Anda di halaman 1dari 12

Tension Type Headche (TTH)

• Definisi: nyeri kepala tegang sebagai episode yang berulang dari nyeri
kepala yang berlangsung bermenit-menit sampai berhari-hari (30
menit- 7 hari) bersifat ketat atau menekan, dengan intensitas ringan
sampai sedang, biasanya bilateral dan tidak memberat dengan
aktifitas fisik rutin, dapat disertai fotofobia atau fonofobia.
• Epidemiologi: Prevalensi TTH 24%-37% mempunyai serangan
beberapa kali dalam sebulan, 10% dalam seminggu, dan 2-3%
mengalami kronik TTH. Rasio wanita dan laki-laki 5:4. Puncak
prevalensi antara umur 30-39 tahun. Faktor resiko yang berhubungan
dengan TTH: Kepribadian yang labil, kemampuan relaksasi setelah
bekerja, dan tidur malam hari yang kurang.
Etiologi

• Penyebab pasti belum diketahui, dulu diduga berhubungan dengan


kejiwaan, tapi konsep ini udah mulai ditinggalkan.
• Sakit kepala tension type yang kronis berhubungan dengan hipofungsi
sistem opioid pusat, mekanisme yang diduga kuat menyebabkan sakit
kepala tipe tegang:
1. Sensitisasi nonsiseptik perifer
2. Sensitisasi neuronal sentral (nucleus kaudal trigeminal)
3. Kelainan di pusat antinosiseptif
• Faktor pemicu TTH: stress, depresi dan kecemasan, postur tubuh
yang rendah, bekerja dalam posisi canggung atau bertahan di suatu
posisi dalam waktu yang lama, tidur yang kurang.
Patofisiologi
• Sensitivitas neuronal perifer yg abnormal dan stimulus nyeri.
• TTH berasosiasi dengan supresi eksteroseptif (ES2), serotonin platelet
abnormal, dan penurunan beta-endorphin likuor serebrospinal dan nosisepsi
miofasial ekstrakranial merupakann salah satu dari mekanismenya.
• Sensitisasi sentral tersebut dikarenakan adanya input nosiseptif dari jaringan
miofasial perikranial. Perubahan tersebut dikarenakan adanya input nosiseptif
dari jaringan miofasial perikranial. Perubahan tsb dpt mempengaruhi
mekanisme perifer dan menimbulkan peningkatan aktivitas otot perikranial
atau pelepasan neurotransmitter pd jaringan miofasial. Sensitisasi sentral tsb
dapat bertahan bahkan setelah faktor pencetus awal telah dihilangkan shg
menimbulkan konversi dari nyeri kepala tegang episodic menjadi kronik.
• Kontraksi otot wajah, leher, dan bahu. Otot-otot yang biasanya
terlibat antara lain m. splenius capitis, m. temporalis, m. masseter, m.
sternocleimastoideus, m. trapezius, m. cervicalis posterior, m. levator
scapulae akan mencetuskan nyeri kepala. kontraksi ini dapat dipicu
oleh posisi yang dipertahankan lama, posisi tidur yang salah.
• Ketegangan atau stress yang menghasilkan kontraksi otot di sekitar
tulang tengkorak menyebabkan vasokontriksi pembuluh darah
sehingga aliran darah berkurang yang menyebabkan terhambatnya
oksigen dan menumpuknya hasil metabolisme yang akhirnya akan
menyebabkan nyeri.
• Semua impuls nyeri kepala akan disalurkan ke korteks serebri oleh
nervus trigeminus dan saraf cervical 1-3.
Diagnosis
• Dari anamnesi riwayat nyeri kepala, lama serangan, frekuensi
serangan, terasa di kedua sisi kepala, terasa menekan atau tidak,
adanya gejala yang menyertai spt fotofobia atau fonofobia. Untuk
pemeriksaan fisik TTH dicirikan dengan nyeri yang bilateral spt diikat
dan ditekan dgn intensitas dari ringan ke sedang. tjd dalam episode
pendek dgn durasi yang bervariasi (episodic) atau secara kontinu (tipe
kronis). Kadang didapat nausea ringan.
• Pemeriksaa neurologis terutama adanya pericranial tenderness, yaitu
nyeri tekan pada otot perikranial (otot frontal, temporal, masseter,
sternokleidomastoid, splenius, dan trapezius) pada waktu palpasi
manual yaitu menekan dengan keras, gerakan kecil memutar oleh jari-
jari tangan kedua dan ketiga pemeriksa.
Diagnosis Banding
• Migrain, nyeri kepala sekunder (infeksi, tumor otak, dll), cervicogenic
headache, mdication overuse headache (MOH), temporomandibular
joint disease/disorders.
Klasifikasi
• Menurut International Headache Society (IHS), nyeri kepala tegang
dibagi menjadi 3 subtipe, yaitu : nyeri tegang episodik, nyeri tegang
kronik, nyeri tegang yang tidak memenuhi kriteria nyeri tegang
episodik dan nyeri tegang kronik.
• Bedasarkan frekuensinya: kalau kurang dari 180 hari setiap tahun
atau 15 hari setiap bulan disebut nyeri tegang episodik, kalau lebih
dari itu kronik.
Kriteria Diagnostik Nyeri Tegang Episodik
• Setidak-tidaknya telah mengalami 10 kali serangan nyeri kepala terdahulu
yang memenuhi kriteria B-D. Dalam satu tahun mengalami nyeri kepala
kurang dari 180 hari, atau dalam satu bulan mengalami nyeri kepala kurang
dari 15 hari.
• Berlangsung antara 30 menit sampai 7 hari
• Setidaknya 2 ciri-ciri berikut terpenuhi:
1. Nyeri bersifat menekan atau terasa kencang (tidak berdenyut)
2. Intensitas nyeri ringan sampai sedang (aktivitas berkurang tp gak berhenti)
3. Lokasi umumnya bilateral
4. Tidak bertambah berat bila menaiki tangga atau aktivitas fisik rutin dan
semacamnya
• Tidak disertai gejala penyakit berikut
1. Mual atau muntah (anoreksia mungkin saa terjadi)
2. Fotofobia atau fonofobia tidak ada, apabila adam salah satu saja.
• Satu kriteria berikut ini harus dipenuhi:
1. Anamnesis, pemeriksaan fisik dan neurologik tidak menunjukan
adanya kelainan sesuai daftar kelompok 5-11.
2. Anamnesis dan atau pemeriksaan fisik dan atau neurologik
menunjukan adanya kelainan organik
3. Bila kelainan tsb ada, nyeri tegang pertama kali tidak tjd pada
waktu yang berkaitan dgn kelainan tsb
Kriteria Diagnosis Nyeri Tegang Kronik
• Setidak-tidaknya telah mengalami 10 kali serangan nyeri kepala terdahulu
yang memenuhi kriteria B-D. Dalam satu tahun mengalami nyeri kepala lebih
dari 180 hari, atau dalam satu bulan mengalami nyeri kepala lebih dari 15
hari.
• Berlangsung antara 30 menit sampai 7 hari
• Setidaknya 2 ciri-ciri berikut terpenuhi:
1. Nyeri bersifat menekan atau terasa kencang (tidak berdenyut)
2. Intensitas nyeri ringan sampai sedang (aktivitas berkurang tp gak berhenti)
3. Lokasi umumnya bilateral
4. Tidak bertambah berat bila menaiki tangga atau aktivitas fisik rutin dan
semacamnya
• Tidak disertai gejala penyakit berikut
1. Mual atau muntah (anoreksia mungkin saa terjadi)
2. Fotofobia atau fonofobia tidak ada, apabila adam salah satu saja.
• Satu kriteria berikut ini harus dipenuhi:
1. Anamnesis, pemeriksaan fisik dan neurologik tidak menunjukan
adanya kelainan sesuai daftar kelompok 5-11.
2. Anamnesis dan atau pemeriksaan fisik dan atau neurologik
menunjukan adanya kelainan organik
3. Bila kelainan tsb ada, nyeri tegang pertama kali tidak tjd pada
waktu yang berkaitan dgn kelainan tsb
Kriteria Diagnostik Nyeri Tegang Yang Tidak
Memenuhi Kriteria di Atas
• Memenuhi semua kriteria kecuali satu kriteria untuk satu atau lebih
bentuk nyeri tegang
• Tidak memenuhi kriteria migren tanpa aura.