Anda di halaman 1dari 13

UKL-UPL

FTPP (Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan)


UNIPA 2015
UKL-UPL
Pengertian UKL dan UPL Sebagaimana disebutkan dalam
ketentuan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan hidup bahwa, setiap
jenis usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajib dilengkapi
dengan AMDAL, wajib melakukan Upaya Pengelolaan
Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan
Lingkungan Hidup (UPL). Menurut Kep. Men LH No. 86
Tahun 2002 UKL dan UPL adalah upaya yang dilakukan
dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup oleh
penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang tidak wajib
melakukan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)
Tujuan UKL-UPL
1. Tujuan Pengelolaan :
 Meningkatkan dampak positif yang diperkirakan muncul
 Mencegah dampak negatif yang diperkirakan akan timbul
 Mengurangi dampak negatif yang bakal timbul dari adanya
2. Tujuan Pemantauan :
 Mengevaluasi tingkat keberhasilan dari upaya pengelolaan.
Melakukan perubahan-perubahan terhadap metode
pengelolaan yang kurang tepat.
 Sebagai bahan untuk melakukan revisi terhadap UKL-UPL
dan DPL (Dokumen Pengelolaan Lingkungan )
Fungsi UKL-UPL
a. Sebagai acuan dalam melakukan pengelolaan dan
pemantauan atau lingkungan hidup suatu usaha dan atau
kegiatan.
b. Sebagai syarat untuk memperoleh melakukan usaha dan
atau kegiatan.
Dasar Hukum UKL-UPL
1. Pasal 3 ayat (4) PP No 27 Th. 1999 tentang Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan (AMDAL)
2. Kep. Men Negara LH No 86 Th. 2002 tentang Pedoman
Pelaksanaan Upaya pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya
Pemantauan Lingkungan Hidup
KegiatanWajib UKL dan UPL Setiap usaha dan kegiatan yang
tidak wajib dilengkapi dengan AMDAL, wajib melakukan
UKL-UPL. Ketentuan mengenai kegiatan yang wajib
melakukan UKL-UPL tertuang dalam keputusan Menteri
Lingkungan Hidup dalam Pasal 2 Ayat 1 Kepmen LH No. 89
Tahun 2002. Berdasarkan ketentuan Kepmen LH tersebut
dapat diketahui bahwa kegiatan yang wajib melakukan UKL-
UPL adalah kegiatan yang tidak wajib melakukan AMDAL.
Proses UKL-UPL
Proses UKL-UPL Pelaksanaan penyusunan dokumen UKL-UPL
memerlukan suatu prosedur dan langkah pelaksanaan penyusunan
dan penulisan dokumen. UKL-UPL memuat hal-hal sebagai berikut :
a. Identitas Pemrakarsa : Nama perusahaan,Nama
penanggungjawab rencana usaha dan/atau kegiatan ,Alamat
kantor, nomor telepon/fax
b. 2. Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Menjelaskan komponen-
komponen kegiatan rencana usaha dan/atau kegiatan yang
berpotensi menimbulkan dampak lingkungan pada tahap
prakonstruksi, konstruksi, operasi, dan pasca operasi. Hal-hal
yang perlu dicantumkan dalam dokumen UKL-UPL : Jenis
rencana usaha ,Lokasi rencana usaha ,Skala usaha
Proses UKL-UPL
c. Identifikasi Dampak Potensi Lingkungan yang AkanTerjadi. Dalam
identifikasi dampak lingkungan diuraikan secara singkat dan jelas
tentang : Kegiatan yang menjadi sumber dampak lingkungan ,Jenis
dampak lingkungan yang terjadi ,Ukuran yang menyatakan besaran
dampak lingkungan.

d. Program Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup


Program ini berupa rencana kerja dan/atau pedoman kerja yang
berisi program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
yang didasarkan pada : Usaha meminimalisasi dampak negatif dan
optimalisasi dampak positif , Kesesuaian dengan standar-standar
pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
Manfaat UKL dan UPL
Manfaat UKL dan UPL:
Manfaat UKL-UPL adalah agar dampak kegiatan terhadap
lingkungan, baik yang bersifat positif maupun negatif dapat
dikelola dan dipantau. Hal itu bertujuan agar dampak positif
dapat semakin diperbesar dan negatif dapat dicegah dan jika
muncul dapat ditangani. UKL-UPL bermanfaat bagi banyak
pihak yaitu pengelola kegiatan, pemilik modal, pemerintah,
masyarakat, dan pengembangan teknologi
Kunci Keberhasilan UKL-UPL :
Keberhasilan UKL-UPL sangat tergantung pada beberapa hal
yaitu : Relevansi rencana kegiatan dengan komponen
lingkungan terkena dampak ,Metode pengelolaan ,Metode
pemantauan ,Rencana lokasi pengelolaan dan pemantauan
,Pelaporan dan pengawasan.
Cara pengisian formulir UKL-UPL
Waktu dan Cara Pengisian Formulir UKL-UPL :
a. Formulir UKL-UPL diisi oleh Pemrakarsa sebelum rencana usaha dan
atau kegiatan tersebut dilaksanakan, atau masih dalam tahap
perencanaan.
b. Formulir sebagaimana huruf “a” di atas selanjutnya menjadi dasar bagi
pemberian rekomendasi oleh instansi yang bertanggung jawab di
bidang pengelolaan lingkungan hidup Kabupaten/Kota atau Provinsi
atau intansi yang bertanggung jawab di bidang pengelolaan lingkungan
hidup dan pengendalian dampak lingkungan (Kementrian Lingkungan
Hidup).
c. Upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup sebagaimana
termasuk dalam isian Formulir UKL-UPL, wajib dilaksanakan sejak
suatu usaha dan atau kegiatan tersebut dalam tahap perencanaan,
konstruksi, sampai dengan operasi dan pasca operasi.
Sanksi jika tdk melaksanakan UKL-UPL
Sanksi Terhadap Kegiatan yang Tidak Melaksanakan UKL-UPL :
a. Sesuai ketentuan yang berlaku, sanksi administratif dapat
dikenakan bagi usaha dan atau kegiatan yang tidak
menyusun UKLUPL, yaitu tidak akan diberikan ijin .
b. Sanksi Pidana dapat diberlakukan bagi usaha dan atau
kegiatan yang tidak menyusun UKL-UPL dan kegiatan
tersebut mencemari lingkungan hidup, yaitu sesuai dengan
Undang-undang Nomor: 23 Tahun 1997 tentang
Pengelolaan Lingkungan Hidup.