Anda di halaman 1dari 20

FARMAKOGNOSI

“LIPID”

MARIA STEFANI SOLI REBA WATU 164111016

MARIA YOLANITA PAJANG 164111017

MARIA YOSEFA NATRIS NDOA 164111018

MODESTA OKTAFIANI NAO 164111019

NATASYA WEHELMINA BARIA 164111020

MECHY YUSUF NUBATONIS 164111052

FARMASI A/SEMESTER IV
STIKES CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG
Pengertian Lipid

 Lipid (dari kata Yunani, Lipos, lemak) dan biasa


dikenal dengan minyak (organik, bukan minyak
mineral atau minyak bumi), lemak, dan lilin.

 Lipid kadang diartikan sama dengan lemak yang


dikenal sebagai bahan makanan seperti mentega,
minyak tumbuhan, minyak daging sapi, kulit ayam,
lemak yang terdapat dalam susu, kuning telur,
daging, kacang-kacangan, dan lain-lain.
 Lipid merupakan golongan senyawa hidrokarbon
alifatik nonpolar dan hidrofob, yang esensial
dalam menyusun struktur dan menjalankan
fungsi sel hidup.

 Karena bersifat nonpolar, lipida tidak mudah


larut dalam pelarut polar, seperti air atau
alkohol, tetapi larut dalam pelarut nonpolar,
seperti eter atau kloroform.
SIFAT UMUM LIPIDA

1. Tidak larut dalam air

2. Larut dalam pelarut organik seperti benzena, eter,


aseton, kloroform, dan karbon tetraklorida

3. Mengandung unsur-unsur karbon, hidrogen, dan


oksigen, kadang-kadang juga mengandung nitrogen
dan fosfor yang terikat pada unsur karbon

4. Bila dihidrolisis akan menghasilkan asam lemak

5. Berperan pada metabolisme tumbuhan dan hewan.


Fungsi lipid
 Sebagai cadangan energi

 Berperan dalam fungsi seluler dan komponen


struktural pada membran sel yang berkaitan dengan
karbohidrat dan protein dalam menjalankan aliran
air, ion dan molekul air, keluar dan masuk sel.

 Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar


sinyal, seperti pada prostaglandin dan steroid hormon
serta kelenjar empedu.

 Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E, K yang


berguna untuk proses biologis.
 Fungsi Lipid dalam bidang industri digunakan sebagai
bahan dasar pembuatan margarine, sabun, kosmetik,
plastik, pembuatan cat, dan berbagai produk lainnya.

 Dalam bidang farmasi minyak lemak dan lemak


digunakan sebagai emolient, emulgator, basis salep,
pelarut obat suntik, juga memiliki fungsi terafeutis
seperti minyak jarak dan minyak chalmougra
berkhasiat obat pencahar dengan cara merangsang
gerakan peristaltik.
Sifat Lipid

1. Warna

Minyak lemak dan lemak umumnya berwarna


pucat, berwarna kuning karena mengandung
pigmen Karotenoid. Juga dapat berwarna Jingga
(dalam bentuk padatannya). Apabila minyak terjadi
proses hidrogenasi maka akan terjadi perubahan
pada pigmen kandungan lemak, sehingga terjadi
pengurangan warna pada minyak tersebut.
2. Bau

Berbau Wangi disebabkan adanya senyawa


Nonyl Metil Keton (pada minyak kelapa) & β-
ionon (pada minyak kelapa sawit).
3. Kelarutan
Tidak larut dalam air kecuali minyak castor, sedikit larut
dalam alkohol, larut dalam eter, karbon disulfida, dan kloroform.
4. Titik didih
Titik didih asam lemak semakin besar sesuai dengan
panjang rantai karbon dari asam lemak penyusunnya.
5. Sifat lainnya
Bila terhidrolisis akan menghasilkan asam lemak, berperan
dalam metabolisme tumbuhan dan hewan.
6. Titik Cair

Minyak lemak dapat memadat dan dapat


mencair pada batas temperatur tertentu, ini berguna
untuk pengenalan komponen. Namun keadaan padat
cairnya minyak dan lemak tidak tentu,

contohnya: Oleum Chaulmogra pada daerah tropis


berupa minyak cair, sedangkan pada daerah sub
tropis berbentuk padat.

Oleum Olivarum pada suhu rendah dapat


menjadi padat dan gliserida-gliserida dari asam lemak
tidak jenuh berbentuk cair.
KLASIFIKASI LIPID

1. Lipid sederhana (simpel lipid); merupakan


ester asam lemak dengan berbagai macam
alkohol, terdiri dari :
 Lemak netral → monogliserid, digliserida, trigliserida

 Lilin (waxes) → sterol ester, asam lemak dengan


alkohol tinggi.

 Minyak lemak
2. Lipid gabungan (Compound lipids); merupakan ester asam
lemak dan gliserol yang memiliki gugus tambahan karena
berkombinasi dengan kelompok zat kimia lainnya.
 Fosfolipid → asam fosfatida, plasmogen, sfingomielin.
 Glikolipid → serebrosida, gangliotida.

3. Bentuk lipid kompleks lainnya → sulfolipid, aminolipid,


lipoprotein.
Penggunaan minyak lemak dan lemak pada bidang
kefarmasian biasanya digunakan sebagai bahan pelembut
(emolien).
CONTOH-CONTOH MINYAK LEMAK, ANTARA
LAIN:

1. Oleum Ricini (Minyak Jarak)

Berasal dari tanaman Ricinus comunis (Euphorbiaceae). Biji


kastor mengandung 45-55% minyak lemak. Dan minyak
yang dihasilkan berwarna kuning pucat, transparan, cair
dan mempunyai bau yang khas.

Oleum ricini merupakan stimulan pencahar dan sebagai


bahan pembuat vaginal jelly untuk menjaga keasaman
pada daerah vagina. Oleum ricini juga merupakan bahan
pembuat sabun, lubrikan mesin, dan bahan pengeras pada
industri kefarmasian.
2. OLEUM OLIVARUM (MINYAK ZAITUN)
 Berasal dari tanaman Olea europea (Oleaceae). Minyak zaitun
disebut juga sweet oil. Nama Olea berasal dari bahasa latin oliva,
yang berarti minyak atau elaion dari bahasa Yunani yang berarti
minyak.

 Minyak zaitun berwarna kuning pucat atau hijau muda, baunya tidak
menyengat dan rasanya sedikit tajam. Minyak zaitun larut terhadap
eter, karbon disulfida, kloroform dan sedikit larut pada alkohol.
Mengandung asam oleat, asam palmitat, dan asam linoleat.

 Kegunaannnya adalah untuk pembuatan sabun, plester koyo,


emolien, demulsen, dan laksative.
3. OLEUM SESAMI (MINYAK WIJEN)
 Berasal dari tanaman Sesamum indicum(Pedaliaceae).
Minyak lemak yang diperoleh dengan pemerasan biji
Sesamum indicum L. Bijinya sendiri yaitu Sesami Semen.
Rasanya manis dan berminyak. Minyak sesami ini
berwarna kuning pucat, berbentuk cair, tidak berbau dan
rasanya tajam.
 Kandungan : minyak sesami adalah campuran gliserida
bersama dengan beberapa asam, antara lainoleic dan
linoleic, palmitat, dan stearat. Kegunaan minyak ini
adalah untuk pelarut pada injeksi intramuskular,
laksative, demulsen, dan emolien.
CONTOH SIMPLISIA LEMAK (FAT)

Minyak Cacao

Disebut juga cocoa butter. Berasal dari tanaman


Theobroma cacao (Sterculiaceae). Minyak Cacao adalah
lemak yang berasal dari biji T. cacao yang dikeringkan.
Berwarna kekuningan dengan endapan putih, bau yang
khas dan rasa seperti coklat.

Minyak Cacao terdiri dari campuran gliserida dengan


bebrapa komponen asam, seperti asam oleat, asam stearat,
asam palmitat dan asam linoleat. Kegunaannya
adalahsebagai basis supositoria.
Lilin (wax)
Lilin (wax) adalah ester dari rantai panjang gugus alkohol dan
asam lemak. Di dalam tanaman, lilin ditemukan diantara jaringan
epidermis luar, terutama pada daun dan buah. Fungsi dari lilin adalah
sebagai proteksi terhadap penetrasi dari air. Carnauba wax dan
bayberry wax adalah contoh dari lilin yang berasal dari tanaman.

Kegunaan lilin dalam bidang farmasi adalah untuk pengeras


dalam sediaan kosmetik dan krim. Lilin juga biasa digunakan untuk
protective coating.
APLIKASI DALAM BIDANG FARMASI
 Alkohol lemak, ex: butil/etil alkohol sebagai
pembawa untuk larutan parenteral

 Fosfolipid, digunakan sebagai agen pengemulsi


dan pendispersi. Selain ditemukan pada sediaan
topikal, fosfolipid juga digunakan dalam
formulasi kapsul oral dan parenteral

 Glikolipid, banyak dikenal sebagai surfaktan,


misalnya surfaktan polisorbat
 Lipid netral lain (misal senyawa steroid), dapat

digunakan untuk memperluas fasa transisi sehingga

memudahkan manipulasi dan/atau emulsifikasi.

 Polietilen glikol (PEG), dalam sediaan farmasi

digunakan untuk sediaan oral, topikal, nasal, dan

formula injeksi yang perlu penetrasi.


20

Anda mungkin juga menyukai