Anda di halaman 1dari 48

ALKANA, ALKENA, ALKUNA

KELOMPOK 2:
1.AHMAD FIRMAN NURKHOLIS 062117035
2.DINI SAFITRI 062117015
3.SILVA AYU PRAMITA 062117028
4.VIRNA BETHESDA 062117041
2

ALKANA
Alkana
adalah hidrokarbon yang rantai C nya hanya
terdiri dari ikatan kovalen tunggal saja. sering
disebut sebagai hidrokarbon jenuh, karena jumlah
atom Hidrogen dalam tiap-tiap molekulnya
maksimal.

Rumus umum : CnH2n+2


Sifat-sifat umum
1. Hidrokarbon jenuh (tidak ada ikatan atom C rangkap sehingga jumlah
atom H nya maksimal)
2. Disebut golongan parafin karena affinitas kecil (sedikit gaya gabung)
3. Sukar bereaksi
4. Bentuk Alkana dengan rantai C1 – C4 pada suhu kamar adalah gas,
C4 – C17 pada suhu adalah cair dan > C18 pada suhu kamar adalah
padat
5. Titik didih makin tinggi bila unsur C nya bertambah…dan bila jumlah
atom C sama maka yang bercabang mempunyai titik didih yang lebih
rendah
6. Sifat kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar
7. Massa jenisnya naik seiring dengan penambahan jumlah unsur C
8. Merupakan sumber utama gas alam dan petrolium (minyak bumi)
Reaksi Alkana
1. Reaksi pembakaran
Contoh: C3H8 + 5 O2  3 CO2 + 4H2O
2. Reaksi substitusi
Contoh: CH4 + Cl2  CH3Cl + HCl
CH3Cl + Cl2  CH2Cl2 + HCl
CH2Cl + Cl2  CHCl3 + HCl
CHCl3 + Cl2  CCl4 + HCl

CH3-CH2-CH3 + Cl2  CH3-CH-CH3 + HCl


propana |
Cl
CH3-CH2-CH3 + Cl2  CH3-CH2-CH2Cl
45 %
Reaksi Alkana
3. Perengkahan atau cracking
(terjadi pada suhu dan tekanan tinggi dan
tanpa oksigen)
Contoh:
C14H30  C7H16 + C7H14
tetradekana heptana heptena
Deret homolog alkana
Deret homolog adalah suatu golongan/kelompok senyawa karbon
dengan rumus umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan
antar suku-suku berturutannya, merupakan rantai terbuka tanpa
cabang atau dengan cabang yang nomor cabangnya sama.

Sifat-sifat deret homolog alkana :


 Mempunyai sifat kimia yang mirip
 Mempunyai rumus umum yang sama
 Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar 14
 Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya
Deret homolog alkana
Tata nama Alkana (IUPAC)
• Nama terdiri dari 2 bagian :
nama cabang dan nama rantai induk
• Cabang = gugus alkil
rantai induk = alkana (rantai C terpanjang)
• Posisi cabang ditunjukkan dengan angka 1, 2, 3,…
• Penomoran dimulai dari salah satu ujung yang paling dekat dengan
cabang
• Jika cabang lebih dari satu, diberi awalan di = 2 , tri = 3, tetra = 4 ,
penta = 5
• Jika cabang 2 jenis atau lebih, diurut sesuai abjad
Contoh tata nama alkana
1. (CH3)2CH(CH2)2CH3 = 2-metil pentana
2. C2H5CH3(CH)CH(CH3)2 = 2,3-dimetil pentana
3. (CH3)3C(CH2)2CH3 = 2,2-dimetil pentana
4. C2H5CH3(CH)(CH2)2CH3 = 3-metil heksana
5. (C2H5)2CH3C(CH2)2C2H5 = 3-etil 3-metil heptana
6. (CH3)2 CH CH {CH(CH3)2}CH2CH3
= 3-etil 2,4 dimetil pentana
Gugus Alkyl
• Rumus umum : CnH2n+1
• Namanya sesuai dengan alkana tapi berakhiran
dengan il
Penggunaan alkana dalam kehidupan, sebagai :
1. Gas Alam
2. Metil Klorida atau Monoklor Metana (CH3Cl)
3. Kloroform (CHCl3)
4. Karbon Tetraklorida
5. Minyak Tanah
6. Butana
7. Oktana
Fungsinya:
• Bahan bakar
• Pelarut
• Sumber hidrogen
• Pelumas
• Bahan baku untuk senyawa organik lain
• Bahan baku industri
13

ALKENA
Alkena merupakan salah satu hidrokarbon tak jenuh namun
cukup reaktif. Gugus fungsi alkena yang terpenting adalah
adanya ikatan rangkap dua (C=C). Rumus umum: CnH2n
Sifat-sifat umum Alkena

1. Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua


2. Alkena disebut juga olefin (pembentuk minyak)
3. Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur –> 2-metil-2-
butena)
4. Sifat sama dengan Alkana, tapi lebih reaktif
5. Sifat-sifat : gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang
khas, eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3 – 34
%)
6. Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses
“cracking”
Sifat-sifat fisika Alkena

Alkena merupakan senyawa nonpolar sehingga tidak larut


dalam air dan memiliki massa jenis lebih kecil dari air. Alkena
dapat larut dalam alkena lain, pelarut-pelarut nonpolar dan
etanol. Pada temperatur kamar alkena yang memiliki dua, tiga
dan empat atom karbon berwujud gas. Sedangkan Alkena
dengan dengan berat molekul lebih tinggi dapat berupa cair
dan padatan pada suhu kamar.
Sifat-sifat fisik alkena

 Tiga suku pertama berwujud gas, suku berikutnya


cair , dan suku-suku tinggi padat
 Dapat terbakar dengan nyala yang berjelaga
(kadar C tinggi)
Sifat-sifat kimia Alkena

Ikatan rangkap yang dimiliki alkena merupakan ciri


khas dari alkena yang disebut gugus fungsi. Reaksi terjadi
pada alkena dapat terjadi pada ikatan rangkap dapat pula
terjadi diluar ikatan rangkap. Reaksi yang terjadi pada ikatan
rangkap disebut reaksi adisi yang ditandai dengan putusnya
ikatan rangkap (ikatan π) membentuk ikatan tunggal (ikatan
α) dengan atom atau gugus tertentu.
Sifat-sifat kimia Alkena
Selain sifat-sifat tersebut dapat mengalami reaksi polimerisasi dan alkena
juga dapat bereaksi dengan oksigen membentuk CO2 dan H2O apabila
jumlah oksigen melimpah, apabila jumlah oksigen tidak mencukupi maka
terbentuk CO dan H2O
 Reaksi pembakaran

Contoh: C4H8 + 6 O2  4 CO2 + 4 H2O


 Reaksi adisi
1. Adisi dengan Hidrogen (katalis Pt atau Ni)
Contoh: CH2=CH2 + H2  CH3-CH3
2. Adisi dengan Halogen (F2, Cl2, Br2, I2)
Contoh: CH2=CH-CH3 + Cl2  CH2-CH-CH3
| |
Cl Cl
Sifat-sifat kimia Alkena

Adisi dengan asam halida (HF, HCl, HBr, HI)


CH3-CH=CH2 + HBr  CH3-CH-CH3
|
Br
CH3-CH=CH-CH2-CH3 + HBr CH3-CH-CH-CH2-CH3
| |
(Saytzew Wagner) Br H

 Polimerisasi
n CH2=CH2  -CH2-CH2-CH2-CH2- (-CH2-CH2-)n
polietena
n CH2=CH-CH3  -CH2-CH-CH2-CH- polipropena
| |
CH3 CH3
Kegunaan Alkena sebagai :

1.Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur


dengan O2)
2.Untuk memasakkan buah-buahan
3.Bahan baku industri plastik, karet sintetik, dan
alkohol.
Contoh:
Etena; digunakan sebagai bahan baku
pembuatan plastik polietena (PE).
Propena, digunakan untuk membuat
plastik. Beberapa kegunaan monomer
dan polimer, yaitu polimer untuk
membuat serat sintesis dan peralatan
memasak.
ALKENA CnH2n

H2C CH2 H3C CH CH2


Ethene Propene

1-Butene 1-Hexene
1-Pentene

1,3-Butadiene
3-methyl-1,4-pentadiene
2 2 1 1 0
C(6) - 1s , 2s , 2px , 2py , 2pz
Hybridization

2 1 1 1 1
C(6) - 1s , 2s , 2px , 2py , 2pz

H H 3 sp2
C C p-bond
H H
Three s-bonds
p-bond s-bonds – One C-C, two C-H bonds per carbon
atom
ikatan

s
H H
o
120 C C
H H
ikata

n p
Geometric isomers have R R R H
different chemical &
physical properties
H H H R
cis- trans-

H3C CH3 H3C H

H H H CH3
cis-2-butene trans-2-butene
TATA NAMA
• Rantai utama adalah rantai atom karbon
terpanjang yang mempunyai ikatan rangkap.
• Nama rantai utama sama dengan alkana,
akhiran - ana pada alkana diganti dengan - ena
untuk alkena dan - una untuk alkuna.
• Penomoran rantai utama dicari agar atom C
yang mengandung ikatan rangkap bernomor
kecil.
• Penamaan dan penomoran gugus cabang sama
dengan alkana
Tata nama alkena

 Nama terdiri dari 2 bagian :


nama cabang dan nama rantai induk
 Cabang = gugus alkil
rantai induk = alkena (rantai C terpanjang
mengandung satu ikatan rangkap 2)
 Pemberian nomor cabang dimulai dari atom C
terdekat yang mengandung ikatan rangkap
Contoh tata nama alkena

 CH2CHCH2CH3 = 1-butena
• CH3CHCHCH2CH3 = 2-pentena
 CH3CHCHCH2CH(CH3)2 = 5-metil 2-heksena
• CH3CHCHCH(C2H5)(CH3) = 4-metil 2-heksena
 CH3C2H5CHCHCHCH2CH3 = 5-metil 3-heptena
a. CH3 CH CH CH CH3

CH3 c.CH3 CH2 C C CH2 CH ( CH3 )2


b. CH C CH CH3

CH3 d. CH3CH CH CH CH CH CH3


CH3
E-Z Nomenclature

• Gunakan aturan Cahn-Ingold-Prelog untuk menentukan


urutan prioritas gugus-gugus yang terikat pada atom C
ikatan rangkap.

• Jika gugus-gugus yang berprioritas lebih tinggi berada


pada sisi yang sama, diberi nama Z (zusammen).

• Jika gugus-gugus yang berprioritas lebih tinggi berada


pada sisi yang berlawanan, diberi nama E (entgegen).
Example, E-Z

1 1 2 Cl
1
H3C Cl H CH CH3
C C C C
H CH2 H
2 1 2
2
2Z 5E

3,7-dichloro-(2Z , 5E)-2,5-octadiene
3,7-dichloro-(2Z, 5E)-octa-2,5-diene
Cl Br

F H
Cl > F Br > H
(Z)-2-Bromo-1-chloro-1-fluoroethene

Cl H
H3C H

F CH3
F Br
F > CH3 CH3 > H
Cl > F Br > H (Z)-2-fluorobutene

(E)-2-Bromo-1-chloro-1-fluoroethene
Ikatan p adalah area dengan kerapatan electron
tinggi, sehingga dapat menyerang molekul yang
kekurangan elektron, yang disebut electrophiles, E+

E+ C C + A B A C C B

H X
H C C X
Alkyl Halides

H OSO3H
H C C OSO3H
Alkyl hydrogen Sulfate
C C
H OH
H+ H C C OH
Alcohols

X X X C C X
Dihaloalkanes
Hydrogenation
Pt or Pd - catalyst
(“Reduction”) C H solvent, pressure
C H
C H C H

Pt - catalyst
solvent, pressure
C H H C H
2X
C H H C H

Example
Pt
ethanol, 1 atm

cyclohexene cyclohexane
OXIDATION OF ALKENES

KMnO4, -OH, H2O H2C CH2


H2C CH2 + MnO2
OH OH

1,2-Ethanediol

Oxidation = Reduction =
Loss of electrons Gain of electrons
Loss of Hydrogen Gain of Hydrogen
Gain of Oxygen Loss of Oxygen

An oxidizing agent gets reduced


A reducing agent gets oxidized
H H H H
n
C C C C
Polymers are large H H H H n

molecules containing ethylene Polyethylene

many identical repeating H


C C
CH3
n
H CH3

units (100-1000000)
C C
H H H H n
propylene
Polypropylene

Polymerisation reaction is a repetition H Cl


H Cl
reaction which combines many small C C
n
C C
molecules of monomer (alkene) to H H H H n
form a polymer vinyl chloride Poly(vinylchloride), PVC

F F
F F n
C C C C
F F F F n
Tetrafluoroethene Teflon

H H
H H
C C n
H C C
H n

Styrene
Polystyrene
Hidrogenasi Alkene dengan NaBH4, CH3CO2H,
Pd / C dalaM Kehadiran O- dan Fungsi N-
Benzil

 Dengan NaBH4, AcOH dengan adanya jumlah katalitik


Pd / C, sistem reaktif sederhana digunakan untuk
menghidrogenasi alkena dengan adanya gugus
pelindung O-benzyl eter dan benzyl ester, yang tidak
terpengaruh oleh reaksi. Ditemukan bahwa fungsi nitro
aromatik direduksi menjadi gugus amino oleh NaBH4,
AcOH, kucing. Pd / C Di sini
 fungsi benzil eter atau benzil ester dapat
dipertahankan, ketika di dalam substrat gugus nitro
dan fungsi benzil diposisikan cukup berjauhan.
ALKUNA

08/12/2018
merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang
memiliki 1 ikatan rangkap 3 (–C≡C–). Sifat-nya sama
dengan Alkena namun lebih reaktif.
Rumus umumnya CnH2n-2
Tata namanya juga sama dengan Alkena, namun
akhiran -ena diganti –una
Sifat Fisika Alkuna

merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan


rangkap 3 (–C≡C–). Sifat-nya sama dengan Alkena namun lebih
reaktif.
1. Alkuna-alkuna suku rendah pada suhu kamar berwujud gas,
sedangkan yang mengandung lima atau lebih atom karbon berwujud
gas.
2.Memiliki massa jenis lebih kecil dari air.
3.Tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik
yang non polar seperti eter, benzena, dan karbon tetraklorida.
4.Titik didih alkuna makin tinggi seiring bertambahnya jumlah atom
karbon, tetapi makin rendah apabila terdapat rantai samping atau
makin banyak percabangan. Titik didih alkuna sedikit lebih tinggi
dari alkana dan alkuna yang berat molekulnya hampir sama.
Sifat Kimia Alkuna

Adanya ikatan rangkap tiga yang dimiliki alkuna memungkinkan


terjadinya reaksi adisi, polimerisasi, substitusi dan pembakaran.
 Reaksi pembakaran
Contoh: 2 C2H2 + 5 O2  4 CO2 + 2 H2O
 Reaksi adisi
1. CH ≡ C-CH3 + H2  CH2=CH-CH3
CH ≡ C-CH3 + 2H2  CH3-CH2-CH3
2. CH ≡ C-CH3 + Cl2  CHCl=CCl-CH3
3. CH3-C ≡ C-CH2-CH3 + HCl  CH3-CCl=CH-CH2-CH3
 Polimerisasi
3 CH ≡CH  C6H6 (benzena)
Kegunaan Alkuna

Etuna (asetilena) yang sehari-hari dikenal sebagai gas karbit dihasilkan


dari batu karbit yang dengan air : CaC2 + 2H2O → Ca(OH)2 + C2H2.

1. Etuna (asetilena = C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.


2. Etuna untuk penerangan
3. Etuna Sintesis senyawa lain.
REAKSI ALKUNA
 Reduksi (reksi dengan H2)

 Adisi (Reaksi dengan X2 dan HX)

 Hidrasi (Reaksi dengan H2O)


REAKSI REDUKSI
Reaksi Reduksi

CH3 CH3
CH3 C Pd/BaSO4
C CH3 + H H C C
H H
cis-2-butena
CH3 C Pt
C CH3 + 2H2 CH3 CH2 CH2 CH3
REAKSI ADISI

H H
HC CH+ HCl C C

H Cl
vinil klorida

HC CH+ 2HCl CH3 CHCl2


1,1-dikloroetana
REAKSI HIDRASI
Reaksi Hidrasi

H
O
CH3C CH + H2O CH3C C H
H Struk. enol

O
CH3 C CH3
keton
THANK YOU...