Anda di halaman 1dari 26

SIALOGRAFI DAN

DACRYOCYSTOGR
AFI
SIALOGRAFI

Pemeriksaan sialografi adalah pemeriksaan radiografi dari


kelenjar ludah dan salurannya (sistem salivari) dengan
penyuntikan kontras media (+).Dengan pemeriksaan ini dapat
diketahui struktur anatomi dan fisiologinya.
Kelenjar ludah terdiri dari 3 bagian
 Glandula Parotis (Stenson’s duct).
 Glandula sub Mandibularis (Wharton’s duct).
 Glandula sub Lingualis.
Fungsi glandula adalah untuk memproduksi saliva
dengan komposisi 99% air dan 1% fermen ptialin. Masing
masing glandula dihubungkan dengan saluran ductus
defferent.Fungsi saliva adalah untuk membasahi makanan
sehingga mudah ditelan.
Indikasi Pemeriksaan :
 Sialolith adalah adanya batu pada kelenjar ludah. Sering
ditemukan pada kelenjar sub mandibularis.
 Sialitis cronis adalah peradangan pada kelenjar ludah.
 Sialektasis adalah pelebaran pada saluran kelenjar ludah.
 Diverticulitis adalah peradangan pada kantung-kantung
yang terbentuk di dinding kelenjar ludah yang menonjol
keluar.
 Neoplasma adalah tumor pada kelenjar ludah. Biasanya
ditemukan pada kelenjar parotis.
Kontra indikasi
Adanya peradangan pada mulut karena peradangan
tersebut dapat menyebar.
Persiapan pasien
 Tidak ada persiapan khusus terhadap pasien dan tidak perlu
premedikasi.
 Memberikan penjelasan pada pasien tentang jalannya
pemeriksaan.
Alat dan Bahan
 Alat steril
 Salivary duct dilator.
 Untuk melebarkan permukaan/ muara dari saluran kelenjar
ludah.
 Lacrimal duct canule/ cateter.
 Adaptor, menghubungkan alat suntik dengan lacrimal duct
canule.
 Spuit 2 cc 1buah, spuit 4 cc 1 buah.
 Handuk dan kain hass.
Alat Unsteril
 Ampul kontras media.
 Lemon/ jeruk nipis : Gunanya: untuk merangsang agar
kelenjar ludah keluar (terjadi ekskresi) sehingga dapat dicari
orifisium/ muaranya.
 Bengkok, plester.
 Gergaji ampul dan lampu sorot.
Kontras media
 Lipiodol, yang mengandung minyak; Hypaque 85%.
 Kontras media yang beriodium; urografin
Posisi Pemotretan
Proyeksi Tangensial AP (untuk kelenjar parotis)
Posisi pasien : Pasien tidur telentang, duduk, Kel.parotis ditempelkan pada tengah kaset
– Posisi obyek :
• Kepala ditempatkan pada posisi AP
• Kepala dimiringkan pada sisi yang diperiksa
• Kel.parotid tegak lurus pd pertengahan film
• Ramus mandibula sejajar film, dan occipital rapat pd film
– CR : tegak lurus pada film,
– CP : pada ramus bagian luar
– Kriteria Radiograf :
• Terlihat jaringan lunak
• Kelenjar parotid terlihat pada posisi lateral
• Terlihat ductus stensen’s
• Mastoid overlapping dengan batas atas dari kelenjar parotid
• Proyeksi Lateral Eisler ( untuk melihat kel.parotis dan submaxilaris )
– Posisi pasien : semiprone, berdiri
– Posisi obyek untuk kelenjar parotid
• Kepala berada pd posisi lateral
• Pertengahan film 1” diatas angulus mandible
• Kepala diatur sedemikian rupa dan MSP dirotasikan kedepan 150 dari posisi
lateral
– Kaset 18 x 24 cm
– Central ray : tegak lurus pada film dan Central point pada angulus sebelah luar.
– Kriteria Radiograf :
• Tampak kelenjar parotid superposisi diatas ramus mandibula
• Ramus mandibula terlihat tidak overlapping dengan vertebrae cervicalis
Posisi Obyek Untuk Kelenjar Sub Maksilaris
– Kepala true lateral diatas kaset
– Margo inferior dari angulus mandibula pada pertengahan film
– Film 18 x 24 cm
– Central ray : tegak lurus pada kaset
– CP : Pada angulus mandibula sebelah luar
– Kriteria Radiograf :
• Tampak kedua ramus dan angulus mandibula superposisi
• Kelenjar sub maksila berada pada ramus dan angulus yang
superposisi tersebut
DACRYOCYSTOGRAFI
Dacryocystografi, yaitu pemeriksaan secara radiology untuk
melihat system eksresi lakrimal yang mengalami kelainan patologi pada
mata terutama pada salurannya dengan menggunakan bahan kontras
positif yang larut dalam air.
Indikasi pemeriksaaan
• Obstruksi pada saluran air mata
• air mata keluar berlebihan ( epyphora )
• Stenosis
• Dacryocystitis
• Penebalan mucosa yang kronis
Kontra indikasi
• Infeksi akut pada mata atau jaringan periorbital
• Pasien yang alergi terhadap bahan kontras media
• Wanita hamil terutama pada usia kehamilan trimester pertama
Persiapan pasien
 Penyesuaian data / identitas pasien
 Penjelasan prosedur pemeriksaan
 Persetujuan pemeriksaan ( informed consent )
Saat pemeriksaan
 Pasien dianjurkan melepaskan benda – benda yang bersifat radio opaque
 Untuk kenyamanan pasien pada saat pemasukan bahan kontras sebaiknya
pasien diposisikan supine
Pasien diberi anestesi
Dewasa : Anestesi lokal
Anak – anak : Anestesi umum
Alat Steril
 Dilator tumpul yaitu alat yang di gunakan untuk melebarkan punctum
lakrimal yang tidak di masukkan bahan kontras.
 Kanula lacrimal (Silver Lacrimal Canule) atau nylon catete.r
 Kain kasa
 Kapas
 Spon dan aplikator
 Forceps spons ( sejenis catut )
Alat Unsteril
 Ampul bahan kontras
 Gergaji ampul
 Bengkok
 Handuk kecil
Bahan Kontras :
 berbahan dasar iodine ( iodine compound )
 Mempunyai viscositas yang rendah
 Sebelum digunakan suhu bahan kontras disesuaikan dengan suhu tubuh
Contoh : Lipiodol, Ultravist dll
FOTO PENDAHULUAN
Sama dengan pemotretan SPN yaitu :
• Proyeksi Caldwell / Waters
• Lateral
Teknik Pemeriksaan
Sebelum bahan kontras dimasukkan, dilakukan sebagai berikut :
 Isi sakus lakrimal dikosongkan dengan memberi tekanan pada sakus tersebut.
 Mata ditetesi anestesi local sebagai penghilang sakit. Beberapa detik setelah
penetesan akan dirasakan menyengat, namun hal ini hanya akan berlangsung
sementara dalam waktu yang relatif sangat singkat.
 Diatas meja pemeriksaan di beri handuk kecil pada bagian dasar kepala penderita
untuk menampung bahan kontras yang tumpah.
 Salah satu dari lubang mata ( punctum lakrimal ) yang letaknya di inner canthus
dilebarkan dengan dilator. Maksud pelebaran ini adalah untuk memasukkan kanula
kedalam reservoir air mata.
 Isi sakus dibersihkan dengan irigasi garam fisiologik. Larutan garam disemprotkan
dengan perlahan-lahan kedalam kantung air mata ( saccus lacrimalis ).
Teknik Pemasukan Bahan Kontras :
Menggunakan kanula
 Masukkan kanula ( Silver Lacrimal Canule ) kedalam punctum
lakrimal yang telah di dilatasi. Lakukan pemasukan kanula
terlebih dahulu pada punctum bagian bawah, bila tidak berhasil
lakukan pada punctum bagian atas.
 Siapkan bahan kontras dalam spuit  2 cc, bila kanula berhasil
dimaksudkan susul dengan pemasukan bahan kontras.
Pemeriksaan ini harus dilakukan dengan cepat.
Menggunakan kateter
 Kateter dimasukkan kedalam kantung air mata melalui
punctum lakrimal bawah kanan / kiri, sedangkan punctum
bagian atas ditutup dengan dilator.
 Setelah kateter masuk pasien diposisikan prone kemudian
ujung kateter disambung dengan spuit yang berisi bahan
kontras, dan letakkan disamping telinga untuk
memudahkan pemasukan bahan kontras.
 Bahan kontras yang digunakan 2 cc sampai 4 cc.
Menggunakan Wing needle
 Wing needle yang telah dihubungkan dengan spuit berisi bahan
kontras dimasukkan ke dalam kantung air mata melalui punctum
lakrimal bawah, sementara punctum lakrimal atas ditutup dengan
dilator.
 Ubah posisi pasien dari supine menjadi prone. Lanjutkan dengan
pemasukan bahan kontras sedikit demi sedikit sampai kantung air
mata terasa penuh oleh bahan kontras.
 Bila terdapat kelebihan bahan kontras pada canthus atau fornix
maka harus dibersihkan.
TERIMA KASIH