Anda di halaman 1dari 19

PERAN, FUNGSI DAN

TUGAS APOTEKER
 APOTEK  Sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik
kefarmasian oleh apoteker
Apoteker Pengelola Apotek (APA)

Menurut peraturan menteri kesehatan RI No. 35 tahun 2014 tentang standar


pelayanan kefarmasian di Apotek, yang dimaksud Apoteker adalah

Sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan
sumpah jabatan Apoteker

Apteker Pengelola Apotek  seorang apoteker yang telah diberikan Surat Izin
Praktik Apoteker (SIPA)
 Berdasarkan Permenkes RI No 922/Menkes/Per/x/1993, persyaratan
menjadi APA adalah :

1. Ijazah telah terdaftar pada DepKes


2. Telah mengucapkan sumpah sebagai Apoteker
3. Memiliki Surat Ijin Kerja (SIK)
4. Memenuhi syarat-syarat kesehatan fisik dan mental untuk melaksanakan
tugas sebagai Apoteker
5. Tidak menjadi Apoteker Pengelola Apotek (APA) ditempat lain
Apoteker Pengelola Apotek
Apoteker Pendamping  Apoteker yang bekerja disamping APA dan
menggantikannya pada jam-jam tertentu pada hari buka apotek

Apoteker pengganti  Apoteker yang ditunjuk untuk menggantikan APA, bila


APA sedang berhalangan melakukan tugasnya
 Peran dan Fungsi APA
1. Membuat visi dan misi
2. Membuat strategi, tujuan, sasaran dan progam kerja
3. Membuat Standar Prosedur Operasional (SPO) di apotek
4. Membuat sistem pengawasan dan pengendalian SPO
5. Merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan menganalisa hasil
kinerja operasional dan keuangan apotek
 Wewenang dan tanggung jawab APA
1. Menentukan arah terhadap seluruh kegiatan
2. Menentukan peraturan yang akan digunakan
3. Mengawasi pelaksanaan SPO dan progam kerja
4. Bertanggung jawab terhadap kinerja yang diperoleh
 Apoteker di Apotek memiliki 3 peranan :
1. Profesional
2. Manager
3. Retailer
 Peran Apoteker sebagai Profesional meliputi :
1. Melindungi masyarakat dari pelayanan yang tidak profesional
2. Melindungi profesi dari tuntutan yang tidak wajar
3. Pembinaan serta meningkatkan mutu pelayanan farmasi di apotek
Pelayanan kefarmasian meliputi :
1. Pelayanan resep
a. Skrining resep
- Persyaratan administrasi : kelengkapan resep, kesesuaian farmasetik,
pertimbangan klinis
b. Penyiapan obat : peracikan, pemberian etiket, kemasan obat yang
diserahkan, penyerahan obat, informasi obat, konseling, monitoring
penggunaan obat
2. Promosi dan edukasi : Apoteker memberikan edukasi apabila masyarakat
ingin mengobati diri sendiri (swamedikasi) untuk penyakit ringan dengan cara
memilihkan obat
3. Pelayanan residensial
Apoteker diharapkan juga dapat melakukan pelayanan kefarmasian yang
bersifat kunjungan rumah, khususnya kelompok lanjut usia dan pasien dengan
penyakit kronis (menahun)
 Peranan Apoteker sebagai Manager
Fungsi managemen :
1. Mencapai tujuan
2. Menjaga keseimbangan antara tujuan-tujuan yang bertentangan
3. Mencapai efisiensi dan efektifitas

Manager dikatakan efisien  bila mampu mencapai pendapatan lebih tinggi


dibanding pengeluaran yang digunakan
Manager dikatakan efektif  dapat memilih pekerjaan yang harus dilakukan
atau metode yang tepat untuk mencapai tujuan
 Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1027/Menkes/SK/IX/2014, pengelolaan sumber daya di apotek meliputi :
1. Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Apoteker harus memiliki kemampuan :
- Memberikan pelayanan yang baik
- Mengambil keputusan yang baik
- Memberi peluang untuk meningkatkan pengetahuan
2. Pengelolaan Sarana dan Prasarana
Apoteker berperan dalam mengelola apotek :
- Lingkungan apotek harus dijaga kebersihannya
- Apotek harus dengan mudah diakses oleh masyarakat
- Apotek harus ada papan dengan tulisan Apotek
3. Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Perbekalan Kesehatan
a. Perencanaan
Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sediaan farmasi : pola penyakit,
kemampuan masyarakkat, budaya masyarakat
b. Pengadaan
Pengadaan sediaan farmasi harus melalui jalur resmi
c. Penyimpanan
- Obat harus disimpan dalam wadah asli dari pabrik
- wadah sekurang-kurangnya harus memuat nama obat, nomer batch dan
tanggal kadaluarsaharus
- Obat disimpan pada kondisi yang layak
4. Administrasi
Administrasi umum : pencatatan, pengarsipan, pelaporan narkotika,
psikotropika

Administrasi pelayanan : pengarsipan resep, pengarsipan catatan


pengobatan pasien
 Peran Apoteker sebagai Retailer
- mengidentifikasi apa saja yang menjadi kebutuhan pelanggan
- Menstimulasi kebutuahan pelanggan agar menjadi permintaan
- Memenuhi permintaan tersebut sesuai bahkan melebihi harapan
pelanggan
Fungsi dan tugas Apoteker menurut
WHO
1. CARE GIVER  Apoteker dapat memberikan pelayanan kepada pasien
2. DECISION MAKERApoteker mampu mengambil keputusan, sesuai
kemampuan pasien
3. COMMUNICATOR  Apoteker mampu berkomunikasi dengan baik dengan
pihak pasien maupun tenaga seprofesi
4. LEADER  Apoteker mampu menjadi pemimpin di Apotek
5. MANAGER  Apoteker mampu mengelola apotek dengan baik dalam hal
pelayanan, pengelolaan dan pengolahan tenaga kerja
6. LIFE LONG LEARNER  Apoteker harus terus menggali ilmu pengetahuan
7. TEACHER  Apoteker harus mampu menjadi guru, pembimbing bagi stafnya
8. RESEARCHER  Apoteker berperan serta dalam berbagai penelitian guna
mengembangkan ilmu kefarmasian