Anda di halaman 1dari 13

TOXIKOLOGI

KELOMPOK 6
PENGAWET
PADA BUAH IMPOR
Pengawet buah impor suapaya tetap segar dan awet (tahan lama)
BUAH IMPOR
Buah impor merupakan buah yang memiliki daya tarik bagi konsumen antara lain
warna kulit buah yang menarik, ukuran buah yang seragam, tidak ada cacat, dan
rasanya lebih enak. Selain itu, adanya anggapan dari sebagian konsumen bahwa
segala sesuatu yang berbau impor pasti lebih bagus dan memiliki nilai prestise
tersendiri. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen untuk
membeli buah impor.

BAHAYA BUAH IMPOR


FORMALIN PEWARNA

LILIN
PESTISIDA
FORMALIN
Formalin adalah desinfektan yang kuat
untuk menghancurkan bakteri
01 pembusuk. Formalin tidak hanya
berbahaya jika dikonsumsi, melainkan
juga dengan melakukan kontak
terhadapnya. Sangat kita pahami
bahwa formalin sangat berbahaya jika
digunakan tidak sewajarnya
mengingat formalin merupakan zat
yang bersifat karsinogenik atau bisa
menyebabkan kanker (Yuliarti, 2007).
MEKANISME penanganan
FORMALIN

Mekanisme :
Inhalasi : iritasi local pada sal. Nafas , kejang dan udem laring
Oral : iritasi saluran pencernaan , lambung
Pengobatan :
1. Terapi suportif : oksigen , cairan kristaloid
2. Asidosis metabolic = Na Bikarbonat
3. Asam folat = Untuk metabolism asam format
LILIN PADA BUAH 02

Lilin sangat membahayakan kesehatan tubuh, karena


tubuh kita butuh waktu lama untuk mencerna lilin. Jika zat
ini terus menumpuk dalam tubuh, kemungkinan kita untuk
terkena penyakit kanker sangatlah tinggi. Misalnya,
kanker hati, usus, atau leukimia

Lilin pelapis buah bertujuan untuk


memperlambat proses kerusakan buah.
Buah yang sudah dipetik masih dapat
dikatakan sebagai benda hidup. Mereka
masih melakukan proses metabolisme
ZAT LILIN
seperti proses respirasi. Bila proses
respirasi ini tidak ditekan, maka dapat
menyebabkan umur simpan buah tersebut
lebih singkat.
MEKANISME penanganan
Lilin pada buah
Kandungan lapisan lilin pada kulit apel merah, angur dan semacamnya jika masuk ke
dalam tubuh akan sulit dicerna oleh enzim pencernaan. Makanan yang belum tercerna
akan lngsung disalurkan ke usus besar dan kalau menumpuk menyebabkan seseorang
mengalami diare dan penyakit lainnya. Bahkan bila lilin terbuat dari bahan bukan
lilin alami melainkan dari bahan petro dapat lebih berbahaya lagi.
PEWARNA PADA BUAH
Kita bisa melihat ciri-ciri dari buah impor yang disuntik zat pewarna
. Diantaranya adapun ciri-ciri buah yang telah di suntik dengan zat
berbahaya biasanya meninggalkan bekas lubang kecil agak dalam.
Bekas suntikan umumnya berada di bagian ujung yang ada tangkai
buahnya. Khusus buah yang sudah disuntik dngan pewarna tekstil,
biasanya warnanya lebih terang dan meninggalkan bekas di mulut.
PEWARNA PADA BUAH
MEKANISME penanganan
Pewarna sintetik pada buah
Kandungan pewarna rhodamin B dan methanil yellow bukanlah pewarna bahan
makanan, berapapun jumlah yang digunakan itu dilarang digunakan dalam bahan
makanan termasuk buah. Ada banyak efek yang terjadi dari mengkonsumsi buah
yang mengandung methanil yellow seperti mual, muntah, diare, panas. Bila dilakuk
an terus menerus bisa mengakibatkan kanker kandung kemih. Rhodamin B juga
berbahaya karena bersifat karsinogenetik dan bisa menyebabkan gangguan dari
fungsi hati

-Tindakan yang bisa dilakukan bila terpapar Rhodamin B:


•Bila terkena kulit, lepaskan pakaian perhiasan, sepatu penderita yang terkontaminasi/terkena Rhodamin B. Cuci kulit
dengan sabun dan air mengalir sampai bersih dari Rhodamin B, selama kurang lebih 15 s/d 20 menit, bila perlu hubungi
dokter.
•Bila terkena mata, bilas dengan air mengalir atau larutan garam fisiologis, mata dikedip-kedipkan sampai dipastikan sisa
Rhodamin B sudah tidak ada lagi/bersih, bila perlu hubungi dokter.
•Bila tertelan dan terjadi muntah, letakkan posisi kepala lebih rendah dari pingguuntuk mencegah terjadinya muntahan
masuk ke saluran pernafasan.
•Bila korban tidak sadar, miringkan kepala ke samping atau ke satu sisi, bila perlu l hubungi dokter
PESTISIDA
Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk
membasmi hama tanaman, baik berupa jamur, bakter,
gulma, maupun serangga

Walau pengunaan pestisida terbukti efektif meningkatkan


produksi pertanian, bukan berarti penggunaannya tidak
menimbulkan dampak buruk, terutama bagi kesehatan.
MEKANISME penanganan
pestisida

• Bila terhirup ; Jika tidak aman memasuki daerah paparan,pindahkan p


enderita ketempat yang aman bila perlu gunakan masker berkatup atau
peralatan sejenis unuk melakukan pernafasan buatan Segera hubungi
Dokter.
• Bila tertelan; Bila diperlukan segera hubungi dokter atau dibawa ke rum
ah sakit.
Pertolongan pertama
Pertolongan pertama bila terjadi keracunan akut
Pertolongan tergantung konsentrasi cairan dan gejala yang dialami korban.Sebelum ke
rumah sakit : berikan arang aktif ( norit ) bila tersedia. Jangan melakukan rangsang
muntah pada korban karena akan menimbulkan risiko trauma korosif pada saluran cerna
atas.Di rumah sakit : lakukan bilas lambung ( gastric lavage ), berikan arang aktif
(walaupun pemberian arang aktif akan mengganggu penglihatan bila nantinya dilakukan
tindakan endoskopi). Untuk mendiagnosis terjadinya trauma esofagus dan saluran cerna
dapat dilakukan tindakan endoskopi. Untuk meningkatkan eliminasi formalin dari tubuh
dapat dilakukan hemodyalisis (tindakan cuci darah), indikasi tindakan cuci darah ini bila
terjadi keadaan asidosis metabolik berat pada korban.
Langkah-langkah mengurangi paparan
formalin, lilin, peptisida dan pewarna pada buah
Mencuci Buah
Mengkupas Buah
dan sayuran

Dilihat kondisi buah jika bau menyengat, lebih baik jangan


dikonsumsi