Anda di halaman 1dari 16

Anggota:

 Dyah Rahayu Sawitri


 Rodiah Asih Rianti
 Yessyta Anggraini D
 Septia Agus Dayani
 Novia Asdika Putri
 Thesya Aulia Habibah
 Patmayasini
 Nuraini Firmaya
 Ade Murtika
 Anisa Safitri
 Fina Novalia
 M.Yuhanda
 Patma Yasini
 Radioimmunoassay adalah metode yang
mengukur adanya antigen dengan sensitivitas
yang sangat tinggi. RIA (Radioimmunoassay)
adalah salah satu teknik immunoassay yang
lebih baik dan lebih sensitif.
 Meskipun RIA masih merupakan teknik yang
layak, namun sebagian besar telah digantikan
oleh CL dan EIA di sebagian besar
laboratorium klinis.
 Reaksi antara antibody (dalam konsentrasi
terbatas) dengan berbagai konsentrasi
antigen. Digunakan untuk menemukan
antigen tunggal/antibodi dalam cairan
biologis tunggal dan Tehnik pemeriksaan
untuk menentukan antibodi/antigen dengan
reagen yang bertanda zat radioaktif
 Penggunaan radioimmunoassay bervariasi
dan termasuk bank darah skrining untuk
hepatitis, deteksi narkoba, virus pelacakan,
deteksi dini leukemia dan kanker lainnya,
pengukuran hormon pertumbuhan manusia,
dan bantuan dalam mendeteksi berbagai
jenis tukak seperti tukak lambung.
 Selain uji hormone dan darah, RIA dapat
diterapkan pada berbagai zat lain yang
memiliki impor medis: digitalis, morfin, LSD,
carcino-embrio antigen (CEA), hepatitis-
terkait antigen (HAA), siklik adenosin
monofosfat-(AMP), barbiturat, asam folat,
vitamin B-12, dan faktor rheumatoid
 Keuntungan
Keuntungan utama dari RIA, dibandingkan dengan
immunoassays lainnya, adalah sensitivitas yang
lebih tinggi, deteksi sinyal mudah, dan mapan,
tes cepat.
 kelemahan
Kelemahan utama adalah risiko kesehatan dan
keselamatan yang ditimbulkan oleh penggunaan
radiasi dan waktu dan biaya yang terkait dengan
mempertahankan keselamatan radiasi berlisensi
dan program pembuangan
 Imunokromatografi ASSAY (ICA) atau disebut
juga aliran samping (lateral flow test) atau
dengan singkat disebut uji strip (strip test)
tergolong dalam kelompok imuno ASSAY
berlabel sampel seperti imunofluerens (IF)
dan imuno enzim (EIA).
1. HbsAg
 Metode : imunokromatografi
 Prinsip : imunokromatografi dengan prinsip
serum yang diteteskan pada bantalan sampel
bereaksi dengan partikel yeng telah dilapisi
dengan anti HBs (antibodi). Campuran ini
selanjutnya akan bergerak sepanjang strip
membran untuk berikatan dengan antibody
spesifik. Pada daerah tes, sehingga akan
menghasilkan garis warna.
2. Plano test
 Metode : imunokromatografi
 Tujuan : HCG merupakan suatu tahap tes
yang menggunakan urine secara
imunokromatografi untuk mendeteksi adanya
human karionik gonadotropin dalam urine
dan juga mendeteksi adanya kehamilan
3. Narkoba
 Pra analitikMetode : Imunokromatografi
 Tujuan : untuk mengetahui ada tidaknya
narkoba pada pasien
 Prinsip : Berdasarkan prinsip pemeriksaan
Imunokromatografi methamphetamine akan
terbentuk garis merah jika terdapat narkoba
jenis mertham pethamin.
4. Pemeriksaan dengue
 Demam berdarah dengue masih merupakan masalah
kesehatan yang penting di Indonesia, sebab
prevalensinya maupun angka kematiannya tergolong
tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue
yang termasuk virus Arbo.
 Metode : Imunokromatografi
 Prinsip : bila antibody lgM dan lgG dari virus dengue
dalam sampel akan ditemukan secara spesifik oleh
antibody anti human lgM dan lgG yang terikat pada
membrane netro selulosa sebagai fase padat,
kemudian berikatan dengan anti dengue yang telah
membentuk kompleks dengan gold babelled anti
dengue monokorald antibody dan member warba
pink pada garis test.
5. Pemeriksaan HIV
 Metode : Imunokromatografi
 Tujuan : Untuk Mengetahui Adanya Human
Imuno Defisiensi Virus pada serum pasien
 Prinsip : ultra rapid test device
(serum/plasma) adalah bersifat kualitatif
selaputnya memiliki kekebalan dengan
system antigen ganda untuk mendeteksi
antibody terhadap antibody HIV dalam serum
atau plasma.
6. Pemeriksaan HCV
 Metode : Imunokromatografi
 Tujuan : Untuk mengetahui adanya virus
hepatitis C dalam serum