Anda di halaman 1dari 50

Lempung Normally Consolidated

dan Overconsolidated
- Tanah lapisan bawah pada suatu saat dalam sejarah
geologinya pernah mengalami konsolidasi akibat dari
tekanan yang lebih besar dari tekanan yang bekerja
sekarang. Lapisan semacam ini disebut lapisan
overconsolidated (OC) atau terkonsolidasi berlebihan.
- Bila tegangan efektif yang bekerja pada waktu
sekarang adalah tegangan maksimumnya, maka
endapan lempung ini disebut lempung pada kondisi
normally consolidated (NC) atau terkonsolidasi
normal.
• Jadi, lempung pada kondisi normally consolidated, bila
tekanan prakonsolidasi (pc') ≤ tekanan overburden
efektif (po').
• Sedang lempung pada kondisi overconsolidated, jika
tekanan prakonsolidasi lebih besar dari tekanan
overburden efektif yang ada pada waktu sekarang (pc' >
po’).
• Nilai banding overconsolidation (Over Consolidation
Ratio = OCR) didefinisikan sebagai nilai banding
tekanan prakonsolidasi terhadap tegangan efektif yang
ada, atau bila dinyatakan dalam persamaan:
pc '
OCR 
po'
• OCR =1 Normally consolidated
• OCR >1  Overconsolidated.
• OCR < 1 Underconsolidated

Dalam hal ini tanah adalah sedang dalam keadaan


konsolidasi. Kondisi underconsolidated dapat
terjadi pada tanah-tanah yang baru saja diendapkan
baik secara geologis maupun oleh manusia. DaIam
kondisi ini, lapisan lempung belum mengalami
keseimbangan akibat beban di atasnya.
• Derajat Konsolidasi
• Derajat konsolidasi adalah perbandingan antara
penurunan pada waktu tertentu dengan penurunan akhir.
Persentase (derajat) konsolidasi (U) diperlihatkan
sebagai berikut :
S
U  x100%
Sf
Dimana : U = derajad konsolidasi (%)
S = penurunan pada waktu tertentu pada
lapisan lempung = e0 – e
Sf = penurunan pada waktu terakhir (waktu
tak terbatas) = e0 - e1
e0 = angka pori sebelum konsolidasi
e1 = angka pori pada akhir konsolidasi
e = angka pori pada saat konsolidasi
berlangsung
eo  e
Sehingga : U  x100%
eo  e1
Bila kurva e-σ` diasumsikan linier pada rentang tegangan
yang dipertanyakan seperti yang ditunjukkan dalam
Gambar 2.11., maka derajad konsolidasi dapat
dinyatakan dalam σ`:  ` `
U  o

 1 ` o `
Anggaplah bahwa tegangan vertikal total tanah pada
kedalaman z naik dari σo ke σ1 dan tidak terdapat
regangan lateral. Segera sesudah terjadi kenaikan tersebut,
walaupun tegangan total telah naik menjadi σ1`. Tegangan
efektif total akan tetap sama dengan σ0’. Setelah
konsolidasi berhenti, tegangan effektif menjadi σ1`.
Selama konsolidasi berlangsung Δσ = -Δu.
Gambar 2.11. Kurva hubungan e-σ` bila kurva dianggap linier
 1 `  O `u1   `u
Derajad konsolidasi dapat dinyatakan sebagai berikut :
u1  u u
U  1
u1 u1
Dimana:
u = kelebihan tekanan air pori pada waktu tertentu saat kon-
solidasi masih berjalan, karena penambahan tegangan
totalnya
u1= kelebihan tekanan air pori yang nilainya diatas u0 yang
terjadi segera sesudah penambahan tegangan totalnya
u0= tekanan air pori awal, sebelum penambahan tegangan
totalnya
1. Teori Terzaghi
Terzaghi (1925) memperkenalkan teori yang pertama kali
mengenai kecepatan konsolidasi satu dimensi untuk tanah
lempung yang jenuh air.
Penurunan matematis dari persamaan tersebut didasarkan
pada anggapan - anggapan berikut :
• Tanah adalah homogen
• Tanah benar – benar dalam keadaan jenuh
• Kemampu mampatan air diabaikan
• Aliran air hanya satu arah saja
• Berlaku hokum Darcy pada seluruh gradient hidrolik
• Koefisien permeabilitas ( k ) dan koefisien pemampatan
volume ( mv ) tetap konstan selama proses konsolidasi.
• Hubungan khusus antara angka pori dan tegangan efektif
tidak dipengaruhi waktu
• Suatu lapisan lempung dengan tebal 2H yang terletak
antara dua lapisan pasir yang tembus air (highly
permeable). Bila lapisan lempung mendapat tambahan
tekanan sebesar Δσ, maka tekanan air pori pada suatu
titik A didalam lapisan tanah lempung tersebut akan
naik. Pada konsolidasi satu dimensi, air pori akan
mengalir ke luar dalam arah vertikal.
• Gambar di bawah menunjukkan suatu aliran air yang
melalui elemen tanah tersebut memperlihatkan bahwa,
kecepatan perubahan volume = kecepatan air yang
mengalir ke luar dikurangi kecepatan air yang
mengalir masuk.
V  Vz 
 Vz  .dz .dx.dy  Vz.dx.dy
t  z 

dimana :
V = volume elemen tanah
Vz = kecepatan aliran dalam arah sumbu z
Maka :
V Vz
 .dx.dy.dz ……….a)
t z
Hukum Darcy:
V=k.i
Tekanan air pori: u = h . w
u
h=
w
dimana u = tekanan air pori yang
disebabkan oleh penam- bahan
tegangan

Gradien hidrolik:
h
i=
z
1 u
=- .
w z
Kecepatan aliran:
k u Vz k  2u
Vz   . 
  . 2 …….b)
Dari pers a) & b)
w z t w z
k  2u 1 V
 . 2  . ……………………….c)
w z dx.dy.dz t

Selama proses konsolidasi berlangsung maka kecepatan


perubahan volume elemen tanah = kecepatan perubahan
volume pori.
V Vv  Vs  e.Vs  Vs e Vs
    Vs  e
t t t t t t

dimana : Vs = volume butiran tanah


Vv = volume pori
Dengan menganggap bahwa butiran pada tanah tidak
mampu mampat, maka :
Vs
0
t
Vs e
 0  Vs  e.0
t t
Vs e
 Vs.
t t
V dx.dy.dz
Vs  
1  eo 1  eo
V dx.dy.dz e
 . ……………..d)
t 1  eo t
Dengan mengkombinasikan persamaan c) dan d) didapat

k 2u 1 e
  ………e)
w. Z 2
1  eO t

• Perubahan angka pori terjadi karena penambahan


tegangan efektif. Anggapan bahwa penambahan tegangan
efektif adalah sebanding dengan pengurangan tekanan air
pori :
e  av. `  avu …………f)

dimana :  ` = penambahan tekanan efektif


a v = koefisien kemampumampatan
Kombinasikan Persamaan e) dan f)
k 2u u
mv  u
av
  . =
w. Z 2 1  eO t t
Dimana mv = koefisien kemampumampatan volume
av
 atau
1  eo 
u  2u
 Cv ………………..g)
t z 2
k
dimana Cv = koefisien konsolidasi =
w.mv 
Persamaan g) adalah dasar persamaan deferensial dari
teori konsolidasi oleh Terzaghi dan dapat dipecahkan
dengan kondisi-kondisi batas sebagai berikut :
• Z = 0, u = 0
• Z = 2H, u = 0
• T = 0, u = uo
• Penyelesaian yang didapatkan

 2uo  Mz   M 2Tv
U  m 0 
m~
sin  .e
M  H 
dimana :
uo : tegangan air pori awal

M  2m  1 , ( m = bilangan bulat )
2
Cv . t
Tv  2  faktor waktu (bilangan tak berdimensi)
H
• Variasi derajat konsolidasi rata-rata terhadap faktor
waktu yang tak berdimensi Tv, diberikan dalam Tabel 1,
yang berlaku untuk keadaan di mana uo adalah sama
untuk seluruh kedalaman lapisan yang mengalami
konsolidasi.
• Harga faktor waktu dan derajat konsolidasi rata-rata
yang bersesuaian dengan keadaan yang diberikan dalam
Tabel 1 dapat dinyatakan dengan suatu hubungan yang
sederhana :
 U% 
2

• Untuk U = 0 sampai dengan 60%, Tv   


4  100 

Untuk U >60%, Tv  1,781  0,933 log 100  U %

Casagrande (1938) Tv = -0,9332 log (1 – U) – 0,0851


dan Taylor (1948)
Tabel 1. Variasi Faktor Waktu terhadap Derajat Konsolidasi.
• Penentuan Koeffisien Konsolidasi (Cv)
• Bila penurunan konsolidasi yang terjadi pada suatu
struktur diperkirakan sangat besar  kecepatan
penurunan perlu diperhitungkan. Dimana kecepatan
penurunan dapat dihitung dengan menggunakan
koefisien konsolidasi Cv
• Bila penurunan sangat kecil  kecepatan penurunan
tidak begitu penting diperhatikan
• Koefisien konsolidasi Cv, biasanya akan berkurang
dengan bertambahnya batas cair (LL) dari tanah.
Rentang dari variasi harga Cv, untuk suatu batas cair
tanah tertentu adalah agak lebar.
• Ada dua metode grafis yang umum dipakai untuk
menentukan harga Cv dari uji konsolidasi satu
dimensi di laboratorium:
A. Metode logaritma - waktu (Logarithm - of -
method) yang diperkenalkan oleh Casagrande dan
Fadum (1940)
B. Metode akar waktu (Square root of time method)
yang diperkenalkan oleh Taylor (1942).

A. Methode Logaritma – waktu


Diperlukan grafik deformasi vs log waktu hasil uji
konsolidasi di laboratorium
Cara untuk menentukan Cv yang diperlukan:
1.Bagian kurva yang merupakan garis lurus dari
konsolidasi primer dan sekunder diperpanjang
hingga berpotongan di titik A. Ordinat titik A
adalah d100, yaitu deformasi pada akhir konsolidasi
primer 100%.
2.Kedudukan titik awal kurva ditentukan dengan
pengertian bahwa kurva awal mendekati parabola.
Pilih waktu t1 (titik B) dan t2 (titik C) pada bagian
kurva sedemikian rupa sehingga t2 = 4 t1. Misalkan
perbedaan deformasi contoh tanah selama waktu
(t2 – t1) sama dengan x.
3. Buatlah suatu garis mendatar DE sedemikian rupa,
di mana jarak vertikal BD sama dengan x.
Deformasi yang bersesuaian dengan garis DE adalah
sama dengan d0, yaitu deformasi pada konsolidasi
0%.

4. Ordinat titik F pada kurva konsolidasi merupakan


deformasi pada konsolidasi primer 50%, dan titik F
merupakan waktu yang bersesuian dengan
konsolidasi 50% (t50)
5. Untuk derajat konsolidasi rata-rata 50%, Tv = 0, 197
(Tabel 1). Maka :
Cv . t50 0,197 H 2
T50  2
atau Cv 
H t50

Untuk contoh tanah di mana air porinya dapat mengalir


ke arah atas dan bawah, H ternyata sama dengan
setengah tebal contoh tanah rata-rata selama
konsolidasi. Untuk contoh tanah di mana air porinya
hanya dapat mengalir ke luar dalam satu arah saja, H
sama dengan tebal contoh tanah rata-rata selama
konsolidasi.
B. Metode Akar waktu
Grafik deformasi vs akar waktu dibuat untuk tiap-
tiap penambahan beban
Cara menentukan harga Cv adalah sebagai berikut:
• Gambar suatu garis AB melalui bagian awal dari kurva.
• Gambar suatu garis AC sehingga OC = 1,15 OB.
• Absis titik D, yang merupakan perpotongan antara
garis AC dan kurva konsolidasi, memberikan harga
akar waktu untuk tercapainya konsolidasi 90% .
• Untuk konsolidasi 90%, T90 = 0,848 (Tabel 3.1)
• Jadi :
Cv . t 90
T 90  0,848 
H2

H ditentukan dengan cara yang sama seperti pada metode


logaritma - waktu.
Contoh Soal: S.3

Suatu profil tanah seperti pada Gambar.


Suatu beban 95 kN/m2 diletakkan di atas permukaan
tanah tsb.
Tentukan:
- Berapa air yang akan naik dalam pizometer segera
setelah pemberian beban.
- Berapa derajat konsolidasi pada A jika h = 6,0 m.
- Tentukan besarnya h, jika derajat konsolidasi pada
titik A 50%
6,0
Penyelesaian :
• Dianggap bahwa penambahan tekanan air pori adalah
merata pada seluruh kedalaman lapisan lempung yang
mempunyai ketebalan 3,0 m.

uO  p  95kN / m 2
95
h  9,68m
9,81

 uA   6 x9,81 
U A %  1  100  1    38,02%
 uo   9,68 x9,81 
 uA   uA 
U A  0,5  1    1  
 uO   95 
u A  0,5 x95  47,5kN / m2

Oleh karena itu:

47,5
h  4,84m
9,81
Contoh soal S.4:
Untuk soal seperti pada contoh S.2. jawablah pertanyaan
berikut ini.
• Berapa derajat konsolidasi rata-rata untuk lapisan
lempung, jika penurunan yang terjadi adalah 7,5 cm ?
• Apabila harga rata-rata dari Cv untuk rentang tekanan
yang ditinjau adalah 0,003 cm2/detik, berapakah waktu
yang dibutuhkan untuk tercapainya 50% penurunan yang
akan terjadi ?
• Apabila tebal lapisan tanah lempung adalah 4,5 m dan air
pori dapat mengalir dalam dua arah, berapakah waktu
yang dibutuhkan untuk mencapai 50% konsolidasi yang
akan terjadi ?
Penyelesaian:
Penurunan pada suatu saat
7,5
U%    22,19%
33,8
Penurunan maksimum
U  50% pada keadaan air pori mengalir dalam satu arah
Cv. t50
T50 
H2
Dari Tabel 1 ......................(U% - Tv)
U=50% ------------ T50 = 0,197

2
0,197 x450
Jadi : t50   153,9hari
0,003x60 x60 x24
Drainase yang terjadi dalam dua arah, sehingga
panjang jarak aliran maksimum adalah 4,5/2 = 2.25 m.

0,003 xt50
0,197 
2252

0,197 x225 2
t 50   38,48 hari
0,003x60 x60 x24
Contoh soal S.5.
Dua buah pondasi masing-masing berukuran 1
meter x 1 meter, berjarak 5 meter dengan
kedalaman 2 meter dibawah muka tanah. Beban
yang bekerja pada pondasi (termasuk berat sendiri
pondasi) dianggap sebagai beban titik sebesar 20
ton. Hitunglah penurunan konsolidasi masing-
masing kolom dan waktu yang dibutuhkan untuk
mencapai derajat konsolidasi 50 %
Q1 = 20 T Q2 = 20 T
5,0 m

2,0 m
Pasir
Gs =2,65
e = 0,70
w = 10 % B1=1 m B2=1 m 0,5 m

3,5 m

3,0 m
Lempung A B
Gs = 2,35 6,0 m
e = 0,90
3,0 m
Cc = 1,05
Cv = 3,8.10-4
cm2/det Tanah keras kedap air
• Penyelesaian :
• pasir :
w.Gs(1  w) 1.2,65(1  0,1)
b    1,71t / m3
1 e 1  0,70
(Gs  e)w (2,65  0,70).1
sat    1,971t / m3
1 e 1  0,70

(2,35  0,90)1
* Lempung: sat   1,711t / m3
1  0.90

tegangan netto pada masing-masing pondasi :


20
qnetto   2.1,71  16,58t / m 2
1.1
• beban titik / terpusat :
• Q = q netto x luas alas = 16,58 . 1. 1 = 16,58 ton
• Tegangan dibawah pusat berat alas pondasi, ditengah-
tengah lapisan lempung (Z=7m); dapat dihitung
dengan rumus Boussinesq :
3 / 2
I 
1  r / Z 2 5/ 2

Pondasi r (m) r/z I p=Q I / Z2 (t/m2)


1 0 0 0,478 0.477 0,162 0.161
2 5 0,71 0,173 0.172 0,059
• Tegangan efektif ditengah-tengah lapisan lempung
sebelum ada pondasi :
• Po = 2,5.1,71 + 3,5 (1,97-1) + 3 (1,71 – 1) = 9,8 t/m2
• Dianggap lapisan lempung terkonsolidasi normal :
0.220
H po  p 6 9,8  0,221
Sc  Cc log  1,05 log  0,30
1  eo po 1  0,90 9,8
Sc = 30 cm
Waktu konsolidasi 50 %
drainase satu arah  d = H = 6 m = 600 cm
U = 50 %  Tv = 0,197

0,197.(600) 2
t 50  4
 0,59tahun
38.10 .365.24.60.60
• Contoh Soal S.6:
• Suatu pondasi / pelat berukuran 20m x 10m terletak
diatas tanah pasir setebal 9m dari permukaan.
Kedalaman pondasi 3m dari permukaan, sedangkan
muka air tanah terletak 6m dari permukaan.
• Tanah pasir : d = 1,83 t/m3 ; Gs = 2,65 ; w = 10%
(diatas muka air tanah). Dibawah lapisan pasir
terdapat lapisan lempung setebal 7,5 m dengan sat =
2 t/m3 ; Gs = 2,70 dan koefisien konsolidasi rata-rata
Cv = 2,7 . 10-4 cm2/detik. Dari hasil test
laboratorium diperoleh grafik hubungan antara
tegangan efektif p dan mv. Hitunglah penurunan
konsolidasi pada t = 10 tahun, jika dibawah lempung
ada lapisan pasir.
• Pasir :
b = d ( 1 + w ) = 1,83 . ( 1 + 0,1 ) = 2,013 t/m3
• dibawah muka air tanah, pasir dalam kondisi jenuh:
Gs.w 2,65.1
d  
1 e 1 e

2,65
1,83   e  0,45
1 e
Gs  e 2,65  0,45
sat  .w   2,14t / m3
1 e 1  0,45
• Lapisan lempung dibagi menjadi 5 lapisan @ 1,5 meter.
• Qnetto = 20 –3 . 2,013 = 13,96 t/m2
• Dengan L = 20/2 = 10 m dan B = 10/2 = 5 m, maka factor
pengaruh ( I ) distribusi tambahan tekanan (p) pada
setiap lapisan dapat ditentukan dengan cara Fadum.
Sedangkan nilai mv dapat dicari dari grafik p – mv.
H Z p=4 Iqn Po P1=Po+ Sc=
L/Z B/Z I mv
(m) (m) (t/m2) (t/m2) p mvHp
1,5 6,75 1,48 0,74 0,17 9,49 16,25 25,74 0,0025 0,035
1,5 8,25 1,21 0,61 0,15 8,24 17,75 26,00 0,0024 0,030
1,5 9,75 1,03 0,51 0,13 6,98 19,25 26,23 0,00235 0,025
1,5 11,2 0,89 0,44 0,09 5,30 20,75 26,05 0,00238 0,019
5
1,5 12,7 0,78 0,39 0,07 3,91 22,25 26,16 0,00236 0,014
5
Sc= 0,123 m
Penurunan untuk t = 10 tahun

Cv.t
Tv 
d2
d = ½ . 7,5 = 3,75 meter ( drainase 2 arah)

2,7.104.10.365.24.3600
Tv  2
 0,605
(3,75)

Tv = 0,605  U = 0,82 ( dari table atau grafik )


Sc = 0,82 . 123 = 101 mm
Konsolidasi Sekunder.
• Konsolidasi sekunder terjadi setelah proses konsolidasi
primer berhenti, yaitu setelah tekanan air pori sama
dengan nol. Penurunan masih tetap terjadi sebagai
akibat dari penyesuaian plastis butiran tanah.
• Selama konsolidasi berlangsung kurva hubungan
antara deformasi dan log waktu (t) merupakan garis
lurus. Lintasan kurva konsolidasi sekunder didefinisikan
sebagai kemiringan kurva (cα) pada bagian akhir kurva
ΔH-log t atau kurva e-log t (Gambar 2.19)
• Persamaan Cα diperoleh dengan rumus :
e e
C  
log t2  log t1  t2 
log 
t 

Dimana :  1 

Cα = index pemampatan sekunder


Δe = perubahan angka pori
t1 dan t2 = waktu
Besarnya konsolidasi sekunder dapat dihitung sebagai berikut :

 t2 
Ss  C 'H log  t 

 1 
C
C ' 
1  e p 
• dimana :
ep = Angka pori saat konsolidasi primer
H = Tebal benda uji awal atau tebal lapisan tanah
yang ditinjau
t2 = t1 + Δt
t1 = saat waktu setelah konsolidasi primer selesai
• Mencari ep dihitung sebagai berikut :
ep = eo – Δe primer.
Δe = Cc [ log (σo + Δσ ) – log σo ]
Jadi ep = eo – Cc [ log (σo + Δσ ) – log σo ]
Gambar 2.19. Variasi e versus log t untuk suatu penambahan beban, dan definisi
indeks konsolidasi sekunder.
Keterangan Gambar :
1. Lempung Whangamarino
2. Lempung Mexico City
3. Lanau organik Kalkarius
4. Lempung leda
5. Lempung Plastis Norwegia
6. Gambut yang berserat dan
tidakberserat
7. Muskeg Kanadian
8. Pengendapan Organik di laut
9. Lempung Boston blue
10.Lempung chicago blue
11.Lempung Berlanau Organik
12.Lanau organik dan lain – lain

Gambar 2.20. C’α untuk endapan tanah di lapangan


• Harga umum dari C'α yang diselidiki dari bemacam-macam
jenis tanah di lapangan diberikan dalam Gambar 2.20.
• Penurunan yang diakibatkan oleh konsolidasi sekunder sangat
penting untuk semua jenis tanah organik dan tanah unorganik
yang sangat mampu mampat (compressible). Untuk lempung
unorganik yang terlalu terkonsolidasi, indeks pemampatan
sekunder adalah sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Ada
banyak faktor yang mungkin mempengaruhi besarnya
konsolidasi sekunder, beberapa dari fakor-faktor tersebut
belum dapat dimengerti dengan jelas (Mesri 1973).
• Perbandingan pemampatan sekunder terhadap pemampatan
primer untuk suatu lapisan tanah dengan ketebalan tertentu
adalah tergantung pada perbandingan antara penambahan
teganan (Δσ) dengan tegangan efektif awal (σ). Jika ∆σ/σ
kecil, perbandingan pemampatan sekunder dan primer adalah
besar.
Contoh Soal S.9:
Seperti contoh soal S.2. Anggapan bahwa konsolidasi primer akan
selesai dalam waktu 4 tahun. Perkiraan konsolidasi sekunder yang
akan terjadi dari 4 tahun sampai dengan 15 tahun setelah pemberian
beban. Diketahui Cα = 0,02.
Berapakah besarnya penurunan konsolidasi total setelah 15 tahun ?

Penyelesaian :
• C`α = Cα/(1+ep)
• ep = eo – Cc [log(po+Δp)-Iog po]
= 0,7 - 0,45 [log ( 75,68 + 70 ) - log 75,68 ] = 0,574
• Oleh karena itu : C`α % = 0,02/(1 + 0,574) = 0,0127
• Jadi besarnya konsolidasi sekunder yang didapat :
• Ss = C`α.H.log(t2/t1) = (0,0127) (4,5)log(15/4)
= 0,0328 meter

Anda mungkin juga menyukai