Anda di halaman 1dari 22

BIOTEGNOLOGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

MODEL BELAJAR DEMONSTRASI


ELIANA PURBA 8186181003
Biotegnologi adalah pemanfaatan
prinsip-prinsip ilmiah dalam
menggunkan organisme untuk
menghasilkan produk dan jasa
untuk memenuhi keabutuhan
manusia.
BIOTEGNOLOGI KONVENSIONAL

Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang


mengandalkan jasa mikroba untuk menghasilkan produk
yang dibutuhkan manusia melalui proses fermentasi (proses
peragian). Di dalam pemanfaatan mikroba ini, manusia
tidak melakukan manipulasi atau rekayasa proses. Manusia
hanya menciptakan kondisi dan bahan makanan yang cocok
bagi mikroba untuk berkembang secara optimal.
KARAKTERISTIK BIOTEGNOLOGI
KONVENSIONAL

Jumlah produk yang Hanya menerapkan


dihasilkan dalam teknologi sederhana
jumlah sedikit

Prosesnya relative
belum steril sehingga
kualitas hasilnya belum
terjamin
PRODUCT BIOTEGNOLOGI KONVENSIOANAL
TEMPE

• Kedelai dicuci sampai bersih2.


• Kedelai direbus selama kurang
lebih 1 jam
• Kedelai didiamkan selama
kurang lebih 12 jam
• Kedelai dicuci lalu dipisahkan Dalam proses pembuatan
dari kulit arinya5. tempe paling sedikit diperlukan
• Setelah kulit air terpisahkan dari empat jenis kapang dari
biji kedelai langsung dicuci lagi genusRhizopus
• Kedelai diletakkan di atas Rhyzopus oligosporus
nampan lalu taburkan ragi tempe Rhyzopus stolonifer
dan aduksecaramerata Rhyzopus arrhizus
• Bungkus kedelai dengan Rhyzopus oryzae
menggunakan daun atau plastik
(Untuk pembungkusandengan
menggunakan plastik pastikan pl
astik sudah diberilubang lubang
kecil)
Rhizopus oryzae
akan
mengalamifermentasi
yaitu proses produksi
energi dalam sel
dalam keadaan
aerobic.Proses fermentasi
pada kedelai dapat
menyebabkan perubahan
kimia protein karena adan
ya enzim proteolitik, men
yebabkan
degradasi protein kedelai
menjadi asam amino.
TAPE

•Potong singkong yang telah dikupas sesuai keinginan.


•Cuci hingga bersih singkong yang telah dipotong.
•Sementara menunggu singkong kering, masukkan air ke
dalam panci samapai kira – kira terisi seperempat lalu
panaskan hingga mendidih.
•Setelah air mendidih masukkan singkong ke dalam panci
kukus, lalu kukus hingga singkong ¾ matang, kira – kira ketika
‘daging’ singkong sudah bisa ditusuk dengan garpu.
•Setelah matang, angkat singkong yang telah ¾ masak lalu
taruh di suatu wadah, kemudian didinginkan
•Sambil mengipas – ngipas, teman satu kelompok kami
menyiapkan wadah sebagai tempat untuk mengubah singkong
menjadi tape. Wadah itu terdiri dari baskom yang bawahnya Saccharomyces cereviceae
dilapisi dengan daun pisang.
•Setelah singkong benar – benar dingin, masukkan singkong
ke dalam wadah lalu taburi dengan ragi yang telah dihaluskan
dengan menggunakan saringan
•Singkong yang telah diberi ragi ini kemudian ditutup kembali
dengan daun pisang. Singkong ini harus benar – benar
tertutup agar mendapatkan hasil yang maksimal.
•Setelah singkong ditutupi dengan daun pisang, diamkan
selama 1-2 hari hingga sudah terasa lunak dan manis. Saat
itulah singkong telah menjadi tape.
Reaksi dalam fermentasi singkong menjadi tape adalah glukosa (C6H12O6)
yang merupakan gula paling sederhana , melalui fermentasi akan
menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi,
dan digunakan pada produksi makanan.
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) + Alkohol (etanol) + Karbon dioksida +
Energi

Pada proses pembuatan tape, jamur ragi akan memakan glukosa yang ada
di dalam singkong sebagai makanan untuk pertumbuhannya, sehingga
singkong akan menjadi lunak, jamur tersebut akan merubah
glukosa menjadi alkohol.
Dalam pembuatan tape, ragi (Saccharomyces cereviceae) mengeluarkan
enzim yang dapat memecah karbohidrat pada singkong menjadi gula yang
lebih sederhana. Oleh karena itu, tape terasa manis apabila sudah matang
walaupun tanpa diberi gula sebelumnya.
YOGHURT

1.Membersihkan wadah tempat


larutan susu dan yakult sampai
bersih, karena bakteri akan
terganggu pertumbuhannya apabila
tempat/wadahnya kotor.
2.Memasukan susu kedalam wadah. Lactobacillus bulgaricus
3.Memasukan 1,5 botol yakul. Streptococcus thermophilus.
4.Mengaduk larutan susu dan yakult
tersebut.
5.Menutup rapat wadah larutan susu
dan yakult dan menyimpannya
selama 24 jam.
Secara singkat, glukosa (C6H12O6)
yang merupakan gula paling
sederhana , melalui fermentasi akan
menghasilkan etanol (2C2H5OH).
Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh
ragi, dan digunakan pada produksi
makanan.
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2
ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ
per mol), Dijabarkan sebagai Gula
(glukosa, fruktosa, atau sukrosa) →
Alkohol (etanol) + Karbon dioksida +
Energi (ATP) Jalur biokimia yang
terjadi, sebenarnya bervariasi
tergantung jenis gula yang terlibat,
tetapi umumnya melibatkan jalur
glikolisis, yang merupakan bagian
dari tahap awal respirasi aerobik
pada sebagian besar organisme.
1 Bakteri dekomposer menguraikan sisa organisme
2. Escherichia coli membusukkan makanan di usus besar
3 Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus berperan dalam
pembuatan yoghurt
4. Lactobacillus casei berperan dalam pembuatan susu asam dan sebagai
prebiotik
5. Acetobacter xylinum berperan dalam pembuatan nata de coco
6. Sterpococcus lactis berperan dalam pembuatan mentega
7. Acetobacter sp berperan dalam pembuatan asam cuka
LITERATUR
 https://duniailmuhayat.wordpress.com/2011/04/13/rin
gkasan-materi-bioteknologi/
 https://www.academia.edu/11225860/Bioteknologi_Ko
nvensional_Kel_5_
 https://www.usd.ac.id/fakultas/pendidikan/f1l3/PLPG
2017/Download/materi/ipa/BAB-
XII_BIOTEKNOLOGI.pdf
 https://cookpad.com/id/resep/578108-cara-membuat-
yoghurt-plain