Anda di halaman 1dari 28

Oleh kelompok 3

LBM 1 DOKTER SIAGA


SKENARIO
 DOKTER SIAGA
 Empat orang pasien datang secara bersamaan ke UGD dengan
keluhan yang berbeda. Keempat orang pasien tersebut merupakan
korban ledakan tabung gas yang terjadi pada perumahan padat
penduduk. Berdasarkan hasil primary survey didapatkan:
 Pasien pertama, An. DM laki-laki 5 tahun. Pasien mengeluhkan nyeri
akibat mengalami luka bakar pada punggung dan kedua lengan
atasnya dengan luas sekitar 18%. Pasien tampak rewel dan tidak
kooperatif. GCS E4V5M6, nadi: 112x/menit, RR:22x/menit,
temperatur: 38,5oC.
 Pasien kedua, Ny. SR wanita 21 tahun.Pasien mengeluhkan nyeri
pada paha kanannya akibat tertimpa kayu saat akan menyelamatkan
diri. Krepitasi (-), hematom (+) femur dextra, combusio (+) < 5%,
dissability (-). GCS E4V5M6, TD : 110/70 mmHg, nadi: 96x/menit,
temperatur: 36oC.
 Pasien ketiga, Tn. I laki-laki 35 tahun. Pasien datang tak sadarkan diri,
tampak kepala, leher dan dada menderita luka bakar derajat 3. Menurut
keluarga, pasien sempat tersengat listrik akibat menyentuh kabel saat akan
menyelamatkan diri. Pasien tidak dapat memberikan respon terhadap
rangsangan yang diberikan dan bernafas tidak teratur. GCS E1V1M2, TD :
50/palpasi, nadi : 20x/menit lemah, RR: 6x/menit, temperatur: 35oC.
 Pasien keempat, Tn. PD laki-laki 25 tahun.Pasien datang dengan keluhan
nyeri pada wajah, dada, perut, punggung, dan kedua tangannya akibat
terbakar saat akan menyelamatkan istrinya. Keluarga pasien mengatakan
keadaan pasien semakin lemah dan kesulitan bernafas. Tampak combusio
grade 2 pada wajah, leher, dada, punggung, dan lengan pasien dengan luas
sekitar 30%. Sedangkan pada daerah perut tampak combusio grade 1
dengan luas 9%. Patensi jalan nafas terganggu akibat menghirup udara
panas. GCS E2V4M5, TD : 80/50 mmHg, nadi: 128x/menit, RR: 32x/menit,
temperatur: 38,5oC.
 Anda selaku dokter jaga harus dapat melakukan triage untuk
memprioritaskan penanganan pasien-pasien tersebut.
TERMNOLOGY
 Primary survey :
Menurut European Resusitasion (2005), primary survey
adalah penilaian awal terhadap pasien, bertujuan untuk
mengidentifikasi secara cepat dan sistematis dan mengambil
tindakan terhadap setiap permasalahan yang mengancam
jiwa.
 Combusio (luka bakar)
 Triage
Triage berasal dari bahasa Perancis ‘Trier’, yang memiliki
arti “memilih”. Triage adalah suatu sistem pembagian atau
klasifikasi prioritas pasien berdasarkan berat ringannya kondisi
atau kegawatannya yang memerlukan tindakan segera.
PERMASALAHAN
1. Jelaskan tentang triage?
2. Jelaskan tentang primary survey dan secondary survey?
3. Jelaskan bagaimana prinsip dasar penanganan kegawatdaruratan?
4. Jelaskan tentang luka bakar?
5. Jelaskan penatalaksanaan pasien di skenario?
JELASKAN TENTANG TRIAGE?

 Triage berasal dari bahasa Perancis ‘Trier’, yang memiliki arti


“memilih”. Triage adalah suatu sistem pembagian atau
klasifikasi prioritas pasien berdasarkan berat ringannya kondisi
atau kegawatannya yang memerlukan tindakan segera. Dalam
triage, dokter dan paramedis mempunyai batasan waktu
(respon time) untuk mengkaji keadaan dan memberikan
intervensi secepatnya yaitu ≤ 10 menit.
JELASKAN TENTANG PRIMARY SURVEY DAN
SECONDARY SURVEY?
A. Korban tidak sadar

Bebaskan jalan nafas


head tilt –chin lift-jaw thrust call for help

B. Jalan nafas bebas


tidak bernafas

2x tiupan awal

Raba nadi karotis

Tidak teraba nadi


Beri pijatan

C .
dan nafas
buatan 30 + Bila nadi karotis tidak teraba Pijat jantung
30x
2 nafas
SCONDARY SURVEY
HAL YANG DINILAI IDENTIFIKASI/ PENILAIAN PENEMUAN KONFIRMASI
TENTUKAN KLINIS DENGAN
Tingkat kesadaran - Beratnya trauma kapitis - Skor GCS - 8, cedera kepala berat - CT Scan
- 9-12, cedera kepala - Ulangi tanpa relaksasi
sedang otot
- 13-15, cedera kepala
ringan
Pupil - Jenis cedera kepala - Ukuran - Mass effect - CT Scan
- Luka pada mata - Bentuk - Diffuse axional injury
- Reaksi - Perlukaan mata
Kepala - Luka pada kulit kepala - Inspeksi adanya luka - Luka kulit kepala - CT Scan
- Fraktur tulang dan fraktur - Fraktur impresi
tengkorak - Palpasi adanya fraktur - Fraktur basis
Maksilofasial - Luka jaringan lunak - Inspeksi deformitas - Fraktur tulang wajah - Foto tulang wajah
- Fraktur - Maloklusi - Cedera jaringan lunak
- Kerusakan saraf - Palpasi krepitus
- Luka dalam
mulut/gigi
Leher - Cedera pada faring - Inspeksi - Deformitas faring - Foto servikal
- Fraktur servikal - Palpasi - Emfisema subkutan - Angiografi/ Doppler
- Kerusakan vaskular - Auskultasi - Hematoma - Esofagoskopi
- Cedera esophagus - Murmur - Laringoskopi
- Gangguan neurologis - Tembusnya platisma
- Nyeri, nyeri tekan C
spine
Thoraks - Perlukaan dinding - Inspeksi - Jejas deformitas, - Foto thoraks
thoraks - Palpasi gerakan - CT Scan
- Emfisema subkutan - Auskultasi - Paradoksal - Angiografi
- Pneumo/ hematothoraks - Nyeri tekan dada, - Bronkoskopi
- Cedera bronkus krepitus - Tube torakostomi
- Kontusio paru - Bising napas berkurang - Perikardio sintesis
- Kerusakan aorta - Bunyi jantung jauh - USG trans-esofagus
thorakalis - Krepitasi mediastinum
- Nyeri punggung hebat
Abdomen/ - Perlukaan dd. - Inspeksi - Nyeri, nyeri tekan - DPL
pinggang Abdomen - Palpasi abdomen - FAST
- Cedera - Auskultasi - Iritasi peritoneal - CT Scan
intraperitoneal - Tentukan arah - Cedera organ - Laparotomi
- Cedera penetrasi visceral - Foto dengan kontras
retroperineal - Cedera - Angiografi
retroperitoneal
Pelvis - Cedera genito- - Palpasi simfisis pubis - Cedera genito- - Foto pelvis
urinarius untuk pelebaran urinarius (hematuria) - Urogram
- Fraktur pelvis - Nyeri tekan tulang - Fraktur pelvis - Uretrogram
pelvis - Perlukaan perineum, - Sistogram
- Tentukan instabilitas rectum, vagina - IVP
pelvis (hanya satu kali) - CT Scan dengan
- Inspeksi perineum kontras
- Pemeriksaan
rectum/vagina
Medulla spinalis - Trauma kapitis - Pemeriksaan motorik - Mass Effect - Foto polos
- Trauma medulla - Pemeriksaan sensorik Unilateral - MRI
spinalis - Tetraparesis,
- Trauma saraf perifer paraparesis
- Cedera radiks saraf
Kolumna vertebralis - Fraktur - Respon verbal - Fraktur atau - Foto polos
- Instabilitas kolumna terhadap nyeri, tanda dislokasi - CT Scan
lateralisasi

Ekstremitas - Cedera jaringan lunak - Inspeksi - Jejas, pembengkakan, - Foto rontgen


- Fraktur - Palpasi pucat - Doppler
- Kerusakan sendi - Mal-alignment - Pengukuran tekanan
- Defisit neuro-vascular - Nyeri, nyeri tekan, kompartemen
krepitasi - Angiografi
- Pulsasi
hilang/berkurang
- Kompartemen
- Defisit neurologis
3. JELASKAN BAGAIMANA PRINSIP DASAR
PENANGANAN KEGAWATDARURATAN?
Semuanya dilakukan dengan cepat, cermat, dan terarah.
Walaupun prosedur pemeriksaan dan pertolongan dilakukan
dengan cepat, prinsip komunikasi dan hubungan antara
dokter-pasien dalam menerima dan menangani pasien harus
tetap diperhatikan.
a) Menghormati hak pasien
b) Gentlenes
c) Komunikatif
d) Hak pasien
e) Dukungan keluarga
f) Penilaian awal
JELASKAN TENTANG LUKA BAKAR?
DEFINISI LUKA BAKAR
 Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak dengan
suhu tinggi seperti api, air panas, listrik, bahan kimia, dan
radiasi. Luka ini dapat menyebabkan kerusakkan jaringan.
Cedera lain yang termasuk luka bakar adalah sambaran petir,
sengatan listrik, sinar X dan bahan korosif. Kerusakan kulit
yang terjadi tergantung pada tinggi suhu dan lama kontak.
Suhu minimal untuk dapat menghasilkan luka bakar adalah
sekitar 44°C dengan kontak sekurang-kurangnya 5-6 jam.
Suhu 65°C dengan kontak selama 2 detik sudah cukup
menghasilkan luka bakar.
KLASIFIKASI
 sumber penyebab dan derajat luka bakar. Berdasarkan sumber
penyebab dibedakan atas:
1. Panas. Termasuk api, radiasi, atau pajanan panas dari api, uap dan
cairan panas serta benda-benda yang panas
2. Bahan kimia. Termasuk berbagai macam asam dan basa
3. Listrik. Termasuk didalamnya arus listrik dan sambaran petir
4. Cahaya. Luka bakar yang disebabkan oleh sumber cahaya yang kuat
atau cahaya ultraviolet, juga termasuk sinar matahari
5. Radiasi. Seperti radiasi nuklir, cahaya ultra violet juga termasuk salah
satu sumber penyebab luka bakar karena radiasi
FASE LUKA BAKAR

 Fase akut/fase syok


 Fase sub akut

 Fase lanjut
PENIALAN LUKA BAKAR

 Kedalam luka bakar


 Luas luka bakar

 Keparahan luka bakar


RULE OF NINE
TERAPI
 DUA PULUH EMPAT JAM pertama (HARI I)
 Survei primer :
 A = Airway
 Adakah trauma inhalasi: anamnesa, suara serak
(stridor)→observasi selama 24 jam bila perlu pasang ET atau
lakukan trakheostomi
 B = Breathing
 Gangguan nafas karena eschar yang melingkar dada, trauma
thorax dll→lakukan escharotomi atau penanganan trauma
thorax yang lain
 C = Circulation
 Dilakukan resusitasi cairan. Bila penderita syok maka diatasi dulu
syoknya dengan infus RL diguyur sampai nadi teraba atau tekanan
darah >90mmHg. Baru kemudian lakukan resusitasi cairan. Cairan
yang dibutuhkan dalam penanganan syok tidak dihitung. Resusitasi
cairan yang sering digunakan adalah cara Baxter.
 Rumus :
 4cc x kgBB x %luka bakar
 Setengah dari jumlah cairan diberikan dalam 8 jam pertama dan
sisanya diberikan selama 16 jam berikutnya. Cairan yang diberikan
biasanya RL karena terjadi defisit ion Na.
 Cara lain yang bisa dilakukan adalah cara Evans :
 %luka bakar x kgBB menjadi NaCl per 24 jam
 %luka bakar x kgBB menjadi ml plasma per 24 jam
 Sebagai pengganti cairan yang hilang akibat penguapan,
diberikan 2000cc glukosa 5% per 24jam.
 Separuh dari jumlah 1+2+3 diberikan dalam 8 jam pertama.
Sisanya dalam 16 jam berikutnya.
 Pasang kateter untuk memonitor produksi urine. Diharapkan
produksi urin ½-1cc/KgBB/jam
 Pasang CVP pada luka bakar >/=40% dan pada penderita yang
mengalami kesulitan untuk mengukur tekanan darah.
SECONDARY SURVEY
 Penilaian luas luka bakar dan derajat kedalamannya. Biasanya
dihitung sebelum resusitasi cairan definitive
 Pasang NGT. Untuk dekompresi penderita yang mengalami
ileus paralitik dan untuk memasukkan makanan
 Cuci luka dengan NaCl dan savlon, keringkan, olesi dengan
salep (Dermazin) kemudian rawat luka secara tertutup
 Pemeriksaan laboratorium darah dan Analisa Gas Darah tiap
24 jam
 Pemberian analgetika dan antibiotika
 DUA PULUH EMPAT JAM KEDUA (HARI II), dst
 Cairan yang diberikan volumenya ½ dari hari pertama
 Pemberian koloid/plasma ekspander sudah boleh dilakukan
 Diet sudah mulai 8 jam pasca trauma bila tidak terjadi ileus,
melalui NGT
 Perawatan luka dilakukan sesuai kebutuhan, biasanya
setiap hari
 Hari ke-7 penderita boleh dimandikan
 Posisi penderita diletakkan dalam posisi yang baik agar
tidak terjadi kontraktur maupun problem rekonstruksi yang
lain.
Terimakasih