Anda di halaman 1dari 19

2.

1 Definisi Dingding Geser


Dinding geser merupakan komponen struktur yang berfungsi
meningkatkankekakuan struktur dan menahan gaya lateral. Dinding geser
(shear wall) berupa beton atau baja, dirancang dapat menahan gaya lateral
yang ditimbulkan beban hidup dari angin atau gempa pada suatu sistem
struktur bangunan bertingkat tinggi (Tangoro,D. et al, 2006).
2.1.1 Klasifikasi Dinding Geser Berdasarkan Letak

Berdasarkan letak dan fungsinya, dinding geser dapat diklasifikasikan dalam 3 jenis
yaitu :
•Bearing walls adalah dinding geser yang juga mendukung sebagian besar beban
gravitasi. Tembok-tembok ini juga menggunakan dinding partisi antarapartemen yang
berdekatan.
•Frame walls adalah dinding geser yang menahan beban lateral, dimana beban gravitasi
berasal dari frame beton bertulang. Tembok-tembok ini dibangun diantara baris kolom.
•Core walls adalah dinding geser yang terletak di dalam wilayah inti pusat dalam
gedung, yang biasanya diisi tangga atau poros lift. Dinding yang terletak di kawasan inti
pusat memiliki fungsi ganda dan dianggap menjadi pilihan ekonomis.
2.1.2 Elemen Struktur Dinding Geser
•Flexural wall (dinding langsing), yaitu dinding geser yang
memiliki rasio hw/lw ≥ 2, dimana desain dikontrol oleh
perilaku lentur.
• Squat wall (dinding pendek), yaitu dinding geser yang
memiliki rasio hw/lw ≤ 2, dimana desain dikontrol oleh
perilaku geser.
Coupled shear wall (dinding berangkai), dimana momen
guling yang terjadi akibat beban gempa ditahan oleh sepasang
dinding, yang
2.1.3 Susunan Pada Shear Wall
•Tertutup: susunan dinding-dinding melingkupi ruang simetris
seperti persegi panjang, bujur sangkar, segitiga, bulat, membentuk
inti (core).
•Terbuka: susunan dinding-dinding terdiri dari unsur linear tunggal
ataugabungan unsur yang tidak lengkap melingkupi ruang
geometrik.
Pembebanan Struktur
Pembangunan dari perancangan bangunan struktur bangunan adalah sebagai
ruang agar dapat digunakan untuk berbagai macam prasarana umum maupun
pribadi conroh seperti apartemen ini yang berfungsi sebagai tempat hunian.
Struktur sendiri terbuat dari material yang memiliki massa, massa struktur akan di
pengaruhi juga oleh berat sendiri dari struktur bangunan tersebut. Berat sendiri
pada struktur bangunan dan elemen-elemen sendiri dari struktur bangunan dan
elemen-elemen sendiri dari struktur bangunan disebut sebagai beban mati (dead
load), sedangkan beban hidup (live load) merupakan beban akibat dari
penghunian dan penggunaan suatu struktur tersebut, selain itu juga di pengaruhi
oleh pengaruh dari luar seperti kondisi alam berupa angin, salju dan gempa dan
lingkungan.
Beban Vertikal (Gravitasi).
1) Beban Mati (Dead Load).
2) Beban Hidup (Live Load).
3) Beban Hujan (Run Load)
Beban Horizontal (Lateral).
1) Beban Gempa (Earthquake).
2) Beban Angin (Wind Load).
3) Beban Tanah(Soil Load).
2.2.1 Beban Hidup (Live Load)
Beban hidup adalah beban yang besar dan posisinya berubah-rubah, beban hidup
bergerak dengan tenaganya sendiri, dan di sebut beban gerak, seperti manusia,
perabotan pada hunian dan alat-alat elektronik. Beban hidup sendiri di tinjau dari sisi
arah dapat bekerja secara vertikal maupun horizontal besarnya beban hidup sendiri
dapat di tinjau dari sisi arah mampubekerja secara vertikal maupun horizontal,
besarnya beban hidup sendiri dapat di tentukan berdasarkan standar yang berlaku,
standar tersebut diatur pada (SNI-2487-2013) Persyaratan Beton Struktural Untuk
Bangunan Gedung

2.2.2 Beban Mati (Dead Load)


Dalam perencanaan bangunan besarnya beban mati harus di hitung terlebih dahulu,
beban mati adalah beban yang bekerja secara vertikal ke bawah dari struktur bagunan
dengan besarnya yang konstan dan berada pada posisi yang tetap dan tidak berubah-ubah
yang terdiri dari berat sendiri pada struktur. Dalam perencanaan berat beban mati dapat
diperhitungkan, yang selanjutnya akan digunakan sebagai analisa. Dapat di tinjau dari
dimensi dan berat elemen struktur yang sangat berpengaruh dalam perhitungan beban
mati, berat elemen struktur pada beban mati di pengaruhi oleh volume dan material
yang akan digunakan pada elemen struktur.
2.2.3 Beban Gempa(Earthquake)
Beban gempa termasuk dalam beban horizontal(lateral) yang bekerja pada
struktur bangunan yang di akibatkan dari pergerakan pada tanah kerena adanya
kondisi alam gempa bumi baik vulkanik maupun tektonik. Gempa bumi sangat
berpengaruh pada kekuan dan kekuatan struktur banguan tingkat tinggi, dan
apabila perencanaan yang kurang tepat maka dapat menyebabkan keruntuhan
struktur pada bangunan yang diakibatkan oleh gempa, dalam analisa perhitungan
perlu adanya pemetaan wilayah yang akan memiliki koefisien yang berbeda-beda
pada setiap wilayah, yang akan digunakan sebagai analisa untuk struktur bangunan
tersebut.
2.2.4 Kombinasi Beban Ultimit
Pada struktur bawah yaitu struktur pondasi harus di desain dan dirancang
sedemikian rupa agar kuat dan mampu menahan tumpuan dari struktur diatasnya,
dan mampu menahan beban ultimit yang bekerja, berikut beban-beban terfaktor
dengan kombinasi-kombinasi sesuai dengan SNI() sebagai berikut :
1,4D
1,2D + 1,6L + 0,5 (Lr atau S atau R)
1,2D + 1,6 (Lr atau S atau R) + (L atau 0,5W)
1,2D + 1,0w + L + 0,5 (Lr atau S atau R)
1,2D + 1,0 E + L + 0,25
0,9D + 1,0w
0,9D+ 1,0E
Klasifikasi kelas situs
Peta Gempa yang Dipertimbangkan Risiko-Tertarger (MCER)
Menurut SNI 1726 (2012:132) peta-peta gerak tanah seismik dan
koefisien resiko dari gemoa maksimum yang dipertimbangkan
(Maximum Considered Earthquake, MCE) yang ditunjukkan pada
Gambar 2.1 dan Gambar 2.2, yaitu parameter respons spektral
percepatan gempa MCER terpetakann untuk perioda pendek (Ss) dan
parameter respons spektral percepatan gempa MCER terpetakann
untuk perioda 1,0 detik (S1).
Data Umum Bangunan
Data secara umum pada Aparteman Begawan Malang adalah :
Nama Gedung : Apartemen Begawan
Lokasi : jalan Raya Tlogomas No.1 Kec.Lowok Waru
KotaMalang Provinsi Jawa Timur
Fungsi Gedung : Sebagai hunian tempat tinggal
Jumlah lantai : 25 lantai
Badan Standarisasi Nasional. 2012. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk
Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2012). Jakarta.
Christiani, Yohanna., 2012. “Shear Wall” http://yohannachristiani.blogspot.com/
2012/06/shear-wall.html. accessed: 25 April 2015
Jimmy S. Juwana. 2005. Panduan Sistem Bangunan Tinggi Untuk Arsitek dan Praktisi
Bangunan . Jakarta:Erlangga
Kuncoro, Wahyu Tri. 2010. Tugas Akhir “Perubahan nilai simpangan horizontal bangunan
bertingkat setelah pemasangan dinding geser pada tiap sudutnya”. Jurusan Teknik
Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta
McCormac, J.C. 2002.“Desain Beton Bertulang Jilid 2”. Jakarta : Erlangga
McCormac, Jack C. 2001. Desain Beton Bertulang. Jakarta:Erlangga
Schodek, Daniel L. 1999 . Struktur Edisi kedua. Jakarta : Erlangga
Tarigan, Johanes., 2009. Tugas Akhir “Perencanaan penulangan dinding geser (shear wall)
berdasarkan tata cara SNI 03-2847-2002”. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Sebelas Maret Surakart