Anda di halaman 1dari 28

Refleksi Kasus

ICU
- Syok Sepsis -

YUNI SARA SIKOPONG


42170119

Pembimbing Klinik:

dr. Yos Kresna W., M.Sc, Sp. An


Identitas Pasien
• Nama Pasien : Ibu S • Keadaan Umum. : Sedang
• Tanggal Lahir :1 Juli 1973 • Kesadaran : Compos Mentis E4 V5 M6
• No RM : 00260XXX • Berat Badan : ±50𝑘𝑔
• Usia : 45 tahun • Status Gizi : Baik
• Tanggal Masuk ICU : 3 Desember 2018
• Alat Bantu Napas: O2 3-5 lpm Nasal Canul
• Tanggal Keluar ICU : 4 Desember 2018
Masuk ICU

Tanggal Masuk ICU : 3 Desember 2018

Tanggal Keluar ICU : 4 Desember 2018 (Pindah ke bangsal)

Keluhan Utama : Sesak napas, demam

Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien masuk IGD pada pukul 01.30 dengan keluhan demam dan sesak
napas. Seluruh badan terasa dingin hingga menggigil. Pasien merasa lemas
hingga kaki dan tangan terasa kesemutan. Os merasa mual (+) dan pusing
(+), muntah (+)
Riwayat Penyakit Dahulu : DM

Riwayat Alergi : (-)


Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum : Sedang


Kesadaran : CM
GCS : E4 V5 M6
Vital Sign
Tekanan Darah : 90/50 mmHg
Nadi : 120/menit
Respirasi Rate : 28x/menit
Suhu : 38°𝐶
Saturasi Oksigen : 100%
Pemeriksaan lokalis
• Kepala : Normocephali, konjungtiva anemis (-/-), pupil
isokor, sklera ikterik (-/-), mukosa oral basah, sianotik (-)
• Leher : Pembesaran KGB (-), nyeri tekan (-) JVP (↑)
• Thoraks
• Jantung : Bising jantung (-)
• Paru : Ketinggalan gerak (-), retraksi dada (-), sonor,
ronki (-/-)
• Abdomen : Distensi (-), peristaltik usus (+), timpani, supel.
• Ekstremitas : Akral dingin, nadi regular, CRT < 2 detik, edem
(-), sianotik (-)
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan

DARAH LENGKAP

Hemoglobin 14,2 14-18 g/dL

Leukosit 32.96 H 4,8 – 10,8 Ribu/mm3

Eritrosit 4,85 4,2 – 5,4 Juta/mm3

Hematokrit 37 37 – 47 %

MCV 76 79,0 – 99,0 fL

MCH 29,3 27,0 – 31,0 Pg


Pemeriksaan MCHC 38,6 H 33,0 – 37,0 g/dL

Penunjang RDW

Trombosit
43,7

366
35 – 47

150-450 ribu
fL

Ribu/mm3

PDW 12,8 9,0-13,0 fL

P-LCR 29,9 H 15 – 25 %

MPV 10,7 7,2 – 11,1 fL

Neutrofil Segmen % 88,8 H 50 – 70 %

Eosinofil% 0,2 L 2–4 %

Basofil% 0,1 0–1 %

Limfosit% 5,2 L 25 – 40 %

Monosit% 5,6 2–8 %


EKG
Diagnosis dan Terapi
Diagnosis Kerja : Syok Sepsis dengan riwayat Ondansetron 2x1 Amp Glimepiride 1x 4 mg
DM tak terkontrol Ceftriaxone 2x2 g Novorapid 3x4 ui
Terapi Oksigen : Nasal Canul Oksigen Paracetamol 3x500 mg Levormin
Pemasangan Infus : (+) Ranitidine 2x1 Amp Inf NaCl 1000cc/ 24 jam
Metformin 3x500 mg Drip Dobutamin
Monitoring
KU : Sedang, CM Terapi KU : Sedang, CM Terapi
Vital Sign O2 NC 3-5 lpm Vital Sign O2 NC 3-5 lpm
Drip Dobu 5 mcg
Tekanan Darah: 90/60 mmHg Tekanan Darah: 108/70 mmHg Drip Dobu 5 mcg
Ondansetron 2x1 Amp
Nadi: 135x/menit Nadi: 95x/menit Ondansetron 2x1 Amp
Ceftriaxone 2x2 g
RR: 12 RR: 20 Ceftriaxone 2x2 g
Paracetamol 3x500 mg
Suhu: 38,4 Suhu: 36 Paracetamol 3x500 mg
Ranitidine 2x1 Amp
SpO2: 100% SpO2: 100% Ranitidine 2x1 Amp
Metformin 3x500 mg
Metformin 3x500 mg
Glimepiride 1x 4 mg
Glimepiride 1x 4 mg
Novorapid 3x4 ui
Novorapid 3x4 ui
Levormin
Levormin
Inf NaCl 1000cc/ 24 jam
Inf NaCl 1000cc/ 24 jam

Pindah bangsal
Monitoring
KU : Sedang, CM Terapi KU : Buruk, Sopor Terapi
Vital Sign O2 NRM 6 lpm Vital Sign 02 ET on Ventilator SIMV
Tekanan Darah: 150/86 Drip MO 20 mg, sedacum 3 Tekanan Darah: 96/52 VT 420, Fi 02 70%, RR 16,
Nadi: 135x mg/24 jam  start jam Nadi: 127x PEEP 6
RR: 23x 09.00 RR: 12 Drip dobu 15 mcg
Suhu: 38,1֯ C Drip dobutamin 10 mcg Suhu: 37,7֯ C Drip raivas 0,2 mcg
SpO2: 93% Diit 6x100cc SpO2: 99% Drip MO 20 mg, Sedacum 3
Target bc – 1000/hari mg / 24 jam  start jam
Inf nacl 0,9% 1000 cc/hari 06.00, stop jam 13.00
Dulcolax sup Heparin 3x5000 cc
Tomit k/p Infus : futrolit 1000 cc/24
jam
Penyakit Arteri
Koroner

Sindroma Angina
Koroner Akut Stabil

Unstable
STEMI NSTEMI
Angina
• Infark miocard akut merupakan gangguan
aliran darah ke jantung yang menyebabkan sel
otot jantung mati. Aliran darah di pembuluh
darah terhenti setelah terjadi sumbatan coroner
akut, kecuali sejumlah kecil aliran kolateral
dari pembuluh darah di sekitarnya. Daerah
otot di sekitarnya yang sama sekali tidak
mendapat aliran darah atau alirannya sangat
sedikit sehingga tidak dapat mempertahankan • STEMI adalah kejadian oklusi mendadak di

fungsi otot jantung. arteri koroner epikardial dengan gambaran


EKG berupa elevasi segmen ST
Faktor Resiko

Modified risk Unmodified risk

• Merokok • Umur (laki – laki > 45 tahun, perempuan > 55


tahun)
• Hipertensi

• Diabetes mellitus • Riwayat keluarga terkena penyakit jantung


coroner pada usia dini (laki < 55 tahun, wanita
• Dislipidemi
<65 tahun)
• Faktor gaya hidup (obesitas, inaktivitas fisik,
diet aterogenik)
PATOFISIOLOGI
Myocardiac oxygen supply and demand
Determinants of myocardial blood supply and consumption (demand)
Supply:
• 1. Coronary blood flow
• 2. Oxygen saturation of blood
• 3. Hemoglobin content of blood
Demand:
1. Wall tension (proportional to P x r/2h)
2. Heart rate
3. Myocardial contractility
Sifat nyeri dada yang spesifik angina sebagai berikut :
• Lokasi : substermal, retrostermal, dan prekordial
• Sifat nyeri : rasa sakit, seperti ditekan, rasa terbakar, ditindih benda berat, seperti
ditusuk, rasa diperas, dan dipelintir.
• Penjalaran ke : leher, lengan kiri, mandibula, gigi, punggung/interskapula, dan dapat
juga ke lengan kanan.
Biokimia Jantung

Cardiac Marker Meningkat Puncak Normal

cTn T 3 jam 12-48 jam 5-14 hari

cTn I 3 jam 24 jam 5-10 hari

CK-MB 3 jam 10-24 jam 2-4 hari

CK 3-8 jam 10-36 jam 3-4 hari

Mioglobin 1-2 jam 4-8 jam 24 jam

LDH 24-48 jam 3-6 hari 8-14 hari


EKG

Elevasi segmen ST > 0,1 mV pada 2


atau lebih sadapan ekstremitas
berdampingan atau > 0,2 mV pada dua
atau lebih sadapan prekordial
berdampingan.
Pemeriksaan awal Penanganan awal
• Tanda Vital
•Oksigen 4 L/menit jika saturasi <95%
• Akses intravena
•Morphine iv jika nyeri dada hebat
• EKG 12 lead
• Riwayat penyakit terfokus •Nitroglycerin / Nitrat Sublingual, spray atau

• Pemeriksaan fisik terfokus IV. Hatihati pada TDS < 90 mmHg

• Ambil sampel darah untuk pemeriksaan •Aspirin 160 to 325 mg


biomarker kardiak, ditambah dengan darah
•Clopidogrel 600 mg ATAU
rutin, fungsi ginjal dan elektrolit
•Ticagrelor 180 mg
• Chest X-Ray(<30 min)
• Checklist fibrinolitik
PEMBAHASAN
• Pasien Bapak M datang ke IGD RSE pada tanggal 4 Mei 2018 karena merasakan
nyeri dada, sesak nafas, perut terasa nyeri, badan terasa sakit semua dan terasa
lemas. Pasien merasa mual dan pusing. Dilakukan pemeriksaan EKG dan Troponin
untuk memastikan keadaan jantung pasien. Pada pemeriksaan Troponin I
didapatkan hasil positif dan pada hasil EKG didapatkan gambaran segmen ST
elevasi. Pasien dipindahkan dari IGD ke ICU sesuai dengan kriteria masuk ICU
berdasarkan system organ kardiovaskuler, yakni infark miocard akut dengan atau
tanpa ST elevasi.
PEMBAHASAN

IGD ICU
Keadaan pasien sesuai dengan kriteria masuk ICU berdasarkan system organ
kardiovaskuler, yakni infark miocard akut dengan atau tanpa ST elevasi.
Tujuan tatalaksana pasien di ICU :
• Memberikan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk monitoring
hemodinamik secara intensif terutama pada masa kritis pasca
serangan antara lain EKG, tekanan darah, nadi, laju pernapasan, serta
akses yang mudah pada peralatan defibrilasi.
• Mendapatkan suplemen oksigen yang adekuat serta monitoring
saturasi oksigen arteri selama 6 jam pertama.
• Monitoring komplikasi dan serangan ulangan yang mungkin terjadi
pasca serangan pertama.
Adapun tatalaksana pasien STEMI di ICU
antara lain:
• Pasang infus intravena.
• Pantau tanda vital: setiap ½ jam sampai stabil, kemudian tiap 4 jam atau sesuai dengan
kebutuhan, catat jika frekuensi jantung < 60 kali/mnt atau > 110 kali/mnt; tekanan darah
< 90 mmHg atau > 150 mmHg; frekuensi nafas < 8 kali/mnt atau > 22 kali/mnt.
• Pemberian suplemen oksigen serta pengawasan terutama pada pasien dengan saturasi
oksigen arteri < 95%.
• Aktifitas istirahat di tempat tidur dengan kursi commode di samping tempat tidur dan
mobilisasi sesuai toleransi setelah 12 jam.
• Diet: puasa sampai bebas nyeri, kemudian diet cair. Selanjutnya diet jantung (kompleks
karbohidrat 50-55% dari kalori, monounsaturated dan unsaturated fats < 30% dari
kalori), termasuk makanan tinggi kalium (sayur, buah), magnesium (sayuran hijau,
makanan laut) dan serat (buah segar, sayur, sereal). Diet berfokus penurunan intake
lemak dan kolesterol total < 7% total kalori dari lemak jenuh, < 200 mg kolesterol/hari,
peningkatan konsumsi omega 3, dan intake kalori yang sesuai dengan kebutuhan energi
pasien.
Terapi
• Oksigen NRM 10 lpm
• Inj morfin bolus 2mg -> analgesik
• Inj Sedacum 2mg -> sedativa
• Laxadine syr 3x15cc -> laktasif
• Alprazolam 1x0,5mg
• ISDN tab 3x5mg -> vasodilator
• Aspilet tab 80mg -> antitrombotik
• CPG tab 75mg -> antiplatelet
• Anitid 2x1 (IV)
KESIMPULAN

• Pasien berusia 79 tahun dengan keluhan nyeri dada khas angina. Pasien menjalankan
pemeriksaan laboratorium, rontgen thorax dan EKG. Pasien didiagnosa IHD berdasarkan hasil
pemeriksaan biomarker jantung (Troponin) yang meningkat dan didapatkan ST elevasi di
gambaran EKG nya.
• Penanganan awal pasien di IGD ialah terapi oksigen dengan nasal canul 3 liter per menit, terapi
cairan melalui infus, serta terapi medikamentosa untuk STEMI berupa pemberian morfin,
isosorbid dinitrat, aspilet, clopidogrel, propepsa, alprazolam dan obat tambahan lain seperti
sedacum.
• Pasien dipindahkan dari IGD ke ICU karena keadaan pasien sesuai dengan kriteria masuk ICU
berdasarkan system organ kardiovaskuler yakni infark miocard akut dengan atau tanpa ST elevasi
TERIMA KASIH