Anda di halaman 1dari 16

GANGGUAN AKIBAT

KEKURANGAN IODIUM
(GAKI)

DEVI YULIANI, DCN, M.Kes.


GAKI adalah
sekumpulan gejala yang timbul karena
tubuh seseorang kurang unsur yodium
secara terus menerus dalam jangka
waktu lama
Iodium adalah
• Sejenis mineral yang terdapat di alam, baik di
tanah maupun di air,
• Zat gizi mikro yang diperlukan untuk
pertumbuhan dan perkembangan mahluk
hidup.
• Diperlukan untuk membentuk Hormon
Tiroksin yang berfungsi untuk mengatur
pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan
mulai dari janin sampai dewasa
Kekurangan yodium penyebab
utama
• Penumpulan intelektual (GAKI mempunyai
potensi menurunkan tingkat kecerdasan
atau sering disebut Intelligence
Quotient (IQ)
• Kretin (gangguan mental umum, bisu tuli
cebol dst).
Kelompok Dampak
Rentan

Ibu hamil Keguguran

Janin Lahir mati, meningkatkan kematian janin,


kematian bayi, kretin (keterbelakangan mental,
tuli, mata juling, lumpuh spatis), cebol, kelainan
fungsi psikomotor
Neonatus Gondok dan hipotiroid

Anak dan Gondok, Gangguan pertumbuhan fisik dan


Remaja mental, hipotiroid juvenile
Dewasa Gondok, hipotiroid, gangguan
POTENSI PENURUNAN IQ
KARENA GAKI:

• Kretin: 50 IQ Point
• Gondok: 10 IQ Point
• Tinggal di daerah GAKI: 5 IQ Point
Suatu daerah berisiko mengalami
GAKI, jika:

• Kandungan iodium dalam tanah dan air


sudah banyak yang terkikis karena erosi,
banjir atau hujan lebat

• Sumber air, hewan dan tumbuhan di


daerah tersebut mengandung kadar
iodium yang rendah
Daerah yang penduduknya berisiko
mengalami masalah GAKI ditandai
dengan:

1. Kadar Iodium dalam Urin: Jika median


Ekskresi Iodium dalam Urin (EYU)
penduduk kurang dari 100μg/l

2. Cakupan konsumsi garam


beriodiumnya masih kurang dari 90%
• Hasil Riskesdas 2007, menunjukkan
bahwa nilai rata-rata nasional EYU adalah
224 μg/L, yang merupakan katagori di
atas yang dianjurkan.
• Cakupan Konsumsi Garam mengandung
Cukup iodium secara nasional 62.3%,
yang terendah propinsi NTB 27.90%
dan tertinggi propinsi Bangka Belitung
98.70%.
• NAD 47.30 %
• Garam beriodium adalah garam yang
telah diyodi-sasi sesuai dengan SNI
dan mengandung yodium ≥30ppm
untuk konsumsi manusia atau ternak
dan industri pangan.
Di Indonesia, upaya penanggulangan
GAKI difokuskan pada peningkatan
konsumsi garam beryodium.

1. Peningkatan proporsi rumah tangga yang


mengkonsumsi garam beryodium cukup
(≥30ppm)

2. Pelestarian konsumsi garam beryodium


cukup pada semua rumah tangga di
seluruh kabupaten/kota
Target yang harus dicapai dalam
program penanggulangan GAKI ini
yaitu:

1. 90% rumah tangga yang mengkonsumsi


garam beryodium cukup (≥30 ppm)
secara nasional, propinsi dan
kabupaten/kota

2. Median EYU secara rata-rata nasional


propinsi dan kabupaten/kota adalah 100-
299 μg/L
Dasar Hukum
1. Keputusan Presiden nomor 69 tahun 1994 tentang
pengadaan garam beryodium.
2. Undang-Undang Perlindungan Konsumen nomor 8
tahun 1999, yang bertujuan menjamin status kesehatan
warganegara.
3. Peraturan Pemerintah nomor 15 tahun 1991 tentang
Standar Nasional Indonesia.
4. Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008, tentang
perencanaan pembangunan daerah sesuai dengan
situasi otonomi daerah.
5. Surat Keputusan Menperind nomor 29/M/SK/2/1995
tentang Pengesahan SNI dan penggunaan tanda SNI
wajib pada 10 produk industri
Upaya yang berkesinambungan untuk
mencapai tujuan penanggu-langan GAKI, dapat
dilakukan melalui:
A. Peningkatan Komitmen
B. Percepatan pemenuhan pasokan garam beryodium
C. Pemberdayaan dan peningkatan sosial ekonomi
petani garamgaram
D. Pemberdayaan masyarakat
E. Pemantauan kualitas garam beryodium untuk
konsumsi
F. Penguatan kelembagaan penanggulangan GAKY
G. Penegakan norma sosial dan hukum
H. Peningkatan monitoring dan evaluasi