Anda di halaman 1dari 10

MANAJEMEN AGRIBISNIS

GOLONGAN D

RICE TRANSPLANTER

KELOMPOK 2
1.Arif Rachman (D31171947)
2.Mega Kuryanti (D31171806)
3.Lina Diya Novita (D31172033)
4.AdeliaNantasya V. (D31172216)
5.Fitria Kharisma W. (D31172006)
Definisi
Jenis mesin penanam padi yang
dipergunakan untuk menanam bibit
padi yang telah disemaikan pada
areal khusus dengan umur tertentu,
pada areal tanah sawah kondisi siap
tanam, mesin dirancang untuk
bekerja pada lahan berlumpur
(puddle).
Komponen
• Pengaturan Operasional
berfungsi untuk melakukan pemindahan alat
yang terdiri dari :
1. Perjalanan di darat
2. Operasi lapangan
3. Netral
4. Balik/ mundur (reverse)
Komponen
• Kopling Penanaman
Terdiri dari :
1. Penanaman
2. Tinggi Mesin Bawah
3. Tinggi Mesin Atas
4. Pengunci
Komponen
• Kopling Utama
berfungsi untuk menjalankan
mesin bila handel ini pada
posisi on makan mesin akan
bergerak/ jalan dan bila pada
posisi off maka mesin tidak
akan bergerak/ berhenti.
Terdiri dari :
1. Chooke
2. Saklar On/ Off
Komponen
• Tuas gas
berfungsi untuk mengatur tinggi
rendahnya gas (akselerasi) dan
menjaga kestabilan putaran mesin
agar tidak mudah mati dalam
pengoperasian di lapangan dan
putaran mesin dapat disesuaikan
dengan kebutuhan.
Komponen
• Tuas Pengambilan Bibit dan
Kedalaman Tanah
Jumlah bibit dapat diatur sesuai
dengan kebutuhan, semakin ke
atas maka penggunaan bibit
semakin banyak sedangkan ke
bawah semakin sedikit.
Kelebihan
• Tanam lebih cepat
• Bisa menjangkau area tanam lebih luas
• Tenaga kerja membutuhkan 1 orang
• Mudah di operasikan
• Jarak tanam bisa di stel atau di setting
• Tanam tepat waktu dan sesuai jadwal
• Tanpa batasan waktu (siang/malam) kapanpun
bisa
• Penanaman yang presisi (akurat)
Kekurangan
• Tidak bisa dioperasikan pada kedalaman
sawah lebih dari 40 cm.
• Untuk membawa mesin ke sawah diperlukan
alat angkut.
• Harga masih relatif mahal.
• Petani belum terbiasa.
• Tidak bisa digunakan dilahan yang sempit