Anda di halaman 1dari 9

GEOMORFOLOGI

KELOMPOK VI
ARIANCE REGINA NAA Nim 2014 69 012
SIMON RUMBEWAS Nim 2014 69 050
NELLY NOVALIN AYORBABA Nim 2014 69 018
FERNANDO P RYAN LAWRUY Nim 2014 69
BRYEN ENJEL MNDOWEN 201
DEFENISI GEOMORFOLOGI
geomorfologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari
tentang bentuk alam dan proses yang membentuknya. Para
ahli geomorfologi mencoba untuk memahami kenapa sebuah
bentang alam terlihat seperti itu, untuk memahami sejarah
dan dinamika bentang alam, dan memprediksikan perubahan
di masa depan dengan menggunakan kombinasi pengamatan
lapangan, percobaan dan modeling
DEFENISI MARINE
• Geomorfologi asal marine merupakan bentuk lahan yang terdapat di
sepanjang pantai. Proses perkembangan daerah pantai itu sendiri
sangat dipengaruhi oleh kedalaman laut. Semakin dangkal laut maka
akan semakin mempermudah terjadinya bentang alam daerah pantai,
dan semakin dalam laut maka akan memperlambat proses terjadinya
bentang alam di daerah pantai
perkembangan bentang lahan daerah
pantai juga di pengaruhi oleh
1. Struktur, tekstur, dan komposisi batuan.
2. Keadaan bentang alam atau relief dari daerah pantai atau daerah di daerah
sekitar pantai tersebut.
3. Proses geomorfologi yang terjadi di daerah pantai tersebut yang disebabkan oleh
tenaga dari luar, misalnya yang disebabkan oleh angin, air, es, gelombang, dan arus
laut.
4. Proses geologi yang berasal dari dalam bumi yang mempengaruhi keadaan
bentang alam di permukaan bumi daerah pantai, misalnya tenaga vulkanisme,
diastrofisme, pelipatan, patahan, dan sebagainya.
5. Kegiatan gelombang, arus laut, pasang naik dan pasang surut, serta kegiatan
organisme yang ada di laut.
Karakteristik lahan marine
• Berdasarkan tahap-tahap perkembangannya, karakteristik garis pantai
Dapat dibedakan menjadi beberapa pengertian, yaitu:
1. Pantai (shore )
2. Garis pantai ( shoreline )
3. Pantai depan (foreshore )
4. Pantai belakang (backshore )
5. Pesisir ( coast ) dan garis pesisir ( coastline )
6. Endapan pantai ( beaches )
7. Lepas pantai ( off shore )
Klasifikasi lahan marine/pantai
 Antara pantai yang satu dengan garis pantai yang lainnya mempunyai perbedaan.
Perbedaan dari masing-masing jenis pantai tersebut umumnya disebabkan oleh
kegiatan gelombang dan arus laut.
Merutut Johnson, pantai dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
1. Pantai yang tenggelam ( shoreline of submergence )
Merupakan jenis pantai yang terjadi apabila permukaan air laut mencapai atau
menggenangi permukaan daratan yang mengalami penenggelaman.
Pantai tenggelam ini di bagai menjadi lima yaitu:

Lembah sungi yang tenggelam


Fjords ( lembah glasial yang tenggelam )
Bentuk pengendapan sungai
Bentuk pengendapan glasial
Bentuk permukaan hasil diastropisme
Klasifikasi lahan marine/laut
2. Pantai yang terangkat (shoreline of emergence )
Pantai ini terjadi akibat adanya pengangkatan daratan atau adanya penurunan
permukaan air laut.
3. Pantai yang netral (neutral shoreline )
Jenis pantai ini terjadi diluar proses penenggelaman dan pengangkatan,
misalnya pantai yang terjadi pada delta, terumbu karang dan gunung
api.
4.Pantai majemuk (compound shorelines )
Jenis pantai ini terjadi sebagai gabungan dua atau lebih proses diatas.
Berarti dalam suatu daerah bisa terjadi proses penenggelaman dan
pengangkatan dan sebagainya.
Hasil lahan marine
• Daerah pantai berdasarkan morfologinya, daerah pantai di
kelompokkan ke dalam 4 macam, yaitu:
1. Pantai bertebing terjal (cliff )
Pantai bertebing terjal merupakan bentuk lahan hasil pembentukan erosi marine
yang paling banyak.
2. Pantai bergisik
Pantai bergisik ini pada dasarnya merupakan daerah yang pasang surut yang
terdapat endapan marine hasil abrasi.
3. Pantai berawa payau
Rawa payau juga mencirikan daerah pantai yang tumbuh atau akresi
4. Pantai terumbu karang.
Terumbu karang terbentuk oleh aktifitas binatang karang dan jasat renik lainya.
Sekian dan Terimakasih