PADA GERAKAN
PENGEMBANGAN MASYARAKAT YANG DILAKUKAN SECARA
PARTISIPATIF (COLLECTIVE ACTION). AKTIVITAS
PENGEMBANGAN MASYARAKAT DILAKUKAN SEHARUSNYA
DIKENAL SEBAGAI GERAKAN MORAL YANG LEBIH
MENGUTAMAKAN PENGEMBANGAN KUALITAS MODAL SOSIAL,
• DALAM PENDEKATAN PARTISIPATIF INI SETIAP WARGA DARI
KELOMPOK SASARAN PROGRAM SELALU DIIKUTSERTAKAN
DALAM MERENCANAKAN, MELAKSANAKAN, MENIKMATI, DAN
MELESTARIKAN PROGRAM
2. MODEL SUSTAINABLE
• AKTIVITAS PENGEMBANGAN MASYARAKAT
DILAKUKAN DENGAN MEMPERHATIKAN ASPEK-
ASPEK KESINAMBUNGAN (SUSTAINABLE).
KESINAMBUNGAN DISINI DIMAKSUDKAN SEBAGAI
UPAYA-UPAYA PENGEMBANGAN KEHIDUPAN
MASYARAKAT YANG MENEKANKAN PADA
INTERVENSI MODAL SOSIAL, MODAL MANUSIA,
MODAL FISIK, DAN MODAL ALAMIAH (ENVIRONMENT)
SECARA SINERGIS DAN BERIMBANG.
• INVESTASI DALAM MODAL SOSIAL DALAM BENTUK
PENDIDIKAN, PELATIHAN, DAN KESEHATAN
MENGHASILKAN SUMBER PERTUMBUHAN YANG
TIDAK KALAH PENTINGNYA DENGAN INVESTASI
PADA MODAL FISIK
CONTOH PERAN MODAL SOSIAL DI MASYARAKAT
DALAM PEMBANGUNAN NEGARA DI BIDANG EKONOMI
PETANI, GUIDE,
SATU JARINGAN
DESA WISATA RESTORAN,
DENGAN DINAS
PETANG PENGINAPAN
PARIWISATA
PROGRAM
PEMBANGUNAN
BERELANJUTAN

MENDATANGKAN
WISATAWAN

MENGOPTIMALKAN MEMBANTU
PROSES PEREKONOMIAN
PEMBANGUNAN WARGA
OM SANTIH
SANTIH SANTIH
OM
SESI DISKUSI
Kelompok 2
Kelompok 2
• Mega rtna sari
• Bagaimana cara memberdayakan masyarakat dengan sdm yang
rendah?
• Gung pras 053
• Apakah ada cara untuk mencapai pandangan?
• Ari purnama wati
• Peran sebagai perawat dalam menangani kemiskinan dan
keterbelakangan dlam bidang kesehatan ?
Kelompok 3
• Sri wiadnyani
• Bagaimana peran sebagai perawat untuk memenuhi pembangunan
• Gung pras
• Apakah program pemerdayaan bisa di terapkan pada masyarakat
yang tempat tinggal nya tidak menetap ?
• Ari julianita dewi
• Nilai yang dimaksud dalam modal pemerdayan masyarakat?
• Mega ratna sari
• apakah modal sosial berpengaruh terhadap pemerdayaan
masyarakat?