Anda di halaman 1dari 31

Telaah ilmiah

DISLOKASI LENSA Disusun Oleh:


M. Rifqi Ulwan Hamidin 04084821820067

Pembimbing:
dr. H. Alie Solahuddin, Sp.M(K)

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MATA


RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2018
OUTLINE

BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III KESIMPULAN


BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Dislokasi lensa atau yang disebut juga Ectopia Lentis adalah
keadaan dimana terjadinya perpindahan lensa dari posisi
normalnya. Dislokasi lensa dapat terjadi secara total (luxation)
atau sebagian (subluxation).

Dislokasi Lensa dapat terjadi sebagai akibat dari trauma pada


mata atau terkadang karena adanya kelainan herediter dari
zonula lensa.
Dimana tingkat kejadian dislokasi lensa akibat trauma lebih
tinggi jika dibandigkan dengan dislokasi lensa akibat penyakit
herediter.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi dan Fisiologi Lensa

Anatomi
Anatomi
•Indeks
Lensa merupakan
refraktif strukturadalah
lensa seperti 1,39
kristal,dan
avaskular,
kekuatantransparan,
total lensa
biconvex yang terletak di antara iris dan vitreous pada fossa patellar.
adalah 15-16 D. Kekuatan akomodatif dari lensa
•bervariasi berdasarkan
Lensa memiliki usia,mm
diamater 9-10 yaitu:
dan ketebalan dari lensa
bervariasi berdasarkan usia, dari 3,5 mm (pada saat lahir) samapa 5
• mm
14-16
(padaDusia
(pada saat lahir);
lanjut).
•• Lensa
7-8 Dmemiliki
(Pada variasi25
usia berat dari 135
tahun); danmg (0-9 tahun) sampai 255 mg
(40-80 tahun).
• 1-2 D (pada usia 50 tahun)
Anatomi dan Fisiologi Lensa
Anatomi
LensaFibers,
Lens memilikitersusun
2 permukaan,
dari: yaitu:
• Nukleus:
Permukaan anterior
• Permukaan
Nukleus Embrionik
posterior
Lensa
Nukleus
terdiriFetal
dari beberapa struktur.
• Kapsul
Nukleus Infantile
• Epitel
Nukleus
anterior
Dewasa
• Korteks
Serat lensa
• Ligamentum Suspensorius lensa (Zonula
zanii)
Anatomi dan Fisiologi Lensa
Akomodasi
• Akomodasi merupakan suatu
proses ketika lensa merubah fokus
untuk melihat benda dekat. Pada
proses terjadi perubahan bentuk
lensa yang dihasilkan oleh kinerja
otot siliaris pada serabut zonular.
• Lensa merupakan satu-satunya
struktur mata yang bisa mengatur
kekuatan refraksinya melalui proses
akomodasi, semakin dekat objek
dari mata maka lensa akan semakin
menebal untuk memfokuskan
bayangan objek sebaliknya semakin
jauh objek maka kekuatan refraksi
semakin kecil.
Dislokasi Lensa
Definisi:
• Dislokasi lensa atau yang disebut juga
ectopia lentis adalah keadaan dimana
terjadinya perpindahan lensa dari posisi
normalnya.
• Dislokasi lensa adalah keadaan dimana
lensa kristalina bergeser atau berubah
posisinya dari kedudukan normalnya
akibat rupturnya zonula zinii sebagai
pemegangnya
Dislokasi Lensa
Klasifikasi
Ectopia lentis dapat terjadi secara:
• Total (Luksasi), atau
- Luksasi lensa anterior
- Luksasi Lensa Posterior
• Parsial/sebagian (Subluksasi).
Dislokasi Lensa
Klasifikasi
Ectopia lentis dapat terjadi secara:
• Total (Luksasi), atau

• Parsial/sebagian (Subluksasi).
- Minimum – mild
- Moderate
- Severe
Dislokasi Lensa
Epidemiologi
• Laki-laki >
Perempuan

>
• Dislokasi lensa dapat menyebabkan
gangguan penglihatan, yang dapat
menganggu aktivitas. Derajat gangguan
visual bervariasi sesuai dengan derajat
dislokasi lensa yang terjadi
• Dislokasi akbat trauma > penyakit
herediter.
Dislokasi Lensa
Etiologi
Dislokasi lensa dapat disebabkan oleh:
- Accuired:
Penyakit Herediter, dibagi menjadi:
1.Trauma
Ektopia lentis herediter tanpa manifestasi
sistemik:
Mata yang besar (Miopia tinggi,
- Bupthalmos)
Familial ectopia lentis
• Merupakan
Tumor pada uvea.
penyakit AD (autosomal
dominan).
• DitandaiHerediter.
- Penyakit dengan dislokasi lensa bilateral
superotemporal yang simetris.
• Bisa bermanifestasi sejak lahir atau
terjadi pada usia yang lebih tua.
Dislokasi Lensa
Etiologi
Dislokasi lensa dapat disebabkan oleh:
Penyakit Herediter, dibagi menjadi:
1. Ektopia lentis herediter tanpa manifestasi
sistemik:
- Ectopia Lentis et pupillae
• Merupakan penyakit AR (autosomal
resesif).
• Ditandai dengan dislokasi dari lensa dan
pupil pada arah yang berlawanan.
• Temuan klinis lain yang dapat dijumpai
adalah transiluminasi iris, diameter
kornea besar, glaukoma, katarak, dan
microspherosphakia.
Dislokasi Lensa
Etiologi
Dislokasi lensa dapat disebabkan oleh:
Penyakit Herediter, dibagi menjadi:
1. Ektopia lentis herediter tanpa manifestasi
sistemik :
- Aniridia
• Adalah kondisi yang ditandai dengan
tidak adanya seluruh atau sebagian dari
iris.
• Terkadang juga disertai dengan dislokasi
lensa.
Dislokasi Lensa
Etiologi

Dislokasi lensa dapat disebabkan


oleh:
Penyakit Herediter, dibagi
menjadi:
2. Ektopia lentis dengan
manifestasi sistemik:
Marfan Syndrome
• Pada marfan syndrome terjadi
mutasi pada gen fibrilin-1
(FBN1) pada kromosom 15q21.
• Dislokasi lensa (80% ) bilateral
dan simetris.
Dislokasi Lensa
Etiologi
Dislokasi lensa dapat disebabkan oleh:
Penyakit Herediter, dibagi menjadi:
2. Dengan asosiasi sistemik
Well-Marchesani Syndrome
• Merupakan penyakit jaringan ikat sistemik yang
jarang terjadi, secara konseptual kebalikan dari
sindroma marfan, (perawakan pendek,
brachydactyly, jari tangan dan kaki gemuk, sendi
kaku, cacat mental)
• Autosomal resesif.
• Dislokasi lensa yang terjadi pada sindroma ini
terjadi pada bagian inferior (50% kasus)
Dislokasi Lensa
Etiologi
Dislokasi lensa dapat disebabkan oleh:
Penyakit Herediter, dibagi menjadi:
2. Dengan asosiasi sistemik
Homocysteinuria
• Merupakan penyakit autosomal resesif dengan lokus gen pada kromosom 21q.22.3.
• Dislokasi lenda pada penderita homosistinuria biasanya inferonasal dan terjadi pada usia
25 tahun pada kasus yang tidak diterapi.
• Zonula yang normalnya mengandung kadar sistein yang tinggi terdisintegrasi, sehingga
biasanya fungsi akomodasi hilang.
Dislokasi Lensa
Patogenesis

Gangguan atau disfungsi dari serat-serat zonula lensa, tanpa


memperhatikan penyebab (trauma atau kondisi herediter), merupakan
patofisiologi yang mendasari terjadinya ektopia lentis. Derajat
kerusakan zonula menentukkan derajat dislokasi dari lensa
Dislokasi Lensa
Manifestasi Klinis Manifestasi Klinis

Gejala-gejala dislokasi lensa • Miopia ringan-berat


tergantung pada keparahan dari • Pandangan kabur
perpindahan lensa dan gejala
dapat bervariasi dari miopia • Phacodonesis
ringan sampai miopia berat,
silindris dan fluktuasi visus.
Diagnosis Dislokasi Lensa
Anamnesis fisik dan penunjang
Pemeriksaan
Pemeriksaan-pemeriksaan yang dapat dilakukan:
• riwayat trauma
• Pemeriksaan beserta mekanismenya
Visus
• riwayat penyakit
• Pemeriksaan mata
Okular sebelumnya, contohnya seperti riwayat
eksternal
operasi mata , glaukoma, ablasio retina.
• Pemeriksaan Slit Lamp
• riwayat penyakit lain (sindroma marfan, sindroma Well-
• Retinoskopi
Marcherani,dan
homosisteinuria,
refraksi dll)
• onset, sejak kapan keluhan dirasakan.
• Keluhan gangguan visual, pandangan ganda, nyeri mata, pada satu
mata atau kedua mata.
DislokasI Lensa

Diagnosis Banding Komplikasi

• Intraocular lens (IOL) • Refractive error (miopia


dislocation lentikular)
• Pseudoexfloliation syndrome • Distorsi optis yang
(PES) disebabkan oleh astigamatius
• Traumati catarac dan/atau efek dari tepi lensa
• Glaukoma
• Lens-induced uveitis
Dislokasi Lensa
Tatalaksana Farmakologis

Tanpa adanya riwayat trauma terdahulu, Tatalaksana pada dislokasi lensa ke


pasien dengan dislokasi lensa bagian bilik depan mata dapat dimulai
berkemungkinan memiliki penyakit sistemik dengan terapi farmakologis berupa
(homosisteinuria, Sindroma Well- pemberian midriasis atau sikloplegia (untuk
Marchesani, dan sindroma marfan) yang memungkinkan migrasi posterior lensa
berpotensial memiliki efek yang merusak, dibelakang iris) dengan disertai masase
oleh karena itu kerjasama tatalaksana okular dalam keadaan kelopak tertutup guna
bersama membantu dalam migrasi posterior.
Dislokasi Lensa
Non-Farmakologis
Terapi non-farmakologis, berupa:
1. Spectacle Correction: Indikasi dilakukannya tindakan lensectomy pada
penderita dengan dislokasi lensa adalah:
mengkoreksi astigamtikus yang diinduksi oleh
lensa yang miring pada mata dengan sublukasi • Dislokasi lensa anterior
ringan. • Lens-induced uveitis
• Lens-induce Glaucoma
2. Surgical Removal • Anisometropia atau gangguan refraksi yang
• Lensectomy tidak dapat ditatalaksana dengan koreksi optis.
• Laser iridotomi perifer atau iridektomi pada • Impending dislocation lensa
keadaan blokade pupil (pada pasien dengan
Well-Marchesani Syndrome dengan
mikrosperokpakia)
BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan

• Dislokasi lensa atau yang disebut juga ectopia lentis adalah keadaan dimana
terjadinya perpindahan lensa dari posisi normalnya. Ectopia lentis dapat terjadi
secara total (Luksasi), atau terjadi secara parsial/sebagian (Subluksasi). Ektopia
lentis dapat berupa penyakit herediter maupun didapat.
• Gangguan atau disfungsi dari serat-serat zonula lensa, tanpa memperhatikan
penyebab (trauma atau kondisi herediter), merupakan patofisiologi yang
mendasari terjadinya ektopia lentis.
• Tatalaksana pada dislokasi lensa dibagi menjadi 2, yaitu: Spectacle correction dan
terapi operatif
TERIMA KASIH