Anda di halaman 1dari 23

HUKUM PERJANJIAN

Wika Yudha Shanty, S.H., M.Hum., A.Md.


MENGAPA HUKUM PERJANJIAN
MEMPUNYAI PERANAN PENTING
DALAM DUNIA BISNIS?
Mengapa hukum perjanjian mempunyai peranan
penting dlm dunia bisnis?
• Hukum perjanjian sangat menonjolkan sifat perorangan
• Menimbulkan gejala hukum sebagai akibat dari
hubungan hukum antara satu pihak dgn pihak yg lainnya
• Hukum perjanjian berobyek pada suatu benda yaitu hak
kebendaan
• Hak yang timbul dari hukum perjanjian bersifat tidak
mutlak yaitu hanya berlaku bagi orang yg mengadakan
perjanjian
• Adanya pemilihan hukum yang berlaku bagi para pihak.
Pengertian Perjanjian
diatur dalam buku III BW tentang perikatan yg meliputi pasal
1313 - 1351

Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana seorang berjanji


kepada orang lain atau dimana dua orang itu saling berjanji
untuk melaksanakan sesuatu hal.

(1313 BW)
UNSUR-UNSUR PERJANJIAN (KONTRAK)

• pihak-pihak yang kompeten;


• pokok yang disetujui;
• pertimbangan hukum;
• perjanjian timbal balik;
• hak dan kewajiban timbal balik.
sepakat
kecakapan
mereka
untuk
yang
membuat
mengikatkan
suatu perjanjian
dirinya
Pasal 1320
Akibat hukum
KUHPerdata

syarat-syarat subjektif
(Perjanjian dapat
dibatalkan: Voidable /
vernietigbaarheid.
Syarat
sahnya suatu
perjanjian
suatu hal tertentu
syarat-syarat obyektif
(Perjanjian Batal demi
hukum: Void/ nietig.
suatu sebab yang halal
SISTEM HUKUM PERJANJIAN DALAM K.U.H.PERDATA

Sistem Terbuka
artinya memberikan kebebasan kepada para pihak (dalam hal
menentukan isi, bentuk, serta macam perjanjian) untuk
mengadakan perjanjian akan tetapi isinya selain tidak
bertentangan dengan perundang-undangan, kesusilaan, dan
ketertiban umum, juga harus memenuhi syarat sahnya
perjanjian
ASAS HUKUM DALAM HUKUM PERJANJIAN
• KONSENSUALITAS di mana persetujuan-persetujuan dapat terjadi karena
persesuaian kehendak (konsensus) para pihak.
• Kesepakatan para pihak yang membuat perjanjian, yang ditandai dengan apa
yang dikehendaki pihak yang satu juga dikehendaki oleh pihak lainnya.
• Konsensus ini tidak ada bila terdapat 3 (tiga) hal (pasal 1321 KUHPerdata)
yaitu:
• Paksaan (dwang);
• Kekhilafan (dwaling);
• Penipuan (bedrog).
ASAS HUKUM DALAM HUKUM PERJANJIAN

• PACTA SUNT SERVANDA (Asas Mengikat sebagai Undang-undang)

• Perjanjian yang dibuat secara sah mengikat kedua belah pihak seperti mengikatnya

sebuah undang-undang (pasal 1338 KUHPerdata)

• kekuatan mengikat persetujuan menegaskan bahwa para pihak harus memenuhi apa

yang telah menjadi ikatan mereka satu sama lain dalam persetujuan yang mereka

adakan.
ASAS HUKUM DALAM HUKUM PERJANJIAN
Freedom of Contract (asas kebebasan berkontrak) di mana para pihak
diperkenankan membuat suatu persetujuan sesuai dengan pilihan bebas masing-
masing. (1338 KUHPerdata)

• Kebebasan untuk membuat perjanjian yang meliputi:


• Kebebasan untuk menentukan kehendak untuk menutup atau tidak
menutup perjanjian.
• Kebebasan untuk memilih dengan pihak mana akan ditutup suatu
perjanjian;
• Kebebasan untuk menetapkan isi perjanjian;
• Kebebasan untuk menetapkan bentuk perjanjian;
• Kebebasan untuk menetapkan cara penutupan perjanjian.
ASAS HUKUM DALAM HUKUM PERJANJIAN
Good Faith (Asas Itikad Baik)

• “Perjanjian-perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik” (Pasal 1338

ayat 3 K.U.H. Perdata)

• “…. Bahwa kedua belah pihak harus berlaku yang satu terhadap yang lain

seperti patut saja antara orang-orang sopan, tanpa tipu daya, tanpa tipu

muslihat, tanpa cilat-cilat, akal-akal, tanpa mengganggu pihak lain, tidak

dengan melihat kepentingan sendiri saja, tetapi juga dengan melihat

kepentingan pihak lain” (Prof. Mr. P.L. Wry )


Fungsi Itikad Baik dalam kontrak
Rumusan pasal 1338 ayat 3 KUHPerdata, dapat disimpulkan
bahwa itikad baik harus digunakan pada saat pelaksanaan suatu
kontrak. Hal ini berarti bahwa pada waktu kontrak dilaksanakan,
selain ketentuan-ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak
yang wajib ditaati oleh para pihak, melainkan juga itikad baik
sebagai ketentuan-ketentuan yang tidak tertulis. Jadi, itikad baik
berfungsi menambah (aanvullend) ketentuan-ketentuan yang
telah disepakati oleh kedua belah pihak di dalam kontrak.
Perjanjian dengan ancaman hukuman
• suatu perjanjian dimana ditentukan bahwa si berutang, untuk
jaminan pelaksanaan perikatanya, diwajibkan melakukan
sesuatu apabila perjanjiannya tidak dipenuhi.
• Tujuan Sanksi/denda:
• Menjadi pendorong bagi si berutang supaya memenuhi
kewajibanya.
• Untuk memberikan si perpiutang dari pembuktian tentang
jumlahnya atau besarnya kerugian yang dideritanya.
TIDAK TERLAKSANANYA PERJANJIAN
(WAN PRESTASI, OVERMACHT DAN RESIKO)
• Wan Prestasi  Suatu keadaan tidak terlaksananya suatu
perjanjian dikarenakan kesalahan/kelalaian para pihak atau
salah satu pihak.

• Bentuk Wan prestasi/Cidera janji berupa:


• Tidak melaksanakan apa yang disanggupi akan dilakukan
• Melaksanakan apa yang diperjanjikan tapi tidak sempurna
• Malaksanakan apa yang dijanjikan tapi tidak tepat waktu
• Melaksanakan sesuatu yang menurut perjanjian tidak
boleh dilakukan.
Akibat kelalaian debitur
1. Membayar kerugian yang diderita oleh kreditur (Ganti Rugi ),
menurut pasal 1243 KUHPerdata maka:

Biaya Segala pengeluaran atau perongkosan nyata-nyata telah


dikeluarkan oleh satu pihak
Kerugian Kerugian karena kerusakan barang- barang kepunyaan kreditur
yang
berakibat dari kelalaian debitur.

Bunga Kerugian yang berupa kehilangan


keuntungan yang sudah dibayarkan oleh
kreditur.
Akibat kelalaian debitur

2. Pembatalan perjanjian

Menurut pasal 1266 KUH Per membawa kedua pihak


kembali seperti keadaan semula sebelum perjanjian
diadakan, jadi perjanjian ini ditiadakan.
Akibat kelalaian debitur

3. Peralihan resiko

Menurut pasal 1460 KUH Per Resiko adalah kewajiban


untuk memikul kerugian jika terjadi suatu peristiwa
diluar kesalahan salah satu pihak yang menimpa
barang-barang yang terjadi obyek perjanjian.
Akibat kelalaian debitur

4. Membayar biaya perkara

Menurut pasal 181 HIR bahwa pihak yang dikalahkan


wajib membayar biaya perkara.
Menurut pasal 1276 KUH Perdata,
kreditur dapat menuntut:

• Pemenuhan perjanjian
• Pemenuhan perjanjian disertai ganti rugi
• Ganti rugi
• Pembatalan perjanjian
• Pembatalan perjanjian ditambah ganti rugi
OVERMACHT/FORCE MAJEUR/
KEADAAN MEMAKSA
Pengertian
Keadaan memaksa adalah suatu keadaan yang terjadi
setelah dibuatnya persetujuan, yang menghalagi
debetur untuk memenuhi presentasinya, dimana
debitur tidak dapat dipersoalkan dan dia tidak harus
menanggung resiko serta tidak dapat menduga pada
waktu persetujuan dibuat.
OverMacht/ Force majeur/ keadaan memaksa
menghentikan perikatan dan berakibat:
• Kreditur tidak lagi dapat meminta pemenuhan prestasi

• Debitur tidak lagi dapat dinyatakan lalai, dan karenanya tidak


wajib membayar ganti rugi

• Resiko tidak beralih kepada debitur

• Kreditur tidak dapat menuntut pembatalan pada perjanjian


timbal balik.
HAPUSNYA PERJANJIAN (ps.1381 KUHPerdata)
• Karena pembayaran;
• Karena penawaran pembayaran;
• Karena pembaharuan utang/novatie;
• Karena perjumpaan utang/kompensasi;
• Karena percampuran utang;
• Karena musnahnya obyek;
• Karena pembebasan utang;
• Karena batal demi hukum atau dibatalkan;
• Karena berlakunya syarat batal;
• Karena daluarsa yang membebaskan.