Anda di halaman 1dari 13

AUDIT SIKLUS PRODUKSI DAN PERSONALIA

KELOMPOK 4

1.URSULA INA SURA (62160133)


2.PUTRANDO R SIBORO (62160137)
3.IJATUN KHASANAH (62160150)
4.SUCI FADHILLA (62160159)
5.ADE PUTRA SETIAWAN (62160171)
PENGERTIAN AUDIT
Audit atau pemeriksaan evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses,
atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan
tidak memihak, yang disebut auditor atau juga merupakan pemeriksaan
laporan keuangan untuk memberikan pendapat atas kebenaran penyajian
laporan keuangan perusahaan dan juga menjadi salah satu faktor dalam
pengambilan keputusan.

Tujuan diadakannya audit adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek


dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan
praktik yang telah disetujui dan diterima.
TAHAP TAHAP PELAKSANAAN AUDIT

Ada 4 tahap pelaksanaan audit yaitu :


 Tahap I : Merencanakan dan merancang
pendekatan audit
Tahap II : melakukan pengujian pengendalian dan
transaksi
Tahap III : Melaksanakan prosedur analitis dan
pengujian terinci atas saldo
Tahap IV : Menyelesaikan audit dan menerbitkan
laporan audit.
SIKLUS PRODUKSI
Siklus produksi berhubungan dengan konversi bahan baku
menjadi bahan jadi. Siklus ini meliputi perencanaan serta
pengendalian produksi dari jenis-jenis dan kuantitas barang yang
akan diproduksi, tingkat persediaan yang akan dipertahankan ,
serta transaksi dan peristiwa yang berkaitan dengan proses
pabrikasi atau disebut juga rangkaian aktivitas bisnis dan operasi
pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan
dengan pembuatan produk.
Siklus produksi saling berkaitan dengan tiga siklus lain :
1. Siklus pengeluaran
2. Siklus jasa personalia
3. Siklus pendapatan


DIAGRAM CONTEKS SIKLUS PRODUKSI
Penjelasanya :
• 1. Siklus pendapatan, yang memberikan informasi tentang produk apa yang
dipesan dan ramalan penjualan (kuantitas), yang akan digunakan oleh bagian
produksi untuk menyusun rencana produksi dan jumlah persediaan.
Sebaliknya siklus produksi memberikan informasi kepada siklus pendapatan
tentang produk apa saja yang telah selesai dibuat dan jumlah produk yang
tersedia untuk dijual.
• 2. Informasi tentang bahan baku dikirim ke siklus pembelian dalam bentuk
surat permintaan pembelian , sebaliknya siklus pembelian juga memberikan
informasi tentang bahan baku yang dibeli dan pengeluaran lain yang terhasuk
dalam overhead pabrik.
• 3. Informasi tentang kebutuhan tenaga kerja dikirimkan ke system
manajemen sumber daya manusia/penggajian yang nantinya akan
memberikan data tentang tersedianya tenaga kerja dan biayanya.Informasi
tentang harga pokok produksi dikirimkan ke siklus buku besar dan pelaporan
Arus informasi yang yang masuk ke siklus produksi dari siklus lain, yaitu:

• Siklus pendapatan menyediakan informasi mengenai order customer dan


perkiraan penjualanuntuk digunakan dalam perencanaan produksi dan
persediaan.
• Siklus pengeluaran menyediakan informasi untuk memperoleh bahan
mentah dan mengontrol pengeluaran lain yang termasuk overhead pabrik.
• Siklus penggajian menyediakan informasi tentang biaya karyawan dan
ketersediaannya,

Arus informasi yang datang dari siklus pengeluaran adalah


• Siklus pengeluaran menerima informasi tentang kebutuhan akan bahan
mentah.
• Siklus pendapatan menerima informasi dari siklus produksi tentang barang
jadi yang tersedia untuk dijual.
• Siklus penggajian menerima informasi tentang tersedianya tenaga kerja.
• Buku besar dan sistem pelaporan menerima informasi tentang harga pokok
produksi.
PENGERTIAN SIKLUS PERSONALIA
Siklus personalia suatu perusahaan meliputi kejadian-kejadian dan kegiatan-
kegiatan yang bersangkutan dengan pemberian kompensasi kepada pimpinan
dan pegawai perusahaan. Jenis-jenis kompensasi tersebut meliputi gaji, upah
(per jam, per hari, atau per unit pekerjaan), komisi, bonus, tunjangan, opsi
membeli saham, berbagai kesejahteraan (benefit) yang diberikan kepada
pegawai (misalnya asuransi kesehatan).
Siklus personalia berkaitan dengan dua siklus lain :
 siklus pengeluaran
 siklus produksi.
MATERIALITAS

• Untuk perusahaan jasa,jasa personalia biasanya merupakan salah satu pos


biaya yang besar. Sedangkan pada lembaga-lembaga pendidikan, jasa
personalia umumnya adalah sebagai pengeluaran utama. Dengan
berkembangnya perusahaan jasa maka akan menyababkan
semakin pentingnya peranan tenaga kerja, sehingga siklus jasa personalia
pada banyak perusahaan merupakan bidang audit material.
RISIKO BAWAAN PADA SIKLUS
PERSONALIA
Risiko bawaan yang ada pada siklus personalia :
• Pada asersi kelengkapan
Auditor tidak begitu khawatir karena kebanyakan pegawai akan bereaksi
untuk menagih kepada majikannya jika meraka tidak dibayar tepat pada waktunya.
Namun kecurangan bisa terjadi di asersi keberadaan atau keterjadiaan. Pegawai
bisa saja terlibat dalam pembuatan daftar gaji dengan nama-nama fiktif dan
mengalihkan cek gaji tersebut untuk kepentingan mereka.

• Pada perusahaan manufaktur


Apabila perputaran tenaga kerjanya cukup sering, maka perlu diamati
apakah ada kemungkinan tetap dimasukkannya nama pegawai yang telah keluar
dalam daftar gaji yang harus dibayar.

• Mengenai dana pensiun juga bisa menyebabkan adanya salah perhitungan atau
perhitungan yang rumit.
PROSEDUR ANALITIS

• Prosedur analitis sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi


kecurangan potensial, misalnya apabila gaji atau upah kotor
pegawai lebih tinggi dari jumlah yang diperkirakan auditor.

• Prosedur analitis yang biasa digunakan dalam audit siklus


personalia adalah :
Rasio Rumus Manfaat dalam Audit
Biaya tenaga kerja rata-rata per kelompok Total kelompok biaya tenaga Untuk menilai kewajaran biaya tenaga kerja
tenaga kerja kerja : Jumlah tenaga kerja berdasarkan kelompoknya
dalam kelompok bersangkutan
Pendapatan per karyawan Total pendapatan : Jumlah Digunakan dalam mengukur produktivitas tiap
karyawan penuh waktu pegawai. Biasanya digunakan dalam
perusahaan jasa
Persentase biaya tenaga kerja terhadap total Total biaya tenaga kerja : Total Untuk pengujian kewajaran biaya tenaga kerja.
pendapatan pendapatan Data ini biasanya dibandingkan dengan data
statistik bidang usaha
Persentase PPh karyawan terhadap total Total pajak penghasilan : Menguji kewajaran biaya tenaga kerja. Data ini
pendapatn kotor karyawan Pendapatan bruto karyawan biasanya dibandingkan dengan standar tarif
pajak
Perbandingan biaya tenaga kerja (gaji, upah, Biaya tenaga kerja tahun ini : Pengujian kewajaran biaya tenaga kerja apabila
bonus) dengan biaya tahun lalu atau Biaya tenaga kerja tahun lalu selisih berbeda secara signifikan lebih dari 1,0
anggaran
Perbandingan utang gaji tahun ini dengan Utang gaji tahun ini : Utang Pengujian kewajaran utang gaji apabila rasio
utang gaji tahun lalu gaji tahun lalu disesuaikan berbeda signifikan
dengan tingkat pertumbuhan
dalam volume biaya tenaga
kerja
Rasio pajak penghasilan karyawan dengan Pajak penghasilan karyawan : Pengujian kewajaran pajak penghasilan
total biaya tenaga kerja Total biaya tenaga kerja karyawan berdasarkan rasio tahun lalu

Persentase biaya kesejahteraan karyawan Total biaya kesejahteraan Pengujian kewajaran biaya kesejahteraan
terhadap biaya tenaga kerja bruto karyawan : Biaya tenaga kerja karyawan. Biasanya dibandingkan dengan data
bruto statistik bidang usaha.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH