Anda di halaman 1dari 32

TRY OUT

SOAL GINJAL DAN SALURAN KEMIH


TRY OUT 5
167. Seorang laki-laki 35 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan
kolik. Kolik baru dirasakan satu jam yang lalu. Pasien ada riwayat
sakit serupa dua tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik tampak
kesakitan, kesadaran kompos mentis. Tanda vital frekuensi nadi
100x/menit, frekuensi napas 20x/menit dengan suhu 36,5ºC.
Hasil rontgen abdomen tampak gambaran opak di ureter kiri.
Batu ureter berasal dari ginjal karena gaya gravitasi peristaltik
ureter. Dokter menduga terjadi obstruksi ekstra luminer. Apakah
lokasi yang paling tepat ?

a. Uretero pelvic junction


b. Ureterovesical junction
c. Stenosis ureter
d. Persilangan antara arteri dan vena iliaca
e. Striktrur ureter
PEMBAHASAN
• Nyeri kolik pada penderita batu ureter
merupakan salah satu gangguan urologi yang
paling menyakitkan.
• Keluhan bervariasi : sakit pinggang ringan sampai
dengan kolik, disuria, hematuria, retensi urin, dan
anuria.
• Rasa nyeri ditimbulkan karena terdapatnya
obstruksi. Obstruksi saluran kemih (OSK) dapat
terjadi sepanjang saluran kemih, mulai dari
pielum sampai urethta.
OBSTRUKSI SALURAN KEMIH (OSK)
• OSK bagian atas apabila lokasi obstruksi diatas
ureterovesical junction – kelainan unilateral.
• OSK bagian bawah menunjukkan lokasi obstruksi
dibawah ureterovesical junction.
• OSK yang disebabkan oleh batu disaluran kemih
bagian atas umumnya menimbulkan nyeri hebat.
• Tedapat 3 penyempitan sepanjang ureter yang
biasanya menjadi tempat berhentinya batu yang turun
dari kalik, yaitu ureteropelvic junction (UPJ),
persilangan ureter dengan vasa iliaka, dan
ureterovesical junction (UVJ)
• Sumber :
– Hilman H, Arry R. Nyeri kolik dan hubungannya
dengan lokasi batu ureter pada penderita batu
ureter unilateral. Jakarta : FKUI 2013
TRY OUT 5
168. Seorang pasien laki-laki berusia 70 tahun datang ke
dokter umum dengan keluhan susah menahan buang air kecil.
Setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, dokter
menjelaskan bahwa pada pasien tersebut telah terjadi
perubahan pada saluran kemih karena usia. Apakah
perubahan yang dimaksud ?

a. Peningkatan fibrosis dinding vesika urinaria


b. Peningkatan fungsi kontraktil otot detrusor
c. Penurunan serabut kolagen dinding vesika urinaria
d. Penurunan serabut elastin dinding vesika urinaria
e. Menebalnya lapisan otot uretra
PEMBAHASAN
• Inkontinensia urine merupakan kehilangan kontrol
berkemih yang bersifat sementara atau menetap.
Penyebab inkontinensia dapat berupa proses penuaan,
pembesaran kelenjar prostat, penunrunan kesadaran dan
penggunaan obat narkotik atau sedatif.
• Pasien inkontinensia dorongan mengeluh tidak dapat
menahan kencing segara setelah timbul sensasi ingin
kencing. Keadaan ini disebabkan otot detrusor sudah mulai
mengadakan kontraksi pada saat kapasitas kandung
kemih belum terpenuhi.

• Sumber : Darmojo B. Geriatri Ilmu Kesehatan usia lanjut.


Edisi ke-4. Jakarta : FKUI. 2009
TRY OUT 5
173. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD sebuah RS
karena terjatuh dari sepeda motornya setelah menabrak seekor
anjing. Pada pemeriksaan fisik pasien dalam keadaan syok dan
ada jejas pada pinggang kiri. Dokter jaga memasang infus dan
diresusitasi cairan. Untuk monitor banyaknya cairan dipasang
kateter, ternyata keluar urin berwarna merah. Apakah
pemeriksaan penunjang yang harus dilakukan ?

a. Ro polos abdomen.
b. MRI
c. Ro pelvis
d. IVP
e. Uretrosistogram
TRAUMA GINJAL
• Cedera pada ginjal yang disebabkan oleh
berbagai macam trauma baik tumpul maupun
tajam.
• Terdapat 3 penyebab utama dari trauma ginjal :
– Trauma tumpul : biasanya terjadi karena kecelakaan
kendaraan bermotor dan jatuh.
– Trauma iatrogenik : hasil dari operasi, retrograde
pyelography, percutaneous nephrostomy dan
percutaneous lithotripsy.
– Trauma tajam : tikaman atau luka tempat pada daerah
abdomen bagian atas atau pinggang.
• Pemeriksaan intravenous urografi (IVU) atau disebut
intravenous pyelograf (IVP) adalah foto yang dapat
mengambarkan keadaan sistem urinaria melalui bahan
kontras digunakan untuk menilai tingkat kerusakan
ginjal dan menilai keadaan ginjal kontralateral.
• Pemeriksaan IVU dilakukan apabila diduga terdapat :
– Luka tusuk atau luka tembak yang mengenai ginjal
– Cedera tumpul ginjal yang memberikan tanda hematuria
makroskopik
– Cedera tumpul ginjal yang memberikan tanda-tanda
hematuria mikroskopik dan disertai syok
• Sumber :
– Summerton N. Kitrey ND. Guidelines on urological
trauma. European Assoclation of Urology. 2014
TRY OUT 5
147. Seorang perempuan berusia 41 tahun, rujukan dari poli general
check up, datang ke puskesmas dengan membawa hasil
pemeriksaan kultur urin : Eschericia Coli > 105 CFU/ml. dari hasil
anamnesis, tidak didapatkan adanya keluhan ketika buang air
kecil. Pasien dalam kondisi hamil, masih aktif berhubungan
seksual. Mempunyai riwayat keluarga yang terkena diabetes
mellitus. Bekerja sebagai sekretaris yang lebih sering duduk lama.
Apakah komplikasi yang paling sering terjadi ?
a. Pielonefritis
b. Akut tubular nekrosis
c. Obstruksi ureter
d. Abses perinefritik
e. nefrolitiasis
PIELONEFRITIS
• Pielonefritis -> infeksi bakteri yang menyebabkan
inflamasi di pelvis, tubulus dan jaringan interstitial
dari satu atau dua ginjal.
• Etiologinya adalah E. coli (70-80%).
• Pielonefritis dibedakan menjadi 2 :
1. Pielonefritis Akut
2. Pielonefritis Kronik
• Pielonefritis hampir selalu berkaitan dengan infeksi
saluran kemih bawah.

Purnomo,B.B. 2009. Dasar-Dasar Urologi. Edisi Kedua. Jakarta: CV Sagung Seto


PIELONEFRITIS AKUT
• Pielonefritis akut merupakan suatu infeksi bakterial
akut yang terjadi pada kaliks, pelvis, dan korteks ginjal.
• Gejala klinis : Demam yang mendadak, menggigil,
malaise, muntah, sakit pinggul atau perut, nyeri tekan
didaerah costovertebra, piuria dan bakteriuria.
• Pemeriksaan penunjang :
1. Laboratorium : Urinalisis, pemeriksaan darah, tes
faal ginjal dan kultur urin.
2. Radiologi : Foto polos abdomen, PIV (Pielografi
Intravena)
https://www.scribd.com/doc/209334688/PIELONEFRITIS-AKUT
https://www.scribd.com/doc/209334688/PIELONEFRITIS-AKUT
• Radiologis
* BNO - bayangan ginjal tidak jelas
- batu ginjal
* IVP - ginjal membesar
- neprogram ber (-)
• Diagnosis banding
- Pankreatitis
- Basal pneumonia
- Appendisitis, Cholesistitis
- PID
Pemeriksaan penunjang
• Urinalisis untuk mencari piuria dan hematuria
• pyelonefritis akut ditegakkan dengan
bakteriuri bermakna > 105 koloni/ml,
• USG
• BNO IVP
• CT-SCAN
Digunakan untuk menyingkirkan DD akibat batu
saluran kemih
• Komplikasi

- Septikemi
• Pengobatan
- Segera buat kultur urin dan darah
- Antibiotik : - Aminoglikosid + Ampisilin  IV
selama 1 minggu  disambung AB sesuai
kultur.
- Bed rest
- Analgenik / Antipiretik.
Daftar Pustaka
• Mansjoer, Arif.dkk, 2000. Kapita Selekta
Kedokteran. Ed.3. Jilid 2. Jakarta : Media
Aesculapius. FKUI
TRY OUT 5
175. Seorang laki-laki berusia 48 tahun datang ke Poli Umum dengan
keluhan utama nyeri pada pinggang kanan sejak 3 jam yang lalu.
Keluhan juga disertai dengan rasa panas pada perut bagian kanan,
mual, buang air kecil (BAK) sedikit sejak 2 hari yang lalu, sulit
untuk memulai BAK, seperti ada yang menyumbat, tidak
mengejan, pancaran kurang, BAK terakhir menetes. Pasien adalah
pegawai bank yang sering duduk di dalam ruangan ber-AC dan
minum air putih 4 gelas belimbing sehari. Pada pemeriksaan tanda
vital didapatkan tekanan darah 130/90 mmHg, denyut nadi 108
kali/menit, frekuensi napas 20 kali/ menit, dan suhu 37,20C. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan nyeri ketok ginjal kanan, nyeri tekan
di regio umbilikalis dekstra dan suprailiaka dekstra. Pada urinalisis
didapatkan bilirubin +2 (N: Negatif), keton negative, blood +2 (N:
negatif), protein +3 (N: negatif), eritrosit 15-20/LPB (N: 0-1/LPB),
leukosit 25-30/LPB (N: <5/LPB), dan kristal amorf positif (N:
negatif). Apakah pemeriksaan penunjang yang sesuai?
PILIHAN JAWABAN
a. Cystoscopy
b. Foto BNO
c. Cystography
d. Renogram
e. Foto abdomen 3 posisi
URETEROLITHIASIS
• Penyumbatan saluran ureter oleh batu karena
pengendapan garam urat, oksalat, atau kalsium.
• Manifestasi klinis :
– Nyeri pada ginjal : kolik dan non-kolik
– Gangguan miksi : obstruksi urin terjadi di saluran paling
akhir sehingga kekuatan untuk mengeluarkan urin ada
namun hambatan pada saluran menyebabkan urin
stagnansi.
– Hematuria
– Mual muntah
– Demam
– Distensi vesika urinaria
Pemeriksaan Radiologis
• Foto polos abdomen (BNO) : bayangan, besar
(ukuran), dan posisi kedua ginjal.
• IVP (Intravenous Pyelogram)
• USG (Ultrasonography)
• CT-Scan (Computed Tomography Scan)

Sumber : Jong W. Buku Ajar Ilmu Bedah. EGC.


Jakarta. 2014
TRY OUT 5
181. Seorang pasien berusia 76 tahun dibawa ke dokter
praktik umum dengan keluhan sulit manahan buang air
kecil dan terasa tidak puas ketika buang air kecil.
Keluhan dirasakan setelah stroke 1 bulan sebelumnya.
Pada pasien ditemukan adanya gangguan kognitif.
Apakah penatalaksanaan yang tepat untuk pasien ?

a. Bladder training
b. Pungsi suprapubik
c. Pemasangan kateter
d. Biofeedback
e. Habit training
PEMBAHASAN
Inkontinensia urin • Kondisi neurologis dan
pada usia lanjut kejiwaan
• Proses menua akibat – Stroke : memperburuk IU
desakan dan retensi urin serta
bertambahnya usia dapat menganggu mobilisasi
menyebabkan berbagai – Penyakit parkinson
perubahan pada tubuh – Hidrosefalus tekanan normal
orang berusia lanjut. – Dementia : gangguan kognitif dan
Perubahan dapat terjadi apraksia yang mengganggu
pada struktur kandung kemampuan untuk berkemih dan
kemih dan saluran kemih merawat diri.
bagian bawah, fungsi – Depresi
berkemih, kadar hormonal – Gangguan kognisi dan mobilisasi
hingga perubahan pada : behubungan dengan
persarafan. kemampuan berkemih dan
merawat kebersihan diri
• Sumber :
• Harrina E. Rahajdo. Panduan Tatalaksana
Inkontinensia Urin Pada Dewasa. Jakarta :
Perkumpulan Kontinensia Indonesia
(PERKINA). 2012
TRY OUT 5
183. Seorang perempuan berusia 25 tahun dibawa ke UGD
dalam keadaan syok dengan skor GCS 10. Baju pasien
tampak kotor dan berdasarkan alloanamnesis pasien
mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan pinggang kiri terdapat echimosis, ekskoriasi
dan teraba massa. Pada pemasangan kateter, keluar urin
berwarna merah. Apakah diagnosis yang paling tepat?
a. Trauma limpa
b. Trauma lambung
c. Trauma uterus
d. Trauma ginjal kiri
e. Trauma colon descendent
TRAUMA GINJAL
• Cedera pada ginjal yang disebabkan oleh
berbagai macam trauma baik tumpul maupun
tajam.
• Terdapat 3 penyebab utama dari trauma ginjal :
– Trauma tumpul : biasanya terjadi karena kecelakaan
kendaraan bermotor dan jatuh.
– Trauma iatrogenik : hasil dari operasi, retrograde
pyelography, percutaneous nephrostomy dan
percutaneous lithotripsy.
– Trauma tajam : tikaman atau luka tempat pada daerah
abdomen bagian atas atau pinggang.
• Pemeriksaan intravenous urografi (IVU) atau disebut
intravenous pyelograf (IVP) adalah foto yang dapat
mengambarkan keadaan sistem urinaria melalui bahan
kontras digunakan untuk menilai tingkat kerusakan
ginjal dan menilai keadaan ginjal kontralateral.
• Pemeriksaan IVU dilakukan apabila diduga terdapat :
– Luka tusuk atau luka tembak yang mengenai ginjal
– Cedera tumpul ginjal yang memberikan tanda hematuria
makroskopik
– Cedera tumpul ginjal yang memberikan tanda-tanda
hematuria mikroskopik dan disertai syok
• Sumber :
– Summerton N. Kitrey ND. Guidelines on urological
trauma. European Assoclation of Urology. 2014