Anda di halaman 1dari 59

Risk Management

( Hazard Identification, Risk Assesment, Determining Control )


Pemateri

Nama : Edwin Jarot


Departemen : Quality Assurance
Position : QHSE

2
Outline
Latar Belakang
Tujuan dan Manfaat Workshop
Standar Penerapan
Istilah dan Definisi
Persyaratan Manajemen Risiko (HIRADC)
Proses Manajemen Risiko (HIRADC)
Latar Belakang Workshop

 GAP Analysis SMK3 --> 45,47 %

 Set-Up Sistem Manajemen K3

 Belum dilakukan Manajemen Risiko (HIRADC)


secara menyeluruh
 HSE Internal Training Program
Tujuan dan Manfaat Pelatihan

 Meningkatkan pemahaman mengenai proses


Manajemen Risiko (HIRADC) dan persyaratannya

 Perencanaan dan Pelaksanaan Proses Manajemen


Risiko (HIRADC) yang efektif

 Menurunkan seluruh tingkat risiko sampai level


yang dapat diterima (Acceptable Risk)
Standar Penerapan
 Undang-Undang RI No.1 Tahun 1970 tentang
Keselamatan Kerja
 Permenaker No.5/MEN/1996 tentang Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3). (Lampiran I Pedoman Penerapan SMK3,
Klausa 2.1 Perencanaan Identifikasi Bahaya,
Penilaian dan Pengendalian Risiko)
 OHSAS 18001 : 2007 clause 4.3.1.Hazard
Identification, Risk Assesment and Determining
Control (HIRADC)
ISTILAH DAN DEFINISI

OHSAS 18001:2007 – definisi 3.12


ISTILAH DAN DEFINISI

OHSAS 18000:2007 - definisi 3.6


ISTILAH DAN DEFINISI
JENIS-JENIS BAHAYA :

1.Bahaya Fisik ( Physical Hazard)

2.Bahaya Kimia (Chemical Hazard)

3.Bahaya Biologi (Biological Hazard)

4.Bahaya Psikososial (Psychosocial Hazards)


ISTILAH DAN DEFINISI
A.Bahaya Fisik (Physical Hazard) :
Permukaan licin dan tidak rata.
Bekerja di ketinggian.
Kejatuhan benda dari atas.
Terjepit, terlilit dan terbakar
Bahaya transportasi.
Kebakaran dan ledakan.
Energi berbahaya seperti listrik, radiasi,
kebisingan atau getaran.
Temperatur yang tidak nyaman.
ISTILAH DAN DEFINISI
Physical – Ergonomic :
Posisi duduk salah.
Pergerakan yang sama terus menerus.
Desain yang kurang baik.
Tata ruang yang kurang baik.
Membungkuk berlebihan.
Cara mengangkat tidak tepat.
Desain peralatan yang kurang baik
Environmental – Ergonomic :
Penerangan yang kurang.
Ventilasi yang kurang.
Pengontrolan temperatur yang kurang baik.
Pengaturan kelembaban yang kurang baik.
ISTILAH DAN DEFINISI
B.Bahaya Kimia (Chemical Hazard) :
Menghirup uap, gas atau partikel bahan
kimia berbahaya
Kontak dengan bahan kimia berbahaya.
Tertelan bahan kimia berbahaya.
Bahan kimia Eksplosif, Flammable, Korosif
dan Toksik.
ISTILAH DAN DEFINISI
C.Bahaya Biologi (Biological Hazard) :
Serangan virus atau bakteri.
Tertular virus atau bakteri.
Sengatan binatang.
Gigitan binatang berbisa
ISTILAH DAN DEFINISI
D.Bahaya Psikososial (Psychosocial Hazard) :
Beban kerja yang berlebihan.
Komunikasi yang kurang.
Kekerasan fisik di tempat kerja.
Pelecehan dan intimidasi.
Jam kerja yang tidak sesuai.
ISTILAH DAN DEFINISI

OHSAS 18000:2007 - definisi 3.21


ISTILAH DAN DEFINISI

OHSAS 18000:2007 - definisi 3.7


ISTILAH DAN DEFINISI
ISTILAH DAN DEFINISI
Logika terjadinya kecelakaan
Setiap kejadian kecelakaan, ada hubungan
mata rantai sebab-akibat (Domino Squen)

LACK OF BASIC
CONTROL CAUSES
(LEMAHNYA Sebab dasar IMMIDIATE INSIDENT
KONTROL) CAUSES LOSSES
(Penyebab langsung)
ISTILAH DAN DEFINISI
Penyakit Akibat Kerja (PAK)
(Occupational Diseases) adalah
penyakit yang disebabkan oleh
pekerjaan atau lingkungan
kerja (Permenaker No. Per.
01/Men/1981).

Penyakit Akibat Kerja (PAK)


(Occupational Diseases) adalah
penyakit yang diderita sebagai
akibat pemajanan terhadap
faktor-faktor yang timbul dari
kegiatan pekerjaan (ILO,1996).
ISTILAH DAN DEFINISI
Identifikasi Bahaya :
Proses mengenali bahwa suatu bahaya eksis dan
menentukan karakteristiknya.

OHSAS 18000:2007 - definisi 3.6


ISTILAH DAN DEFINISI
Analisa Risiko :
Proses evaluasi resiko yang muncul dari suatu
bahaya, dengan mempertimbangkan bentuk
pengendalian yang ada, dan memutuskan
apakah resiko dapat diterima atau tidak.

OHSAS 18000:2007 - definisi 3.22


ISTILAH DAN DEFINISI
Acceptable Risk :
Resiko yang telah dikurangi ke tingkat yang
dapat ditoleransi oleh organisasi, dengan
mempertimbangkan persyaratan peraturan
perundangan K3 dan kebijakan K3.

OHSAS 18000:2007 - definisi 3.1


ISTILAH DAN DEFINISI
Sistem Manajemen K3 :
Bagian dari suatu sistem manajemen
organisasi (3.17) yang digunakan untuk
mengembangkan dan menerapkan kebijakan
K3 (3.16) organisasi dan mengelola risiko-
risiko K3 (3.21) organisasi.
CATATAN 1: suatu sistem manajemen merupakan sekumpulan elemen-elemen yang
saling terkait yang digunakan untuk menetapkan kebijakan dan tujuan dan untuk
mencapai tujuan tersebut
CATATAN 2: Suatu sistem manajemen termasuk struktur organisasi, aktivitas
perencanaan (termasuk, misalnya, penilaian risiko dan penetapan tujuan), tanggung
jawab, praktek, prosedur (3.19), proses dan sumber daya
CATATAN 3: Diadopsi dari ISO 14001:2004, 3.8

OHSAS 18001:2007 - definisi 3.13


Model Sistem Manajemen K3

PERBAIKAN
BERKELANJUTAN
ISTILAH DAN DEFINISI

Manejemen Risiko :
Penerapan secara
sistematis dari kebijakan
manajemen, prosedur dan
aktivitas dalam kegiatan
Identifikasi Bahaya,
Penilaian Resiko,
Penanganan, Pemantauan
Resiko serta peninjauan
Resiko.
ALUR MANAJEMEN RISIKO (HIRADC)

Identify Hazard Maintain By Routine Procedures

Assess Potential
Risk

YES Implement
Risk Evaluation Is Risk acceptable Program &
?
Control

NO
Determine Risk
Level A2

Determine Control Develop Action


Register Risk to Reduce Risk Plan/PROGRAM
ALUR MANAJEMEN RISIKO (HIRADC)
1.Persiapan

2.Identifikasi Bahaya

3.Penilaian Risiko

3.Kemungkinan 3.Keparahan

3.Evaluasi Risiko

4.Pengendalian
Risiko
Persyaratan HIRADC
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko mencakup :
Aktivitas rutin dan tidak rutin
Aktivitas seluruh personel di ke tempat kerja
Perilaku, kemampuan dan faktor-faktor manusia
Bahaya-bahaya yang timbul dari luar tempat
kerja
Bahaya-bahaya yang terjadi di sekitar tempat
kerja
Prasarana, peralatan dan material di tempat
kerja.
Persyaratan HIRADC
Perubahan-perubahan di dalam organisasi.
Modifikasi sistem manajemen K3.
Adanya kewajiban perundangan yang relevan
terkait.
Rancangan area-area kerja, proses-proses,
instalasi-instalasi, mesin/peralatan dan
prosedur operasional.
Manfaat Manajemen Risiko
1.Bahan Pelatihan :
Karyawan baru
Instruksi sebelum bekerja
2.Alat bantu dalam penyelidikan kecelakaan.
3.Menghilangkan atau mengurangi kecelakaan
dan penyakit akibat kerja
4.Menetapkan standar kinerja (Prosedur dan
Instruksi Kerja)
Identifikasi Bahaya
A.Metoda Identifikasi Bahaya :
1.Berjalan mengelilingi area kerja.
2.Wawancara dengan pekerja.
3.Histori dan analisa kegagalan.
4.Data kecelakaan dan penyakit akibat
kerja.
5.Brainstorming.
Identifikasi Bahaya
B.IDENTIFIKASI BAHAYA HARUS MEMPERHATIKAN :
1.Bagaimana cidera dapat terjadi ?
2.Apa yang akan terjadi jika saya lakukan ?
3.Seberapa parah akibat yang terjadi ?

C.ALAT IDENTIFIKASI BAHAYA :


JSA, FTA, ETA, WHAT IF, HAZOP, FMEA dll.
Exercise

Tentukan Potensi Bahaya, Jenis Bahaya dan


Dampak daripada Bahaya dari kondisi sbb :
Soal 1
DESKRIPSI BAHAYA :

JENIS BAHAYA :

DAMPAK BAHAYA :
Soal 2
DESKRIPSI BAHAYA :

JENIS BAHAYA :

DAMPAK BAHAYA :
Soal 3
DESKRIPSI BAHAYA :

JENIS BAHAYA :

DAMPAK BAHAYA :
Soal 4
DESKRIPSI BAHAYA :

JENIS BAHAYA :

DAMPAK BAHAYA :
Soal 5
DESKRIPSI BAHAYA :

JENIS BAHAYA :

DAMPAK BAHAYA :
Evaluasi Risiko
A.Two Methods Risk Assesment :
1.Base Risk Assesment ( OHSAS 18001 : 1999)
2.Residual Risk Assesment (OHSAS 18001 : 2007)

B. Three Types Risk Assesment :


1.Qualitative  Risk Matrix, Checklist/Questioner, etc.
2.Semi Quantitative  Ranking, Voting Table/Scoring, etc.
3.Quantitative  HAZOP, FMEA, Computer Modelling, etc.

C. Evaluate The Risk :


- Risk = Likelyhood X Consequences .
- Risk = Possibility X Frequency X Severity.
Matriks Penilaian Risiko
Nilai kemungkinan dari kejadian / dampak
PENJELASAN KUALITATIF FREKUENSI
NILAI DESKRIPSI
(POTENSIAL) (AKTUAL)
1 Terjadi Mungkin hanya akan terjadi pada Peristiwa yang mungkin
Jarang (Rare) kondisi yang luar biasa terjadi minimal 1 kali /
beberapa tahun

Kemungkinan Dapat terjadi suatu saat Peristiwa yang mungkin


2 Kecil Terjadi terjadi minimal 1 kali / tahun
(Unlikely)
3 Mungkin Terjadi Mungkin terjadi suatu saat Peristiwa atau kejadian yang
(Possible) mungkin terjadi minimal 1
kali / bulan
4 Kemungkinan Mungkin akan terjadi pada Peristiwa yang mungkin
Besar terjadi berbagai keadaan terjadi minimal 1 kali /
(Likely) minggu

5 Sering Terjadi Diharapkan akan terjadi pada Peristiwa yang mungkin


(Almost certain) berbagai keadaan terjadi minimal 1 kali / hari
Nilai severity dari suatu kejadian

DAMPAK KESEHATAN DAN


NILAI DESKRIPSI NILAI KERUGIAN PROPERTY
KESELAMATAN
1.Tidak ada cedera,
Tidak signifikan
1 2.Tidak ada gangguan kesehatan Kerugian Property < Rp.50.000
(Insignificant)
3.Tidak nyaman / ada keluhan.
1.Perlu pengobatan P3K
Cidera Ringan Kerugian Property
2 2.Pertolongan medis/rawat jalan
(Minor) Rp.50.000 < x < Rp.100.000
3.Gangguan kesehatan temporer.
1.Perlu rawat inap
Cidera Berat 2.Tidak bisa melanjutkan pekerjaan Kerugian Property
3
(Medium) 3.Penyakit kronis menyerang Rp.100.000 < x < Rp.500.000
sebagian tubuh.
1.Cacat Permanen
Cacat tetap Kerugian Property
4 2.Penyakit kronis berkepanjangan
(Major) Rp.500.000 < x < Rp.50.00.000
menyerang seluruh tubuh
Kerugian Property
1.Kematian
Bencana > Rp.50.00.000 atau
5 2.Penyakit kronis yang dapat
(Catastrophic) mengakibatkan perusahaan
menyebabkan kematian.
berhenti beroperasi / tutup.
Tingkat Risiko
Risk Level Description Risk Value Index Colour
I Sepele 1-2
(Trivial)
II Diterima 3-5
(Acceptable)
III Sedang 6-9
(Moderate)
IV Tinggi 10-16
(Substantial)
V Ekstrim >16
(Unacceptable)

Risk Factor Value calculation: Risk = Likelihood x Severity


Tindak Lanjut
Tingkat Risiko Action Plan Penanggung Jawab
Trivial Tidak dibutuhkan tindak Karyawan
lanjut
Acceptable Dalam waktu 1 tahun Supervisor/Section
Head
Moderate Dalam waktu 6 bulan Sub Dept. Head

Substantial Dalam waktu 3 bulan Dept.Head

Unacceptable Dalam waktu 1 bulan. Director


Penentuan Pengendalian Risiko
TINGKAT
ACTION
RISIKO
Trivial Tidak diperlukan tindakan dan kendalikan dengan cara yang sudah ada.

Acceptable Tidak memerlukan pengendalian tambahan, pengendalian diperlukan jika ada


peraturan perundangan yang belum dipenuhi dan kendalikan dengan
prosedur rutin yang sudah ada.
Moderate
Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko dengan
memperhatikan ketentuan peratuan perundangan berlaku.

Substantial Resiko tidak dapat diterima. Pekerjaan sebaiknya tidak dilakukan sampai
tingkat risiko diturunkan dan membutuhkan perhatian level manajer
Penggunaan sumberdaya dapat dipertimbangkan untuk dialokasikan dalam
menurunkan risiko.
Unacceptable Resiko tidak dapat diterima. Pekerjaan tidak boleh dilakukan atau harus
dihentikan sampai tingkat risiko diturunkan dan membutuhkan perhatian
dari manajemen senior / dewan direksi.
Penggunaan sumberdaya wajib dialokasikan untuk menurunkan risiko.
Tindak Lanjut / Program

Hal-hal yang harus dipertimbangan ketika


membuat action plan / program:
Action plan harus dibuat pada nilai risiko yang
Sedang, Tinggi dan Ekstrim (Unacceptable).
Action plan harus menggunakan prinsip
S.M.A.R.T
Prinsip Pengendalian Risiko
1.Menghindari Risiko ( Risk Avoidance )
2.Mengalihkan Risiko ( Risk Transfer )
3.Mengurangi Risiko ( Risk Reduction )
4.Mengurangi Kemungkinan (Likelyhood
Reduction)
Hirarki Pengendalian Risiko
1. Eliminasi
Menghilangkan sumber bahaya di tempat kerja.
1.Metoda yang paling efektif.
2.Hentikan proses kerja.
3.Biasanya susah untuk diaplikasikan dalam
pelaksanaan.
2.Substitusi
Mengganti dengan bahan/proses yang lebih
aman. Prinsipnya tidak menghilangkan risiko
akan tetapi merubahnya. Contoh :
1.Mengganti bahan serbuk dengan pasta.
2.Proses menyapu diganti dengan vacum.
3.Mesin diesel diganti dengan mesin electric.
3.Rekayasa Teknik
Melakukan modifikasi terhadap mesin, alat kerja
dan lingkungan kerja.
Contoh :
1.Pemasangan alat pelindung mesin (machine
guarding).
2.Pemasangan ventilasi (general ventilation).
3.Pemasangan alat sensor otomatis.
4.Administratif
Merubah cara melakukan pekerjaan dengan cara
yang lebih baik
Contoh :
Pemisahan lokasi, pergantian shift, metode kerja,
rambu-rambu, ijin kerja (permitt), pembatasan
akses, LOTO dll
5.Alat Pelindung Diri (APD)
Hanya digunakan jika teknik pengendalian lain
tidak memungkinkan untuk diaplikasikan.
Alternatif terakhir pencegahan.
Penyeleksian jenis dan kesesuaiannya.
Terdapat potensi muncul bahaya baru.
Komunikasi dan Konsultasi
Manajemen Risiko yang telah dibuat
dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dengan
cara :
1.Pelatihan
2.Briefing
3.Dipasang di area kerja atau dituangkan dalam
prosedur.
Monitor dan Tinjau Ulang
Untuk mengetahui efektifitas Manajemen Risiko,
maka perlu dilakukan monitor dan review secara
berkala. Bentuk monitor dan review bisa dalam
bentuk :
1.Inspeksi
2.Audit
3.Analisa Statistik Kecelakaan
Summary
Latar Belakang
Tujuan dan Manfaat Workshop
Standar Penerapan :
a. UU No.1/1970 Keselamatan Kerja
b. Permenaker No.5/1996 SMK3, klausa 2.1
c. OHSAS 18001 : 2007 Klausa 4.3.1
Summary
Istilah dan Definisi :
a.Bahaya
b.Risiko
c.Manajemen Risiko
d.Kecelakaan
e.Penyakit akibat kerja
f.Identifikasi bahaya
g.Analisa Risiko
h.Sistem Manajemen K3
i.Acceptable Risk
Summary

Persyaratan Manajemen Risiko (HIRADC)


10 Persyaratan Manajemen Risiko
Proses Manajemen Risiko (HIRADC)
a.Identifikasi Bahaya
b.Penilaian Risiko
c.Pengendalian Risiko
Workshop

Membuat contoh Risk Management --> ( 10 menit )


Presentasi group --> (5 menit)

Next Step :
Melakukan identifikasi di area kerja masing-masing :
1.Draft --> Target 15 April 2016
2.Review Lapangan --> Target 16 - 30 April 2016