Anda di halaman 1dari 13

KEKERASAN

SEKSUAL
Firmansyah Dwi I
Widya F
Dina M
Ida Farida
KEL 5
PENGERTIAN

Kekerasan seksual adalah kekerasan yang


terjadi karena persoalan seksualitas. Ibarat awan
dan hujan, demikianlah hubungan antar seks dan
kekerasan. Di mana terdapat seks maka kekerasan
hampir selalu dilahirkan. Termasuk dalam kekerasan
seksual adalah perkosaan, pelecehan seksual
(penghinaan dan perendahan terhadap lawan jenis),
penjualan anak perempuan untuk prostitusi, dan
kekerasan oleh pasangan.
JENIS-JENIS KEKERASAN
SEKSUAL
1. Perkosaan
2. Kekerasan seksual terhadap
anak-anak
3. Kekerasan seksual terhadap
pasangan
PENGERTIAN PERKOSAAN

Perkosaan dapat
didefinisikan sebagai tipuan,
kekuatan, ancaman, maupun
kekerasan saat melakukan kontak
seksual dengan orang lain.
Perkosaan dapat juga disebut
sebagai sexual assault.
PENYEBAB TERJADINYA
PEMERKOSAAN
1. Kemarahan
2. Mencari kepuasan seksual
3. Prilaku wanita-wanita yang menggoda
4. Gambar atau film porno
5. Resiko Psikis dan Kesehatan Reproduksi
BENTUK-BENTUK PERKOSAAN
YANG DIAKUI DAN DIKENAL

• Perkosaan oleh orang yang tak dikenal


• Perkosaan oleh orang teman atau
pacar
• Pemerkosaan oleh orang yang
dikenal
• Perkosaan oleh pasangan perkawinan
• Pelecehan seksual
FASE REAKSI PSIKOLOG
TERHADAP PERKOSAAN
1. Fase disorganisasi akut
Fase yang di manifestasikan dalam 2 cara :
– Keadaan terekspresi yaitu syok, tidak percaya, takut, rasa
memalukan,marah dan bentuk emosi yang lainnya.
– Keadaan terkontrol, dimana perasaan tertutup atau tersembunyi dan
korban tampak tenang
2. Fase menyangkal dan tanpa keinginan untuk bicara tentang kejadian
3. Fase ReorganisasiDimana kejadian ditempatkan pada perspektif
PENATALAKSANAAN

• Hormati privacy dan sensitifitas pasien


• bersikap baik dan memberikan dukungan
• Yakinkan pasien bahwa cemas adalah sesuatu yang dialami.
• Terima reaksi emosi pasien, misalnya terlalu perasa.
• Jangan tinggalkan pasien sendiri
ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan yang muncul :


1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan
perkosaan (luka bekas perkosaan)
2. Cemas berhubungan dengan status sosial, krisis situasi
3. Harga diri rendah berubungan dengan krisis situasional,
isolasi social
Lanjutan…
Dx : Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan perkosaan (luka
bekas perkosaan)
– Tujuan : Rasa nyaman terpenuhi
– Kritia Hasil : Nyeri hilang, klien tampak rilek
– Intervensi :
• Kaji tipe atau lokasi nyeri
• Dorong dengan menggunakan teknik manajemen stress, contoh nafas
dalam
• Atur posisi klien kearah yang nyaman
• Memberikan obat sesuai indikasi, contoh analgesik
Lanjutan…
Dx : Cemas berhubungan dengan status sosial, krisis situasi
– Tujuan : Cemas teratasi
– Kriteria Hasil : Klien tidak cemas lagi
– Intervensi :
• Berikan pasien atau orang terdekat
• Kaji tingkat cemas dan diskusikan penyebabnya bila mungkin
• Kembangkan hubungan pasien-perawat
• Rujuk pada pelayanan sosial atau lembaga lain yang sesuai untuk
bantuan
Lanjutan…
– Harga diri rendah berubungan dengan krisis situasional, isolasi sosial
– Tujuan : Harga diri klien teratasi
– Kriteria Hasil : Harga diri klien tidak rendah lagi
– Intervensi :
• Dengarkan keluhan pasien dan tanggapannya mengenai keadaan
yangdialami
• Anjurkan keluarga untuk memperlakukan pasien senormal mungkin
• Rujuk untuk berkonsultasi atau psikoterapi sesuai indikasi
KESIMPULAN

Pemerkosaan (rape) berasal dari bahasa latin rapare yang


berarti mencari,mamaksa, merampas atau membawa pergi
(Haryanto, 1997).Pemerkosaan adalah suatu usaha untuk
melampiaskan nafsu seksual yangdilakukan oleh seorang laki-
laki terhadap perempuan dengan cara yang dinilaimelanggar
menurut moral dan hukum. (Wigjosubroto dalam prasetyo,
1997)