Anda di halaman 1dari 23

Teknik Radiografi Retrograde

Pyelography ( RPG )
Kelompok 1 Kelas 2B
Alfahri Reza Mahendra (P1337430117048)
Dwiki Daffa Setiabudi (P1337430117049)
Meiana Fauziyyah M.S (P1337430117050)
Rifqi Anisa (P1337430117051)
Khansa Intan Larasati (P1337430117052)
Erly Indriani (P1337430117053)
Destarani Ramadanti (P1337430117054)
Tirta Della Veria (P1337430117055)
Endy Ahmaruzamry (P1337430117056)
Teknik Radiografi Retrograde Pyelography ( RPG )
Retrograde phyelography adalah teknik pemeriksaan sistem urinaria
dengan menggunakan sinar-X dan memasukkan media kontras secara retrograde
(berlawanan dengan alur sistem urinaria) untuk menegakkan diagnosa. Pemeriksaan ini
dilakukan apabila sistem urinary sudah tidak berfungsi.
Anatomi yang terlibat dalam RPG
1. GINJAL
 Retroperitoneal

 Berbentuk seperti kacang

 Terletak dimasing-masing sisi kolumna


vertebralis

 Pole atas +/- 1 cm lebih dekat ke midline


dibandingkan pole bawah.

 Ginjal kanan terletak lebih rendah dari kiri


2. URETER
1. Mupakan suatu tubular/ saluran antara
ginjal dan vesica urinaria.

2. Panjangnya +/- 25 cm, dan terletak


retroperitoneal.

3. Terletak pada jaringan lemak subperitoneal


dari abdomen dan pelvis

4. Mulai dari pelvis renalis ginjal ke trigonum


Vesica Urinaria.

5. Dindingnya terdiri atas 3 lapisan

 Mukosa terdiri dari epitel transisional.

 muscularis [lap sirkualr & longitudinal.)

 adventitia jaringan ikat jarang.


3. VESICA URINARIA
1. Ukuran dan konfigurasi VU bervariasi
sesuai tingkatan distensi, dan
beberapa juga bergantung pada usia.

2. merupakan muskulus membran yang


berbentuk kantong sebagai tempat
penampungan dari urine yang
dihasilkan oleh ginjal.

3. Letaknya sekitar bagian posterior dan


superior dari simpisis pubis
4. Uretra
1. Uretra adalah merupakan saluran
sempit yang terdiri dari mukosa
membran dengan muskulus yang
berbentuk spinkter pada bagian bawah
dari kandung kemih

2. terbentang sepanjang 1,5 inchi (3,75


cm) pada wanita dan 7-8 inchi (18,75
cm) pada pria
Indikasi

1. Stricture uretra
2. Batu uretra
3. Uretrisinjuri
4. Renal pelvic neoplasm
5. Renal calculi
6. Ureteric fistule
7. Accidential ureteric ligation
Kontraindikasi
1. Urethritis
 Merupakan kontraindikasi absolute karena dapat menyebarkan infeksi pada tractusurinari distal dan proximal.
 Peradangan yang terjadi akan sulit untuk diobati.

2. Stricture urethra
 Bukan kontraindikasi absolute, namun pemasukan kateter dapat memperparah keadaan.
Komplikasi yang mungkin terjadi
1. INJURI URETRA
2. BLADDER INJURI
3. PARAPHIMOSIS
4. STRICTURE URETHRA
5. MEATAL STRICTURE
6. CYSTITIS
Persiapan Pasien
1. Hasil ureumdancreatinin normal
2. Satu hari sebelum pemeriksaan, pasien makan makanan yang lunak/rendah
serat, misalnya bubur kecap.
3. 12 jam sebelum pemeriksaan pasien minum obat pencahar.
4. Selanjutnya pasien puasa sehingga pemeriksaan selesai dilakukan
5. Selama puasa pasien dinjurkan untuk tidak merokok, dan banyak bicara untuk
meminimalisasi udara dalam usus
6. Sebelum pemeriksaan dimulai pasien buang air keci luntuk mengosongkan blass
7. Akibat rasa takut pada jarum suntik, perlu diperhatikan :
 Penjelasan pada pasien
 Dorongan mental dan emosional
8. Penandatanganan Informed consent.
Persiapan Alat dan Bahan

1. Peralatan steril 2. Peralatan non steril


 Jarum suntik  Pesawat sinar-x
 Spuit  Kaset uk. 35x43 cm
 Klem  Baju ganti pasien
 Kasa dan kapas  Media kontras
 Wingedneedle  Marker R/L
 Handskun
 Korentang
Prosedur Pemeriksaan
Pemasangan kateter dilakukan oleh dokter urology dengan menggunakan bantuan cystoscopy,
secara retrograde (berlawan dengan alur sistem urinary) melalui uretra sebelum pemeriksaan
mulai dilakukan.

a. Lakukan Plain Foto (Abdomen polos)


Foto abdomen polos bertujuan untuk :
 Mengetahui persiapan pasien
 Mengetahui letak ujung kateter
 Mengetahui ketepatan eksposi
b. Lakukan injeksi 3-5 cc media kontras melalui kateter
menuju renal pelvis, pada ginjal yang diperiksa. Diambil
dengan menggunakan film 24x 30
c. Kontrasdimasukkan kembali ± 5 cc sambil kateter ditarik
perlahan, lalu foto, menggunakan film 30x40 cm untuk
melihat daerah ureter.
d. Kontras dimasukkan sampai habis, sambil ditarik
diperkirakan kontras habis, dan keteter dilepas. Foto
diambil dengan menggunakan fim 30x40.
TEKNIK PEMERIKSAAN
Proyeksi AP
Pada pemeriksaan ini ada beberapa fase foto yang akan dilakukan yakni :

1. Plain Foto

a. Kaset : 30x40 cm (membujur + grid)


b. PP : supine
c. PO : kaki diatur dalam posisi litotomi, kedua tangan samping tubuh,
MSP tegak lurus pertengahan kaset
a. CR : vertical tegak lurus
b. CP : pertengahan kedua crista illiaca pada MSP
c. FFD : 90-100 cm

Catatan :
Gambar harus berada pada orientasi ginjal tidak terpotong dan gambaran mulai dari
nefron sampai blass tetapi tidak ada waktu seperti IVP.
 HASIL RADIOGRAF PLAN FOTO ABDOMEN

Tujuan :
1. Melihat posisi kateter
2. Melihat persiapan pasien
3. Melihat factor eksposi dan posisi pasien
TEKNIK PEMERIKSAAN

2. Fase Nefrogram (Fase 1)

Media kontras dimasukkan 3-5 cc sambil kateter ditarik sampai di ureter ujung
proximal.
a. Kaset : 24x30 cm (melintang + grid)
b. PP : supine
c. PO : kaki diatur dalam posisi litotomi, kedua tangan samping
tubuh, MSP tegak lurus pertengahan kaset
d. CR : vertical tegak lurus
e. CP : pertengahan antara proc. Xypoideus dan crista illiaca
pada MSP
f. FFD : 90-100 cm
 HASIL RADIOGRAF FASE 1

 Fase 1 yaitu fase nefrogram yang


bertujuan untuk melihat nefron dan
kalikginjal.
TEKNIK PEMERIKSAAN

3. Fase Uretrogram

Media kontras dimasukkan 5 cc sambil kateter ditarik sampai di


uretrovesical junction.
a. Kaset : 30x40 cm (membujur + grid)
b. PP : supine
c. PO : kaki diatur dalam posisi litotomi, kedua tangan
samping tubuh, MSP tegak lurus pertengahan kaset
d. CR : vertical tegak lurus
e. CP : pertengahan kedua crista illiaca pada MSP
f. FFD : 90-100 cm
 HASIL RADIOGRAF FASE 2

 setelah fase 1 kateter ditarik 3-5 cm


 Fase 2 yaitu fase uretrogram. Fase ini untuk
melihat ureter.
TEKNIK PEMERIKSAAN

4. Fase Melihat Vesica Urinaria

Semua media kontras yang tersisa dimasukkan sambil kateter ditarik


sampai di proximal uretra.
a. Kaset : 30x40 cm (membujur + grid)
b. PP : supine
c. PO : kaki diatur dalam posisi litotomi, kedua tangan
samping tubuh, MSP tegak lurus pertengahan
kaset
d. CR : vertical tegak lurus
e. CP : pertengahan kedua crista illiaca pada MSP
f. FFD : 90-100 cm
 HASIL RADIOGRAF FASE 3

 Setelah fase 2 kateter ditarik lagi untuk melihat


fase terakhir.
 Fase 3 yaitu fase vesical urinaria. dimana kontras
mengisi vesical urinaria yang bertujuan untuk
melihat fungsi saluran urinaria dari ginjal ke
ureter dan sampai ke vesical urinaria.
TERIMA KASIH ;)

Anda mungkin juga menyukai