Anda di halaman 1dari 25

DISTRESS SPIRITUAL

KELOMPOK 9
NAMA KELOMPOK 9
o ARI ARFIANI (131101004)
o PETRA DIAN SARI ZEGA (131101097)
o IRUT YOFANKA (131101113)
o NOMI MARBUN (131101149)
o YOSA RINI Z(131101042)
o LATIFA HANNUM SIMAMORA (131101034)
o SYAHRINAL SINAGA (131101046)
o TESTCIA ARIFIN (131101142)
o ROMY F PURBA (131101095)
o MUHAMMAD RIZAL SARAGIH (131101031)
o KIKI ADE YUNA SINAGA (13101060)
o SRI LESTARI HARAHAP ( 131101068)
o RISKY SAHLAINI LUBIS (131101075)
o MAHDALENA (131101099)
o NUR ELIZA SARI(131101005)
PEMICU
Nona KR(23 tahun) mengalami KKL dan saat ini dirawat
didepartemen bedah plastik akibat cedera pada kaki kiri
dan dokter menyarankan untuk istrihat selama 6
bulan,jika tidak maka akan terjadi burger disease.Saat ini
dia tidak bisa mengerakkan kakinya dengan baik akibat
cedera tersebut.Nona KR adalah seorang mahasiswi
tingkat akhir yang aktif dibidang sosial dan saat ini
tengah menyusun skripsi.untuk menambah biaya sehari
hari dia bekerja direstoran terkenal.karena pekerjaanya
itu diperlukan penggunaan ekstremitas bagian bawah
dengan baik.Nona KR sangat khawatir dan ketakutan
kakinya tidak bisa digunakan dengan baik seperti
sebelum terjadi kecelakaan .dia belum pernah dirawat
dirumah sakit sebelumnya dan sekarang menghadapu
kemungkinan kehilangan bagian dari kakinya atau tidak
mau berjalan lagi.
Apakah yang terjadi dengan nona KR ?
MORE INFO
Dia merasa sendiri dan ingin bunuh diri akibat
kejadian tersebut.”..saya takut tidak pernah
berjalan lagi ,tidak pernah bisa bekerja lagi dan
tidak mampu menemukan pacar yang mengerti
keadaan saya ,mengapa ini terjadi padaku?’’tuhan
tidak sayang sama aku.aku selalu taat beribadah
,mematuhi semua perintahnya tapi kenapa tuhan
buat ini samaku?’’jika begeni aku tidak mau lagi
percaya dan mengikuti perintahnya.saya berpikir
ini semua tidak bisa diatasi dengan baik dan sia sia
ibadahku kepadanya.
Saat ini dia sangat shock dan tidak tahu apa yang
akan dilakukannya ,tidak ingin bertemu dengan
orang lain ,tidak percaya kepada siapapun.
LEARNING ISSUE
1.Defenisi distress spiritual
2.Sumber koping
3.Karateristik
4.Faktor resiko
5.Askep distress spritual
a.Pengkajian
b.Diagnosa
c.Perencanaan
 tujuan & kriteria hasil
 Intervensi (mandiri,kolaborasi dan penkes)
d.Evaluasi
DEFENISI
 Distress spiritual adalah kemampuan dalam
mengalamibdan mengintegrasikan arti dan tujuan
hidup seorang dengan diri,seni,musik,literatur,alam
dan kekuatan yang lebih besar
daribdirinya.(nanda,2005)
 Distress spiritual adalah gangguan dalam prinsip
hidup yang meliputi seluruh kehidupan seseorang dan
integrasikan biologis dan psikososial.(varcarolis,2000)
 Distress spiritual adalah suatu gangguan yang
berkaitan dengan prinsip yang menyebabkan
gangguan pada aktivitas spiritual,yang merubah
akibat dari masalah-masalah fisik atau psikosial yang
dialami.(dochteman,2004;120)
SUMBER KOPING
 Menurut safarino(2002) terdapat 5 tipe sumber koping
distress spiritual :
a. Dukungan emosi yang terdiri atas rasa
sempati,caring,memfokuskan pada kepentingan orang
lain.
b. Dukungan esteem yang terdiri atas eksperesi positif
thingking,mendorong atau setuju dengan pendapat
orang lain.
c. Dukungan instrumental yaitu menyediakan pelayanan
langsung yang berkaitan dengan dimensi spirirual.
d. Dukungan informasi yaitu memberikan
nasehat,petunjuk dan umpan balik bagaimana seorang
harus berperilaku berdasarkan keyakinan spiriyualnya
e. Dukungan netrowk menyediakan dukungan kelompok
untuk berbagai tentang aktivitas spirirtual
f. Dukungan apprasial yang membantu seseorang untuk
meningkatkan pemahaman terhadap stresor spritual
dalam mencapai keterampilan koping yang efektif
KARATERISTIK

a.Hubungan dengan diri


 Ungkapan marah
-harapan
-arti dan tujuan hidup
-perdamaian
-penerimaan
-cinta
Memaafkan diri sendiri
 Marah
 Kesalahan
 Koping yang buruk
b.Hubungan dengan orang lain
-menolak berhungan dengan tokoh agama
-menolak ineraksi dengan tujuan dan keluarga
-mengungkapkan terpisah dari sistem pendukung
-menggungkapkan pengasingan diri
c.Hubungan dengan seni,musik,literatur,dan alam
-tidak tertarik dengan alam
-tidak tertarik dengan bacaan keagamaan
-ketidakmampuan untuk mengungkapkan
kreativitas (bernyayi,mendengarkan
musik,menulis)
d.Hubungan dengan yang lebih besar darinya
-ketidakmampuan untuk berdo’a
-ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam
kegiatan keagamaan
-mengungkapkan terbuang oleh atau karena
kemarahan tuhan
-meminta untuk bertemu dengan tokoh agama
-tiba-tiba berubah praktik agama
-ketidakmampuan untuk introspeksi
-mengungkapkan hidup tanpa harapan dan
menderita
FAKTOR RESIKO
 Perkembangan
 -perubahan lingkungan
 -bencana alam
 Lingkungan
 -sakit kronis
 -penyakit fisik
 -penyalahgunaan zat
 Psikososial
 -hambatan untuk mengalami cinta
 -perubahan dalam ritual agama
 -perubahan dalam praktek spiritual
 -
FAKTOR RESIKO
1.Perkembangan -depresi
-perubahan lingkungan
-bencana alam -ketidakmampuan
2.Lingkungan untuk memaafkan
-sakit kronis -kehilangan
-penyakit fisik -harga diri rendah
-penyalahgunaan zat
3.Psikososial -hubungan buruk
-hambatan untuk -konflik sosial
mengalami cinta
-perubahan dalam ritual -stress
agama -berpisah dengan sistem
-perubahan dalam praktek pendukung
spiritual
-konflik kultural
ASKEP DISTRESS SPIRITUAL
1. Pengkajian keperawatan
a.Pengkajian data subjektif
pedoman yang disusun oleh stoll(kotier,2005) :
a.Konsep tentang kebutuhan
b.Sumber kekuatan dan harapan
c.Praktik agama dan ritual
d.Hubungan antara keyakinan spiritual dan kondisi
kesehatan
2.Pengkajian data objektif
a.afek dan sikap
apakah pasien tampak kesepian,marah
depresi,cemas,agitasi.apatis atau preokupasi?
b.Perilaku
apakah pasien tampak berdoa sebelum
makan,membaca kitab suci atau buku keagamaan
?dan apakah pasien seringkali mengeluh,tidak dapat
tidur,bermimpi buruk dan berbagai bentuk gangguan
tidur lainya ,serta bercanda yang tidak sesuai atau
mengekspresikan kemarahannya terhadap agama ?
c.Verbalisasi
apakah pasien menyebut tuhan,doa,rumah
ibadah atau topik keagamaan lainnya?apakah pasien
pernah minta dikunjungi oleh pemuka
agama?apakah pasien mengeksperesikan rasa takut
akan kematian?
d.Hubungan interpersonal
siapa pengunjung pasien ?bagaimanapasien
berespon terhadap pemuka agama?apakah pemuka
agama datang mengunjunginya?dan bagaimana
berhubungan dengan pasien yang lain dan perawat
?
e.Lingkungan
apakah pasien membaca kitab suci atau
perlengkapannya ibadah lain?apakah pasien
memakai keagamaan ?
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Sign/symtom etiologi problem
Ds:mengalami Kecelakaan lalu lintas
kkl,khawatir
dan Cedera pada kaki kiri
takut,kakinya
tidak bisa
digunakan Harus istirahat kakinya tidak bisa
lagi,belum 6 bulan digerakkan dengan
pernah dirawat baik
dirs
,mengungkapk
an kata’’
kekecewaan Kekhawatiran pada pekerjaan dan
,keputusasaan takut kakinya tidak bisa digunakan
,dan lagi dengan baik
mengeluhkan
tuhan dan
ingin bunuh
diri
Do : cedera pada Ingin bunuh diri,shock Distress
kaki kiri,tidak ,merasa sendiri,tidak tahu spiritual
bisa mengerakkan apa yang akan dilakukannya
kakinya dengan lagi ,tidak percaya pada
baik,tidak percaya siapapun dan menyalahkan
kepada siapapun, tuhan
tidak ingin
bertemu dgn
orang lain,tidak
tahu apa yang Distress spiritual
akan
dilakukan,shock
DIAGNOSA KEPERAWATAN
 Distress spiritual b/d kekecewaan d/d khawatir,takut
kakinya tidak bisa digunakan lagi ,tidak ingin
bertemu orang lain dan menyalahkan tuhan.
PERENCANAAN KEPERAWATAN
 Tujuan dan kriteria hasil
-menunjukkan kesehatan spiritual oleh indikator
*arti dan tujuan hidup
*pencapaian pandangan dunia spiritual
*kemampuan untuk mencintai dan memaafkan
*kemampuan untuk berdoa dan beribadah
*interaksi dengan pemimpin spiritual
*Hubungan dengan diri sendiri
*interkasi dengan orang lain dan berbagai gagasan
kepercayaan.
INTERVENSI

1.Mandiri
-dorong individu untuk meninjau ulang masa lalu
dan berfokus pada kejadian dan hubungan yang
memberikan dukungan dan kekuatan spiritual
-dorong partisipasi terkait dengan keterlibatan
anggota keluarga,teman dan orang lain.
-berbagai dengan prespektif spiritual dengan baik
-dorong pengunaan dengan sumbur-sumber
spiritual
Tunjukkan empati terhadap perasaan klien
2.Kolaborasi
-komunikasikan kebutuhan nutrisi
-mintal konsultasi spiritual untuk membantu
pasien atau keluarga menentukan kebutuhan
pascahospitalisasi dan sumber-sumberdi
masyrakat
-rujuk ke penasehat spiritual pilihan pasien
3.Penkes
-Jelaskan pembatasan yang dilakukan sehubungan
dengan perawatan terhadap aktifitas keagamaan
Jelaskan tentang gizi yang harus ditingkatkan
EVALUASI

 Tujuan asuhan keperawatan telah tercapai


apabila secara umum pasien :
1.Mampu beristrihat dengan tenang
2.Mengekspresikan rasa damai berhubungan
dengan tuhan
3.Menunjukkan hubungan yang hangat dan
terbuka dengan pemuka agama
4.Mengeksperesikan arti positif terhadap situasi
dan keberadannya
5.Menunjukkan afek positif tanpa rasa bersalah
dan kecemasan
KESIMPULAN

 Nona kr 23 tahun mengalami distress spritual


b/d ansietas d/d do & ds
TERIMA
KASIH