Anda di halaman 1dari 35

GENERAL ANESTHESIA – INTUBASI ET

PADA BURR HOLE EMERGENCY

Daniel Derian Chrisandi Pembimbing Klinik :


dr. Yos Kresno Wardana, M.Sc, Sp.An
42170119
IDENTITAS PASIEN
• Nama : Bp. H
• Tanggal Lahir : 13 Agustus 1963
• Usia : 55 Tahun
• Tanggal Masuk RS : 2 Mei 2018
Asessment Pra Anestesi
Keluhan Utama Hidung terasa bau
Riwayat Penyakit Pasien mengeluhkan hidung terasa bau dan siap operasi
Sekarang
Anamnesis
Riwayat Penyakit Stroke (-), hipertensi (+), penyakit jantung (-), Asma (-),
Dahulu penyakit pada liver (-), ginjal (-), DM (-), Sinus (+)

Riwayat Penyakit Tidak ada anggota keluarga yang mengalami hal serupa.
Keluarga Tidak ada riwayat penyakit jantung, stroke, DM, ginjal,
liver, hipertensi (+)

Lifestyle/kebiasaan konsumsi kopi (+)

Riwayat operasi, Operasi sinus dengan GA-ET


pembiusan,
pemakaian alat bantu
Puasa Puasa 6 jam (sejak jam 12.00)
Pemeriksaan Fisik Pre Operatif
• Keadaan umum : Baik
• Kesadaran : CM
• Tanda vital
• Tekanan Darah : 150/90
• Nadi : 97x/menit
• RR : 20x/menit
• Suhu : 36,6 0 C
• Berat Badan : 80 kg
C: Circulation
A: Airway Tekanan darah : 150/90 mmHg
Jalan napas : Bebas (tidak menggunakan alat Nadi : 97x/menit; adekuat
bantu nafas) Saturasi : 100%
Mulut : gigi palsu/goyang/maju/ompong (-) CPR : <2 detik
Lidah : simetris, ukuran normal Kondisi akral : hangat
Faring : malampati 1
Mandibula : tidak ada kelainan mandibula D: Disability
Gerak sendi antrantooksipital : + Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis
B: Breathing GCS : E4V5M6
Respirasi : 20 x/menit Kelainan neurologis : (-)
Suara nafas : vesikuler
Pergerakan dinding dada : simetris
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan
Hemoglobin 15,5 g / dl

Pemeriksaan
Leukosit 11,76 H 4,8-10,8 Ribu/mm3
Eritrosit 5,24 4,2-5,4 Juta/mm3

Penunjang Hematokrit
MCV
44,8
85,5
37-47
79,0-99,0
%
fL
MCH 29,6 27,0-31,0 pg
MCHC 34,6 33,0-37,0 g/dl
RDW 43 35-47 fL
Trombosit 201 150-450 ribu Ribu/mm3
PDW 11,2 9.0-13.0 fL
P-LCR 24,5 15.0-25.0 %
MPV 9,9 7,2-11,1 fL
Neutrofil Segmen% 87,2 H 50-70 %
Eosinofil% 0,1 L 2-4 %
Basofil% 0,1 0-1 %
Limfosit% 8,9 L 25-40 %
Monosit% 3,7 2-8 %
Clotting Time 7 H 2-6 Menit
Bleeding Time 3 1-3 Menit
Glukosa Sewaktu 94 70-115 mg/dl
Kesimpulan Assessment Pra Anestesi

• Diagnosis Medis : Rhinosinusitis kronis


maxillaris dan ethmoidalis
• Diagnosis Tindakan : Intranasal antrostomy
dan ethmoidectomy
• Rencana Anestesi : General Anesthesia
• Diagnosis Anestesi : ASA II / Non Emergency
Assesment Pra Induksi
• Identitas pasien benar √
• Persetujuan medis telah ditandatangani √
• Teknik anestesi sudah ditentukan √
• Tensi sitolik antara 90-180 mmHg √
• Tensi diastolik antara 50-110 mmHg √
• Nadi dewasa antara 50-130 kali per menit √
• Laju nafas dewasa 8-35 kali per menit √
• Suhu antara 36,5 sampai 39oC √
• Saturasi oksigen antara 90-100% √
• Jalan nafas bebas/terkontrol √
• Nyeri minimal/tidak ada √
PELAKSANAAN OPERASI
• Dokter operator : dr. M. Nurrizki Haitamy Sp. THT-KL
Dokter anestesi : dr. Yos Kresna Wardhana, M.Sc, Sp. An
• Hari/Tanggal operasi : Rabu, 2 Mei 2018
• Waktu operasi : 18.50 – 20.15 WIB

Obat Dosis Sediaan

Propofol 200 mg 10 mg/ml (1A=20 ml)

Fentanyl 200 mcg 0,05 mg/ml (1A=2 ml)

Tramus 25 mg 25 mg/2,5ml (1A=2,5 ml)


- Maintenance :
O2 (2 lpm), N2O (2 lpm), Sevofluran
Invomit 4 mg 4 mg/2ml (1A=2 ml)

Remopain 30 mg 30mg/ml (1A=1 ml)


Prosedur Anestesi
Pasien diposisikan
Pasien diberikan Fentanyl
terlentang dan dipasang Refleks bulu mata pasien Oksigenasi melalui
200 mcg, Propofol 100
pulseoxymetri pada hilang facemask
mg dan Tramus 25 mg.
tangan sebelah kanan.

ET disambungkan ke
Maintenance: O2, N2O, Auskultasi kedua lapang
ventilator dan dilakukan Pemasangan ET
Sevoflurane paru
bagging secara manual
Hemodinamik durante operasi

Jam Tekanan Darah Nadi

18.45 110/60 55

19.00 100/60 55

19.15 110/60 60

19.30 110/60 60

19.45 100/70 65

20.00 120/80 70

20.15 120/70 80
PASCA OPERATIF (RECOVERY ROOM)
Hemodinamik Pasca Operasi

Jam Tekanan Darah Nadi

20.30 130/85 80

20.45 120/80 85

21.00 118/80 85
Alderete Score

Kriteria Masuk Keluar - Penilaian Alderete Score bila lebih


Aktivitas 0 2
dari sama dengan 9 pasien boleh
Respirasi 2 2 pindah ke bangsal, sedangkan bila

Sirkulasi 2 2 score kurang dari sama dengan 5


pasien masuk ke ICU.
Kesadaran 1 2
- Pada pasien ini Alderete score 10
Saturasi oksigen 2 2
sehingga dipindahkan ke bangsal.
Instruksi Pasca Anestesi di Ruangan/Bangsal

• Awasi tensi, nadi, pernafasan tiap 15 menit sampai 2 jam post operasi.
• Kesakitan diberi injeksi ketorolac 30 mg.
• Mual/muntah diberi injeksi : Ondansetron 4 mg
• Infus dalam 24 jam : RL 1000cc
• Pasien sadar penuh +, mual muntah (-), minum bertahap.
• Bila sistolik <90 mmHg, berikan injeksi ephedrine 10 mg(iv).
• Bila sesak nafas, lapor dr. Anastesi/dr. jaga
• Analgesik/Manajemen nyeri: Ketorolac 30 mg.
PEMBAHASAN
Kronologi

Rhinosinusitis Intranasal
Hidung bau Poliklinik kronis maxillaris antrostomy dan
dan ethmoidalis ethmoidectomy
Assessment Pra Anestesi Assessment Pra Induksi

• ASA I • Memastikan pasien siap


• Mallampati Score: Kelas 1 dilakukan induksi
Anestesi Umum atau General Anesthesia
Menyebabkan hilangnya rasa Cara pemberian anestesi umum
nyeri dan amnesia yang bersifat dapat melalui parenteral, inhalasi, dan
reversibel, serta membuat tidak sadar. rektal.

• Teknik:
Terdapat 3 pilar anestesi umum:
• TIVA
• Hipnotik atau sedative • GA Intubasi
• Analgesia • GA LMA
• Relaksasi otot • GA Facemask
Endotracheal Tube
• Intubasi ET ialah prosedur manajemen saluran napas dengan memasukkan pipa ke dalam
trakea melalui mulut atau nasal.
• Ujung distal dari pipa tersebut kira-kira berada pada pertengahan antara plica vocalis dan
bifukarsio trakea. Pipa tersebut akan disambungkan ke mesin anestesi atau alat bantu
napas agar mudah dilakukan oksigenasi dan pemasukkan gas anestesi.
Peralatan untuk intubasi

• S : Scope (Stetoskop dan Laringoskop)


• T : Tube (Endotracheal Tube no. 7)
• A : Airway
• T : Tape (Hepafix)
• I : Inserter
• C : Connector
•S : Suction
Laringoskop

Miller blade dan Macintosh blade


Usia Diameter (mm) Skala French Jarak Sampai Bibir
Tube Prematur 2,0-2,5 10 10 cm
Neonatus 2,5-3,5 12 11cm
1-6 bulan 3,0-4,0 14 11 cm
½-1 tahun 3,0-3,5 16 12 cm
1-4 tahun 4,0-4,5 18 13 cm
4-6 tahun 4,5-,50 20 14 cm
6-8 tahun 5,0-5,5* 22 15-16 cm
8-10 tahun 5,5-6,0* 24 16-17 cm
10-12 tahun 6,0-6,5* 26 17-18 cm
12-14 tahun 6,5-7,0 28-30 18-22 cm
Dewasa 6,5-8,5 28-30 20-24 cm
wanita
Dewasa pria 7,5-10 32-34 20-24 cm
Indikasi Kontraindikasi
• Pasien yang sulit mempertahankan • Trauma servikal
saluran dan patensi jalan napas • Fraktur mandibular
• Mencegah terjadinya aspirasi dan • Trismus
regurgitasi. • Perdarahan yang tidak terkontrol
• Mempermudah pemberian
ventilasi dan oksigenasi (Ventilasi
mekanik jangka panjang)
• Membantu menghisap sekret.
Teknik
Sniffing Position

- Flexion at lower cervical spine


- Extension at atlanto-occipital joint
Komplikasi
Faktor-faktor predisposisi terjadinya komplikasi pada ET dapat
digolongkan menjadi:
• Faktor pasien
• Faktor yang berhubungan dengan peralatan
• Faktor yang berhubungan dengan anestesia
Induksi GA dengan Maintenance Analgesik, Anti
ET Emetik Pasca Operasi
dan Obat Lain

• Propofol 200 mg • Oksigen 2 • Remopain 30 mg


• Fentanyl 200 mcg
liter/menit • Invomit 4 mg
• N2O 2 liter/menit
• Tramus 25 mg
• Sevoflurane 2%
Propofol
• Cara kerja: menghambat kerja neutransmitter yang dimediasi GABA
• Dosis: 200mg
• Onset: 15-45 detik
• Durasi: 15 menit
• KI: penyakit hepar, asidosis metabolic
• ES: Penurunan tekanan darah melalui penurunan tahanan arteri perifer
dan dilatasi vena
Fentanyl
• Cara kerja: terikat pada reseptor opioid dalam berbagai tingkatan. Obat ini bekerja pada
thalamus, hipotalamus sistem retikuler dan neuron-neuronnya. Dengan demikian
rangsangan sakit tidak mencapai daerah kortikal. Blokade terhadap rangsangan sakit,
somatic dan visceral berhubungan dengan blockade fentanyl pada mesecenphalon
• Dosis: 200mcg
• Durasi: 10-20 menit
• Onset: 30 detik
• KI :depresi napas akut, alkoholisme akut, cedera kepala (mempengaruhi respon pupil),
dan lain-lain. Efek samping dari fentanyl ialah mual muntah, mengantuk, depresi napas,
hipotensi, sakit kepala, dan lain-lain.
• ES: mual muntah, mengantuk, sakit kepala, hipotermia, halusinasi, dan lain-lain.
Atracurium Besylate
• Cara kerja: reseptor nikotinik sehingga Ach tidak dapat berikatan
dengan reseptor tersebut sehingga otot kehilangan respon kontraksi
yang akan menyebabkan kelumpuhan otot
• Dosis: 25mg
• Durasi: 15-35 menit
• Onset: 2-3 menit
• ES: kulit flushing, hipotensi, takikardia, bronkospasme, dan lain-lain
Ketorolac Ondansentron

• Cara kerja: bekerja menghambat • Cara kerja: antagonis selektif reseptor


biosintetis prostaglandin 5-HT3 menghambat mual dan muntah
• Dosis: 30 mg • Dosis: 4 mg
• ES: mata kering atau gatal, kemerahan, • ES: nyeri kepala, pusing, mudah lelah,
mual-muntah, diare, perdarahan GI konstipasi, nyeri perut
MAINTENANCE

• Oksigen
• N2O (efek analgesic)
• Sevoflurane (efek induksi dan pemulihan cepat)

• Diberikan Oksigen dan N2O dengan perbandingan


50:50
TERIMA KASIH