Anda di halaman 1dari 13

Kesiapan Pelaksanaan Bantuan Pemerintah

Belitung, 20 Februari 2017

D I R E K TO R AT J E N D E R A L P E N D I D I K A N DA SA R DA N M E N E N G A H
 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang
Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pemerintah
Pada Kementerian Negara/Lembaga.

 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173/PMK.05/2015 tentang


Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor
168/PMK.05/2015.

 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 tahun 2016


tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah di
Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 74 tahun 2016


tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 6 tahun 2016
 PA menyusun pedoman umum  PA menyusun pedoman umum dan
dalam rangka penyaluran Bantuan Petunjuk Teknis dalam rangka
Pemerintah. penyaluran Bantuan Pemerintah.

 KPA menyusun Petunjuk Teknis  PA menunjuk Pejabat Eselon I yang


penyaluran Bantuan Pemerintah. bertanggung jawab terhadap program
Bantuan Pemerintah dalam rangka
menyusun Petunjuk Teknis penyaluran
Bantuan Pemerintah.
Ps 6 PMK 168 Th 2015
Ps I. 1 PMK 173 Th 2016

 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah pejabat pemegang


kewenangan penggunaan anggaran Kementerian Negara/Lembaga.

 Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang
memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung
jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan.
Ps 1 PP 45 Th 2013 Tata Cara
Pelaksanaan APBN
 Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 30/D/BP/2016
Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Di Lingkungan Ditjen Dikdasmen.

 Ketentuan lebih lanjut Peraturan Direktur Jenderal ini diatur dengan petunjuk
pelaksanaan yang ditetapkan oleh KPA masing masing Satuan Kerja.
Ps 20 Perdirjen 30/D/BP/201

 Peraturan Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Lembaga Penjamin Mutu


Pendidikan Kepulauan Bangka Belitung Tentang Petunjuk Pelaksanaan Bantuan
Pemerintah ..............................................
 Petunjuk teknis memuat:
1. dasar hukum pemberian Bantuan Pemerintah;
2. tujuan penggunaan Bantuan Pemerintah;
3. pemberi Bantuan Pemerintah;
4. persyaratan penerima Bantuan Pemerintah;
5. bentuk Bantuan Pemerintah;
6. rincian jumlah Bantuan Pemerintah;
7. tata kelola pencairan dana Bantuan Pemerintah;
8. penyaluran dana Bantuan Pemerintah;
9. pertanggungjawaban Bantuan Pemerintah;
10.ketentuan perpajakan; dan
11.sanksi.
Ps 7 PMK 173 Th 2016

Pedoman umum dan petunjuk teknis penyaluran Bantuan Pemerintah mulai Tahun
Anggaran 2017 ditetapkan paling lambat pada tanggal 31 Desember 2016

Ps II. 1.b PMK 173 Th 2016


 PPK melakukan seleksi penerima Bantuan Pemerintah berdasarkan kriteria/persyaratan yang telah
ditetapkan di dalam Petunjuk Teknis.

 Seleksi penerima Bantuan Pemerintah dapat dilaksanakan sebelum tahun anggaran berjalan.

 Berdasarkan hasil seleksi, PPK menetapkan Surat Keputusan penerima Bantuan Pemerintah yang
disahkan oleh KPA

 Surat Keputusan penerima Bantuan Pemerintah merupakan dasar pemberian Bantuan Pemerintah.

 Penetapan Surat Keputusan oleh PPK dan pengesahan Surat Keputusan oleh KPA dilaksanakan setelah
DIPA berlaku efektif.

 Surat Keputusan dibuat dengan ketentuan sebagai berikut:


a. untuk Bantuan Pemerintah dalam bentuk barang/jasa paling sedikit memuat:
1. Identitas penerima bantuan;
2. Jumlah barang/jasa; dan
3. Nilai nominal barang/jasa

b. untuk Bantuan Pemerintah dalam bentuk uang paling sedikit memuat:


1. Identitas penerima bantuan;
2. Nominal Uang; dan
3. Nomor rekening penerima bantuan untuk Bantuan Pemerintah dalam bentuk uang yang disalurkan
melalui mekanisme transfer.
Ps 8 PMK 173 Th 2015
Tata Naskah Dinas Pengaturan
 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2012 Tentang Pedoman Tata Naskah Dinas
Instansi Pemerintah.

 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun


2015 Tentang Tata Naskah Dinas Di Lingkungan Kementerian Pendidikan Dan
Kebudayaan.

 Naskah Dinas adalah informasi tertulis sebagai alat komunikasi kedinasan yang
dibuat dan/atau dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang di lingkungan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 Tata Naskah Dinas adalah pengelolaan informasi tertulis yang meliputi pengaturan
jenis, format, penyiapan, pengamanan, pengesahan, distribusi, dan penyimpanan
naskah dinas, serta media yang digunakan dalam kedinasan.
Ps 1 Permendikbud 74 Th 2015
 Jenis Naskah Dinas terdiri atas:
1. naskah dinas pengaturan;
2. naskah dinas penetapan;
3. naskah dinas penugasan;
4. naskah dinas korespondensi;
5. naskah dinas khusus; dan
6. naskah dinas elektronik.

 Naskah dinas pengaturan terdiri atas:


1. peraturan;
2. Pedoman
3. Petunjuk Pelaksanaan
4. surat edaran; dan
5. prosedur operasional standar administrasi pemerintahan.

 Naskah dinas penetapan adalah keputusan.

 Naskah dinas khusus terdiri atas:


a. nota kesepahaman;
b. perjanjian kerja sama;
c. surat kuasa;
d. berita acara;
e. surat keterangan;
f. surat pernyataan;
g. pengumuman;
h. laporan; dan
i. notula. Ps 2 Permendikbud 74 Th 2015
 Peraturan merupakan Naskah Dinas yang bersifat mengatur.

 Jenis peraturan terdiri atas:


a. Peraturan Menteri; dan
b. Peraturan pemimpin unit organisasi.

 Peraturan pemimpin unit organisasi hanya dapat dibentuk berdasarkan pendelegasian


melalui peraturan perundangundangan.
Ps 5 Permendikbud 74 Th 2015

 Penerbitan Petunjuk Teknis/Petunjuk Pelaksanaan harus dalam bentuk peraturan.

 Kewenangan penandatanganan jenis naskah dinas peraturan hanya dapat


ditandatangani oleh Menteri atau Sesjen/Dirjen/Irjen/Ka.Badan.
Permendikbud 74 Th 2015
Matriks Kewenangan Penandatanganan Naskah Dinas
Unit Utama
Sesjen/Dirjen Staf Karo/Sesunit
NO Jenis Naskah Dinas Menteri /Irjen/ Ahli utama/Direktur/ Kabag/Kasubdit/Kabid Kasubag
Ka.Badan Inspektur/Kapus
1 Peraturan* √ √ − − − −
2 Keputusan √ √ − √ − −
3 Intruksi √ √ − − − −
4 Prosedur Operasional Standar (POS) √ √ − √ − −
5 Surat Edaran √ √ − − − −
6 Surat Dinas √ √ √ √ √ √
7 Nota Dinas √ √ √ √ √ √
8 Memo* √ √ √ √ √ √
9 Surat Undangan √ √ √ √ − −
10 Surat Tugas √ √ − √ − −
11 Surat Pengantar √ √ √ √ √ √
12 Perjanjian Kerja Sama √ √ − − − −
13 Surat Kuasa √ √ √ √ √ √
14 Surat Keterangan √ √ √ √ √ √
15 Surat Pernyataan √ √ √ √ √ √
16 Pengumuman √ √ − √ − −
17 Berita Acara √ √ − √ − −
18 Surat Perintah √ √ − √ − −
19 Nota Kesepahaman √ √ − √ − −
Matriks Kewenangan Penandatanganan Naskah Dinas
Unit Pelaksana Teknis
UPT Ess II UPT Ess III UPT Ess IV
NO Jenis Naskah Dinas
Kepala Kabid/Kabag Kasubag/Ka Kepala Kepala Kepala UPT
UPT subid/Kasi UPT/Ka.Set LSF Seksi/Kasubbag
1 Peraturan* − − − − − −
2 Keputusan √ − − √ − √
3 Intruksi − − − − − −
4 Prosedur Operasional Standar (POS) √ − − √ − √
5 Surat Edaran − − − − − −
6 Surat Dinas √ √ √ √ √ √
7 Nota Dinas √ √ √ √ √ √
8 Memo* √ √ √ √ √ √
9 Surat Undangan √ − − √ − √
10 Surat Tugas √ − − √ − √
11 Surat Pengantar √ √ √ √ √ √
12 Perjanjian Kerja Sama − − − − − −
13 Surat Kuasa √ √ √ √ √ √
14 Surat Keterangan √ √ √ √ √ √
15 Surat Pernyataan √ √ √ √ √ √
16 Pengumuman √ − − √ − √
17 Berita Acara √ − − √ − √
18 Surat Perintah √ − − √ − √
19 Nota Kesepahaman − − − − − −
*: tidak dapat dilimpahkan
Terima Kasih