Anda di halaman 1dari 68

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

REPUBLIK INDONESIA

SOSIALISASI PERMENDAGRI No.86 TAHUN 2017


Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah
Tata Cara Evaluasi Ranperda tentang RPJPD dan RPJMD, Serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD

SONDANG LUMBAN GAOL


Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri


DASAR HUKUM PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN
PERENCANAAN

1. UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan pembangunan nasional


2. UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
3. PP Nomor 08 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
4. PP Nomor 17 Tahun 2017 Tentang Sinkronisasi Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan
Nasional
5. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 08 Tahun 2008

PENGANGGARAN :

1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara


2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
3. PP Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
4. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
5. Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 13 Tahun 2006.
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

DASAR HUKUM
Perencanaan Pembangunan Daerah

Pasal 154 PP No. 8 Tahun 2008 Permendagri No. 54 Tahun 2010


Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang
UU 32 Tahun 2004 Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan
Pemerintahan Daerah Rencana Pembangunan Daerah Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah

Pembangunan Daerah
(Pasal 258 UU No. 23 Tahun 2014)
1. Peningkatan dan Pemerataan Pendapatan
Masyarakat
2. Peningkatan dan Pemerataan Kesempatan
Pasal 277 Permendagri No. 86 Tahun 2017 Kerja
Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan 3. Peningkatan dan Pemerataan Lapangan
UU No. 23 Tahun 2014 Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Berusaha
Pemerintahan Daerah Ranperda tentang RPJPD dan RPJMD, Serta Tata Cara 4. Peningkatan dan Pemerataan Akses dan
Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD Kualitas Pelayanan Publik
5. Peningkatan dan Pemerataan Daya Saing
Daerah

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri


LATAR BELAKANG
Revisi Permendagri Nomor 54 Tahun 2010

Merupakan tindaklanjut dari Amanat Pasal 277 UU No. 23 Tahun 2014, yang
menyatakan bahwa Ketentuan Lebih Lanjut tentang Tata cara perencanaan, pengendalian
1 dan evaluasi pembangunan Daerah, tata cara evaluasi rancangan Perda tentang RPJPD
dan RPJMD, serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD diatur dengan
Peraturan Menteri.

Beberapa Materi Pokok Amanat UU No. 23 Tahun 2014 yang perlu diintegrasikan
kedalam Rancangan Permendagri. Substansi Pengaturan tidak hanya tentang Tahapan,
2
Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah (Pasal 277), tetapi juga mencakup:

Tatacara Perubahan Rencana Pembangunan Daerah (RPJPD, RPJMD, RKPD. Renstra


a dan Renja PD)

Tatacara Evaluasi Ranperda tentang RPJPD/Perubahan RPJPD dan RPJMD/Perubahan


b RPJMD.
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

PENDAHULUAN

UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, menyatakan bahwa Daerah


sesuai dengan kewenangannya menyusun rencana pembangunan Daerah sebagai satu
kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional.

Pasal 277 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 mengamanatkan kepada


Kementerian Dalam Negeri cq Ditjen Bina Pembangunan Daerah untuk menyusun
regulasi tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi
pembangunan Daerah, tata cara evaluasi rancangan Perda tentang RPJPD dan
RPJMD, serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD yang tujuannya
untuk meningkatkan kualitas dokumen perencanaan pembangunan daerah.
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

IMPLIKASI PERMENDAGRI 86/2017

Lanjutan …..

Bahwa semua peraturan daerah yang mengatur mengenai tata cara


perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara
evaluasi rancangan perda tentang RPJPD dan RPJMD, serta tata cara
perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD  masih tetap berlaku
sepanjang tidak bertentangan dengan Permendagri Nomor 86 Tahun
2017 dan wajib menyesuaikan pengaturannya sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan.

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

RUANG LINGKUP
Permendagri No. 86 Tahun 2017
(Pasal 2 Permendagri 86 Tahun 2017)

1 2 3

Tata cara Tata cara


evaluasi Tata cara
perencanaan, perubahan
pengendalian rancangan
Peraturan RPJPD,
dan evaluasi RPJMD, dan
pembangunan Daerah tentang
RPJPD dan RKPD
Daerah
RPJMD; dan

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

PRINSIP PENYUSUNAN DOKRENDA


Permendagri No. 86 Tahun 2017
(Pasal 4 Permendagri 86 Tahun 2017)

Merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan


a pembangunan nasional;

Dilakukan pemerintah Daerah bersama para pemangku


b kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan
masingmasing;

Mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana


c pembangunan Daerah; dan

Dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang


d dimiliki masing-masing Daerah, sesuai dengan dinamika
perkembangan Daerah dan nasional.

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

SINKRONISASI PERENCANAAN & PENGANGGARAN


Pusat dan Daerah Dalam Satu Kesatuan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

20 Tahun 5 Tahun 1 Tahun


Pedoman Dijabarkan Pedoman
RPJPN RPJMN RKP RAPBN
Pedoman Diacu

Diserasikan
Diperhatikan

Diacu dan
Diacu

RENSTRA K/L Pedoman RENJA


K/L
Pedoman RPJMD Dijabarkan RKPD Pedoman RAPBD
RPJPD PROV PROV
PROV PROV
Pedoman Diacu
Diperhatikan

Diserasikan
Diacu dan
RENSTRA PD Pedoman RENJA
Diacu

PROV PD PROV

Pedoman RPJMD Dijabarkan RKPD Pedoman RAPBD


RPJPD K/K K/K K/K
K/K
Pedoman Diacu

Pedoman RENJA
RENSTRA PD K/K
PD K/K

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

INTEGRASI PERENCANAN SPASIAL DAN ASPASIAL


Pusat dan Daerah Dalam Satu Kesatuan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

SPASIAL ASPASIAL
20 TAHUN 5 TAHUN 1 TAHUN

PUSAT
PEDOMAN DIJABARKAN PEDOMAN
RTRWN RPJPN RPJMN RKP RAPBN

DIPERHATIKAN
PEDOMAN

DIPEDOMANI
RTR Pulau DIACU

DISERASIKAN
DIACU DAN
RTR KSN RENSTRA PEDOMAN RENJA
K/L K/L

RPJPD PEDOMAN RPJMD DIJABARKAN RKPD PEDOMAN RAPBD


PROV PROV PROV PROV
RTRW PROVINSI DIACU

DIPERHATIKAN
PEDOMAN
DIPEDOMANI

DISERASIKAN
RTR KSP

DIACU DAN
RENSTRA PEDOMAN RENJA
SKPD PROV SKPD PROV

RPJPD PEDOMAN RPJMD DIJABARKAN RKPD RAPBD


RTRW KABUPATEN/KOTA PEDOMAN

DAERAH
K/K K/K K/K K/K
RTR KSK PEDOMAN DIACU

RDTR RENSTRA PEDOMAN RENJA


SKPD K/K SKPD K/K

TATA RUANG SEBAGAI ACUAN DALAM PERENCANAAN  HARUS DIIMPLEMENTASIKAN

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA
Lanjutan …..

Pasal 259 UU Nomor 23 Tahun 2014  Menteri Dalam Negeri dengan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan
bidang perencanaan pembangunan mengkoordinasikan koordinasi teknis pembangunan antara kementerian dan lembaga
pemerintah non kementerian dan daerah untuk mencapai target nasional.

Sejalan dengan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 yang menyatakan bahwa pelaksanaan koordinasi teknis pembangunan
nasional dikoordinasikan oleh Menteri Dalam Negeri dengan Bappenas.

Koordinasi teknis pembangunan bertujuan untuk:


1. Sinkronisasi kebijakan pembangunan nasional dan daerah, pembangunan daerah provinsi dan
kabupaten/kota, serta pembangunan antar daerah;
2. Penyelarasan target pembangunan nasional antara Pemerintah Pusat, Daerah Provinsi, dan Daerah
Kabupaten/Kota dalam dokumen perencanaan;
3. Memastikan hasil koordinasi teknis perencanaan telah ditindaklanjuti secara konsisten dalam dokumen
perencanaan;
4. Penyusunan strategi pencapaian output secara terintegrasi;
5. Perumusan jadwal, lokasi, dan fokus kegiatan yang terintegrasi.

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

HAL-HAL YANG DIPERHATIKAN DALAM


PERMENDAGRI NOMOR 86/2017
1 PASAL 274 UU 23 TAHUN 2014
(1) Dalam Permendagri 86 Tahun 2017 telah mengatur bahwa perencanaan pembangunan daerah didasarkan
pada data dan informasi yang dikelola SIPD.
(2) SIPD mencakup kondisi geografis, demografis, potensi sumber daya, ekonomi dan keuangan, aspek
kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum, aspek daya saing dan data infomasi lainnya sesuai
dengan kebutuhan.
(3) Data dan informasi merupakan gambaran capaian kinerja pembangunan Daerah dan perangkat daerah dalam
menyelenggarakan urusan dan fungsi penunjang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
(4) Ditjen Bina Pembangunan Daerah akan melakukan sinkronisasi dan harmonisasi indikator urusan
pemerintahan daerah terhadap target pembangunan nasional yang ditetapkan dalam dokumen rencana
pembangunan nasional.

2 PASAL 151 PERMENDAGRI 86/2017 3 Pasal 180 Permendagri 86/2017

1) Pelaksanaan KLHS; dan Pemerintah daerah dapat melakukan proses


2) Penerapan SPM. penyusunan dokumen perencanaan pembangunan
daerah yang akan memudahkan dalam pelaksanaan
pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah
khususnya dalam menilai capaian kinerja yang sejalan
dengan target yang ditetapkan sehingga terwujud
dokumen perencanaan pembangunan yang lebih
komprehensif dan berkualitas;
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA
PP No. 46 TAHUN 2016
Tata Cara Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Pasal 2:
Pemerintah Daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip Pembangunan
Berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau
Kebijakan, Rencana, dan/atau Program

PP No. 46 Tahun 2016 mengamanatkan bahwa Pasal 2 ayat (2) huruf b:


Pasal 2 ayat (2) huruf a: pelaksanaan KLHS pada dokumen RTRW, RPJPN,
KLHS  RTRW beserta rencana rincinya : RPJPN, RPJPD, RPJMD diatur oleh masing-masing K/L yg KLHS 
RPJPD, RPJMN dan RPJMD membidangi. KRP Daerah yang berpotensi menimbulkan dampak

Oleh sebab itu,


maka Bangda-Kemendagri sebagai pembina Daerah berinisiatif untuk menyusun tatacara dalam
meyakinkan bahwa prinsip2 pembangunan berkelanjutan dalam RPJPD dan RPJMD dimaksud
pada pasal 2a di PP 46, yang selanjutnya oleh Kemendagri disebut sebagai pelaksanaan KLHS

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri


KEBIJAKAN PENCEGAHAN KORUPSI MELALUI e-planning
Dalam Perencanan dan Pengganggaran Pembangunan Daerah

Bertempat di Kemendagri, Walikota Surabaya


memaparkan aplikasi e-Planning yang telah
dikembangkan dan diterapkan oleh Pemkot Surabaya
kepada Bapak Mendagri, Pimpinan KPK dan Kepala
BPKP serta pejabat di lingkungan Kemendagri.
Adapun hasil pertemuan tersebut adalah
Penerapan e-Planning dalam Perencanaan
Pembangunan bagi Provinsi/Kabupaten/Kota.

1 2 3 4
Kemendagri membentuk Tim
Pertemuan Kemendagri, KPK dan Pembina Penerapan Aplikasi e- Tim dari Kemendagri melakukan Kunjungan Tim Kemendagri ke
BPKP membahas e-Planning Kota Planning dalam Perencanaan Studi Lapangan terkait e-Planning Kota Surabaya
Surabaya (21 Juli 2016) Pembangunan daerah Provinsi, Kota Surabaya (31 Oktober s.d. (3 Oktober 2016)
Kabupaten/Kota 1 September 2016)
(3 Agustus 2016)

5 6 7 8
Penerbitan Surat Edaran Mendagri Rapat Pusat dan Daerah terkait
Melakukan Pertemuan Lanjutan Nomor 640/3761/SJ tanggal 10 Penerapan e-Planning dalam
Oktober 2016 tentang Penerapan Rapat Kemendagri, KPK dan Pemko
Antara Kemendagri, KPK, BPKP dan Perencanaan Pembangunan Daerah
Aplikasi e-Planning dalam Surabaya (15 Desember 2016)
LKPP (3 Oktober 2016) Provinsi dan Kabupaten/Kota
Perencanaan Pembangunan Daerah (28 s.d. 30 November 2016)
Provinsi dan Kabupaten/Kota
DASAR HUKUM SIPD
Amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014

Pasal 274:
Perencanaan pembangunan Daerah didasarkan pada data dan
informasi yang dikelola dalam sistem informasi pembangunan
Daerah
Definisi
SIPD

Sistem Informasi yang membantu penyediaan Data dan Informasi


Pembangunan Daerah, penyusunan Perencanaan, Pengendalian,
dan Evaluasi pembangunan daerah secara Elektronik

Dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah secara Nasional


KONSEPSI
Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD)

SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH

e-database e-planning e-budgeting e-monev

DRAF DOKUMEN DOKUMEN


PENGENDALIAN
DATA ANALISIS RENCANA
KEBIJAKAN
RENCANA
PEMBANGUNAN PEMBANGUNAN
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA
KONSEPSI
Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD)

http://sipd.bangda.kemendagri.go.id/form_login.php

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA
DASAR HUKUM SPM
Standar Pelayanan Minimal

Pasal 18 ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang PEMDA


Penyelenggara Pemerintahan Daerah memprioritaskan pelaksanaan Urusan Pemerintahan
Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar .
1

Pasal 298 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang PEMDA


Belanja Daerah diprioritaskan untuk mendanai Urusan Pemerintahan Wajib yang terkait Pelayanan Dasar yang 2
ditetapkan dengan standar pelayanan minimal

Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar


1.
2.
Pendidikan;
Kesehatan;
3
3. Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;
4. Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman;
5. Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat;
6. Sosial.

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

TINDAK LANJUT

1. Sesuai dengan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 menyatakan


bahwa pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Urusan
Pemerintahan oleh Daerah provinsi dilaksanakan oleh Menteri.
2. Untuk itu target grup Sosialisasi Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 difokuskan
kepada Bappeda, Biro Hukum dan Inspektorat Daerah Provinsi khususnya
wilayah Indonesia Timur.
3. Harapannya Pemerintah Provinsi selanjutnya dapat menyampaikan materi
muatan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 kepada Pemerintah Kabupaten/Kota
di wilayahnya.
4. Dalam hal diperlukan, Pemerintah Provinsi dapat berkonsultasi dan melibatkan
Ditjen Bina Pembangunan Daerah dalam melaksanaan koordinasi dengan
Pemerintah Kabupaten/Kota.
@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

TERIMA KASIH

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

PENCAPAIAN TARGET PEMBANGUNAN NASIONAL (Pasal 258 & Pasal 259)

TARGET TARGET
PEMBANGUNAN NASIONAL PEMBANGUNAN PROVINSI

K/L PROVINSI PROV KAB/KOTA

Sinkronisasi dan harmonisasi koordinasi


Koordinasi teknis pembangunan
teknis, Dikoordinasikan oleh MDN dengan
dilaksanakan oleh GUBERNUR sebagai
Menteri Bidang Perencanaan
wakil Pemerintah Pusat

TUJUAN PEMBANGUNAN DAERAH


1. Peningkatan & pemerataan pendapatan masyarakat,
2. Kesempatan kerja,
3. Lapangan berusaha,
4. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik
5. Daya saing Daerah.
SIKLUS PERENCANAAN & PENGANGGARAN TAHUNAN
PEMERINTAH DAERAH

Pelaksanaan APBD
Januari- Musrenbang Desa
Tahun Berikutnya Januari
Desember
13 1
Penyusunan
Desember Februari Musrenbang Kecematan
DPA-PD
12 2

Forum OPD
Penetapan
Desember Maret Penyusunan Renja
Perda APBD 11 3
PD Kab/Kota
PP Nomor 17 tahun 2017
Evaluasi tentang Sinkronisasi
Ranperda Musrenbang Perencanaan &
Desember 10 4 Maret
APBD Kab/Kota Penganggaran Pembangunan
Nasional,
Pembahasan & 9 5 Pasal 21 Ayat 2
Oktober–
Persetujuan RAPBD Mei Penetapan RKPD mengamanatkan bahwa
November
dengan DPRD 8 6 Rancangan akhir RKP
Juli– 7
Penyusunan RKA-PD & Juni sebagaimana dimaksud
September Pembahasan & Kesepakatan KUA
RAPBD Juni
antara KDH dengan DPRD
pada ayat (1) diatur dengan
Peraturan presiden paling
Pembahasan dan Kesepakatan PPAS lambat bulan Juni.
antara KDH dengan DPRD
HUBUNGAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN DAERAH
TAHAPAN PERENCANAAN & PENGANGGARAN TAHUNAN TAHAPAN PERENCANAAN & PENGANGGARAN
NO WAKTU NO WAKTU
DAERAH TAHUNAN DAERAH
PERENCANAAN PENGANGGARAN
1 Pembentukan tim penyusun RKPD/Renja-PD Kab/Kota Desember thn sebelumnya 24 Penyusunan Rancangan KUA dan PPAS
2 Pembentukan tim penyusun RKPD/Renja-PD Provinsi Minggu ke-2 Januari Minggu ke-4 Mei
25 Reviu Rancangan KUA dan PPAS Provinsi/Kabupaten/Kota
3 Penyusunan rancangan awal RKPD dan rancangan Renja-PD Kab/Kota Minggu ke-2 Januari
26 Penyampaian Rancangan KUA dan PPAS kepada KDH Minggu ke-1 Juni
4 Musrenbang desa/kelurahan Minggu ke-3 s.d 4 Januari
27 Penyampaian Rancangan KUA dan PPAS kepada DPRD Minggu ke-2 Juni
5 Lanjutan penyusunan rancangan Renja-PD Minggu ke-1 Februari
6 Musrenbang Kecamatan Minggu ke-2 Februari 28 Pembahasan KUA dan PPAS 1 bulan
29 Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Minggu ke-4 Juli
7 Pembahasan rancangan Renja PD pada Forum PD kabupaten/kota Minggu ke-3 s.d ke-4 Februari
30 Penyiapan SE tentang pedoman penyusunan RKA-PD 1 minggu
8 Penyusunan rancangan awal RKPD dan rancangan Renja-PD Provinsi Minggu ke-4 Februari
31 Penetapan SE tentang pedoman penyusunan RKA-PD Minggu ke-1 Agustus
9 Penyusunan rancangan RKPD kabupaten/kota Minggu ke-1 s.d ke-2 Maret
10 Pembahasan rancangan Renja PD pada Forum PD Provinsi Minggu ke-3 s.d ke-4 Maret 32 Penyusunan RKA-PD
11 Pelaksanaan Musrenbang RKPD kabupaten/kota Minggu ke-3 s.d ke-4 Maret 33 Pembahasan RKA-PD oleh TAPD
Minggu ke-2 Agustus
12 Penyusunan rancangan RKPD Provinsi Minggu ke-1 s.d ke-2 April 34 Reviu RKA-PD Provinsi/Kabupaten/Kota s.d Minggu ke-4 September
13 Pelaksanaan Musrenbang RKPD Provinsi Minggu ke-3 April
35 Penyempurnaan RKA-PD
14 Perumusan Rancangan Akhir RKPD Provinsi Minggu ke-2 Mei
36 Penyiapan Raperda APBD Akhir September
15 Perumusan Rancangan Akhir RKPD kab/kota Minggu ke-1 April s.d 4 Mei
Penyampaian Raperda APBD beserta kampirannya oleh Kepala
16 Reviu RKPD Provinsi Minggu ke-2 Mei 37 Minggu ke-1 Oktober
Daerah kepada DPRD
17 Penetapan Perkada RKPD Provinsi Minggu ke-3 Mei
38 Pembahasan Raperda APBD 1 bulan
18 Reviu Renja-PD Provinsi Minggu ke-4 Mei 39 Persetujuan Bersama antara DPRD dan KDH Akhir November
19 Penetapan Renja PD Provinsi Minggu ke-4 Mei Evaluasi oleh Mendagri bagi APBD provinsi dan oleh Gubernur bagi
40 15 hari kerja
20 Reviu RKPD kabupaten/kota Minggu ke-2 Mei APBD kab/kota
21 Penetapan Perkada RKPD kabupaten/kota Minggu ke-4 Mei
41 Penyempurnaan Raperda APBD berdasarkan hasil evaluasi 7 hari
22 Reviu Renja-PD kabupaten/kota Minggu ke-1 Juni
23 Penetapan Renja PD kabupaten/kota Minggu ke-2 Juni 42 Penetapan Perda tentang APBD 31 Desember
TABEL KEBIJAKAN PENETAPAN RKP DAN RKPD

UU No.23/2014 UU No.25/2004 UU No.17/2003

1. Pasal 263 ayat (4): RKPD merupakan penjabaran dari 1. Pasal 5 Ayat (3): RKPD merupakan penjabaran dari Pasal 18 ayat (1): Pemerintah Daerah menyampaikan
RPJMD yang…….dengan berpedoman pada RKP dan RPJM Daerah dan mengacu pada RKP, memuat kebijakan umum APBD tahun anggaran berikutnya
Program Strategis Nasional yang ditetapkan oleh rancangan kerangka ekonomi Daerah, sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah,
Pemerintah Pusat. prioritaspembangunan Daerah, rencana kerja, dan sebagai landasan penyusunan RAPBD kepada DPRD
2. Pasal 264 ayat (5): RPJPD, RPJMD, dan RKPD dapat pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh selambat-lambatnya pertengahan Juni tahun berjalan.
diubah apabila berdasarkan hasil pengendalian dan pemerintah maupun yang ditempuh dengan
evaluasi tidak sesuai dengan perkembangan keadaan mendorong partisipasi masyarakat.
atau penyesuaian terhadap kebijakan yang ditetapkan 2. Pasal 25 Ayat (2): RKPD menjadi pedoman
oleh Pemerintah Pusat penyusunan RAPBD.
3. Pasal 265 ayat (3): RKPD menjadi pedoman Kepala
Daerah dalam menyusun KUA serta PPAS.

PP No.17/2017 PP No.58/2005

1. Pasal 21 ayat (2): Rancangan Akhir Rencana Kerja Pemerintah yang diatur di dalam 1. Pasal 33 ayat (2), Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 menyatakan bahwa
Peraturan Presiden paling lambat bulan Juni. Penyusunan RKPD diselesaikan selambat-lambatnya akhir bulan Mei tahun
2. Pasal 30: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional melakukan pemutakhiran RKP anggaran sebelumnya.
berdasarkan UU tentang APBN dan dilaporkan kepada Presiden.

Permendagri No.33/2017 Revisi Permedagri No. 54/2010

1. Lampiran Permendagri Nomor 33 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan APBD 1. pasal 104 ayat (1) menyatakan Gubernur menetapkan Peraturan Gubernur tentang
Tahun Anggaran 2018 menyatakan bahwa RKPD disahkan pada akhir bulan mei. RKPD provinsi paling lambat minggu ketiga bulan Juni dan pada ayat (2) Bupati/wali
2. Kesepakatan antara Kepala Daerah dan DPRD atas Rancangan KUA dan Rancangan kota menetapkan Peraturan Bupati/ Wali Kota tentang RKPD kabupaten/kota paling
PPAS disepakati Akhir bulan Juli. lambat akhir bulan Juni.
RUANG LINGKUP
Permendagri Nomor 86 Tahun 2017

1 2 3 4

Penyusunan
Evaluasi Perubahan
Pengendalian
Perencanaan Rancangan Perencanaan
dan Evaluasi
Pembangunan Perda tentang Pembangunan
Pembangunan
Daerah RPJPD dan Daerah
Daerah
RPJMD; dan (RPJPD,
RPJMD, RKPD)
KEBIJAKAN PEMERIKSAAN
BPK RI Terhadap Perencanaan Pembangunan Daerah

BPK memberikan pendapat berdasarkan hasil pemeriksaan kinerja atas


efektivitas tata kelola Pemerintahan Daerah dalam Perencanaan dan
Penganggaran Pembangunan daerah serta efektivitas pengendalian
dan evaluasi Kemendagri atas Perencanaan dan pengangagran
pembangunan daerah

1 RPJMD belum sepenuhnya selaras dengan RPJMN;

2 RKPD belum sepenuhnya selaras dengan RPJMD dan RKP

Penganggaran pembangunan daerah belum sepenuhnya konsisten


3 dengan RKPD dan terdapat inkonsistensi antar dokumen anggaran
daerah;
Pengendalian dan evaluasi atas perencanaan dan penganggaran
4 pembangunan daerah oleh Mendagri dan Gubernur belum
didukung oleh regulasi dan kebijakan yang memadai
KELEMBAGAAN TERKAIT DATA
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014

Supply Data
Fungsi pengelolaan dan Statistik Dasar
BPS
pemanfaatan data untuk
BAPPEDA Prov/Kab/Kota
perencanaan yang
dikelola dalam SIPD
Koordinasi terkait pengumpulan Pembinaan Teknis
data sektoral (verifikasi data pengelolaan data sektoral Menyerahkan Hasil Data
Supply Data sektoral) Sektoral
Sektoral
Supply Data
Sektoral
Dinas
PD Teknis
Statistik
Pembinaan
Pengumpulan dan
Teknis Statistik
Penyediaan data sektoral
Pembinaan teknis terkait statistik sektoral:
• metode pengumpulan data statistik sektoral
• metode pelaksanaan survei statistik sektoral
• definisi, satuan dan metode penghitungan statitik sektoral

27
SKEMA E-PLANNING
Kota Surabaya

RPJPD

Renstra
e- RPJMD
SKPD
Deploy
ment E-Devplan

Renja

E-PLANNING
RKPD e-musrenbang
SKPD

KUA PPA e-bugdet


E-planning
Kota Surabaya

Rancangan
RKA-SKPD
APBD

DPA-SKPD APBD
PEMBANGUNAN DAERAH
(PASAL 258 UU NO.23 TAHUN 2014)

Sesuai Pasal 258 UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Daerah melaksanakan
pembangunan untuk peningkatan dan pemerataan:
1. Pendapatan masyarakat;
2. Kesempatan kerja;
3. Lapangan berusaha;
4. Akses dan kualitas pelayanan publik; dan
5. Daya saing Daerah.

Pembangunan Daerah :

Merupakan perwujudan dari pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang telah diserahkan ke


Daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional
Dibagi
berdasarkan
URUSAN PEMERINTAHAN kriteria Eksternalitas,
Akuntabilitas dan
Efisiensi

ABSOLUT URUSAN KONKUREN


PEMERINTAHAN UMUM

1. PERTAHANAN WAJIB PILIHAN


2. KEAMANAN (24) (8)
3. AGAMA
4. YUSTISI
5. POLITIK LUAR NEGERI
6. MONETER & FISKAL
YAN DASAR
NON YAN DASAR (18)
(6)
1. PENDIDIKAN
2. KESEHATAN Hanya Sebagian Substansinya
3. PU DAN PR
4. PERUMAHAN RAKYAT DAN SPM
KAW PERMUKIMAN NSPK
5. TRAMTIBUM & LINMAS
6. SOSIAL
Substansi yang tidak masuk SPM

Dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas kuangan daerah, sumber daya
personil, dan ketersediaan sarana dan prasarana.
URUSAN PEMERINTAHAN KONKUREN KEWENANGAN DAERAH
(Pasal 11 UU 23 Tahun 2014)

Wajib Pelayanan Dasar Wajib Non Pelayanan Dasar Pilihan

6 URUSAN: 18 URUSAN: 8 URUSAN:


1. Tenaga kerja
2. Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan 1. Kelautan dan perikanan
1. Pendidikan 2. Pariwisata
2. Kesehatan Anak 3. Pertanian
3. Pangan 4. Kehutanan
3. Pekerjaan umum dan
4. Pertanahan 5. Energi dan Sumber Daya Mineral
penataan ruang
5. Lingkungan hidup 6. Perdagangan
4. Perumahan Rakyat dan 6. Administrasi Kependudukan dan Pencatatan 7. Perindustrian; dan
Kawasan Permukiman Sipil 8. Transmigrasi.
5. Ketenteraman, 7. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Ketertiban Umum, dan 8. Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Pelindungan Masyarakat Berencana
6. Sosial 9. Perhubungan
10. Komunikasi & Informatika
11. Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah
12. Penanaman modal
13. Kepemudaan dan Olah Raga
14. Statistik
15. Persandian
16. Kebudayaan
17. Perpustakaan
18. Kearsipan
ALUR SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL DAN DAERAH

SPASIAL ASPASIAL

20 Tahun 5 Tahun 1 Tahun

PUSAT
RTRWN Pedoman
RPJMN
Dijabarkan
RKP
Pedoman
RAPBN
RPJPN
Pedoman Diacu
RTR Pulau

Diperhatikan

Diserasikan
Diacu dan
Diacu
RTR KSN RENSTRA Pedoman RENJA
K/L K/L

RPJPD Pedoman RPJMD Dijabarkan RKPD Pedoman RAPBD


RTRW PROV PROV PROV PROV
PROVINSI Pedoman Diacu

Diperhatikan

Diserasikan
Diacu dan
RTR KSP RENSTRA Pedoman RENJA
Diacu

PD PROV PD PROV

RPJPD Pedoman RPJMD Dijabarkan RKPD Pedoman RAPBD


RTRW

DAERAH
K/K K/K K/K K/K
KAB/KOTA Diacu
Pedoman
RTR KSK
RENSTRA Pedoman RENJA
RDTR PD K/K PD K/K

Tata Ruang Sebagai Acuan Dalam Perencanaan  Harus Diimplementasikan


DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
( Pasal 263 & Pasal 264 UU No. 23 Tahun 2014)

RPJPD Penjabaran dari Visi, Misi, Arah Kebijakan, dan Sasaran Pokok Pembangunan Ditetapkan dengan PERDA
Daerah jangka panjang untuk 20 (dua puluh) tahun yang disusun dengan paling lama 6 (enam) bulan
berpedoman pada RPJPN dan RTRW. setelah RPJPD periode
sebelumnya berakhir

Penjabaran dari Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah yang memuat Tujuan,
Sasaran, Strategi, Arah Kebijakan, Pembangunan Daerah dan Keuangan Daerah, Ditetapkan dengan PERDA
serta Program Perangkat Daerah dan lintas Perangkat Daerah yang disertai paling lama 6 (enam) bulan
RPJMD
dengan Kerangka Pendanaan Bersifat Indikatif untuk jangka waktu 5 (lima) setelah Kepala Daerah terpilih
tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPD dan RPJMN. dilantik

Penjabaran dari RPJMD yang memuat Rancangan Kerangka Ekonomi Daerah,


RKPD Prioritas Pembangunan Daerah, serta Rencana Kerja dan Pendanaan untuk
jangka waktu 1 (satu) tahun yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Ditetapkan dengan Perkada
Kerja Pemerintah dan Program Strategis Nasional yang ditetapkan oleh
Pemerintah Pusat.
FUNGSI DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
( Pasal 265 & Pasal 266 UU No. 23 Tahun 2014)

RPJPD Menjadi pedoman dalam


perumusan visi, misi, dan Apabila penyelenggara Pemerintahan Daerah tidak
program calon kepala daerah
menetapkan Perda tentang RPJPD dan RPJMD
anggota DPRD dan kepala daerah dikenai sanksi
administratif berupa tidak dibayarkan hak-hak
Sebagai instrumen evaluasi keuangan yang diatur dalam ketentuan peraturan
penyelenggaraan Pemerintahan perundang-undangan selama 3 (tiga) bulan.
RPJMD Daerah

• Sebagai instrumen evaluasi Apabila kepala daerah tidak menetapkan Perkada


penyelenggaraan
RKPD Pemerintahan Daerah
tentang RKPD, kepala daerah dikenai sanksi
• Menjadi pedoman kepala administratif berupa tidak dibayarkan hak-hak
daerah dalam menyusun KUA keuangan yang diatur dalam peraturan perundang-
serta PPAS. undangan selama 3 (tiga) bulan.
PERIODESASI RPJMD BAGI DAERAH PILKADA SERENTAK 2015, 2017 DAN 2018

PILKADA SERENTAK
2015, 2017 & 2018

1 2 3
Pemilukada Serentak I 269 Daerah : Pemilukada Serentak II 101 Daerah: Pemilukada Serentak III 171 Daerah :
Juni 2015 - Juni 2016  Desember 2015 Februari 2017 Juni 2018
Pelantikan Februari – Juni 2016 Pelantikan April- Akhir 2017 Pelantikan 2018 -2019

Periodesasi: Periodesasi: Periodesasi:


2016 - 2021 2017 - 2022 2018-2023 dan 2019-2023*
Tahun Perencanaan: Tahun Perencanaan: Tahun Perencanaan:
2017 s.d 2021 (5 Tahun) 2018 s.d 2022 (5 Tahun) 2019 s.d 2023 (5 Tahun)
dan 2020-2023 (4 Tahun) *
Kondisi Awal: Kondisi Awal:
2015-2016 2016 Kondisi Awal:
2017 dan 2018*

*) sesuai dengan Pasal 201 ayat (5) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-undang
DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH KEMENTERIAN DALAM NEGERI
DASAR HUKUM PENGENDALIAN DAN EVALUASI
UU Nomor 23 Tahun 2014

Pasal 275 TUJUAN KHUSUS


Pengendalian dan Evaluasi
Pengendalian dan evaluasi pembangunan Daerah meliputi: Perencanaan Pembangunan Daerah (Pasal 155)
a. pengendalian terhadap perumusan kebijakan
perencanaan pembangunan Daerah;
b. pelaksanaan rencana pembangunan Daerah; dan
c. evaluasi terhadap hasil rencana pembangunan
UNTUK MEWUJUDKAN :
Daerah.
 Konsistensi antara kebijakan dengan pelaksanaan
dan hasil rencana pembangunan daerah.
Pasal 276  Konsistensi antar dokumen perencanaan :
• Antara RPJPD dengan RPJPN dan RTRWN
(1) Menteri melakukan pengendalian dan evaluasi
• Antara RPJMD dengan RPJPD dan RTRWD
terhadap pembangunan Daerah provinsi.
• Antara RKPD dengan RPJMD
(2) Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat melakukan
• Antara RENSTRA PD dengan RPJMD
pengendalian dan evaluasi terhadap pembangunan
• Antara RENJA PD dengan RKPD
Daerah kabupaten/kota.
• Antara RKPD , KUA&PPAS , RKAPD dan
(3) Gubernur melakukan pengendalian dan evaluasi
RAPBD.
pembangunan Daerah provinsi.
(4) Bupati/wali kota melakukan pengendalian dan  Kesesuaian antara capaian pembangunan daerah
evaluasi terhadap pembangunan Daerah dengan indikator-indikator kinerja yang telah
kabupaten/kota. ditetapkan.
KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGENDALIAN DAN EVALUASI
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

PELAKSANA FOKUS TINDAK LANJUT

MENDAGRI Melaporkan kpd MDN ttg rekomendasi perbaikan/ penyempurnaan dan Capaian RPJPD, RPJMD dan
RPJPD, RPJMD,RKPD PROV
(DITJEN BINA BANGDA) RKPD oleh Gubernur

• Bappeda melaporkan kpd Gub ttg Rekomendasi Perbaikan / penyempurnaan dan Capaian
RPJPD, RPJMD dan RKPD
RPJPD, RPJMD & RKPD prov
PROV
(Kepala Daerah)
• Gub. melaporkan kpd MDN ttg pelaksanaan Pengendalian & Evaluasi dan Evaluasi Hasil Perenc.
Pembangunan Daerah.
GUBERNUR
(BAPPEDA PROVINSI) RPJPD, RPJMD,RKPD • Bappeda melaporkan dan rekomendasi perbaikan / penyempurnaan dan Capaian RPJPD, RPJMD
KAB/KOTA (Wakil Pemerintah dan RKPD Kab/Kota kpd Gubernur
Pusat) • Gub. menyampaikan rekomendasi perbaikan & penyempurnaan kpd Bup/Walikota.

• Ka. PD Lap. Penyusunan/pelaksanaan Renstra dan Renja PD kpd Bappeda


RENSTRA PD & RENJA PD • Bappeda melaporkan kpd Gubernur ttg rekomendasi perbaikan / penyempurnaan Perbaikan dan
KA PD PROV
PROV penyempurnaan Renstra PD& Renja PD
• Ka. PD Menindaklanjuti rekomendasi Gub.
• Bappeda Kab/Kota melaporkan kpd Bup/Walikota ttg Rekomendasi Perbaikan /penyempurnaan
BUPATI/
RPJPD, RPJMD & RKPD dan Capaian RPJPD, RPJMD & RKPD Kab/Kota
WALIKOTA
KAB/KOTA • Bup/Walikota melaporkan kpd Gub. ttg pelaksanaan Pengendalian & Evaluasi serta Evaluasi Hasil
(BAPPEDA KAB/KOTA)
Perenc. Pembangunan Daerah.
• Ka. PD menyusun/mengevalusi pelaksanaan Renstra dan Renja PD, melaporkan kpd
Bupati/Walikota melalui Bappeda Kab/Kota
• Bappeda melaporkan dan rekomendasi perbaikan / penyempurnaan dan capaian Renstra PD&
KEPALA PD KAB/KOTA RENSTRA PD & RENJA PD
Renja PD. kpd Bup/Walikota
• Bupati/Walikota merekomendasikan penyempurnaan Renstra dan Renja PD
• Ka. PD menindaklanjuti rekomendasi Bup/Walikota.
KEWENANGAN PENGENDALIAN & EVALUASI

1 2 3

GUBERNUR BUPATI/
MENDAGRI
WALIKOTA

Dirjen Bangda KA BAPPEDA KA SKPD KA BAPPEDA KA SKPD

PROVINSI LINGKUP SKPD


KAB/KOTA SKPD PROVINSI LINGKUP K/K
PROVINSI K/K

RPJPD RPJPD RPJPD Renstra RPJPD Renstra


PROV PROV K/K SKPDProv K/K SKPD K/K
RPJMD RPJMD RPJMD Renja RKMD Renja
PROV PROV K/K SKPDProv K/K SKPDK/K
RKPD RKPD RKPD RKPD
PROV PROV K/K K/K
TAHAPAN PELAKSANAAN PENGENDALIAN DAN EVALUASI
(Pasal 156 s.d Pasal 281 Permendgri 54 Tahun 2010)

PENGENDALIAN PENGENDALIAN
DAN EVALUASI DAN EVALUASI
TERHADAP TERHADAP
KEBIJAKAN PELAKSANAAN
PERENCANAAN RENCANA
PEMBANGUNAN PEMBANGUNAN
DAERAH DAERAH
(Menjamin dan (Menjamin dan
Memastikan) Memastikan)

EVALUASI TERHADAP HASIL


RENCANA PEMBANGUNAN
DAERAH
(Menilai dan Memastikan)
PROYEK STRATEGIS NASIONAL
Berdasarkan Perpres No. 57 Tahun 2017 Perubahan Perpres Nomor 3 Tahun 2016

NTB NTT MALUKU MALUT PAPUA PAPBAR

1. Pembangunan 1. Pengembangan 1. Bendungan Way 1. Pembangunan jalan 1. Revitalisasi Bandar 1. Pembangunan


Bendungan Bintang Pelabuhan Kupang
2. Pembangunan Pos Apu lingkar Trans Udara Sentani, Pelabuhan Sorong
Bano Lintas Batas Negara 2. Pelabuhan dan Morotai Jayapura 2. Kawasan Ekonomi
2. Bendungan Mila (PBLN) dan Sarana Galangan Kapal 2. Revitalisasi 2. Pembangunan Pos Khusus Teluk
3. Bendungan Tanju Penunjang Mota’ain 3. Kawasan Ekonomi Bandara S. Lintas Batas Bintuni
4. Pembangunan Kab. Belu dan Kab. Babullah Ternate;
Malaka
Khusus Maluku Negara dan Sarana 3. Percepatan
Kawasan Ekonomi 3. Pembangunan Pos 4. Pembangunan 3. Pengembangan Penunjang Skouw, Infrastruktur
Khusus Mandalika Lintas Batas Negara Institu Tekhnologi pelabuhan Jayapura Kawasan Ekonomi
5. Percepatan (PBLN) dan Sarana Ambon Wayabula, 3. Percepatan Khusus Sorong
Infrastruktur Penunjang Wini Kab. 5. Sekolah Pelayaran Kepulauan Morotai; Infrastruktur
transportasi, Listrik TTU.
4. Bendungan Raknamo, 6. RSUP Maluku 4. KEK Buli Kawasan Ekonomi
dan air bersih untuk Bendungan Rotiklod, 7. Pasar Apung Halmahera Timur; Khusus Merauke
10 Kawasan Bendungan Kolhua, 8. Lapangan terbang 5. Pembangunan 4. Food Estate
Strategis Pariwisata Bendungan Mbay 9. Food Estate kawasan industri /
(KSPN). 5. Percepatan Infrastruktur KEK Buli Morotai;
transportasi, Listrik dan
air bersih untuk 10 6. Pembangunan
Kawasan Strategis Smelter Buli;
Pariwisata (KSPN) 7. Pembangunan
6. Revitalisasi Bandar Kawasan Strategis
Udara Komodo, Labuan
Bajo.
Pariwisata

BAGAIMANA PROGRESNYA ?
PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN
RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH
MEKANISME PENGENDALIAN DAN EVALUASI TERHADAP
PELAKSANAAN RPJPD PROVINSI

GUBERNUR Rekomendasi MENDAGRI

Laporan Hasil
Dal & eva
Pelaksanaan
DIRJEN BINA
RPJPD BANGDA
KEPALA
RANC AKHIR
BAPPEDA RANC AKHIR
RPJMD
RPJMDAKHIR
RANC
RPJMD Telaahan
Hasil
Penjabaran Visi, Misi dan
pengendalian Kesimpulan
Program KDH, tujuan dan
dan evaluasi
sasaran RPJMD sesuai
pelaksanaan
atau mengacu pada arah
RPJPD
kebijakan dan sasaran
pokok RPJPD... dst
MEKANISME PENGENDALIAN DAN EVALUASI TERHADAP
PELAKSANAAN RPJMD PROVINSI

GUBERNUR Rekomendasi MENDAGRI

Laporan Hasil
Dal & Eva
Pelaksanaan
DIRJEN BINA
RPJMD BANGDA
KEPALA
BAPPEDA
RKPD
Telaahan
Kebijakan Umum dan Program
Hasil
pembangunan & indikasi rencana
pengendalian Kesimpulan
program prioritas yang disertai kerangka
dan evaluasi
pendanaan dalam RPJMD telah diacu
pelaksanaan
dalam menyusun program dan kegiatan ,
RPJMD
indikator kinerja dan pagu indikatif
dalam RKPD Prov.. dst
EVALUASI HASIL
RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH
EVALUASI TERHADAP HASIL RPJPD

• MENILAI ANTARA CAPAIAN KINERJA RPJMD TERHADAP SASARAN POKOK RPJPD


• MENILAI TINGKAT CAPAIAN KINERJA RPJMD TERHADAP SASARAN POKOK RPJPD
• MENILAI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAPAIAN KINERJA SASARAN POKOK RPJMD
• SKALA PENILAIAN RATA-RATA KINERJA DAN PREDIKAT KINERJA HASIL EVALUASI RPJPD
MENGGUNAKAN KRITERIA SBB:

NO INTERVAL NILAI KRITERIA PENILAIAN


REALISASI KINERJA REALISASI KINERJA
1 91 % ≤ 100 % Sangat Tinggi
2 76 % ≤ 90% Tinggi
3 66 % ≤ 75 % Sedang
4 51 % ≤ 65 % Rendah
5 ≤ 50 % Sangat Rendah

MENYUSUN REKOMENDASI/USULAN TINDAK LANJUT.


EVALUASI TERHADAP HASIL RPJMD

• MENILAI CAPAIAN TARGET RPJMD MELALUI PELAKSANAAN RKPD


• MENILAI TINGKAT CAPAIAN TARGET RPJMD MELALUI PELAKSANAAN RKPD
• MENILAI CAPAIAN KINERJA DAERAH PADA AKHIR TAHUN RENCANA DIBANDINGKAN DENGAN PADA AWAL
TAHUN RENCANA
• MENGIDENTIFIKASI FAKTOR PENDORONG DAN FAKTOR PENGHAMBAT KEBERHASILAN PENCAPAIAN
KINERJA DAN MEREKOMENDASIKAN TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN DALAM PENYUSUNAN RKPD
BERIKUTNYA ATAU RPJMD PERIODE BERIKUTNYA
• SKALA PENILAIAN RATA-RATA KINERJA DAN PREDIKAT KINERJA HASIL EVALUASI RPJPD
MENGGUNAKAN KRITERIA SBB:

NO INTERVAL NILAI KRITERIA PENILAIAN


REALISASI KINERJA REALISASI KINERJA
1 91 % ≤ 100 % Sangat Tinggi
2 76 % ≤ 90% Tinggi
3 66 % ≤ 75 % Sedang
4 51 % ≤ 65 % Rendah
5 ≤ 50 % Sangat Rendah
PENUTUP

1. Jika pengendalian pelaksanaan RPJPD tidak dilakukan setiap menyusun RPJMD, maka
program pembangunan jangka menengah daerah tidak sejalan dengan arah kebijakan dan
sasaran pokok pembangunan jangka panjang periode berkenaan. Dengan demikian visi dan
misi RPJPD tidak dapat diwujudkan

2. Jika pengendalian pelaksanaan RPJMD tidak dilakukan oleh Bappeda pada saat
penyusunan Renstra PD dan RKPD, maka program dan kegiatan yg dilaksanakan PD tidak
mendukung pencapaian sasaran untuk mewujudkan visi dan misi RPJMD. Selain itu terjadi
inkonsistensi antara RPJMD, RKPD, KUA-PPAS, dan APBD.

3. Jika pengendalian pelaksanaan Renstra PD tidak dilakukan oleh Kepala PD pada saat
penyusunan Renja PD, maka PD melaksanakan program dan kegiatan serta pagu indikatif
tidak sesuai dengan rencana yang ditetapkan.

4. Jika dalam pengendalian pelaksanaan dokumen rencana pembangunan daerah dan rencana
PD tidak menggunakan format yang ditetapkan, maka evaluasi hasil pembangunan daerah
secara menyeluruh dan terukur tidak dapat dilaksanakan karena perencanaan jangka
panjang, jangka menengah, dan tahunan daerah saling terintegrasi.
PROGRESS PENYUSUNAN REGULASI
Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah

Peraturan Pemerintah (PP)

NO RANCANGAN PERATURAN PENANGGUNG JAWAB PROGRESS KETERANGAN


Pelaksanaan Urusan
1 Direktorat SUPD I 90%
Pemerintahan Konkuren
Menunggu proses
2 Partisipasi Masyarakat Direktorat PEIPD 95% tanda tangan
Presiden
Menunggu proses
3 Standar Pelayanan Minimal Direktorat PEIPD 95% tanda tangan
Presiden
Kewenangan Daerah Provinsi di
4 Laut dan Daerah Provinsi Berciri Direktorat SUPD II 70%
Kepulauan
Pemberian Insentif dan atau
5 Kemudahan Kepada Masyarakat Direktorat SUPD III 85%
dan atau Investor dengan Instansi
PROGRESS PENYUSUNAN REGULASI
Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah

Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri)


PENANGGUNG
NO RANCANGAN PERATURAN PROGRESS KETERANGAN
JAWAB
Sudah ditetapkan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Tentang Rencana Kerja
1 Direktorat PEIPD 100% dengan Nomor 23
Pemerintah Daerah Tahun 2018
Tahun 2017
Sudah ditetapkan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Tentang Evaluasi
2 Direktorat SUPD I 100% dengan Nomor 13
Rancangan Peraturan Daerah Tentang Tata Ruang Daerah
Tahun 2016
Peraturan Menteri Dalam Negeri Tentang Tata Cara
Perencanaan Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Menunggu proses
3 Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Direktorat PEIPD 95% tanda tangan
Tentang Rpjpd Dan Rpjmd, Serta Tata Cara Perubahan Mendagri
RPJPD, RPJMD DAN RKPD
4 Peraturan Menteri Dalam Negeri Tentang Nomenkaltur Direktorat PEIPD Pembahasan
5 Peraturan Menteri Dalam Negeri Tentang Indikator Direktorat PEIPD Pembahasan
PERMENDAGRI NOMOR 32 TAHUN 2017
PENYUSUNAN RKPD TAHUN 2018
Sinergi Perencanaan
Sinergi Perencanaan
Pusat-Daerah
Daerah Pilkada 2016-2017
Latarbelakang
Pasal 8 Permendagri Nomor 32 Tahun 2017
Dalam rangka untuk pencapaian prioritas dan sasaran
pembangunan nasional, perlu sinergi perencanaan tahunan Dalam hal daerah melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah Tahun
1
antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta antar 2017 dan/atau dokumen RPJMD berakhir, penyusunan RKPD
pemerintah daerah 1 Tahun 2018 berpedoman pada:
1. Arah kebijakan dan sasaran pokok RPJPD, program prioritas
nasional dalam RKP, serta program strategis nasional yang
Dalam rangka untuk menjamin tercapainya sasaran dan prioritas
2 ditetapkan oleh Pemerintah dan memperhatikan visi, misi,
bidang pembangunan nasional, diperlukan pedoman penyusunan
serta program kepala daerah terpilih; dan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2018
2. Peraturan Daerah mengenai Organisasi Perangkat Daerah.

Dalam hal Peraturan Daerah mengenai RPJMD telah ditetapkan,


tetapi belum menyesuaikan dengan Peraturan Daerah mengenai
Organisasi Perangkat Daerah, penyusunan RKPD Tahun 2018
Fasilitasi Perkada RKPD 2 berpedoman pada RPJMD berkenaan, RKP, program strategis
nasional, dan Peraturan Daerah mengenai Organisasi Perangkat
Oleh Mendagri Daerah.

Pasal 5 Permendagri Nomor 32 Tahun 2017


RKP-
Gubernur menyampaikan PERGUB RKPD Provinsi Tahun 2018
1 kepada Mendagri melalui Dirjen Bina Pembangunan Daerah paling Program Strategis Nasional
lama 7 (tujuh) hari kerja setelah ditetapkan.
Pasal 2 Permendagri Nomor 32 Tahun 2017
Penyampaian RKPD Provinsi Tahun 2018 digunakan sebagai
RKPD berpedoman pada RKP dan Program Strategis Nasional
2 bahan evaluasi dan sinkronisasi Rancangan APBD Tahun
yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
Anggaran 2018.
DASAR HUKUM STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM)

Pasal 18 ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang PEMDA


Penyelenggara Pemerintahan Daerah memprioritaskan pelaksanaan
Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar .
1

Pasal 298 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang PEMDA

Belanja Daerah diprioritaskan untuk mendanai Urusan Pemerintahan Wajib yang


terkait Pelayanan Dasar yang ditetapkan dengan standar pelayanan minimal
2

Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan

1. Pendidikan;
Pelayanan Dasar
3
2. Kesehatan;
3. Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;
4. Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman;
5. Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat;
6. Sosial.
RUANG LINGKUP STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM)

URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB YANG TERKAIT DENGAN PELAYANAN DASAR

Perumahan Ketenteraman,
Rakyat Ketertiban
Pendidikan Kesehatan Pekerjaan dan Umum, dan Sosial
Umum Kawasan Pelindungan
Pemukiman Masyarakat

SEBAGIAN SUBSTANSINYA MERUPAKAN KEBUTUHAN DASAR

STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG :

Ketenteraman,
Pekerjaan Perumahan Ketertiban Umum, dan
Pendidikan Kesehatan Sosial
Umum Rakyat Perlindungan
Masyarakat
MUATAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM)

Standar Pelayanan Minimal memuat JENIS, MUTU, dan


1 PENERIMA Pelayanan Dasar.

2 Setiap Jenis Pelayanan Dasar memiliki Mutu Pelayanan


Dasar.
INTEGRASI SPM DALAM PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

1 PROSES SPM

JENIS, MUTU DAN PENERIMA


PELAYANAN DASAR 2 PROSES PERENCANAAN

1. Identifikasi penerima; Integrasi ke dalam dokumen


2. Identifikasi ketersediaan perencanaan (Program 3 PROSES PENGANGGARAN
barang/jasa kebutuhan dasar; Pemenuhan SPM)
Integrasi ke dalam dokumen
3. Identifikasi pemenuhan kebutuhan
anggaran (Program
dasar yang menjadi tanggung
Pemenuhan SPM)
jawab pemerintah daerah;
4. Pelaksanaan pemenuhan Diatur Permen Perencanaan
Pelayanan Dasar .
Diatur PP/Permen
Materi Yang Diatur Dalam PP SPM Penganggaran
REGULASI YANG PERLU DIPERHATIKAN
SETELAH DITETAPKANNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMDA

1. Penetapan Perda ttg Perangkat Daerah sesuai dengan UU 23/2014 dan PP


18/2016 paling lambat Tahun 2016.
PP 18 Tahun2016 2. APBD mulai dari Tahun Anggaran 2017 berpedoman pada Peraturan Daerah
1 ttgPerangkatDaerah
tentang Perangkat Daerah sesuai dengan PP 18/2016
3. Menyesuaikan Dokumen Rencana Daerah (RPJMD, RKPD, Renstra
Perangkat Daerah, Renja Perangkat Daerah) dengan Perangkat Daerah yang
baru

1. Pembinaan dan Pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah


Kabupaten/Kota dilaksanakan oleh gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat
untuk binwas umum dan teknis.
PP 12 Tahun2017 2. Pemberlakuan Sanksi Administratif kepada Kepala Daerah yang:
2 a. Tidak melaksanakan Program Strategis Nasional sesuai dengan ketentuan
ttgBinwasPemda
perundang-undangan.
b. Tidak menetapkan Peraturan Daerah (RPJPD, RPJMD, RTRW, dst) sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan. 55

c. dst
KEWAJIBAN DAERAH
DALAM MENETAPKAN PERDA RPJMD

PASAL 264 UU 23 TAHUN 2014


(1) RPJPD dan RPJMD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat (1) huruf a dan huruf b
ditetapkan dengan Perda.
(2) RKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat (1) huruf c ditetapkan dengan Perkada.
(3) Perda tentang RPJPD ditetapkan paling lama 6 (enam) bulan setelah RPJPD periode sebelumnya
berakhir.
(4) Perda tentang RPJMD ditetapkan paling lama 6 (enam) bulan setelah kepala daerah terpilih
dilantik.
(5) RPJPD, RPJMD, dan RKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat diubah
apabila berdasarkan hasil pengendalian dan evaluasi tidak sesuai dengan perkembangan keadaan
atau penyesuaian terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

1 2
PASAL 36 AYAT (1) & (2) PP 12 TAHUN 2017 PASAL 266 AYAT 1 UU 23 TAHUN 2014
Kepala daerah, wakil kepala daerah, anggota DPRD, dan daerah yang
Apabila penyelenggara Pemerintahan Daerah tidak menetapkan Perda
melakukan pelanggaran administratif dalam penyelenggaraan
tentang RPJPD dan RPJMD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 ayat
Pemerintahan Daerah dijatuhi sanksi administratif antara lain: kepala
(3) dan ayat (4), anggota DPRD dan kepala Daerah dikenai sanksi
daerah dan anggota DPRD tidak menetapkan peraturan daerah tentang
administratif berupa tidak dibayarkan hak-hak keuangan yang diatur dalam
rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana
ketentuan peraturan perundang-undangan selama 3 (tiga) bulan.
pembangunan jangka menengah daerah;

Apabila kepala daerah tidak menetapkan Perkada tentang RKPD sebagaimana


dimaksud dalam Pasal 264 ayat (2), kepala daerah dikenai sanksi administratif
berupa tidak dibayarkan hak-hak keuangan yang diatur dalam peraturan perundang-
undangan selama 3 (tiga) bulan.
PERIODESASI RPJMD BAGI DAERAH PILKADA SERENTAK 2015, 2017 DAN 2018

PILKADA SERENTAK
2015, 2017 & 2018

1 2 3
Pemilukada Serentak I 269 Daerah : Pemilukada Serentak II 101 Daerah: Pemilukada Serentak III 171 Daerah :
Juni 2015 - Juni 2016  Desember 2015 Februari 2017 Juni 2018
Pelantikan Februari – Juni 2016 Pelantikan April- Akhir 2017 Pelantikan 2018 -2019

Periodesasi: Periodesasi: Periodesasi:


2016 - 2021 2017 - 2022 2018-2023 dan 2019-2023*
Tahun Perencanaan: Tahun Perencanaan: Tahun Perencanaan:
2017 s.d 2021 (5 Tahun) 2018 s.d 2022 (5 Tahun) 2019 s.d 2023 (5 Tahun)
dan 2020-2023 (4 Tahun) *
Kondisi Awal: Kondisi Awal:
2015-2016 2016 Kondisi Awal:
2017 dan 2018*

*) sesuai dengan Pasal 201 ayat (5) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-undang
DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH KEMENTERIAN DALAM NEGERI
AGENDA PENYUSUNAN RPJMD

Pelantikan Pembahasan Ranwal dengan DPRD

Nota kesepakatan

Ranc. Akhir

EVALUASI
Raperda
RPJMD oleh
MDN/Gub

Penetapan
RPJMD

1 2 3 4 5 6
Kesepakatan Bersama
Gub/Bupati/Walikota
dengan DPRD
MEKANISME EVALUASI RANCANGAN PERDA TENTANG RPJPD DAN RPJMD

KEWENANGAN PEMDA KEWENANGAN KEMENDAGRI


Merumuskan Kembali
PEMBATALAN
PERDA

RAPERDA Tdk Prov mll


Disempurnakan Menteri
RPJPD/RPJMD Tdk
Sesuai K/K mll
MA
Tdk
Melewati Sesuai
DPRD Batas WKT Dgn UU Penyempurnaan
3 4
KDH
Evaluasi Oleh
menetapkan
Permendagri No. 80
Tahun 2016
gub/bup/wal Klarifikasi
Noreg PERDA RPJPD/
(7 Hari) MDN/GUB
RPJMD

1 2
Hasil
Kesepakatan MDN/GUB Evaluasi
1. Pengajuan
Verifikasi
paling lama 30 (tiga
puluh) hari sejak
GUBERNUR dengan DPRD (15 hari) Penyempurnaa
n oleh Dirjen disetujui bersama oleh DILAKSA
Bangda/Bapped DPRD dan KDH. Sesuai
(3 hari) a Prov; dan -NAKAN
2. Permintaan
• Gubernur Noreg kpd
Dirjen
kpd MDN Otda/Biro
Hukum.

Penyampaian RANPERDA • Bupati/Waliko


RPJPD/RPJMD Dilampiri: ta kpd 7 hari
1). Kesepakatan Legislatif dan Gubernur Sesuai
Noreg
Eksekutif; dgn UU
2). Berita Acara Musrenbang;
3). Hasil Pengendalian Kebijakan
RPJMD;
4). Dokumen KLHS
CATATAN : 1. GUBERNUR menyampaikanm rancangan perda ke DPRD untuk memperoleh persetujuan bersama
2. Ranperda yang sudah disetujui bersama, disampaikan kepada MDN/Gub untuk dievaluasi
3. Kepala daerah menetapkan Perda yang telah dievaluasi dan/atau telah disempurnakan
4. MDN Mengkaji Perda RPJPD, RPJPD yang telah ditetapkan.
ISU – ISU STRATEGIS PENYUSUNAN RPJMD 2018-2023

1 Standar Pelayanan Minimal


Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, terdapat perubahan dalam standar pelayanan
minimal yang harus diberikan pemerintah kepada masyarakat. Yaitu bidang urusan Pendidikan;
Kesehatan; Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang; Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman;
Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat; dan Sosial.

2 Sistem Informasi Pembangunan Daerah


Dalam rangka meningkatkan kualitas penyusunan, pengendalian, dan evaluasi Perencanaan
Pembangunan Daerah diperlukan penyempurnaan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD)

3 Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah


RPJMD harus disusun berdasarkan Perangkat Daerah sesuai dengan turunan PP Nomor 18/2016

4 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan


Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang dilaksanakan oleh APIP dilaksanakan pada
Tahapan perumusan dokumen perencanaan (RPJMD dan RKPD) dan penganggaran (RKA – APBD)
daerah
PENUTUP
1. RPJMD merupakan dokumen strategik kepala daerah yang nantinya dijabarkan
kedalam RKPD setiap tahun dan menjadi pedoman penyusunan KUA dan PPAS
serta APBD.

2. Keberhasilan Pencapaian SPM sangat dipengaruhi Bagaimana penjabaran


pencapaian output SPM kedalam dokumen Rencana Pemb. Daerah, mulai dari
RPJMD, Renstra, RKPD, dan Renja Perangkat Daerah (PD).

3. Perlu Komitmen setiap Pihak untuk secara konsisten melaksanakan apa yg telah
direncanakan dalam dokumen perencanaan kedalam dokumen anggaran
(APBD) setiap tahunnya

4. Pengendalian dan Evaluasi yang dilakukan setiap triwulanan digunakan menjadi


dasar perencanaan perubahan dan rencana tahun berikutnya.
INSTRUKSI MENTERI DALAM NEGERI TENTANG
TINDAKLANJUT PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG PERANGKAT DAERAH

 DIKTUM KEDUA
Segera melakukan penyesuaian dokumen Rencana
Pembangunan Daerah sesuai kelembagaan perangkat
daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan
Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat
Daerah
SURAT MENTERI DALAM NEGERI TENTANG
PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DAN RENCANA PERANGKAT DAERAH
PERUBAHAN RPJPD & RPJMD
(Pasal 282 s.d Pasal 284 Permendagri No.54 Tahun 2010)

Perubahan RPJPD dan RPJMD hanya dapat dilakukan apabila:


a. Hasil pengendalian dan evaluasi menunjukkan bahwa proses perumusan, tidak
sesuai dengan tahapan dan tatacara penyusunan rencana pembangunan daerah yg
diatur dalam Peraturan Menteri ini;
b. Hasil pengendalian dan evaluasi menunjukkan bahwa substansi yang dirumuskan, tidak
sesuai dengan Peraturan Menteri ini;
c. Terjadi perubahan yg mendasar; dan/atau
d. Merugikan kepentingan nasional.
o Perubahan yang mendasar mencakup antara lain terjadinya bencana alam, goncangan politik,
krisis ekonomi, konflik sosial budaya, gangguan keamanan, pemekaran daerah, atau
perubahan kebijakan nasional.
o Merugikan kepentingan nasional apabila bertentangan dengan kebijakan nasional
o RPJMD Perubahan ditetapkan dengan Peraturan Daerah
DASAR HUKUM PENYELARASAN

1• Pasal 263 ayat (3) UU 23 Tahun 2014


“RPJMD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala
daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, pembangunan Daerah dan keuangan Daerah, serta
program Perangkat Daerah dan lintas Perangkat Daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan bersifat
indikatif untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPD dan RPJMN.”

2• Pasal 272 ayat (3) UU 23 Tahun 2014


“Pencapaian sasaran, program, dan kegiatan pembangunan dalam rencana strategis perangkat daerah
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diselaraskan dengan pencapaian sasaran, program, dan kegiatan
pembangunan yang ditetapkan dalam rencana strategis kementerian atau lembaga pemerintah nonkementerian
untuk tercapainya sasaran pembangunan nasional.”

3 SEB Menteri Dalam Negeri RI dengan Menteri PPN RI


Nomor 050/4936/SJ
Nomor 0430/M.PPN/12/2016
Tanggal 23 Desember
Tentangn Petunjuk Pelaksanaan Penyelelarasan RPJMD dengan RPJMN

Direktorat Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah 2016


PENTINGNYA PENYELARASAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

1. Sasaran dan Prioritas Pembangunan Nasional adalah tujuan


bernegara di semua tingkat pemerintahan
2. Dalam pencapaian sasaran dan prioritas pembangunan nasional,
bisa:
a. Hanya dilakukan oleh Pemerintah Pusat, seperti pertahanan,
keamanan, politik luar negeri, dll. RPJM
b. Dilakukan oleh semua tingkat pemerintahan sesuai dengan
NASIONAL
kewenangan.
3. Sasaran dan Prioritas RPJMN adalah tujuan bernegara dalam
jangka menengah yang harus dicapai oleh semua tingkat
pemerintahan sesuai dengan tingkat kewenangannya, RPJMD
4. Pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan,
tingkat partisipasi sekolah, tingkat kematian ibu, IPM, dll yang
PROVINSI
menjadi sasaran prioritas nasional, mustahil bisa dicapai dengan
hanya menghandalkan SDM dan Anggaran dari
Kementerian/Lembaga di pusat saja. RPJMD
5. Partisipasi Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota mutlak
diperlukan. KAB/KOTA
6. Dalam kerangka pencapaian tujuan bernegara tsb, maka sasaran
prioritas pembangunan nasional harus dijabarkan ke semua
tingkat pemerintahan sesuai dengan kewenangan.
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

“SEB PENYELARASAN RPJMD DENGAN RPJMN”


Mendagri Bapak Tjahjo Kumolo bersama Menteri Bappenas,
Bambang P.S. Brodjonegoro pada Jumat, (23/12/2016)
menandatangani Surat Edaran Bersama (SEB) tentang
penyelarasan RPJMD dengan RPJMN tahun 2015-2019 di ruang
rapat serba guna 4 Bappenas, Jalan Taman Suropati No. 2
Jakarta.

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

“SEB PENYELARASAN RPJMD DENGAN RPJMN”


Mendagri Bapak Tjahjo Kumolo bersama Menteri Bappenas,
Bambang P.S. Brodjonegoro pada Jumat, (23/12/2016)
menandatangani Surat Edaran Bersama (SEB) tentang
penyelarasan RPJMD dengan RPJMN tahun 2015-2019 di ruang
rapat serba guna 4 Bappenas, Jalan Taman Suropati No. 2
Jakarta.

@kemendagri @kemendagri @kemendagri_ri

Anda mungkin juga menyukai