Anda di halaman 1dari 22

BENDA CAIR, CAIRAN

DAN GAS DALAM TUBUH


MANUSIA
Benda cair
Tubuh memiliki zat air yang menempati
porsi terbesar diperkirakan sekitar 50-60 %
dari total berat badan orang dewasa :
⦁ Cairan intrasel 40% BB dan cairan
ekstrasel 20% BB
⦁ Cairan ekstrasel 20 % BB :
- plasma darah 5% BB
- cairan interstitiel 15% BB
- cairan transelluler 1,5% BB

Semua reaksi di dalam tubuh manusia


memerlukan cairan
Cairan tubuh terdiri dari :
1. Cairan Ekstrasel :
semua cairan yang terdapat diluar sel dan
terdiri dari ion-ion dan berbagai bahan
nutrisi yang dibutuhkan oleh sel untuk
mempertahankan fungsi sel
seperti : pertumbuhan, perkembangan dan
fungsi khusus lainnya.

2. Cairan ekstrasel terdiri atas beberapa


komponen : plasma, cairan interstitial dan
cairan transeluler.
Cairan tubuh total dipengaruhi oleh :
- Umur
- Jenis kelamin,
- Derajat obesitas
Di dalam tubuh, sel-sel yang mempunyai
1. Konsentrasi air paling tinggi antara lain
adalah sel-sel otot dan organ-organ
pada rongga badan
Contoh : paru-paru atau jantung

2. Konsentrasi air paling rendah adalah sel-


sel jaringan
Contoh : tulang atau gigi
Fungsi cairan tubuh
⦁ Pembentuk struktur tubuh
⦁ Sarana transportasi (nutrisi, hormon, dan
molekul – molekul kedalam sel)
⦁ Membantu mengeluarkan sisa – sisa
metabolisme
⦁ Mengatur suhu
⦁ Pelarut elektrolit dan non elektrolit
⦁ Mengisi rongga – rongga tubuh
(cairan pluera, spinal, perikardium,
peritoneal)
Konsumsi cairan yang ideal untuk
memenuhi kebutuhan harian bagi tubuh
manusia adalah mengkonsumsi 1 ml air
untuk setiap 1 kkal konsumsi energi tubuh
atau dapat juga diketahui berdasarkan
estimasi total jumlah air yang keluar dari
dalam tubuh.
Pengaturan normal keseimbangan Cairan
dalam tubuh :
⦁ Ketentuan volume cairan
Intake = Output
⦁ Intake cairan normal
orang dewasa sehat memasukkan cairan
normal 90% dari intake per hari ± 2,5 L
Estimasi total /Rata -rata tubuh orang
dewasa akan kehilangan cairan 2.5 L
perharinya yaitu :
1. 1.5 L cairan tubuh keluar melalui urin
2. 500 ml melalui keluarnya keringat
3. 400ml keluar dalam bentuk uap ai
melalui proses respirasi (pernafasan)
4. 100 ml keluar bersama dengan
feces(tinja)
Penyebab Dehidrasi/hilangnya cairan :
A. Melalui saluran cerna
- Muntah - Peritonitis
- Diare - obstruksi usus

B. Melalui ginjal
- Insufisiensi adrenal - Diabetes insipidus
- Diuresis osmotik - Diuresis berlebihan

C. Melalui kulit dan saluran Napas


- Keringat berlebihan - Keganasan paru
- Luka bakar
Jenis Dehidrasi
⦁ Dehidrasi Iso osmotik (Dehidrasi Isotonik)
Diare, muntah, eksudasi plasma pada
luka bakar
⦁ Dehidrasi Hiperosmotik (Dehidrasi hipertonik)
Intake air kurang, diabetes insipidus,
Demam, evaporasi kulit berlebihan
⦁ Dehidrasi hipo Osmotik (Dehidrasi hipovolemik)
Hilangnya Nacl pada insupisiensi adrenal
Gas dalam tubuh
⦁ Gas tidak memiliki bentuk/volume
yang tetap dan mengisi semua ruang
yang ada.

⦁ Partikel-partikel dalam gas bebas


bergerak dalam ruang dan saling
bertumpukan satu sama lain.
Kapasitas paru :
Kapasitas paru diukur dengan spirometer

Kapasitas paru laki 5 liter dan wanita 4 liter

⦁ Volume tidal sekitar 450 ml udara yang


keluar masuk paru selama pernapasan

⦁ Volume cadangan inspirasi :


Jumlah udara ekstra yag dapat dihirup di
atas volume tidal saat menarik napas
dalam - dalam.
⦁ Volume cadangan ekspirasi :
Jumlah udara ekstra yg dapat dikeluarkan
selain volume tidal saat menghembuskan
napas

⦁ Volume residu :
Udara yang tersisa dalam paru setelah
ekspirasi yg paling kuat.
Meningkat pada penyakit saluran napas
obstruktif

⦁ Kapasitas total paru :


Jumlah kapasitas vital dan volume residu.
Transportasi gas ( proses perpindahan gas )
dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru
dengan bantuan :
- Aliran darah
- Oksigen di kapiler dan jaringan tubuh
- Karbondioksida di jaringan dan kapiler
Trasportasi gas oksigen
⦁ Berikatan dgn Hb (Oxyhemoglobin 97%)
⦁ Larut dlm plasma (3%)

Transport karbondioksida
⦁ Larut dlm plasma
⦁ Berikatan Hb (Carbaminohemoglobine 30%
⦁ Sebagai HCO3
Faktor yg mempengaruhi Oksigenasi :
1. Kondisi kesehatan (Gangguan organ vital
dan penyakit kronis)
2. Perkembangan (Perubahan fisik selama
tumbuh kembang)
3. Narkotik dan Analgesik (mengakibatkan
Depresi pusat napas terutama Morphin dan
mereridin)
4. Pola / gaya hidup (pola aktivitas yg tidak
mendukung perkembangan alveoli.
Misal merokok, kurang olah raga
5. Environment (panas, dingin, altitute dan
polusi udara)
6. Latihan
7. Kondisi psikologi (emosi, cemas, marah)
Tujuan Terapi oksigen :
1. Meningkatkan kadar oksigen udara napas ,
2. Kadar oksigen yang ada di paru-paru
menjadi tinggi ,
3. Tekanan partial oksigen dialveolus
meningkat ,
4. Oksigen yang berdifusi melalui dinding
alveolus lebih banyak
5. Kadar oksigen yang terangkut melalui
peredaran darah cukup
6. Persediaan oksigen di jaringan sel dapat
terpenuhi mencegah terjadinya hipoksia.
Efek langsung dari pemberian fraksi oksigen
Inspirasi ( FIO2 ) :
1. Mengatasi hipoksemia dengan peningkatan
tekanan oksigen alveoli
2. Menurunkan usaha pernafasan untuk
mempertahankan tekanan oksigen alveoli
3. Menurunkan kerja jantung untuk
mempertahankan tekanan oksigen arteri
Cara pemberian Oksigen
⦁ Kanula hidung
⦁ Sungkup sederhana
⦁ Sungkup dengan reservoir rebreathing
⦁ Sungkup dengan reservoir non rebreathing
⦁ Sungkup venturi
Bahaya-bahaya pemberian O2 :
a. Kebakaran
Oksigen bukan zat pembakar tetapi oksigen
dapat memudahkan terjadinya kebakaran
b. Depresi ventilasi
Pemberian O2 yang tidak dimonitor baik
konsentrasi maupun aliran pada pasien
dengan retensi CO2 dapat menekan ventilasi
c. Keracunan Oksigen
Dapat terjadi bila terapi oksigen yg diberikan
dengan konsentrasi tinggi dalam waktu relatif
lama. Keadaan ini dapat merusak jaringan
paru dan kerusakan surfaktan