Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO
PENDARAHAN KONTAK
KELOMPOK:
-
SKENARIO & PERTANYAAN
1. ASPEK BIOMEDIK

Wanita 45 tahun datang dengan keluhan 2. PERBEDAAN KEPUTIHAN PATOLOGIS DAN FISIOLOGIS
keluar darah dari jalan lahir sedikit-sedikit 3. PATOMEKANISME KELUAR DARAH DARI JALAN LAHIR
yang dialami terutama setelah
berhubungan dengan suami, sebelumnya 4. ETIOLOGI KEPUTIHAN DAN MENGAPA KEPUTIHAN
penderita sering mengalami keputihan yang BERBAU
berbau 5. HUBUNGAN USIA DAN KEPUTIHAN, HUBUNGAN
KEPUTIHAN DAN PERDARAHAN
6. ASPEK BIOLOGI SEL KANKER
7. DD ( CA SERVIKS, CA ENDOMETRIUM, VAGINITIS)
Anatomi
Histologi
Ovarium
Fungsi ovarium :
- produksi ovum
- kelenjar endokrin

Makroskopis :
- bentuk oval, agak gepeng , 2 buah, letak di rongga pelvis, lig. Latum  mesovarium

Mikroskopik :
*Medulla : sebelah dalam (jaringan ikat fibroelastis, pembuluh darah,, limfe, serat saraf dan otot polos)

*Korteks : sebelah luar (Dibungkus epitel kubis = epitel germinal)


kapsula fibrosa
tunika albuginea ovarii
Stroma : terdiri dari serat-serat kolagen + otot polos dan folikel-folikel berbagai stadium
TUBA UTERINA
= TUBA FALOPI
Ada sepasang kanan dan kiri .

Panjang : ± 10 cm. Ø ± 1 cm.

Terdiri dari 4 bagian :

-pars.intramuralis = pars uterine


terdapat. dalam dinding uterus
-pars isthmica , bagian. Langsing/
sempit, diluar dinding. uterus
-pars ampularis , bagian. melebar
dinding. tipis
-pars infundibularis, bentuk. corong/
trompet + rumbai = fimbriae
Mikroskopis :
Dinding terdiri dari 3 lapisan :
-tunika mukosa
-tunika muskularis
-tunika serosa

-Tunika mukosa :
Epitel : terdiri dari : selapis sel kolumnair
-sel-sel bersilia
-sel-sel sekretoris
Lamina propria terdiri dari : jaringan ikat jarang dan banyak sel-sel

-Tunika muskularis :
- otot sirkuler – dalam
- otot longitudinal – luar.

- Tunika serosa : terdiri dari : mesotel dan jaringan ikat jarang (peritonium).
UTERUS
Miometrium:
P. = ± 7 CM ; L. = ± 5 CM ; T.= 2-3 CM
Dinding. : a. mukosa = Endometrium tebal 1,5 – cm
b. lap.otot = Myometrium
c. serosa = Perimetrium terdiri dari 3 lapisan :
1. Lapisan dalam = stratum subvasculer
Mikroskopik : otot polos longitudinal
Endometium : 2. Lapisan tengah = stratum vasculer
- alami perubahan menurut siklus haid otot polos sirkuler +banyak pembuluh
- periode : 28 hari ; masa haid : 3-5 hari. darah +pembuluh limfe ;
- Epitel selapis torak bersilia / kelenjar paling tebal.
- Kelenjar tubuler dan bercabang pada bagian 3. Lapisan luar = stratum supravasculer
basalnya berbatasan dengan perimetrium
- Stroma terdiri sel-sel stellata diantara jaringan
retikuler otot polos sama dengan lapisan dalam

+ sel-sel leukosit + sel limfosit , dan perimetrium :


fibronektin / laminin -merupakan jaringan ikat tipis ditutupi oleh
- Terdiri dari : - lapisan fungsionalis selapis mesothel.
- lapisan basalis
CERVIX:

*Segmen paling bawah uterus terdiri :


- Mukosa :
- Mukosa berlipat-lipat  plika palmata
.Sel-sel kolumnair tinggi hasilkan ,sekret mucous ; inti oval letak basal sel
.sitoplasma pucat + sel- bercilia+ sel-sekretoris.
- Lamina propria terdiri dari jaringan ikat +kelenjar
Sering kelenjar ini menjadi kista disebut : “Ovula Nabothii “
- Daerah transisi dari epitel kolumnair jadi epitel berlapis gepeng tak bertanduk disebut “Portio
Vaginalis”
- Myometrium : - otot polos + jaringan ikat kolagen

Perubahan siklus Portio uteri :


Mucosa eksocervix dibatasi oleh epitel berlapis gepeng tak bertanduk menjadi epitel kolumnair,
mempunyai ciri sebagai tempat terjadinya metaplasia
- Disinilah tempat berkembangnya kanker cervix .
- Sel-sel epitel berlapis gepeng selalu mengelupas dilihat pd. pem. Hapusan vagina “ Pap’ Smear.”
Vagina

- saluran disebelah dalamnya , berhubungan


dengan cervix, disebelah luarnya terbuka
kedalam vestibulum dan tertutup sebagian
oleh selaput dara (=hymen )
- pada pintu masuk disebut.: Introitus vaginae
otot skelet fungsi sebagai sphincter .
- alat fibromusculer + mucosa,
- dinding antero-posterior –collaps.

Mikroskopik dinding terdiri dari :


* mukosa :
- berlipat-lipat disebut : rugae
- epitel berlapis gepeng tak bertanduk
-sel-sel mengdung glikogen+lemak
- infiltrasi sel-sel limfosit .
- lamina propria tanpa kelejar , kaya serat-serat
elastis +sel-sel limfosit yang kadang-kadang
merupakan nodulus limfatikus
GENITALIA EKSTERNA = V U L V A Labia minora :
.Terdapat lateral vestibulum.
Terdiri dari : - Labia mayora . Sebelah luar ditutupi oleh l.Mayora
- Klitoris . epitel berlapis gepeng tak bertanduk tanpa
- Labia minora fol.Rambut
- Mons pubis . dibawah epitel tdpt. Jar.Ikat +banyak capiler
- Glandula vestibularis membtk. Papila masuk epitel .
. permukaan dalam / luar tdpt kelenjar sebacea
Labia mayora :
dan kelenjar keringat
. Homolog dengan skrotum
. Permukaan luar terdapat rambut pubis
. Permukaan dalam halus,licin ,tanpa rambut clitoris :
. Kelenjar sebacea dan kelenjar keringat, banyak - homolog dengan korpus cavernosum penis.
terdapat baik dipermukaan\ maupun dalam . - Tunika albuginea glitoris
- erektil dp. Korpus cavernosum clitoridis
berakhir pada glans clitoridis
- epitel berlapis gepeng tak bertanduk +, papila
yang tinggi + sejumlah ujung saraf berkapsul.
Kelenjar vestibulum terdiri dari :

1.Kelenjar vest. Minor :


kecil, bersifat mucous dan homolog dengan kelenjar Litre pada pria
2. Kelenjar vest. Mayor = Kelenjar Bartholini :
Besarnya sama kacang merah ,bersifat kelenjar tubuloalveoler + saluran keluar yang panjang dan
homolog kelenjar bulbourethralis pada pria

Hymen:
Lipatan mucosa tipis bentuk. Bundar, tutupi lubang vagina, permukaan dalam dan luar ditutupi oleh
epitel berlapis gepeng yang mengapit jaringan ikat vaskuler

Mons Pubis :
Depan simfisis pubis, berisikan timbunan lemak subkutan.
Setelah pubertas kulit disini ditutupi oleh : rambut kasar.
FISIOLOGI
Alat kelamin luar, mempunyai 2 fungsi yakni :
• Sebagai jalan masuk sperma kedalam tubuh wanita
• Sebagai pelindung alat kelamin dalam dari infeksi

Alat kelamin dalam mempunyai fungsi yaitu :


• ovarium : menghasilakan sel telur
• tuba falopii : tempat berlangsungnya pembuahan
• rahim : tempat berkembangnya embrio menjadi janin
PERBEDAAN KEPUTIHAN PATOLOGIS &
FISIOLOGIS
Patomekanisme keluar darah dari jalan lahir

Neoplasma → neovaskularisasi & desquamasi epitel → epitel


berkurang → mudah terjadi perdarahan ketika ada faktor
yang menyebabkan perdarahan (mis: kontak)
ETIOLOGI KEPUTIHAN
Fisiologis PATOLOGIS
• Hormonal • INFEKSI
• Menarche – VAGINITIS
– CANDIDIASIS
• Rangsangan – TRICHOMONIASIS
• Kelelahan fisik • BENDA ASING DAN
• Stres PENYEBAB LAIN
– PEMASANGAN IUD
– ABORTUS YANG
DISENGAJA
Mengapa berbau?
Karena adanya amino yang menguap bila cairan vagina
berubah menjadi basa akibat adanya hipersekresi sekret
vagina yang terjadi akibat infeksi.
Hubungan usia & Keputihan
• Keputihan dialami semua wanita umumnya wanita dalam masa
reproduktif aktif karena keputihan salah satunya dipengaruhi oleh
faktor hormonal dan faktor hormonal tersebut aktif pada masa
reproduktif
• Namun tidak menutup kemungkinan wanita dengan usia non
produktif juga dapat mengalami keputihan.
Hubungan keputihan & perdarahan
• Merupakan keadaan patologis
• Pertumbuhan sel normal yang berlebihan menyebabkan sel bertumbuh
sangat cepat secara abnormal dan mudah rusak,
• terjadi pembusukan dan perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah yang
bertambah untuk memberikan makanan dan oksigen pada sel kanker
tersebut.
• Selanjutnya terjadi pengeluaran cairan yang banyak disertai bau busuk akibat
terjadinya proses pembusukan dan seringkali disertai oleh adanya darah
yang tidak segar.
ASPEK BIOLOGI SEL KANKER
PATOLOGI KANKER
ETIOLOGI KANKER
METABOLISME SEL KANKER
CA SERVIKS
Pengertian
Kanker serviks merupakan keganasan yang berasal dari serviks. Serviks merupakan sepertiga bagian bawah
uterus, berbentuk silindris, menonjol dan berhubungan dengan vagina melalui ostium uteri eksternum

Epidemiologi
Pada tahun 2010 estimasi jumlah insiden kanker serviks adalah 454.000 kasus. Data ini didapatkan
dari registrasi kanker berdasarkan populasi, registrasi data vital, dan data otopsi verbal dari 187 negara
dari tahun 1980 sampai 2010. Per tahun insiden dari kanker serviks meningkat 3.1% dari 378.000 kasus
pada tahun 1980. Ditemukan sekitar 200.000 kematian terkait kanker serviks, dan 46.000 diantaranya
adalah wanita usia 15-49 tahun yang hidup di negara sedang berkembang.
FAKTOR RISIKO
• Penyebab kanker serviks diketahui adalah virus HPV (Human Papilloma Virus) sub tipe onkogenik,
terutama sub tipe 16 dan
• Adapun faktor risiko terjadinya kanker serviks antara lain: aktivitas seksual pada usia muda,
berhubungan seksual dengan multipartner, merokok, mempunyai anak banyak, sosial ekonomi rendah,
pemakaian pil KB (dengan HPV negatif atau positif), penyakit menular seksual, dan gangguan imunitas.

PATOFISIOLOGI
Perkembangan kanker invasif berawal dari terjadinya lesi neoplastik pada lapisan epitel serviks, dimulai dari
neoplasia intraepitel serviks (NIS) 1, NIS 2, NIS 3 atau karsinoma in situ (KIS). Selanjutnya setelah menembus
membran basalis akan berkembang menjadi karsinoma mikroinvasif dan invasif.
• DETEKSI DINI
Deteksi lesi pra kanker terdiri dari berbagai metode :
1. Papsmear (konvensional atau liquid-base cytology /LBC ),
2. Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA),
3. Inspeksi Visual Lugoliodin (VILI),
4. Test DNA HPV (genotyping / hybrid capture)

• Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik


Pada umumnya, lesi prakanker belum memberikan gejala. Bila telah menjadi kanker invasif, gejalan yang
paling umum adalah perdarahan (contact bleeding, perdarahan saat berhubungan intim) dan keputihan.
Pada stadium lanjut,gejala dapat berkembang menjadi nyeri pinggang atau perut bagian bawah karena
desakan tumor di daerah pelvik ke arah lateral sampai obstruksi ureter, bahkan sampai oligo atau anuria.
Gejala lanjutan bisa terjadi sesuai dengan infiltrasi tumor ke organ yang terkena , misalnya : fistula
vesikovaginal, fistula rektovaginal, edema tungkai
• Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan klinik ini meliputi inspeksi, kolposkopi, biopsi serviks, sistoskopi,
rektoskopi, USG, BNO -IVP, foto toraks dan bone scan , CT scan atau MRI, PET scan.
Kecurigaan metastasis ke kandung kemih atau rektum harus dikonfirmasi dengan
biopsi dan histologik. Konisasi dan amputasi serviks dianggap sebagai pemeriksaan
klinik. Khusus pemeriksaan sistoskopi dan rektoskopi dilakukan hanya pada kasus
dengan stadium IB2 atau lebih
• Tatalaksana
Sesuai dengan stadium kanker
CA ENDOMETRIUM
Pengertian
Kanker endometrium adalah kanker yang terjadi pada organ endometrium atau pada dinding rahim.
Etiologi
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kanker endometrium, tetapi beberapa penelitiian menunjukkan
bahwa rangsangan estrogen yang berlebihan dan terus menerus bisa menyebabkan kanker endometrium. Berikut ini
beberapa faktor resiko yang bisa meningkatkan munculnya kanker endometrium :
A. Obesitas atau kegemukan. F. Diabetes mellitus (DM).
B. Haid pertama (menarche). G. Hipertensi.
C. Tidak pernah melahirkan. H. Faktor lingkungan dan diet.
D. Penggunaan estrogen. E. Riwayat keluarga.
E. Hiperplasia endometrium.
Epidemiologi

Dijumpai pada wanita 50-65 tahun dengan usia rata-rata 61 tahun. Kira-kira 5% dapat dijumpai pada
usia sebelum 40 tahun dan sebesar 20-25% pada usia sebelum menopause.

Manifestasi Klinis
Beberapa gejala kanker endometrium adalah sebagai berikut :
Rasa sakit pada saat menstruasi.
Rasa sakit yang parah dan terus menerus pada perut bagian bawah, rasa sakit ini akan bertambah
pada saat berhubungan seks.
Sakit punggung pada bagian bawah.
Sulit buang air besar atau diare.
Keluar darah pada saat buang air kecil dan terasa sakit.
Keputihan bercampur darah dan nanah.
Terjadi pendarahan abnormal pada rahim.
Patofisiologi

Tumbuhnya jaringan endometrium di luar Rahim kemungkinan disebabkan oleh darah menstruasi
masuk kembali ke tuba falopi dengan membawa jaringan dari lapisan dinding Rahim sehingga jaringan
tersebut menetap dan tumbuh di luar Rahim. Kemungkinan lain adalah jaringan endometrium
terbawa ke luar Rahim melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.

Pemeriksaan Penunjang
Sebelum tindakan operasi, pemeriksaan yang perlu dilakukan:
Foto toraks untuk menyingkirkan metastasis paru-paru
Tes Pap, untuk menyingkirkan kanker serviks
Pemeriksaan laboratorium yang meliputi pemeriksaan darah tepi, faal hati, faal ginjal,
elektrolit.
Penatalaksanaan medis

Sampai saat ini belum ada metode skrining untuk kanker endometrium.
Hanya untuk pasien yang termasuk dalam risiko tinggi seperti Lynch syndrome tipe 2 perlu dilakukan evaluasi endometrium
secara seksama dengan hysteroscopy dan biopsy.

Pemeriksaan USG transvaginal merupakan test non invasif awal yang efektif dengan negative predictive value yang tinggi
apabila ditemukan ketebalan endometrium kurang dari 5 mm.

Pada stadium II dilakukan histerektomi radikal modifikasi, salpingo-ooforektomi bilateral, deseksi kelenjar getah bening
pelvis dan biopi paraaorta bila mencurigakan, bilasan peritoneum, biopsi omenteum (omentektomi partialis),biopsi
peritoneum.
Pada stadium III dan IV : operasi dan/atau radiasi dan/atau kemoterapi. Pengangkatan tumor merupakan terapi yang utama,
walaupun telah bermetastasis ke abdomen.
Kemoterapi pada Kanker Endometrium
VAGINITIS
1. DEFINISI
Vaginitis merupakan infeksi vagina yang dapat terjadi secara langsung pada luka vagina
atau melalui perineum yg memberikan gejala seperti rasa gatal, terbakar & iritasi.
2. ETIOLOGI
A. INFEKSI
• Bakterial vaginosis (± 50%)
• Infeksi spesies candida (C. Albicans, C. Tropica, C. Glabrata)
• Infeksi Trichomonas Vaginalis
B. Zat atau benda yang bersifat iritatif
C. Tumor ataupun jaringan abnormal lainnya
D. Perubahan hormonal.
3.PATOGENESISI
• Flora normal vagina melindungi pH vagina tetap normal shng dpt melindungi terhdp
infeksi.
• Bila terjd gangguan pH vagina  mengubah flora vagina, yang menyebabkan pertumbuhan
berlebih dari patogen.

4. GEJALA KLINIS
• Bengkak dan kemerahan pd vagina
• Gatal
• Vaginal discharge yg abnormal dan dpt disertai rasa nyeri
- Inf. o.k bakterial vaginosis  cairan wrn putih, abu2 atau keruh kekuningan & berbau
amis
- Inf. o.k T. Vaginalis  cairan berbusa wrn putih, hijau keabuan / kekuningan.
- Inf. o.k Candida cairan kental seperti keju & disertai rasa gatal sedang – hebat, rasa
terbakar pd vulva & vagina.
• Disuria
5. DIAGNOSA
• Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan karakteristik cairan
yang keluar dari vagina
• Untuk mengetahui adanya keganasan, dilakukan pemeriksaan Pap smear
• Apabila kecurigaan kemungkinan adalah jamur periksa cairan vagina dengan KOH 10 – 40 %
dilihat secara mikroskopis
• Pemeriksaan hapusan / swab vagina dengan pewarnaan untuk, mengetahui jenis bakteri
• pada pemeriksaan di bawah mikroskop, > 20% sel epitel vagina adalah sel ”clue” (sel dengan
batas tidak jelas, dotted with bacteria)
• sekret berwarna abu-abu seperti susu, homogen, sekret kental/menempel
6. PENATALAKSANAAN
Tergantung pada penyebabnya :
 Bakterial vaginosis
- Metronidazole 500 mg oral 2x/hr selama 7 hr
- Metronidazole gel 0.75% intravaginal (1x/hr selama 5 hr)
- Clindamycin cream 2% (5 gr) selama 7 hr
- Clindamycin 300 mg oral 2x/hr selama 7 hr
 T. Vaginalis
- Metronidazole 2 gr oral single dose
- Tinidazole 2 gr oral single dose
- Alternatif lain : Metronidazole 500 mg oral 2x/hr selama 7 hr
 Candida
-Miconazole, clotrimazole, butoconazole (krim, tablet vagina/ supositoria) selama 3-7 hr
- Flukonazole 150 mg single dose
7. KOMPLIKASI
• Pelvic Inflamatory Disease (PID)
• Vaginitis pd kehamilan  kehamilan prematur, BBLR

TABEL DD

KATA KUNCI CA SERVIKS CA ENDOMETRIUM VAGINITIS


Wanita 45 tahun + ± -
Keluar darah dari jalan + + +
lahir, terutama setelah
berhubungan
Keputihan berbau + ± +

Diagnosis Kerja CA SERVIKS