Anda di halaman 1dari 36

PEMENUHAN KEBUTUHAN

ELIMINASI FEKAL

KP 10 Keperawatan Dasar
didi kurniawan
FKp UNRI
Pendahuluan

Defekasi

Proses
pencernaan
An-fis
pencernaan
Usus besar
• Diameter 6 cm, Panjang 1,5 – 1,8 m
• Terdiri dari : caecum, kolon, rectum
• Berfungsi : absorpsi, proteksi, sekresi, eliminasi
Rectum :
• Dewasa 15-20 cm
• Terdapat jaringan yang bersilangan dan vertikal
berisi vena dan artery sehingga membantu
menahan feses dalam rectum  hemoroid
Anus
Anus terdiri dari :
Spinkter Internal : Kontrol tidak sadar, Innervasi
nervous autonom
Spinkter Ekternal : Kontrol sadar, Muscle
Levator ani, innervasi nervous somatic.
• Terdapat bakteri E. Coli yang membantu
membusukan makanan menjadi feses
• E. Coli juga menghasilkan vit. K berperan penting
dalam proses pembekuan darah
• Jumlah rata-rata pengeluaran cairan melalui
feses adalah 100 ml/hari
Defekasi
Proses pembuangan atau pengeluaran sisa-sisa hasil
metabolisme saluran pencernaan dalam bentuk flatus
dan feses yang dikeluarkan melalui anus.

Defekasi dipengaruhi 2 reflek :


1. Refleks Pendek
2. Refleks Panjang
1. Refleks Pendek
Feses masuk ke rektum Distensi dinding rektum

Impuls sampai ke flexus mesenterikus

gelombang peristaltik di dalam kolon


desending & sigmoid dalam rectum

Mendorong feses ke anus

Spinkter internal relaksasi

Defekasi
2. Refleks Panjang
Saraf di rektum terstimulasi oleh feses

Sinyal ditransfer ke spinal cord

Colon desenden, sigmoid dan rektum.

Signal parasymphatic gelombang peristaltik.

Relaksasi spinkter internal

Defekasi
Usia
Diet
Intake
cairan

Nyeri
Kerusakan sensorik Aktivitas
& motorik Gaya hidup
Faktor yang
Posisi saat defekasi
mempengaruhi
eliminasi feces

Prosedur
diagnostik Fisiologis
Penyakit Pengobatan
Anastesi
Zat nitrogen terutama musin / Bakteri
mucus (dalam jumlah kecil) Lepasan epitelium usus
Garam (kalsium fosfat)

Sedikit zat
besi, DAN Sisa
makanan yang
tidak dicerna,
dan air

KOMPOSISI FECES
Karakteristik feces
warna

bau

Konsistensi

Bentuk permukaan

Jumlah

Unsur – unsur abdomen


Karakteri Normal Abnormal Kemungkinan
stik penyebab
Warna Dewasa : Pekat / putih Adanya pigmen empedu,
kecoklatan pemeriksaan diagnostik
Bayi : menggunakan barium
kekuningan
Hitam Perdarahan bagian atas GI
Merah Terjadi Hemoroid,
perdarahan
Bagian bawah GI(spt.
Rektum),
Makan bit.
Pucat dengan Malabsorbsi lemak; diet
lemak tinggi susu dan produk susu
dan rendah daging.
Karakteri Normal Abnormal Kemungkinan
stik penyebab

Konsistensi Berbentuk, Keras, Dehidrasi, penurunan


lunak, agak kering motilitas usus akibat
cair / lembek, kurangnya serat, kurang
basah. latihan, gangguan emosi
dan laksantif
abuse>>konstipasi
Cair Peningkatan motilitas
usus (mis. akibat iritasi
kolon oleh
bakteri)>>diare,
kekurangan absorpsi
Karakteri Normal Abnormal Kemungkinan
stik penyebab

Bentuk Silinder Mengecil, Kondisi obstruksi rectum


(bentuk bentuk pensil
rektum) atau seperti
benang

Jumlah Tergantung
diet (100 –
400 gr/hari)
Karakteri Normal Abnormal Kemungkinan
stik penyebab
Bau Aromatik : Tajam, Sumber bau tak enak
dipenga-ruhi pedas yang keras, berasal dari
oleh makanan senyawa indole, skatol,
yang dimakan hydrogen sulfide dan
dan flora amine, diproduksi oleh
bakteri. pembusukan
protein oleh bakteri
perusak atau pembusuk.
Bau menusuk hidung
tanda terjadinya
peningkatan kegiatan
bacteria yang tidak kita
kehendaki.
Karakteri Normal Abnormal Kemungkinan
stik penyebab
Unsur Sejumlah kecil Pus Infeksi bakteri
pokok bagian kasar
makanan yg Mukus Kondisi peradangan
tdk dicerna, Parasit
potongan bak- Darah Perdarahan
teri yang mati, gastrointestinal
sel epitel, Lemak Malabsorbsi
lemak, protein, dalam
unsur-unsur jumlah besar
kering cairan
pencernaan Benda asing Salah makan
(pigmen
empedu dll)
Karakterist Normal Abnormal Kemungkinan
ik penyebab
Frekuensi 1 -2 kali Lebih dari Hipermotility
sehari 6X dalam
sehari

Kurang Hipomotility
dari sekali
semniggu
Masalah umum pada eliminasi
fekal / bowel
Diare

Sembelit atau Konstipasi

Fecal impaction

Inkontinensia usus

Kembung

Hemoroid
Hemorroid

• Terjadi pelebaran vena di anus


• Penyebab : Meningkatnya tekanan pada
daerah anus karena konstipasi yang kronik ,
tekanan yang kuat selama BAB, kehamilan dan
obesitas.
• Macam :
1. Internal = terjadi pada anus
2. Ekternal = prolaps melalui anus
ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN
KEBUTUHAN ELIMINASI
PENGKAJIAN
I. Nursing History
1. Pola defekasi
2. Perilaku defekasi
3. Feses
4. Diet
5. Cairan
6. Aktifitas
7. Kegiatan spesifik
8. Penggunaan medikasi
9. Masalah Eliminasi BAB
10. Pembedahan/ penyakit yang menetap
II. Physical Examination
• Abdomen : Distensi, simetris, gerakan peristaltik adanya massa
pada perut.
• Rectum dan Anus : Tanda-tanda inflamasi, perubahan warna,
lesi, fistula, hemorroid, adanya massa

III. Karakteristik Feses


• Konsistensi, bentuk, bau, warna, jumlah, unsur abnormal dalam
feses, lendir

IV. Pemeriksaan Diagnostik


• Anoscopy = pemerikasan anal
• Protoscopy = pemeriksaan rektum
• Pritosigmoidcopy = pemeriksaan rektum dan colon sigmoid
• Colonoscopy = Pemeriksaan usus besar.
• Pengambilan Specimen : Feses yang diambil adalah 2,5 cm atau
15 -30 ml cairan specimen.
DIAGNOSA
1. Gangguan Eliminasi BAB ; konstipasi (aktual/ resiko)
adalah kondisi dimana seseorang mengalami perubahan
yang normal dalam berdefekasi dengan karakteristik
menurunnya frekuensi BAB dan feses yang keras.
Kemungkinan berhubungan dengan :
a. Immobilisasi
b. Menurunnya aktivitas fisik
c. Illeus
d. Stress
e. Kurang privasi
f. Menurunnya mobilitas intestinal
g. Perubahan atau pembatasan diet

Kemungkinan ditandai dengan :


a. Menurunnya bising usus
b. Mual
c. Nyeri abdomen
d. Adanya massa pada abdomen bag kiri bawah
e. Perubahan konsistensi feses, frekuensi BAB
Kondisi Klinik yang mungkin terjadi :
a. Anemia
b. Hipotiroidisme
c. Dialisa ginjal
d. Pembedahan abdomen
e. Paralisis
f. Cedera spinal cord
g. Immobilisasi yang lama

Tujuan yang diharapkan :


1. Pasien kembali ke pola BAB normal
2. Terjadi perubahan pola hidup untuk menurunkan faktor
penyebab konstipasi
PLANNING
INTERVENSI RASIONAL
1. Catat dan kaji 1. Pengkajian dasar
warna, konsistensi, untuk mengetahui
jml dan waktu BAB masalah BAB
2. Kaji dan catat 2. Deteksi dini
pergerakan usus penyeban konstipasi
3. Jika terjadi fecal 3. Membantu
impaction : mengeluarkan feses
• Lakukan
pengeluaran manual
• Lakukan gliserin
klisma
INTERVENSI RASIONAL
4. Kolaborasi dengan 4. Meningkatkan
dokter ttg : eliminasi
• Pemberian laksatif
• Enema
• Pengobatan
5. Berikan cairan 5. Membantu feses
adekuat lebih lunak
6. Berikan diit tinggi 6. Menurunkan
serat, hindari makanan konstipasi
mengandung gas
7. Bantu klien untuk 7. Meningkatkan
aktifitas Pasif & aktif pergerakan usus
INTERVENSI RASIONAL
8. Berikan pendidikan 8. Menguatkan otot
kesehatan ttg : dasar pelvis
• Personal Hygiene 9. Mengurangi/
• Kebiasaan diet menghindari
• Cairan & makanan inkontinensia
yang mengandung gas
• Aktifitas
• Kebiasaan BAB
Mempertahankan /mengembalikan pola eliminasi
normal

IMPLEMENTASI
1. Mempertahankan pola eliminasi normal
• Privacy
• Timing
• Nutrition and Fluids
• Exercise
• Positioning
• Laxatives
Suppositoria dimasukkan 7,5-10 cm (3-4 inch),
efektif dalam 30 menit.
• Enema
Cairan yang dimasukkan ke rektum dan colon sigmoid
berfungsi untuk feses atau flatus
• Colostomy
Pembedahan saluran eliminasi di colon yang bersifat
Permanen /tempory
?