Anda di halaman 1dari 23

By. Jhon Riswanda, SPd,M.

Kes
AKBID PEMKAB MUARA ENIM
2011
Syarat-syarat kehamilan :
1) Ovum
2) Spermatozoa
3) Konsepsi
4) Nidasi
5) Plasentasi
MORFOLOGI OVUM

POLAR
BODY

KORONA
v RADIATA
KA

ZONA
PELLUSIDA
KV
SITOPLASMA NUKLEUS

NUKLEOLUS
Kantong Kuning Telur = Yolk Sac
Kantung Telur = Vitellus
MORFOLOGI SPERMA

KEPALA
***
* (AKROSOM)

MITOKONDRIA

LEHER

EKOR
(FLAGELA)
C D

TAHAPAN SPERMIOGENESIS : G
A – C = FASE GOLGI
D – E = FASE TUDUNG
F – G = FASE AKROSOM
FERTILISASI, terbagi dalam 3 tahap :

a) Penetrasi spermatozoa ke dalam ovum,


meliputi :
* Kapasitasi
* Pembentukan juluran akrosom
b) Aktivasi ovum setelah penetrasi
spermatozoa
c) Fusi dan singami antara pronukleus jantan
dan betina
Penetrasi Spermatozoa :
• Kontak antara spermatozoa dengan ovum
merupakan proses kimiawi antara molekul yang
terdapat dipermukaan spermatozoa dan ovum.
• Molekul yang terdapat pada membran ovum
bersifat sebagai reseptor , yang disebut :
Fertilizin.
• Sedangkan yang terdapat pada permukaan
membran spermatozoa, disebut : Antifertilizin.
• Pada penetrasi peran akrosom sangat penting.
Dalam akrosom mengandung
beberapa enzim yaitu :
1) Hialuronidase, yang dapat melisiskan matriks
cumulus oophorus.
2) Enzim penetrasi corona, yang dapat
melisiskan korona radiata.
3) Enzim Akrosin, yang bekerja terhadap zona
pellucida.
4) Enzim Neurinamidase, yang berfungsi
menginduksi terjadinya zona yang penting
untuk mencegah terjadinya Polispermi.
Aktivasi Ovum setelah Penetrasi Spermatozoa.
• Jika terjadi kontak dengan spermatozoa yang
dilanjutkan dengan penetrasi , maka ovum
memperlihatkan aktifitas kembali, antara lain :
1). Menyelesaikan pembelahan meiosis
2). Granula korteks pecah.
3). Pembentukan membran fertilisasi.
4). Peningkatan metabolisme
5). Konsumsi oksigen meningkat serta
pembentukan enzim-enzim.
Jadi ovum mengalami aktivasi kembali dengan
melakukan berbagai aktivitas berbagai kegiatan
yaitu gen-gen katif melakukan pengaturan
biogenesis.
Fusi dan Singami kedua Pronukleus.
• Fusi diawali dengan pertemuan membran
plasma ovum dan spermatozoa yang kemudian
kedua membran berfusi, kemudian inti
spermatozoa masuk ke dalam sitoplasma ovum.
• Kromosom spermatozoa akan terurai dan ini
sebagai pronukleus jantan, kemudian akan
berpasangan dengan kromosom dari ovum dan
terjadilah singami, yang kemudian akan diikuti
dengan pembelahan sel.
• Fusi dan singami ini akan menghasilkan Zigot.
Hasil Fertilisasi :
1) Pengembalian jumlah kromosom diploid : Fusi dari sel
gamet jantan dan betina haploid yang menghasilkan sel
yang diploid dengan 46 kromosom.
2) Variasi Spesies : oleh karena separoh kromosom dari
ayah dan separoh dari ibu, maka akan menghasilkan
komposisi baru dalam kromosom dan ia akan
menghasilkan variasi spesies.
3) Determinasi Seks : hal ini tergantung dari jenis
spermatozon, yang melakukan fertilisasi yaitu zigot XX
apabila spermatozon X yang melakukan fertilisasi
( wanita ) sedangkan zigot XY apabila spermatozon Y
yang melakukan fertilisasi ( laki-laki ).
4) Inisiasi tahap Segmentasi : Fertilisasi akan
menyebabkan zigot mengalami pembelahan dengan
cepat.
ORGANOGENESIS
• KEHAMILAN adalah :
berkembangnya embrio di dalam uterus sejak terjadinya
fertilisasi hingga dilahirkan. Waktu kehamilan manusia
berkisar rata-rata 266 hari atau 38 minggu.
• KONSEPSI / FERTILISASI adalah :
Suatu peristiwa bertemunya sperma dengan ovum di
ampula tuba.
• NIDASI / IMPLANTASI adalah :
Tertanamnya Blastokist ke dalam desidua → hari 5-6
setelah Konsepsi.
• PLASENTASI adalah :
Terbentuknya Plasenta → bulan ke- 4 , menggantikan
fungs C. Luteum
Organogenesis, Meliputi :
1. Proliferasi ( penggandaan ).
2. Determinasi.
3. Differensiasi.
4. Morfogenesis.
Morfogenesis, Meliputi :
1. Migrasi Sel
2. Agregasi Sel.
3. Pembentukan setempat.
4. Peleburan ( fusi ) dan pemisahan.
5. Pelipatan ( Folding ) → Invaginasi /
Evaginasi.
6. Pembengkokan ( Bending ) → Involusi /
Epiboli.
PROSES PERKEMBANGAN EMBRIO DI
DALAM RAHIM.
• Telur yang telah dibuahi oleh sperma membentuk Zigot.
• Kemudian zigot digerakkan oleh silia oviduk menuju ke
uterus. Setelah 24 jam terjadilah pembelahan sel
( Cleavage ). Pembelahan ini terjadi saat sel telur yang
dibuahi berjalan dari oviduk ke uterus, yang memakan
waktu 3-5 hari.
• Sel telur yang sudah dibuahi akan mengalami pembelahan
sel menjadi dua sel , empat sel, delapan sel, enam belas
sel dan akhirnya akan terjadi satu kelompok sel baru yang
merupakan suatu benda bundar seperti buah murbai , yang
disebut : Stadium Morula.
• Morula bertempat dibawah mukosa rahim dan masih
diselubungi oleh zona Pelusida.
• Morula kemudian membentuk bola berongga, bentuk ini
disebut Blastosit.
• Blastosit berdiferensiasi menjadi 3 bagian :
1. Sel-sel terluar disebut : Trofoblas.
2. Sel-sel bagian dalam disebut : Embrioblas.
3. Rongga berisi cairan disebut : Blastosoel .
• Proses perubahan Morula menjadi Blastosit disebut :
Blastulasi.
• Blastosit kemudian turun ke uterus dan menanamkan diri di
Endometrium atau melakukan Implantasi .
• Implantasi terjadi pada hari ke-7 atau ke-8.
• Implantasi terjadi karena sel Trofoblas mengeluarkan enzim
Proteolitik.
• Selanjutnya embrioblas membelah diri sehingga menjadi
satu kelompok sel yang sedikit menonjol dan diberi nama
Bintik Benih .
• Sel-sel lapisan Trofoblas mengeluarkan
semacam cairan sehingga antara Trofoblas
dan bagian Bintik Benih terpisah, dan antara
keduanya terbentuk suatu ruangan yang
berisi cairan yang makin lama semakin luas.
Akan tetapi antara Bintik Benih dengan
Trofoblas masih berhubungan pada satu
tempat yang dinamakan : Selom.
• Stadium ini dinamakan : stadium Blastula.
• Setelah terjadi Blastula maka stadium selanjutnya
adalah stadium Gastrula.
• Di stadium ini Bintik Benih mengalami
pertumbuhan sel yang berbeda-beda dan membagi
diri menjadi beberapa lapisan sel-sel yang
berlainan sifatnya, antara lain membentuk Lapisan
Ektoderm ( lapisan luar) yang dekat dengan
Trofoblas, lapisan Endoderm ( lapisan dalam )
yang sedikit menonjol ke dalam ruangan
Eksoselom, dan Mesoderm ( lapisan tengah ) .
• Saat embrio tumbuh → endoderm berkembang
menjadi batas epitelium gatrointestinum, alat
pernafasan, dan sejumlah organ. Mesoderm →
membentuk peritoneum, otot, tulang dan jaringan
ikat lain. Ektoderm → membentuk kulit dan sistem
syaraf.
PEMBENTUKAN MEMBRAN EMBRIO.
• Selama periode embrionik, membran embrio
terbentuk. Membran-membran ini berada di luar
embrio dan berfungsi melindungi dan memberi
makan embrio. Membran – membran tersebut
adalah kantong kuning telur , amnion, korion, dan
alantois.
1. Kantong Kuning Telur.
Kantong ini adalah membran yang dibatasi
Endoderm. Fungsi kantong ini adalah
menyediakan tempat mula-mula bagi pembentukan
darah. Kantong kuning telur juga mengandung sel-
sel yang akan berkembang menjadi
Spermatogonium atau Oogonium setelah bayi
dewasa.
2. Amnion.
Amnion merupakan membran pelindung yang tebal. Saat
embrio tumbuh, amnion menyelubungi embrio dan
membentuk ruang yang berisi cairan amnion. Cairan
amnion melindungi embrio dari gesekan dan membantu
regulasi suhu tubuh embrio.
3. Korion.
Korion merupakan derivat dari Ektoderm dan Mesoderm
Trofoblas. Korion menjadi bagian utama plasenta. Korion
ini menyelubungi amnion dan kantong kuning telur.
4. Alantois.
Alantois berupa membran vaskuler kecil yang merupakan
tempat mula-mula pembentukan darah. Fungsi alantois
adalah untuk respirasi, saluran makanan , dan eksresi.
PEMBENTUKAN PLASENTA ( ARI-ARI ATAU
TEMBUNI ).
Pada bulan ke-3, terjadi pembentukan plasenta.
Plasenta terbentuk pipih dan berkembang dari
korion dan sebagian Endometrium .
Fungsi Plasenta adalah :
• Memungkinkan Oksigen dan makanan dari darah
ibu berdifusi ke darah janin.
• Memungkinkan Karbon dioksida dan sisa
metabolisme janin berdifusi ke darah ibu.
• Menyuplai makanan seperti karbohidrat, protein,
kalsium dan besi ke tubuh janin.
• melindungi mikroorganisme masuk ke tubuh janin.
• Menghasilkan beberapa hormon yang dibutuhkan
untuk memelihara kehamilan.
• TALI PUSAR.
Selama pertumbuhan embrio, pada korion tumbuh struktur
seperti jari-jari yang disebut : Vili Korion, mengandung
pembuluh darah janin dari Alantois. Vili korion tumbuh terus
hingga terendam pada ruang darah ibu yang disebut : ruang
intervili.
• Darah ibu dan janin akan berdekatan, namun tidak
bercampur.
• Fungsi Vili korion adalah tempat pertukaran Oksigen, dan
makanan dari darah ibu ke janin.
• Dari pembuluh darah pada Vili, makanan akan di sirkulasi
ke vena umbilikus ( Pusar ), dan sisa metabolisme janin
akan meninggalkan janin lewat Arteri Umbilikus ( Pusar )
dan berdifusi ke darah janin.
• Tali pusar tersusun atas lapisan terluar amnion yang
mengandung Arteri Umbilikus dan Vena Umbilikus serta
diperkuat oleh jaringan ikat pipih dari Alantois.
• Apabila bayi telah lahir maka tali pusar akan tetap
menempel di perut bayi hingga beberapa hari. Setelah tali
pusar tanggal, akan meninggalkan bekas di perut yang
sering disebut : Pusat.