Anda di halaman 1dari 24

PENANGANAN UNJUK RASA YANG HUMANIS

DENGAN BERPEDOMAN PADA PERKAP NO. 16 TAHUN 2006


TENTANG
PENGENDALIAN MASSA

a. Bahwa penyampaian pendapat di muka umum adalah hak setiap warga


negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan dan/atau tulisan secara
bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku.

b. Bahwa pelayanan dan pengendalian massa dalam rangka menghadapi


kegiatan unjuk rasa di jalan raya, di gedung/bangunan penting dan
lapangan/lahan terbuka, baik yang dilakukan secara tertib atau tidak tertib
perlu disikapi dengan arif, bijaksana, tegas, konsisten dan dapat
dipertanggung jawabkan secara hukum.

c. Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas perlu memahami dan


mendalami Peraturan Kapolri No. Pol : 16 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengendalian Massa.
KETENTUAN UMUM

1. Pengendalian Massa (Dalmas) adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan Polri
dalam rangka menghadapi massa pengunjuk rasa.
2. Dalmas Awal adalah satuan dalmas yang tidak dilengkapi dengan alat-alat
perlengkapan khusus kepolisian kecuali tali dalmas, digerakkan dalam
menghadapi kondisi massa tertib dan teratur/situasi hijau.
3. Dalmas Lanjut adalah satuan dalmas yang dilengkapi dengan alat-alat
perlengkapan khusus kepolisian (seperti AWC, APC, Securuty Barrier, Publik
Adress, Apar, Flash Ball, Senjata Laras Licin, dll), digerakan dalam menghadapi
kondisi massa sudah tidak tertib/situasi kuning.
4. Lapis Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas Awal kepada
satuan Dalmas Lanjut.
5. Lintas Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Kompi Dalmas Lanjut
kepada satuan Kompi/Detasemen PHH Brimob.
6. Negosiator adalah anggota Polri yang melaksanakan perundingan melalaui
tawar menawar dengan massa pengunjuk rasa melalui Korlapnya untuk
mendapatkan kesepakatan bersama.
7. Kendali adalah kegiatan yang dilakukan oleh Kapolsek/Kapolsekta,
Kapolres/Kapolresta, Kapolda untuk mengatur segala tindakan pasukan di
lapangan pada lokasi unjuk rasa atau areal tertentu dalam rangka mencapai
suatu tujuan.
8. Alih Kendali adalah peralihan kendali dari Kapolsek/Kapolsekta kepada
Kapolres/Kapolresta dan dari Kapolres/Kapolresta kepada Kapolda.
9. Kendali Taktis adalah pengendalian oleh Kapolsek/Kapolsekta,
Kapolres/Kapolresta, Kapolda yang berwenang mengatur segala tindakan
pasukan di lapangan pada lokasi unjuk rasa.
10.Kendali Teknis adalah pengendalian oleh pejabat pembina fungsi atau pimpinan
pasukan dan atau perwira lapangan di kesatuan masing-masing (Danton
Dalmas, Dankie Dalmas, Kasat Sabhara) yang bertanggung jawab atas teknis
pelaksanaan tugas semua anggota yang menjadi tanggung jawabnya (sikap-
sikap Dalmas, formasi Dalmas, CB lainnya).
11.Kendali Umum adalah pengendalian oleh Kapolda untuk mengatur seluruh kekuatan dan
tindakan pasukan di lapangan dalam unjuk rasa pada kondisi dimana massa pengunjuk
rasa sudah melakukan tindakan-tindakan melawan hukum dalam bentuk pengancaman,
pencurian dengan kekerasan, perusakan, pembakaran, dan lain sebagainya yang mana
disebut dalam situasi merah
12. Humanis adalah orang yang bersifat, mendambakan dan memperjuangkan pergaulan
hidup yang lebih baik berdasarkan prikemanusiaan, atau orang yang mengabdi kepada
kepentingan sesama manusia, bisa juga diterjemahkan sebagai aliran yang menganggap
manusia sebagai objek terpenting (tidak berpegang pada ajaran agama atau ajaran
tertentu).
13. Pengendalian Unjuk Rasa yang Humanis adalah penanganan pengendalian unjuk rasa
yang berprikemanusiaan, tidak sewenang-wenang (melanggar HAM) dan mengikuti
petunjuk/SOP yang benar sesuai Peraturan Kapolri No. 16 Tahun 2006 (di jalan raya, di
gedung/bangunan penting dan di lapangan/lahan terbuka dengan eskalasi hijau, kuning
dan merah)
1. TERIMA SURAT PEMBERITAHUAN UNRAS ATAU TIDAK ADA PEMBERITAHUAN (HASIL
LIDIK), MAKA KAPOLSEK/TA, KAPOLRES/TA, KAPOLDA MELAKUKAN PERSIAPAN BERUPA
:
 MEMERINTAHKAN PA/BA INTEL, BABINKAMTIBMAS, NEGOSIATOR UTK KOORDINASI
DENGAN KORLAP MENGENAI RENCANA KEGIATAN, WAKTU, MASSA, ALAT PERAGA,
MASSA 50 S/D 100 ORG DI TUNJUK SATU ORANG KORLAP, CONTACT PERSON DAN
PENEKANAN – PENEKANAN UNTUK MEMATUHI ATURAN YG BERLAKU SERTA
MENGETAHUI SETTING UNRASNYA.
 KALAU BISA, USAHAKAN KORLAP BATALKAN NIAT UNRAS
 BILA TDK MEMBERITAHU DI LAKSANAKAN LIDIK PENDALAMAN.
2. MEMBERITAHUKAN KEPADA INSTANSI YANG AKAN DIJADIKAN SASARAN UNJUK RASA
3. MELAKSANAKAN KOORDINASI ANTAR SATKER, ANTAR FUNGSI GUNA
MENYIAPKANLANGKAH DAN GIAT BERIKUTNYA ANTARA LAIN :
 FUNGSI INTELIJEN, MEMBAHAS KIRKA INTEL
 SATWIL SIAPKAN RENPAM DAN RENCANA KEBUTUHAN BKO
 PEJABAT FUNGSI OPSNAL DAN FUNGSI PENDUKUNG UTK MENERIMA SARAN DAN
MASUKAN
 KABAG OPS TINGKAT SATWIL DAN ROOPS TINGKAT POLDA UTK SETTING PERS DAN
PENENTUAN CB SESUAI KIRKA INTEL YANG PALING KRITIKAL
 LOG UTK MERENCANAKAN KEBUTUHAN LOGISTIK
4. BUAT SPRIN, SIAPKAN PERS, ALDAMAS, ROUTE, POSKO/POS AJU & KOMUNIKASI
5. BUAT SURAT PERMINTAAN BKO APABILA MEMBUTUHKAN BKO DARI DIT SABHARA
POLDA MAUPUN SAT BRIMOBDA.
6. SEBELUM PELAKSANAAN KE LAPANGAN, KAPOLSEK/TA, KAPOLRES/TA, DAN KAPOLDA
MELAKSANAKAN ARAHAN PIMPINAN (AAP) KEPADA SELURUH ANGGOTA DALMAS
YANG TERLIBAT DALAM PENANGANAN UNJUK RASA DENGAN MENYAMPAIKAN :
 GAMBARAN MASSA YANG AKAN DIHADAPIOLEH SATUAN DALMAS (JUMLAH
PENGUNJUK RASA, KARAKTERISTIK, TUNTUTAN DAN ALAT YANG DIBAWA SERTA
KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI SELAM UNJUK RASA).
 GAMBARAN SITUASI OBJEK DAN JALAN TEMPAT UNJUK RASA.
 RENCANA URUTAN LANGKAH DAN TINDAKAN YANG AKAN DILAKUKAN (CB) OLEH
SATUAN DALMAS.
 DAN PENEKANAN LARANGAN SERTA KEWAJIBAN YANG DILAKUKAN OLEH SATUAN
DALMAS.
1. BERSIKAP AROGAN DAN TERPANCING OLEH PERILAKU MASSA.

2. MELAKUKAN TINDAKAN KEKERASAAN YG TDK SESUAI DGN PROSEDUR.

3. MEMBAWA PERALATAN DI LUAR PERALATAN DALMAS / PHH.

4. KELUAR DARI IKATAN SATUAN / FORMASI DAN MELAKUKAN PENGEJARAN MASSA


SCR PERORANGAN.

5. MUNDUR MEMBELAKANGI MASSA PENGUNJUK RASA.

6. MENGUCAPKAN KATA-KATA KOTOR, PELECEHAN SEKSUAL / PERBUATAN ASUSILA,


MEMAKI-MAKI PENGUNJUK RASA.

7. MELAKUKAN PERBUATAN LAINNYA YG MELANGGAR PER-UU-AN.

8. MELAKUKAN TINDAKAN TANPA PERINTAH KEPALA KESATUAN LAPANGAN YG


BERTANGGUNG JAWAB SESUAI TINGKATANNYA.
1. MENGHORMATI HAM DARI SETIAP ORANG YG MELAKUKAN UNRAS

2. MELAYANI DAN MENGAMANKAN PENGUNJUK RASA SESUAI KETENTUAN

3. SETIAP PERGERAKAN PASUKAN DALMAS / PHH SELALU DLM IKATAN SATUAN


DAN MEMBENTUK FORMASI SESUAI KETENTUAN
4. MELINDUNGI JIWA DAN HARTA BENDA

5. TETAP MENJAGA DAN MEMPERTAHANKAN SITUASI HINGGA UNRAS SELESAI

6. SABAR, TABAH, PATUH DAN TAAT KPD PERINTAH KEPALA KESATUAN


LAPANGAN YG BERTANGGUNG JAWAB SESUAI TINGKATANNYA.

6. LURUSKAN NIAT DAN PERBUATAN BAHWA POLRI BERTUGAS ADALAH SEBAGAI


PELINDUNG, PENGAYOM, DAN PELAYAN MASYARAKAT.
1. TERIMA SURAT PEMBERITAHUAN UNRAS ATAU TIDAK ADA PEMBERITAHUAN
(HASIL LIDIK), TIM NEGOSIATOR TINGKAT POLSEK (BA INTEL.
BABINKAMTIBMAS) DAN TIM NEGOSIATOR TINGKAT KEWILAYAHAN/SATKER
(PA/BA INTEL. BABINKAMTIBMAS, POLWAN) MEMPERSIAPKAN DIRI SERTA
LAKUKAN LANGKAH-LANGKAH MENDATANGI POK UNRAS SEBELUM HARI “H”
UTK NEGO, AGAR URUNGKAN AKSI, MINIMAL DIARAHKAN DAN DITEKANKAN
UTK TIDAK ANARKIS SERTA MEMATUHI KETENTUAN SESUAI HUKUM YANG
BERLAKUI.

2. KAPOLSEK/TA, KAPOLRES/TA/KASATWIL PIMPIN DAN KENDALIKAN LANGSUNG


PENANGGULANGAN UNRAS DAN BERADA DI DEPAN PASUKAN DALMAS/PHH,
SEDANGKAN PENGENDALI TEKNIS/KOMANDAN LAPANGAN PASUKAN DALMAS
BERADA DI BELAKANG PASUKAN DALMAS.

3. LIBATKAN TOKOH PEMERHATI HAM DALAM PENANGANAN UNRAS DI WILAYAH


MASING-MASING.
1. KODAL TEKNIS DI LAPANGAN OLEH DANTON, DANKI,
KASUBDIT DALMAS, KADEN DALMAS/PHH BRIMOB.

2. KODAL TAKTIS DI LAPANGAN OLEH PARA KASATWIL


(KAPOLSEK/TA, KAPOLRES/TA DAN KAPOLDA).

3. KASATWIL MEMIMPIN DAN MENGENDALIKAN LANGSUNG


PELAKSANAAN PENANGGULANGAN UNRAS.

4. MENGHINDARI JATUHNYA KORBAN JIWA.


PERILAKU MENYIMPANG PERS POLRI DALAM
PELAKSANAAN PENANGANAN UNRAS

 ANGG YANG YG LAKSANAKAN TUGAS TDK MENGIKUTI PERINTAH


KOMANDAN/PIMP LAPANGAN .
 ANGGOTA CENDERUNG LAKUKAN TINDAKAN BERLEBIHAN
 MENGEJAR PENGUNJUK RASA YG SDH MUNDUR;
PERORANGAN/  MEMUKUL YG SUDAH TERTANGKAP;
ANGGOTA  MENEMBAK TIDAK PADA SAATNYA DAN BKN SASARANNYA
 MELAKUKAN PENYISIRAN DI LUAR TKP.
 ANGG. YG LAKS PAM UNRAS TDK MEMAHAMI SOP TAKTIS MAUPUN TEKNIS PAM
UNRAS;
 ANGGOTA/PERS LAKSANAKAN PAM UNRAS TDK SESUAI TUPOKSINYA
(PELAKSANA DALMAS BANYAK YG BUKAN ANGGOTA DALMAS).

 CENDERUNG MEMBENARKAN PERS/ANGGOTA YG BERTINDAK MELEBIHI BATAS


KOMANDAN/ KEWENANGAN;
PERILAKU  TDK MEMAHAMI SITUASI, KONDISI MASSA YG UNRAS, MAUPUN KARAKTERISTIK
PIMPINAN
MENYIMPANG DAERAH/ MASY;
LAPANGAN  KURANG MAMPU MENGENDALIKAN ANGG. SCR UTUH DI LAP. SEHINGGA TDK
SESUAI SOP;
 SBLM MELAKS. TGS KEPOLISIAN DLM PENAGANAN UNRAS. TDK DILAKS
APP/BRIEFING DAN KOORD DGN FUNGSI LAIN.

 SATKER TDK MEMILIKI TON DALMAS YG SOLID YG SIAP DIGERAKKAN SETIAP SAAT;
 ALUT & ALSUS TDK TERSEDIA /TERPELIHARA DGN BAIK, SERTA ANGGOTA TDK
MAMPU MENGGUNAKAN SCR BENAR & PROFESIONAL;
 TAHAPAN TINDAKAN PENGENDALIAN MASSA TDK DIPAHAMI DAN DILAKSANAKAN
MANAJERIAL
SECARA BENAR (TDK SESUAI SOP);
 UPAYA PREEMTIF DAN PREVENTIF TDK OPTIMAL;
 KURANGNYA DETEKSI DINI.
• Unjuk Rasa Damai

Unjuk rasa bersifat konstruktif, pelaksanaan


kegiatan berjalan cukup tertib, damai dan santun
serta tidak menyalahi aturan (hukum) yang
berlaku.

SIFAT
UNJUK RASA

• Unjuk Rasa Anarkis

Unjuk rasa yang bersifat Anarkis,


pelaksanaan kegiatan yang berjalan
tidak tertib, tidak damai dan tidak
santun serta menyimpang dari
aturan (hukum) yang berlaku.
Tingkatan ESKALASI dalam Unjuk Rasa

S • Suatu kondisi dimana massa pengunjuk rasa tertib


dan teratur serta mengindahkan segala ketentuan
I hukum yang berlaku.

T • Suatu kondisi dimana massa pengunjuk rasa mulai


tidak mengindahkan himbauan petugas dan
U melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan.

A • Suatu kondisi dimana jalannya unjuk rasa sudah berubah kepada tindakan
S melawan hukum dan cenderung anarkis seperti pengrusakan, pembakaran,
I penganiayaan berat, teror, intimidasi, penyanderaan, dsb.
ALAMIAH CONDITIONING
REKAYASA
• BAKAR BAN / BENDERA NEG
•TUTUP FASILITAS UMUM • AKTIFITAS MASY TERGANGGU
• DIJAGA / PAM •TEATRIKAL • EKONOMI & TRANSPORTASI
• PATROLI • KEJAH INTENSITAS TINGGI : LUMPUH
• PENGATURAN  PENGRUSAKAN • KONFLIK SOSIAL
• PENGAWALAN  ANCAMANBOM • KERUSUHAN SOSIAL
 SWEEPING
DALMAS  LEMPAR BATU DALMAS PHH BRIMOB & TIM
AWAL • MASY RESAH LANJUT PENINDAK

FORMASI LINTAS GANTI PHH BRIMOB

PERKAP 16 TH 2006 PERKAP 16 TH 2006 PERKAP 8 TH 2010


CARA BERTINDAK PASUKAN DALMAS
PADA SITUASI TERTIB/HIJAU

1. Pergeseran massa dengan pawai dari titik kumpul/posko. Berikan pelayanan,


pengawalan dan pengamanan oleh anggota Sabhara dan Lantas.
2. Satuan pendukung/Binmas memberikan himbauan kepolisian dengan alkom yang
ada/pengeras suara supaya massa tetap tertib dan tidak terprovokasi.
3. Lakukan pengawalan dan pengamanan sampai ke sasaran yangdituju oleh pengunjuk
rasa.
4. Pada saat massa pengunjuk rasa tidak bergerak/mogok, Dankie dan/atau Danton
Dalmas awal melaksanakan Pam dilokasi dengan membentuk formasi sesuai keadaan
lapangan dengan memegang tali dalmas utk membatasimasuknya seluruh pengunjuk
rasa ke sasaran
5. Lakukan rekaman jalannya unras menggunakan video
kamera/Handycam, anggota negosiator berada di depan tali
dalmas melaksanakankegiatan sesuai dengan fungsinya.
6. Satuan pendukung/Binmas berada di belakang Dalmas awal utk
melakukan himbauan kepolisian dengan alkom yang
ada/pengeras suara supaya massa tetap tertib menyampaikan
aspirasinya dan tidak terprovokasi oleh orang lain.
7. Kapolsek/Ta , Kapolres/Ta, berada di belakang pasukan
dalmas awal utk melakukan himbauan kepolisian selaku
pengendali taktis.
8. Apabila situasi meningkat dari tertib/hijau ke tidak
tertib/kuning, maka dilakukan lapis ganti dengan dalmas lanjut
CARA BERTINDAK PASUKAN DALMAS
PADA SITUASI TIDAK TERTIB/KUNING

1. Pada saat massa menutup jalan dengan cara duduk-duduk, tidur-tiduran, aksi
teatrikal dan aksi sejenisnya, maka pasukan dalmas awal membantu
menertibkan, mengangkat dan memindahkan ke tempat yang netral dan lebih
aman dengan cara persuasif dan edukatif.
2. Negosiator tetap melakukan negosiasi dengan Korlap semaksimal mungkin
3. Situasi mulai tidak tertib, satuan pendukung lainnya (unit satwa) dengan
membentuk formasi bersyaf melaksanakan tugasnya berada di depan dalmas
awal untuk melindungi saat melakukan proses lapis ganti dengan dalmas lanjut.
4. Atas perintah Kapolres/Ta, pasukan dalmas lanjut maju melaksanakan lapis ganti
di bawah pimpinan komandan lapangan pasukan dalmas lanjut (Dankie) sebagai
kendali teknis di lapangan.
5. Kapolres/Ta, memberikan himbauan kepolisian dengan alkom yang
ada/pengeras suara/Publik Adress untuk menertibkan massa.

6. Apabila eskalasi meningkat dan/atau massa melempari petugas dengan


benda keras, lakukan sikap berlindung dan selanjutnya Kapolres/Ta
memerintahkan Dankie Dalmas Lanjut utk melakukan tindakan hukum sbb :
 AWC melakukan tugasnya untuk mengurai massa
Petugas lain/APAR tugasnya memadamkan api jika ada pembakaran
Tembakan gas air mata utk menghalau massa

7. Himbauan kepolisian tetap disampaikan oleh Kapolres/Ta

8. Apabila situasi meningkat, Kapolres/Ta melaporkan kepada Kapolda selaku


pengendali umum agar dilakukan lintas ganti dengan Kompi PHH Brimob
CARA BERTINDAK PASUKAN PHH BRIMOB
DALAM SITUASI MERAH

1. Kapolda memerintahkan Kasat Brimob untuk lintas ganti dengan Dalmas Lanjut
2. Kompi PHH Brimob melaksanakan lintas ganti, Kompi Dalmas Lanjut ambil posisi
penutupan serong kiri dan kanan (situasional), unit satwa, Rantis AWC. PHH
Brimob, dalmas lanjut bergandengan dengan Rantis AWC bergerak mengikuti aba-
aba dari Dankie PHH Brimob selaku kendali Teknis di lapangan.
3. Apabila pada Polres/Ta yang tidak ada PHH Brimob atau Kompi PHH Brimob jauh
dari jangkauan nya ke Polres/Ta tsb, maka Kapolda selaku pengendali umum
memerintahkan Kapolres/Ta menurunkan Ton Tindak Sabhara untuk melakukan
tindakan hukum yang didukung oleh satuan dalmas lanjut Polres/Ta terdekat
4. Laksanakan tindakan terus menerus sampai massa bercerai berai dan menjauh ke
daerah netral
1. KONSOLIDASI DILAKUKAN OLEH SATUAN DALMAS DALAM RANGKA
MENGAKHIRI KEGIATAN DALMAS DENGAN MELAKUKAN PENGECEKKAN
KEKUATAN PERSONEL DAN PERALATAN

2. DALAM APEL KONSOLIDASI DILAKUKAN OLEH YANG BERTANGGUNG JAWAB


DALAM KEGIATAN INI, YANG MEMEGANG KENDALI TAKTIS SBB :
a. KAPOLSEK/KAPOLSEKTA DALAM SITUASI HIJAU
b. KAPOLRES/KAPOLRESTA DALAM SITUASI KUNING
c. KAPOLDA SELAKU PENGENDALI UMUM DALAM SITUASI MERAH

3. SETELAH SELESAI PELAKSANAAN TUGAS DALMAS, SATUAN DALMAS


KEMBALI KE MAKO MASING-MASING DENGAN TERTIB
X X X